Bekerjasama Dengan TP-PKK Muara Jambi. Sejumlah Dosen Unja Laksanakan Pendampingan Kader PPMP ASI.

Muara Jambi | fokusinfo.com : Masa Anak Usia Baduta (usia 0-2 tahun) merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada masa ini, asupan gizi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan anak dalam berbagai aspek. Masalah gizi ganda, termasuk stunting (kerdil), pada awal kehidupan akan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan serta meningkatkan risiko chronic noncommunicable diseases (NCDs) di tahap kehidupan selanjutnya.

 

Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat 3.9% balita yang mengalami gizi buruk dan 13.8% balita yang mengalami gizi kurang. Balita dengan status gizi Stunting berjumlah 30,8%. Prevalensi stunting pada baduta Provinsi Jambi lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional. Salah satu factor yang menentukan status gizi pada anak Baduta adalah makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI selain harus memenuhi prinsip bergizi dan aman, juga harus tersedia dalam bentuk pangan local sehingga mudah diakses dengan harga terjangkau.

 

Atas dasar itulah sejumlah dosen Unja melaksanakan pengabdian masyarakat yang juga menjadi tugas utama Dosen dalam mengemban fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Didanai oleh PNPB Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, Tim terdiri dari Ketua Asparian,SKM.,M.Kes anggota Silvia Mawarti Perdana, S.Gz.,M.Si dan Lia Nurdini, S.ST.,MKM bekerjasama dengan TP-PKK Kabupaten Muaro Jambi dan dibantu beberapa orang mahasiswa Jurusan Kesmas, melaksanakan Pendampingan Kader dalam Pengolahan dan Pemberian Makanan Pendamping (PPMP) ASI Berbasis Kearifan Lokal di Desa Pondok Meja, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus – 1 September 2020.

 

Kegiatan diawali dengan Pretest pengetahuan dan keterampilan Kader, kemudian dilakukan Pendampingan sebanyak tiga kali pertemuan. Posttest di akhir kegiatan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada pengetahuan dan keterampilan 30 orang kader dalam Pengolahan dan Pemberian Makanan Pendamping ASI Berbasis Kearifan Lokal.

 

‘’Pada intinya peningkatan Status Gizi Bayi dan Balita Perlu Pendampingan. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh Kader selama pendampingan harus segera dipraktekkan terhadap semua Ibu Baduta di Desa Pondok Meja secara terus menerus, sehingga status gizi anak menjadi lebih baik dan derajat kesehatan masyarakat meningkat setiap waktu,” kata Ketua Tim Pengabdian, Asparian, SKM. M Kes.

 

Sementara itu Kepala Desa Pondok Meja Martoyo menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk peningkatan kapasitas Kader dalam meningkatkan status gizi masyarakat khususnya anak Balita.

 

‘’Kami sangat berterimakasih telah dipercaya menjadi tuan rumah tempat penyelenggaraan program ini. Kedepannya merupakan pekerjaan tersendiri bagi kami untuk mengaplikasikan seluruh materi yang telah disampaikan agar tujuan program tersebut bisa optimal bermanfaat kepada masyarakat,” Ungkap Martoyo. (*)

 

Reporter : DedeRiskadinata

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com