• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Gelar Malam Keakraban. BPC GAPENSI Merangin Santuni Anak Yatim



Fokusinfo.com | Merangin : BPC GAPENSI (Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) Kabupaten Merangin melaksanakan malam keakraban dan sosial, Minggu 31 Desember 2017 di halaman kantor GAPENSI Merangin.

Acara yang berlangsung hikmad itu bertema ‘Mempertajam Peran Anggota Gapensi Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Kabupaten Merangin’. Dihadiri oleh ketua, segenap pengurus dan anggota GAPENSI serta para undangan lainnya.

Tidak ketinggalan, acara itu juga dihadiri oleh para anak yatim yang ada di lingkungan sekitar kantor GAPENSI. Para anak yatim tersebut sekaligus penerima santunan dari GAPENSI.

Pantauan fokusinfo.com, ditengah acara dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim yang diberikan langsung oleh Ketua GAPENSI dan diikuti oleh segenap pengurus DPC GAPENSI.

Ketua pelaksana, Mulyadi dalam sambutannya mengatakan acara malam keakraban dan sosial tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan GAPENSI tiap penghujung tahun.

‘’Ini sebenarnya bukan malam merayakan tahun baru. Tapi malam keakraban sesama anggota GAPENSI, yang kebetulan diselenggarakan tiap akhir tahun,” ungkap Mulyadi.

Sementara itu, Ketua BPC GAPENSI Merangin, Radius dalam sambutannya meminta adanya renungan tiap anggota untuk evaluasi kinerja yang telah dilaksanakan selama satu tahun kebelakang.

‘’Evaluasi itu perlu, untuk peningkatan kualitas kinerja kedepannya,” kata Radius.

Radius juga mengharapkan kedepannya hubungan mitra GAPENSI dan Pemerintah Merangin lebih erat demi terwujudnya pembangunan yang maksimal dan menyeluruh.

‘’Kita berharap hubungan mitra antara GAPENSI dan Pemeritah bisa lebih bersinergi membangun Merangin. Peran GAPENSI diharap mampu mewujudkan program-program pemerintah untuk membangun khususnya dalam bidang konstruksi. Jadi bagi anggota GAPENSI itu sendiri harus ada peningkatan kualitas kinerja, peningkatan tata manajemen perusahaan dan lainnya,” terang pria yang terkenal supel itu.

Sementara itu, ketua RT 24, Gafur mengungkapkan apresiasi dan terimakasih kepada GAPENSI yang telah rutin memperhatikan warganya khususnya bagi anak yatim.

‘’Alhamdulillah, terimakasih kepada GAPENSI yang rutin memperhatikan warga khusunya anak-anak yatim dengan memberikan santunan. Semoga berkah dan diridhoi Allah SWT,” tuturnya.

Gafur juga berharap kedepannya organisasi GAPENSI lebih solid serta seluruh anggotanya diberikan rezeki yang berlimpah. (*)

Reporter : Topan Bohemian







Share:

Jelang Pilkada Merangin, Diduga Ijazah Oknum Bacawabup Bermasalah.

Fokusinfo.com | Merangin : Mendekati Pilkada (Pemilihan kepala daerah) Kabupaten Merangin 2018 mendatang sejumlah partai serta tokoh bakal calon bupati dan wakil bupati telah memilih pasangannya meski belum resmi melaksanakan deklarasi pasangan tersebut.

Berhembus kabar, salah seorang dari Bacawabup (Bakal calon wakil bupati) diduga akan terkena persoalan administrasi persyaratan di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Merangin kelak . Pasalnya ijazah yang dimiliki bakal calon bupati tersebut diduga bermasalah.

‘’Iya, informasinya begitu. Ijazah salah seorang oknum bakal calon wakil bupati Merangin ada masalah. Kemungkinan itulah kelak yang akan mengganjalnya mendaftar di KPU,” ungkap sumber media ini yang enggan disebut namanya. (*)

Reporter : Topan Bohemian

Share:

Terbatas Finansial, Khafid ‘Pasrah’ 'Nomor Dua' ?


Fokusinfo.com | Merangin : Berbagai spekulasi berkembang di tengah masyarakat soal ‘deal’nya pasangan Dr H Nalim, SH MM dan Drs H A Khafid Moein untuk maju pada pilkada Merangin 2018 mendatang. Pasalnya sebelum semua itu terjadi, Khafid Moein didamba untuk menjadi calon Bupati Merangin, bukan calon wakil Bupati Merangin.

Wakil Bupati Merangin aktif,  Khafid Moein, Kamis 21 Desember 2017 ketika dikonfirmasi media ini mengaku kedudukannya sebagai calon ‘orang nomor dua’ dikarenakan kondisi finansial yang kurang mendukung.

‘’Tahu sama tahu lah mas, kita ini finansialnya terbatas. Jadi biarlah posisi wakil,” ungkap Khafid Moein. (*)

Reporter : Ady Lubis
Redaktur : Topan Bohemian

Share:

Ketua DPP IWO Lantik Lima DPD IWO di Provinsi Jambi

Fokusinfo.com | Sungaipenuh : Pelantikan Ikatan Wartawan Online (IWO) Se Provinsi Jambi di antaranya IWO Sungaipenuh Kerinci, Merangin, Batanghari,Tanjabtim dan Tanjabbar. Yang dilaksanakan di Kota Sungaipenuh 20 Desember 2017 berjalan dengan meriah dan succes.


Acara ini di hadiri langsung oleh ketua DPP Iwo Jodi Yudono, Sekjen dan Wakil Sekjen, ketua DPW IWO Provinsi Jambi Nurul Fahmi.

Selain di hadiri para unsur pimpinan IWO, juga di hadiri oleh Gubernur Jambi yang di wakilo Karo Humas,  Walikota Sungaipenuh, Bupati Kerinci, Ketua DPRD kota Sungaipenuh, Kesdim 0417 Kerinci dan para kepala OPD Sungaipenuh dan Kerinci.

Ketua DPP IWO Jodi berharap pemerintah daerah tidak Fokus pada pembangunan Insfrastruktur tapi juga harus memperhatikan peningkatan Sumber Daya Manusia. Dia juga berharap para anggota IWO bisa menjadi motor penggerak pembangunan.

" tidak hanya infrastruktur yang dibangun, SDM juga harus di tingkatkat"Sebut Jodi.

Sambutan Gubernur yang di bacakan oleh Karo Humas Johansyah. Gubernur berharap anggota IWO lebih meningkatkan kualitas SDM. Guna menghindari berita Hoax (Palsu).

Pemrov Jambi selalu terbuka untuk menerima konfirmasi dari seluruh awak media terkait informasi seputar pemprov Jambi.

Fikar Azami yang juga merupakan ketua KNPI jota Sungaipenuh ini, pada sambutannya dis berharap IWO bisa jadi pengontrol pembangunan yang di lakukan pemerintah daerah. Pada sambutannya dia juga menjelaskan seputar sejarah berdirinya media Online. (redaksi)



Share:

Kasus Jembatan Rantau Alai, Tomas Sayangkan Kinerja Kades

Armain | Tokoh Masyarakat Rantau Alai

Fokusinfo.com | Bangko : Pengakuan Kades (Kepala Desa) Rantau Alai Kecamatan Batang Masumai soal penggunaan material kayu kualitas rendah untuk rehab jembatan, disayangkan sejumlah pihak. Salah satunya tercetus dari Tomas (Tokoh Masyarakat) Desa Rantau Alai, Armain.

Baca Juga : Rehab Jembatan Rantau Alai Diduga Penuh Kecurangan.Klik Disini

Dihubungi media ini, Armain mengaku kecewa dengan kinerja Kades yang tidak menggunakan kayu kualitas baik untuk rehab jembatan. Pasalnya jembatan tersebut merupakan akses warga yang digunakan tiap hari.

‘’Itulah, kenapa pula Kades itu gunakan kayu durian. Kan sama sama tahu kayu itu kualitasnya tidak baik,” kata Armain. 

Baca Juga : Kasus Jembatan Rantau Alai, Kades Akui & Siap Ganti Klik Disini

Soal Kades yang siap mengganti, Armain malah mempertanyakan dana dari mana yang kelak digunakan kades untuk mengganti. Menurut Armain, jika menggunakan dana desa justru terjadi pembengkakan anggaran.


‘’Jika pakai dana Desa, itukan artinya beli bahan lagi. Jadi mubazir material yang telah dibelikan awalnya itu. Entah juga lah kalau beliau mengganti pakai dana pribadi,” tutupnya. (Redaksi)
Share:

Kasus Jembatan Rantau Alai, Kades Akui & Siap Ganti


Fokusinfo.com | Bangko : Mencuatnya dugaan kecurangan penggunaan material pada rehab jembatan Desa Rantau Alai hasil investigasi LSM Sapurata Indonesia, diamini oleh Kades Rantau Alai, Moch Helmi.

Dihubungi fokusinfo.com, Helmi mengaku memang telah menggunakan kayu durian untuk rehab jembatan tersebut. Namun perlakuannya itu bukanlah disengaja.

‘’Ya memang itu menggunakan kayu durian,” kata Helmi via telpon, Kamis 14 Desember 2017.

Dia menjelaskan, penggunaan kayu durian untuk rehab jembatan karena keterpaksaan. Pasalnya saat hendak membeli kayu kualitas baik, kayu material tersebut belum tersedia pada penjual.

‘’Saat kami mau beli kayu yang bagus, kayunya belum ada. Jadi terpaksalah beli kayu durian,” ungkap Helmi.

Baca Juga : Rehab Jembatan Rantau Alai Diduga Penuh Kecurangan.Klik Disini

Masih dikatakan Helmi, penggunaan kayu durian hanya bersifat sementara karena kebutuhan transportasi dan putaran roda perekonomian masyarakat yang hendak memanfaatkan jembatan yang melintang di atas sungai Masumai itu.

‘’Jika harus menunggu datangnya kayu bagus, itukan lama. Sementara warga sudah tidak sabar menikmati fasilitas jembatan tersebut,” tuturnya.

Helmi juga mengaku siap mengganti kayu durian tersebut dengan kayu kualitas bagus jika ada protes dari warga. ‘’Jika ada protes ya saya siap menggantinya,” tutup Helmi. (*)

Reporter : Silvia
Redaktur : Topan Bohemian

Share:

Polemik Desa Danau | Pasang Badan, Warga Laporkan Kades Ke Kejari


Syafii, tokoh pemuda Desa Danau saat bertandang ke kantor media online fokusinfo.com

Fokusinfo.com | Bangko : Keseriusan warga Desa Danau Kecamatan Nalo Tantan membongkar dugaan penyimpangan DD (Dana Desa) 2016 yang dikelola Pemerintah Desa Danau rupanya tak main-main. Hal itu dibuktikan dengan pelaporan kepada Kejari Merangin.

Syafii, salah seorang pemuda Desa Danau kepada media ini memaparkan sejumlah item yang dilaporkan ke kejari Merangin.

‘’Ada 13 item yang kami laporkan kepada pihak kejaksaan agar diproses. Kami yakin dari 13 item itu keseluruhannya merugikan masyarakat. Baik secara umum maupun individu,” ungkap Syafii ketika bertandang ke fokusinfo.com. Kamis 14 Desember 2017

Disampaikannya, berkas laporan yang diserahkan kepada kejaksaan dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2017. Dalam laporan tersebut selain dicantumkan 13 item dugaan penyelewengan, juga dilampirkan tandatangan masyarakat yang mendukung gerakan tersebut.

‘’Sebenarnya kami mewakili masyarakat Desa Danau mencari keadilan. Tidak benar jika ini ada kepentingan pribadi. Ini murni untuk kemakmuran, ketentraman masyarakat dan kemajuan pembangunan Desa. Jangan sampai dirugikan,” terangnya.

Menurut Syafii, jika kelakuan Kades selaku pemimpin di Desa Danau terus berlanjut maka dipastikan pembangunan Desa akan lambat.‘’Kami tidak ingin itu terjadi. Kami cinta tanah kelahiran kami, jadi jika ada indikasi penyelewengan maka yang rugi kami masyarakat. DD yang ada harus digunakan sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya.

Syafii juga berharap kepada pihak kejaksaan Merangin untuk bisa segera memproses laporan yang disampaikan masyarakat Desa tersebut. ‘’Kami tidak main-main lagi. Kami siap pasang badan untuk persoalan ini. Sebuah persoalan yang menyangkut masyarakat banyak,” tutupnya.

Sementara itu Kajari Merangin, Haryono, SH MH melalui Kasi Pidsus Kejari, Iwan Roy Carles, SH mengaku berkas laporan Desa Danau telah sampai ke meja kerjanya.

‘’Iya memang berkas laporan masyarakat Desa Danau telah ‘naik’ ke meja saya. Akan kami pelajari dulu,” singkat Roy via telpon, kamis 14 Desember 2017. (*)

Reporter : Dede Riskadinata
Redaktur : Topan Bohemian

Share:

Rehab Jembatan Rantau Alai Diduga Penuh Kecurangan.

Salah seorang anggota LSM Sapurata tengah memperlihatkan dokumentasi investigasinya.
Fokusinfo.com | Batang Masumai : Proyek pembangunan rehab jembatan di Desa Rantau Alai Kecamatan Batang Masumai disoal. Pasalnya material yang digunakan untuk rehab diduga tidak sesuai spesifikasi.

Mirza SH, Ketua LSM Sapurata Indonesia membeberkan temuan investigasi pihaknya dilapangan ditemukan sejumlah kejanggalan untuk proyek yang bernilai hampir Rp.57 juta itu.

‘’Sebagai kontrol sosial masyarakat, kami menemukan sejumlah kejanggalan dalam pembangunan rehab jembatan yang ada di desa Rantau Alai, sumber dananya dari DD (Dana Desa) 2017,” ungkap Mirza.

Dijelaskannya, poin fatal yang kentara adalah penggunaan kayu jembatan yang diduga menggunakan kayu yang tidak berkualitas baik.

‘’Itukan pembangunan rehab jembatan, vital bagi sarana transportasi warga. Bisa berbahaya jika material yang digunakan alakadarnya,” kata Mirza

Menurut informasi yang didapatkan, jenis kayu yang digunakan adalah kayu durian. Pernyataan itu berdasarkan keterangan sejumlah pekerja penebang kayu yang dimintai pengetahuannya.

‘’Kami sengaja membawa sampel sisa potongan kayu kepada pekerja penebang kayu profesional yang tahu jenis dan kualitas kayu. Dikatakan pekerja itu jenis kayu durian lekas mengalami kelapukan,” terangnya.

Tidak hanya itu, dari pantauan investigasi juga ditemukan sejumlah potongan kayu lama yang masih tertanam di jembatan. ‘’Jadi ada juga kayu lama yang masih ada di jembatan itu. Nah kami duga ada kecurangan dengan menggunakan bahan lama, jadi pembelian material baru bisa ditekan,” tambahnya.

Mirza juga berharap adanya keseriusan dari Inspektorat Merangin untuk menindak lanjuti temuan investigasi dari LSM Sapurata tersebut. Menurut Mirza, persoalan rehab jembatan baru satu dari sejumlah proyek yang ada di Desa Rantau Alai.

‘’Informasi ini kami harap direspon dari Inspektorat. Jika ada temuan segeralah ditindak lanjuti. Rehab jembatan ini hanya satu, masih ada beberapa proyek yang belum kami kaji,” tutur Mirza.

Sementara itu, salah seorang anggota BPD Rantau Alai yang tidak ingin dituliskan namanya, mengatakan dari dana Rp.56.901.000,00 itu kemungkinan Kades mendapatkan keuntungan hingga belasan juta rupiah.

‘’Setahu saya dalam proyek desa tidak ada keuntungan yang harus didapatkan,” singkat anggota BPD itu.

Sementara itu Kepala Desa Rantau Alai, Moch Helmi belum bisa dihubungi. Di telpon ke nomor ponselnya 08535714**** bernada tidak aktif. (*)

Reporter : Topan Bohemian


Share:

Polemik Desa Danau. Kades Adukan Media Ke Polres

Kades Danau, Syamsuir saat membuat pengaduan ke Polres Merangin. Beberapa waktu lalu

Fokusinfo.com | Bangko : Polemik Desa Danau memasuki babak baru. Kades Danau, Kecamatan Nalo Tantan Syamsuir membawa persoalan tersebut kepada pihak Kepolisian.

Menurut informasi yang didapatkan media ini, mulanya Syamsuir hendak mengadukan oknum warganya kepada pihak polres, namun tidak diterima karena individu warga yang hendak dilaporkan tidak jelas.

Akhirnya Syamsuir mengadukan media online Fokusinfo.com ke pihak kepolisian dengan tudingan berita tidak berimbang dan tidak sesuai dengan kondisi di desa. Peristiwa pengaduan tersebut terjadi pada senin 27 November 2017 di Polres Merangin.

Dikonfirmasi, Kapolres Merangin, AKBP Aman Guntoro melalui salah seorang petugas piket Reskrim Polres Merangin mengakui memang Kades Danau telah membuat aduan terhadap media online fokusinfo.com

‘’Mulanya beliau hendak melaporkan warga desanya, tapi tidak bisa menyebut siapa warga yang dilapor. Akhirnya dia melaporkan media fokusinfo.com,” kata petugas piket tersebut.

Masih dikatakan petugas piket, pihaknya telah menjelaskan kepada kades Danau agar terlebih dahulu melaporkan persoalan konten media kepada Dewan Pers. Namun Syamsuir dinilai kukuh hendak ‘mempolisikan’ media.

‘’Kami sudah sampaikan, biasanya urusan media itu ada Dewan Pers yang akan menilai sejauh mana melenceng nya tiap konten dalam pemberitaan. Namun Pak Kades itu tetap ngotot ingin membuat laporan terhadap media. Kamipun telah menerima pengaduan tersebut”. Tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi fokusinfo.com, Topan mengatakan pihak redaksi dan perusahaan mentaati hukum yang berlaku. Dirinya juga menganggap pengaduan yang dilakukan oleh Kades Danau adalah hak yang merekat pada setiap warga Indonesia.

‘’Itu hak beliau. Ya silahkan, kami dari redaksi siap mengikuti proses dan perkembangan kasus ini,” singkatnya. (*)

Baca juga : Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016 Klik disini

Baca juga : Polemik Desa Danau Kian Melebar. Warga Siap Lapor ke Penegak Hukum Klik disini

Reporter : Ady Lubis | Silvia
Redaktur : Dede Riskadinata
  


Share:

Sungai Hantu & Bukit Langgeh : Tanah Yang Terlantar , Kini Menghasilkan Puluhan Ton Kopi




 


PHOTO : Yurizal Salim Kades Sungai Medang Dan Mudardi Kades Desa Baru Desa Sungai Medang



Kerinci Fokusinfo.com – Sungai Hantu dan Bukit Langeh Merupakan sebutan Tanah yang terletak dikawasan Desa Sungai Medang Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Jambi.
Tanah dengan luas lebih dari 10.000  hektare itu merupakan tanah Adat Desa Sungai Medang yang mana bagi warga Desa sungai medang disisi adat tidak ada larangan untuk mengerjakan tanah tersebut selagi mampu.
Ada segitar 100 Kepala Keluarga ( KK) Desa sungai medang mencoba Pengelolaan lahan dimulai pada pertengahan 2010. Bermula dari ide Pahrudin dans Fahrizal Ardi warga Desa Sungai Medang, Ia menginginkan lahan tersebut dimanfaatkan dengan menggunakan sistem pertanian yang baik, sehingga bisa menjadi kebun yang dapat menambah ingkam produktif 
warga.

 
 
 photo Warga yang Desa Sungai Medang Yang Berkebun di Areal Sungai Hantu dan Bukit Langeh

Komoditas yang diusahakan di kebun ini ialah cukup banyak diantaranya , Kopi dan Kayu Manis, sewaktu tanaman kopi dan kulit kayu manis masih kecil  Pahrudin dan pahrizal Ardi menanamkam tanaman sayuran seperti cabai, terong dan kacang.
Dengan kondisi tanah yang cukup subur warga setempat berbondong-bondong membuka lahan tersebut bahkan dengan kondisi saat ini kopi yang dihasilkan warga dari Tanah Sungai Hantu dan Bukit Langeh sudah Berton- ton Kopi.
Monardi selaku kepala Desa Baru Sungai Medang membenarkan hal tersebut, bahkan pemerintahan Desa Baru sungai medang dan Desa Sungai medang saat ini telah mengkucurkan dana melalui Dana dua Desa (DD) untuk pembukaan jalan baru Pertanian ke arah kebun masyarakat.
Hal senanda disampaikan Yurizal salim Selaku kepala Desa sungai medang, dengan adanya semangat masyarakat membuka kebun di kawasan sungai hantu, sungai kebetung dan Bukit langeh kami dari pemerintahan Dua Desa telah mengkucurkan dana untuk pembukaan jalan baru pertanian, saat ini proyek tersebut hampir selesai, ungkap Yurizal Salim.
Reporter : Tomi Haryanto
Redaktur :Dede Riskadinata
Share:

Pemdes Tanjung Benuang Komitmen Bersama Masyarakat Bangun Desa


fokusinfo.com | Pamenang Selatan : Bersatu padu Bersama Masyarakat membangun desa, itulah komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Benuang Kecamatan Pamenang Selatan dalam membangun desa.

Kepala Desa Tanjung Benuang, Sadarisman mengatakan komitmen merangkul masyarakat desa dalam membangun desa telah disepakati. Yang mana dalam pelaksanaan pembangunan selalu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda.

‘’Apa aspirasi yang masyarakat mau kita tampung. Kita godog dan jika memang vital langsung direalisasikan,” ujar Sadarisman.

Menurut Sadarisman, komunikasi yang lancar antar seluruh pihak di desa akan membuat progres pembangunan dapat terus meningkat serta jauh dari kesan tidak harmonis.

‘’Menjalankan roda pemerintahan itu jika seluruh elemen masyarakat dilibatkan insyaallah akan berjalan dengan baik. Apapun itu termasuk dalam pembangunan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini telah banyak pembangunan di desa tersebut seperti pembangunan jalan setapak, drainase, pembangunan pasar, pertanian dan lainnya.

‘’ALHAMDULILAH kami sudah Alokasikan untuk kepentingan yang berguna bagi orang banyak, untuk pembangunan jalan setapak, Draenase, pembangunan pasar,BUMDes, pertanian, dan sarana lain yang tentunya tidak menyalahi aturan,mungkin sekarang bisa di lihat di Desa TANJUNG BENUANG ini sudah tidak ada lagi jalan yang berlumpur parah, dan saluran air pun tertata rapi. Kedepan kami berharap kepada masyarakat untuk bersama –sama GUYUP,RUKUN,dan tetap semangat dalam membangun desa kita ini,” tutup SADAR. (*)

Reporter : Ady Lubis
Redaktur : Topan Bohemian
Share:

Pemdes Mampun Baru Dukung Pendidikan SAD


fokusinfo.com | Pamenang Barat : Pendidikan sudah semestinya dirasakan oleh seluruh masyarakat indonesia. Tidak terkecuali bagi masyarakat SAD (Suku Anak Dalam). Menyadari itu, Pemerintah Desa Mampun Baru kecamatan Pamenang Barat, Merangin mendukung sepenuhnya penerapan pendidikan khusus bagi warga SAD.

Kepala Desa Mampun Baru, Sutarno mengatakan saat ini ada sejumlah warga SAD yang mendiami Desa Mampun Baru dan memiliki anak-anak. Sehingga pihak desa memberikan kesempatan bagi anak-anak SAD untuk dapat mengecap pendidikan sama dengan anak-anak lainnya.

‘’Ada beberapa warga SAD yang tinggal di Desa kita ini. Mereka punya anak, jadi sayang jika tidak sejak dini anak-anak mereka itu diberikan pendidikan,” ungkap Sutarno.

Dijelaskannya, dukungan yang diberikan adalah motivasi agar semangat anak-anak untuk belajar terus meningkat. Juga pemahaman kepada guru dan masyarakat lainnya untuk dapat menerima eksistensi suku SAD itu sendiri.

‘’Tidak ada membeda-bedakan, semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Maka kami berikan pemahaman kepada guru, masyarakat agar dapat menerima suku SAD mengenyam pendidikan,” terangnya.

Dilanjutkannya, agar semangat anak-anak SAD tetap terus terjaga. Pihak desa memfasilitasi biaya selama anak-anak SAD menimba ilmu. ‘’Kita sudah koordinasi dengan pihak sekolah, nanti seluruh biaya khusus anak-anak SAD dibebankan kepada desa. Ini sebentuk stimulasi bagi warga SAD untuk mau menyekolahkan anak-anak mereka,” katanya.

Sutarno juga mengucapkan terimakasih kepada para guru dan tokoh masyarakat yang telah menerima program tersebut sehingga anak-anak SAD bisa merasakan pendidikan. (*)

Reporter : Silvie
Redaktur : Topan Bohemian
Share:

Peduli Keselamatan Anggota, POM Fasilitasi Daftar BPJS


Ketua POM, Bripka Joni Wirawan didampingi Pihak BPJS Merangin tengah memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada anggota POM.

Fokusinfo.com | Merangin : Salah satu organisasi di Merangin yang memiliki jumlah anggota yang cukup banyak adalah POM (Persatuan Ojek Merangin). Organisasi ini mewadahi profesi transportasi ojek, agar lebih mudah terkoordinir, terlindungi, serta taat hukum berkendara di lalulintas.

Ketua POM, Bripka Joni Wirawan yang notabene adalah anggota Polsek Bangko mengatakan hingga saat ini telah lebih dari 300 orang driver ojek yang tergabung dalam POM tersebar ke seluruh wilayah Merangin.

‘’Alhamdulillah sudah lebih dari 300 orang pengendara ojek yang tergabung dalam POM,” ungkap Joni.

Salah satu pelayanan yang diberikan kepada anggota, pihak POM telah berkoordinasi dengan pihak BPJS Merangin agar seluruh anggota didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

‘’Kita telah koordinasi dengan pihak BPJS, seluruh anggota POM akan didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Banyak keuntungan yang akan diraih jika tergabung dalam BPJS itu,” kata Joni

Dijelaskannya, kebutuhan utama yang akan diperoleh adalah jaminan kesehatan anggota mengingat profesi driver ojek riskan dengan kecelakaan.

‘’Kita sama-sama tahulah, profesi ojek ini resiko kecelakaannya cukup dekat. Tapi tentu saja kita tidak ingin hal itu terjadi. Yang jelas dengan mengikuti program BPJS nanti ada jaminan kesehatan jika kemalangan terjadi,” terangnya.

Maka dari itu, dikatakan Joni pihaknya beserta pihak BPJS telah melakukan MOU antar kedua pihak untuk segera memberikan fasilitas keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh anggota POM.

‘’Awalnya baru 50 orang anggota POM yang didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Secara bertahap seluruh anggota POM akan didaftarkan,” tuturnya.

Joni juga menghimbau kepada seluruh driver ojek di Merangin yang belum bergabung untuk segera bergabung dalam POM. Selain sebagai wadah profesi ojek, juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas yang memudahkan dan menyamankan dalam melaksanakan profesi tersebut.

‘’Bagi anggota kelak akan mendapatkan fasilitas SIM, Rompi, kartu anggota, keanggotaan BPJS kesehatan. Bahkan nanti juga akan mendapatkan informasi sosialisasi berkendara dan mentaati lalu lintas yang baik dan benar,” tutup Joni. (*)

Reporter : Silvie
Redaktur : Topan Bohemian.

Share:

Polemik Desa Danau | Kades Sentil Oknum Ketua RT Makan 'Gaji Buta'

Fokusinfo.com | Nalo Tantan : Merasa telah melaksanakan tugas sesuai dengan juknis dan undang-undang, Kades Danau berupaya menahan diri atas tudingan miring terhadap dirinya.

Baca juga : Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016 Klik disini

Dibincangi media ini, Syamsuir mengaku akan bersikap sabar menerima cemoohan dari sejumlah oknum masyarakat tersebut. Namun dalam perbincangan itu Syamsuir sempat menyentil ada oknum pejabat RT di desa Danau yang selama ini tidak melaksanakan tugasnya namun tetap menerima gaji.

‘’Itu ada juga oknum ketua RT yang makan gaji buta. Sudah saya koordinasikan dengan perangkat desa lainnya dalam waktu satu bulan lagi akan diganti saja,” ungkapnya.

Baca juga :  Polemik Desa Danau. Kades Pilih ‘Sabar Dulu’ Klik disini

Sementara itu, Oknum ketua RT yang dimaksud malah membuka rahasia baru yakni istri Kades itu sendiri juga termasuk tidak melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik di PAUD.

‘’Istri kades itu diangkat sebagai guru PAUD. Tapi cuma namanya saja, aslinya tidak guru dan sampai sekarang masih tercatat sebagai guru dan menerima gaji. Tapi tidak melaksanakan tugasnya,” ungkap ketua RT itu. (Redaksi Fokusinfo.com)

Share:

Polemik Desa Danau. Kades Pilih ‘Sabar Dulu’

Fokusinfo.com | Nalo Tantan : Dugaan Syamsuir soal adanya sejumlah oknum warga yang tidak pro terhadap kinerja Pemerintahan Desa Danau menguat. Kades yang mengaku telah berpengalaman memimpin di desa itu balik menuding oknum warga yang tidak puas atas hasil Pilkades beberapa waktu yang lalu yang dimenangkan olehnya.

Baca juga : Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016
Klik disini

‘’Itu mereka mengatasnamakan masyarakat, pertanyaan saya masyarakat yang mana,” Syamsuir balik bertanya.

Meskipun tudingan bertubi-tubi menyudutkannya, Syamsuir tetap berpijak pada sikap damai dan harmonis. ‘’Meskipun saya telah difitnah atau dituduh yang macam-macam namun saya belum niat melaporkan pencemaran nama baik, meski celah itu ada. Saya inginnya masyarakat Desa Danau sejahtera, maju, makmur, damai,” ungkapnya.

Baca juga : Dituding Rekayasa SPJ, Kades Danau Geram Klik disini

Syamsuir juga mengklaim dukungan masyarakat lebih banyak kepada kinerja dirinya daripada oknum-oknum warga tersebut. ‘’Insya Allah banyak masyarakat mendukung kinerja kami perangkat desa dalam membangun Desa Danau,” tuturnya.

Baca juga : Polemik Desa Danau Kian Melebar. Warga Siap Lapor ke Penegak Hukum Klik disini

‘’Yang jelas saat ini saya akan fokus menyelesaikan kerja saya sebagai pemimpin di Desa Danau. Soal isu-isu miring terhadap saya, saya sabar saja dulu,” pungkasnya. (Redaksi Fokusinfo.com)

Share:

Polemik Desa Danau Kian Melebar. Warga Siap Lapor ke Penegak Hukum

Fokusinfo.com | Nalo Tantan : Polemik yang terjadi di Desa Danau kian melebar. Menurut salah seorang informan media ini, mengatakan sejumlah warga tengah mempersiapkan diri membawa persoalan tersebut kepada penegak hukum.

Baca juga : Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016
Klik disini

‘’Kemungkinan berbagai persoalan yang dinilai janggal akan dilaporkan kepada pihak berwenang untuk diusut. Khususnya kepada Kejari Merangin,” ungkap Informan tersebut seraya meminta namanya tidak dituliskan.

Dijelaskannya, pengumpulan data tidak hanya sebatas dugaan SPJ yang fiktif. Namun merambat pada sejumlah pekerjaan proyek fisik di desa tersebut.

‘’Menurut warga ada sejumlah volume bangunan yang kurang dari rencana pembangunan awal,” katanya.

Masih dikatakan informan itu, gerakan mereka tidak ada kepentingan apa-apa selain demi menegakkan keadilan bagi masyarakat dan negara.

‘’Kami bergerak ini murni demi masyarakat desa Danau khususnya, juga demi negara Indonesia. Jika ada temuan kelak ya harus dikembalikan kepada negara,” tuturnya.

Baca juga : Dituding Rekayasa SPJ, Kades Danau Geram Klik disini

Sebelumnya, Kades Danau Syamsuir tetap kukuh dengan pendiriannya bahwa apa yang telah mereka kerjakan sesuai dengan juknis dan telah pula melalui musyawarah perangkat desa, BPD dan tokoh masyarakat. (Redaksi Fokusinfo.com)

Share:

Dituding Rekayasa SPJ, Kades Danau Geram


Fokusinfo.com | Nalo Tantan : Dituding telah melakukan dugaan rekayasa SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) penggunaan anggaran desa TA 2016, Kepala Desa Danau Kecamatan Nalo Tantan angkat bicara.

Jumat, 24 November 2017 Syamsuir beserta sejumlah relasinya mendatangi kantor Fokusinfo.com, menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang dinilai menyudutkannya itu.

Dibincangi media ini, Syamsuir membantah keras atas tudingan yang mengarahkan kepadanya. Syamsuir mengaku menyimpan seluruh berkas data, berita acara setiap melaksanakan kegiatan desa. ‘’Bahkan ada juga pegawai yang mendokumentasikan dengan pengambilan foto setiap melaksanakan rapat forum maupun penandatanganan administratif,” tuturnya.

Dijelaskannya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan di desa yang dipimpinnya itu telah melalui rapat musyawarah perangkat desa, BPD, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Baca juga Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016
Klik disini

‘’Saya itu bekerja membangun Desa Danau tidak sendiri. Perangkat desa serta seluruh elemen masyarakat saya libatkan melalui musyawarah, jadi pengelolaan dan penggunaan dana telah sesuai dengan peruntukannya.” terang Syamsuir.

Terkait dengan sejumlah poin yang disebut rekayasa, Syamsuir menjelaskan untuk kegiatan Bintek diakui ada kelebihan uang namun telah dialokasikan ke kegiatan fisik yang lain. ‘’Daripada dananya dikembalikan ke negara lebih baik diberdayakan untuk pembangunan fisik. Keputusan itu telah melalui rapat perangkat desa,” ungkapnya.

Sementara itu untuk kegiatan MTQ, PKK dan KTI Syamsuir mengatakan telah menggelontorkan dana kepada ketua panitia tiap kegiatan itu. ‘’Sudah kami serahkan dananya kepada panitia. Saya beri kesempatan mereka mengelola,” katanya.

Berikut soal Insentif Guru Madrasah, Hansip, TPK, TPKAD Honor bendahara, Kadus penyusun APBDES serta Tunjangan Sekdes dikatakan Syamsuir telah dicairkan. ‘’Saya siap berhadapan dengan penerima insentif itu. Bahkan saat mereka menerima ada pengawai yang mendokumentasikan foto penandatanganan,” jelasnya.

Baca juga Haris Sebut Progres Pembangunan Desa Danau Meningkat
Klik disini

‘’Demikian juga dengan ATK RT, Pengadaan Pakaian Dinas. Semua itu telah dibelanjakan,” tambah Syamsuir.

Syamsuir menduga munculnya isu tersebut tidak lepas dari efek lawan politik saat Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) beberapa waktu yang lalu. ‘’Yang jelas tudingan itu semuanya fitnah, Itu pasti ada pihak yang tidak pro dengan kebijakan Pemdes jadi mengumbar isu ini ke publik,” ungkap Syamsuir Lantang. (Redaksi Fokusinfo.com)

Share:

Haris Sebut Progres Pembangunan Desa Danau Meningkat

Fokusinfo.com | Nalo Tantan : Mencuatnya isu tak sedap tentang dugaan adanya rekayasa SPJ di Desa Danau Kecamatan Nalo Tantan cukup membuat heboh warga.

Dibincangi media ini, salah seorang tokoh masyarakat Desa Danau, Haris menyayangkan berita tersebut. Menurut Haris selama Syamsuir menjabat sebagai pemimpin di Desa Danau progres pembangunan di kampung halamannya itu meningkat.

Baca juga Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016
Klik disini

‘’Setahu saya telah banyak pembangunan di Desa ini. Itukan fasilitas umum buat masyarakat seperti pengerasan jalan, pembangunan jalan setapak, pembangunan gedung PAUD. Jadi biarkanlah pemerintah desa bekerja,” kata Haris.

Terkait adanya indikasi dugaan fiktif kegiatan, Haris melihat selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan adanya kejanggalan. ‘’Kegiatan MTQ, Bintek, PKK dan lainnya itu saya lihat sukses terlaksana. Jadi tidak mungkin ada penyelewengan. Jika ada maka saya rasa kegiatan tidak akan terlaksana dengan baik,” tutur Haris.

Haris juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin melihat transparansi pengelolaan anggaran dana desa dapat menyaksikannya pada papan baliho yang terpajang di pusat desa.

‘’Itukan ada baliho pengelolaan dana desa. Silahkan lihat disitu apa saja kegiatannya ataupun apa saja pembangunannya. Disitukan lengkap dengan jumlah biaya yang telah dikeluarkan. Saya rasa itu salah satu cara pemdes melakukan transparansi dana desa kepada masyarakat,” tutup Haris. (Redaksi Fokusinfo.com)

Share:

Warga Tuding Samsuir Kades Danau Diduga Buat SPJ Piktif Sebanyak Rp 81.525.000 Tahun Anggaran 2016

 
 

Photo Samsuir Kepala Desa Danau

Fokusinfo.com | Nalo Tantan : Dugaan penyelewengan penggunaan Dana Desa kembali mencuat. Kali ini indikasi rekayasa SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) terjadi di Desa Dana Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin.

Salah seorang warga yang tidak ingin namanya ditulis membeberkan adanya kecurangan tersebut yang terjadi pada saat penyusunan Anggaran tahun 2016.

‘’Kami tahunya saat Kades Danau melaporkan penggunaan dana desa. Setelah kami cek ternyata beberapa kegiatan bisa kami sebut fiktif. Nominal keseluruhan kami hitung sebanyak Rp.81.525.000,” ungkapnya.

Dijelaskan narasumber itu, kegiatan yang diduga difiktifkan yang tertera pada SPJ adalah Dana Kegiatan Bintek Rp.29.500.000, MTQ Rp.5.000.000, PKK senilai Rp 5.000.000, KTI Rp.5.000.000,  Insentif Guru Madrasah Senilai Rp.2.400.000, Insentif  Hansip Rp.1.800.000, Honor bendahara Rp.1.750.000, Honor Kadus Rp.13.500.000, insentif  TPK Rp.7.350.000, insentif penyusun APBDES Rp.675.000.000, ATK RT Rp.900.000, Pengadaan Pakaian Dinas Senilai Rp.3.000.000, Tunjangan Sekdes Rp.2.500.000, insentip TPKAD Rp.3.150.000.

‘’Kami mempertanyakan kemana uang tersebut,” ungkapnya.

Narasumber itu juga memperlihatkan sejumlah berkas bukti berupa surat pernyataan dari sejumlah pihak yang merasa dirugikan. Diantaranya Surat Pernyataan dari Guru Madrasah Desa Danau  atas Nama  Saubari dan M. Hatta yang berbunyi ‘Kami diangkat menjadi guru Madrasah dan mulai mengajar terhitung Bulan Agustus 2016, dan kami pun menerima Honorarium yang dibayar oleh Kepala Desa untuk tahun 2016 sebesar Rp 600.000, tertanggal oktober 2016’.

Surat Pernyataan dari Hansip Desa Danau atas nama Darwin, Abdur rahman, Arip Usman, Hendri, Mustapa, dan Abdul Haris yang berbunyi ‘Bahwa Kami tidak pernah menerima Insentif, maupun  Honorarium dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa Danau tahun Anggaran 2016’, surat pernyataan tersebut tertanggal September 2017,

Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Ketua-Ketua RT di Desa Danau atas nama Sapri, M.Rusalim, Sanusi, Azril, Darpa’i, dan Syafri yang menyatakan melalui surat pernyataan
Dengan bunyi ‘Kami tidak pernah menerima dana Operasional RT dalam bentuk apapun yang dianggarkan melalui Aggaran pendapatan dan Belanja Desa Dananu tahun anggaran 2016’.

Selain itu juga ada surat pernyataan Kepala Dusun Desa danau menyatakan ‘Bahwa kami menerima penghasilan tetap Kepala Dusun yang di Anggarakan  melalul Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Danau tahun Anggaran 2016 hanya Enam Bulan terhitung Januari sampai dengan Bulan Juni 2016, karena kami diberhentikan oleh kepala desa terpilih Syamsuir di bulan juni 2016’.

‘’Kami sangat berharap kepada istansi terkait yang punya hak dalam pengawasan Dana Desa agar dapat turun untuk melakukan Audit tentang indikasi Dugaan Pembuatan SPJ Piktif tahun Angaran 2016 yang diduga menimbulkan kerugian Keuangan Negara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Danau, Syamsuir ketika media ini hubungi belum memberikan tanggapannya. ‘’Nanti kita ketemu saja,” ungkap Syamsuir via telpon. (Redaksi Fokusinfo.com)

Share:

Terapkan Hukum Cambuk. Ketua Lembaga Adat Mengaku Tak Tahu.


Fokusino.com | Renah Pamenang : Berdalih Atas dasar ketentuan adat, Pawitno Kepala Wilayah Dusun Karya Makmur Desa Rasau Kecamatan Renah Pamenang Kabupaten Merangin menerapkan sejumlah sanksi yang akan diberlakukan kepada warganya yang melanggar aturan.
  
Sanksi adat akan diberlakukan apabila warga melakukan Pencurian, Pesta Miras, Judi Dan Narkoba, Penubaan Meracun Ikan, Perselingkuhan, Pelecehan Seksual / Pornografi, Poliandri, Penganiayaan.

Oleh pengurus Lembaga Adat, peraturan diberlakukan mulai pada 1 November 2017. Sementara sosialisasi dan deklarasi pada sabtu 11 November 2017

Namun yang membuat warga protes adalah saat salah seorang anggota Lembaga Adat, Miftahul Fauzan membaca peraturan tersebut, ada sanksi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi warga dusun yaitu sanksi hukuman cambuk.

Baca juga : Terapkan Hukum Cambuk. Warga Dusun Karya Makmur Protes. Klik Disini

Pawitno tetap berkukuh beranggapan penerapan sanksi merupakan cara memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar peraturan.

‘’Menekan angka pelaku kejahatan salah satunya dengan cara seperti ini,” kata Pawitno.

Ironisnya, hukuman cambuk tersebut juga baru didengar oleh Ketua Lembaga Adat, Sapardi pada saat forum itu juga.
‘’Ini kok ya ada hukuman cambuk. Saya baru tahu ini,” kata Sapardi saat interupsi. Seketika itu juga terlihat wajah Pawitno memerah.

Menurut Sapardi, sanksi cambuk perlu dikaji ulang. Jika dikemudian hari ternyata memang ada warga yang melanggar peraturan desa dan dihukum cambuk, tentu perlu dimusyawarahkan siapa yang berhak menjadi algojonya.

‘’Jangan sampai satu persoalan melahirkan persoalan lainnya. Terus terang saya khawatir dengan algojo ini. Bisa jadi akan berbuah dendam. Kan jadi panjang urusannya,” kata Sapardi.

Hingga saat ini suasana di masyarakat masih sengit dan ramai membincangkan tentang hukum cambuk tersebut dan warga menganggap Kepala wilayah Dusun Karya Makmur Pawitno terlalu arogan dan gegabah dalam menyimpulkan keputusan. (*)

Reporter : Silvie | Ady Lubis
Redaktur : Topan Bohemian


Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com