• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Diserang Melalui Medsos, Kades Desa Talentam Klarifikasi


Tabir Barat | fokusinfo.com :
Pemerintah Desa (Pemdes) Talentam Kecamatan Tabir Barat baru-baru ini mendapat serangan melalui media sosial facebook. Satu akun bernama ‘Pemilik Alam Jambi’ menuding Pemdes Desa Talentam ‘menyelewengkan’ dana BLT yang ditukarkan dengan bibit kayu manis.

Rizal, Kades Talentam melalui media ini membenarkan bahwa Pemdes Talentam saat ini tengah memberdayakan penanaman kayu manis kepada masyarakat. Untuk mewujudkannya pihak desa mempersiapkan pembibitan kayu manis tersebut. Namun sumber dana pengadaan bibit bukanlah berasal dari BLT seperti yang dituduhkan.

‘’Ada kira-kira 23.300 bibit kulit manis yang dibagikan kepada 466 KK (Kepala Keluarga). Tiap KK dapat 50 batang bibit. Pengadaan pembibitan sumber dana ADD tahun 2020 dan sudah ada dalam APBDes dengan anggaran Rp.79 juta,” terang Kades.

‘’Anggaran itu sudah termasuk pajak dan honor juga pembelian plastik. Sementara bibit kami beli seharga Rp.3 ribu / batang,” tambahnya.

Sementara itu ketua LSM GNPK (Gerakan Nasional Pencegah Korupsi), Mandri responsif terkait isu miring tersebut. Pihaknya segera melakukan investigasi dan hasilnya LSM GNPK menganggap tudingan yang disampaikan oknum masyarakat melalui media sosial facebook tersebut merupakan berita hoax.

‘’Kami anggap tidak ada dasarnya mereka menuding pembibitan kulit manis di Desa Talentam menggunakan dana BLT. Itu hoax yang bila tidak diklarifikasi tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat,” kata Mandri

‘’Sumber dananya terpisah. Dan telah pula tertuang dalam APBDes diperkuat dengan berita acara saat melaksanakan musyawarah masyarakat secara berjenjang,” tambahnya.

Mandri juga menyayangkan spekulasi yang dilayangkan oleh oknum-oknum masyarakat terhadap kinerja Pemdes Talentam. Menurutnya adalah hak bagi masyarakat untuk mengkritik karena dilindungi oleh konstitusi namun dalam mengkritik haruslah dibarengi dengan dasar atau data yang akurat. Bila tidak demikian maka kritik sama saja dengan fitnah. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

Soal PETI, Kades Koto Tapus Mengeluh Sering ‘DikambingHitamkan’


Jangkat Timur | fokusinfo.com :
Bambang, Kepala Desa Koto Tapus Kecamatan Jangkat Timur mengeluh namanya sering dicatut oleh oknum-oknum masyarakat khususnya berkaitan dengan aktivitas PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin).

‘’Saya juga heran kenapa nama saya sering dijadikan ‘tumbal’ sebagai pemain PETI. Saya disebut pemilik alat berat. Padahal jujur saya tidak pernah melakukan pekerjaan seperti itu,” kata Bambang.

Bambang menduga karena letak desa yang dipimpinnya berada diujung kemungkinan karena itulah namanya sering disebut sebagai pelaku PETI.

‘’Ini mungkin saja ya karena Desa Koto Tapus kan diujung, jadi begitu ada alat berat yang melintas terus ditanya mau kemana, bisa jadi orang yang membawa alat berat itu menjawab dia diperintah oleh saya,” duga Bambang.

‘’Sebenarnya ini mengganggu aktivitas saya selaku pengabdi masyarakat. Apalagi ada pula tudingan yang mengatakan saya menerima upeti dari PETI. Bila memang ada bukti silahkan saya dipersoalkan. Jangan hanya spekulasi-spekulasi murahan seperti itu,” tuturnya.

‘’Terkait soal PETI, sesuai kewenangan saya telah melakukan himbauan. Saya juga pernah menyurati Polsek Jangkat.

Saya tidak mau melampaui kewenangan seperti memaksa orang untuk berhenti PETI. Jangankan saya, Pemerintah Kabupaten saja juga hanya melakukan himbauan terkait PETI itu,” tegasnya.

‘’Tapi bila ada alat berat yang melintas di jalan utama desa yang saya pimpin maka saya akan melakukan tindakan tegas. Dan saya pernah melakukan hal tersebut, yaitu mengusir alat berat agar keluar dari desa saya,” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Komitmen Kualitas Pendidikan Siswa, Kepala UPTD Batang Masumai Arahkan Guru Turun Ke Rumah

Batang Masumai  | fokusinfo.com : Dalam masa pandemi covid-19 ini pemerintah memutuskan cara pembelajaran siswa-siswi dilaksanakan menggunakan sistim during dan luring. Namun persoalannya tidak semua siswa memiliki fasilitas untuk melaksanakan sistim pembelajaran seperti yang dimaksud.

 Melihat persoalan itu Kepala UPTD Pendidikan Batang Masumai, Hj Nurbaitah berdiskusi dengan para kepala sekolah untuk menemukan solusi agar kualitas pendidikan generasi penerus bangsa khususnya di Kecamatan Batang Masumai, tetap meningkat.

 ‘’Kami menghormati keputusan pemerintah agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring atau luring. Tapi masalahnya ada siswa kita disini yang tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk melaksanakan proses belajar seperti itu. Makanya kami mengadakan rapat untuk mencari solusi bagi para siswa yang sulit mengikuti mata pelajaran,” kata Nurbaitah.

 Hasil diskusi / rapat tersebut, dikatakan Nurbaitah adalah mengarahkan agar guru mendatangi siswa-siswi di rumah.

 ‘’Bagi siswa yang tidak punya fasilitas (handphone) maka guru-guru yang ada di Batang Masumai langsung mendatangi rumah siswa. Artinya guru tidak lepas memantau perkembangan pendidikan siswa sesuai arahan materi pelajaran. Yang paling penting adalah bagaimana memotivasi siswa agar semangat belajar walaupun dalam masa pandemi ini,” ungkapnya.

 Meski demikian, dari lubuk hati yang terdalam Nurbaitah menginginkan pandemi ini segara berlalu sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka secar normal bisa terlaksana kembali. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

‘Adududuh...’ Nasib Seorang Janda !. Digerebek Lalu Dianiaya Lalu Dipaksa Nikah Lalu Diusir Lalu Dimintai Uang.

 Tabir Lintas | fokusinfo.com : Nasib sial dialami Z seorang wanita berstatus janda warga Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas. Wanita berusia sekira 42 tahun itu harus merasakan tindakan tidak menyenangkan terhadap dirinya dari beberapa orang oknum warga.

 Bermula saat dirinya bekerja sebagai tukang masak untuk para pekerja proyek irigasi di Damtuk. Dari sanalah Z mengenal RM yang berprofesi sebagai tukang bangunan. Karena RM usianya 24 tahun akhirnya RM berteman akrab dengan AG, anak Z sehingga RM kerap berkunjung ke rumah Z dan sering pula menumpang mandi pada sore hari. Z pun menganggap hubungan dirinya dengan RM sebatas teman atau adik.

 Hingga pada suatu ketika tepatnya tanggal 4 Oktober 2019 sekira pukul 20.30 WIB sejumlah warga menggerebek kediaman Z yang kala itu hanya Z dan RM lah yang berada di rumah, sementara anaknya Z yaitu AG sedang berada diluar.

 Pengakuan Z kala itu dirinya sedang memasak di dapur sementara RM berada diruang tengah sedang menonton TV. Namun sejumlah oknum masyarakat yang menggerebek seakan tidak mau tahu hingga berujung pada tindakan kekerasan.

 ‘’Saya dan dia dipukul. Bahkan kepala saya sempat bocor kena benda tumpul. Tapi kala itu saya menerima saja perlakuan itu karena situasinya memang kami dalam keadaan salah menurut adat. Dan kebetulan juga saat itu anak saya sedang pergi, biasanya anak saya adalah dirumah bersama RM. Tapi jujur kala itu kami tidak melakukan apa-apa,” kata Z

 Menurut Z tindakan kekerasan tidak hanya terjadi di rumahnya. Dia merasa kasihan dan hiba melihat RM yang setelah kejadian penggerebekan dikurung dalam WC Kantor Desa selama satu malam.

 ‘’Saya merasa apa yang dialami oleh RM tidak lagi manusiawi. Mereka tega mengurung RM di WC semalaman,” ungkapnya.

 Karena merasa kasihan dan iba melihat RM yang kondisinya babak belur, akhirnya Z mau menurut permintaan oknum warga agar mereka dinikahkan. ‘’Meski kami tidak saling cinta, tapi akhirnya kami menikah paksa pada tanggal 6 oktober 2019,” tuturnya.

 Belum puas menjalani masa-masa indahnya penganten baru, Z dan RM harus menelan ‘pil pahit’ kembali. Mereka diusir oleh oknum warga dengan alasan mempermalukan desa mereka, sementara Z mengaku dirinya asli penduduk Desa Tambang Baru itu.

 ‘’Kami diusir dari desa pada tanggal 10 oktober 2020. Dengan bekal seadanya dan satu unit sepeda motor saya dan suami saya RM pergi meninggalkan desa Tambang Baru. Kami menuju ke SPE rumah kerabat saya. Dan tidak berapa lama setelah kejadian itu akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami. RM hingga saat ini saya tidak tahu dimana keberadaannya,” cerita Z.

 Singkat cerita, beberapa waktu belakangan ini Z kembali ke desa Tambang Baru. Dirinya tidak lagi menempati rumahnya terdahulu karena rumah tersebut telah ditempati oleh mantan suaminya yang terdahulu.

 Karena merasa memiliki satu bidang kebun, akhirnya Z berniat menjual kebun tersebut. Rupanya niat Z akan menjual kebun itu diduga terdengar oleh Tambak Hadi, ketua Lembaga Adat Desa Tambang Baru.

 Tambak Hadi pun meminta uang kepada Z sebesar Rp.10 juta dengan alasan cuci kampung. Menurut Z permintaan Tambak Hadi mengada-ada pasalnya kejadian pada 2019 namun permintaan cuci kampung pada 2020. Selain itu Z selama ini merasa dirugikan baik moril maupun materil atas perlakuan sejumlah oknum masyarakat terhadap dirinya.

 Diduga permintaannya tidak digubris oleh Z, akhirnya Tambak Hadi meminta uang tersebut kepada AG, anak Z sebesar Rp.5 juta. Nominal itu lebih murah dengan alasan karena RM telah tidak lagi berada di desa tersebut. Akhirnya AG memberikan uang kepada Tambak Hadi dibuktikan dengan kwitansi pembayaran.

 Tidak berapa lama setelah AG menyerahkan uang kepada Tambak Hadi, Z mengetahui peristiwa tersebut dan seketika itu juga Z marah besar.

 ‘’Saya tidak tahu anak saya menyerahkan uang sebesar itu kepada Pak Tambak Hadi. Saya kecewa apalagi dalam kasus ini selama perjalanannya, saya banyak dirugikan. Bukankah saya telah menjalani konsekuensi hukumnya dan kenapa harus membayar lagi padahal saya sudah diusir dari desa ini,” tegasnya seraya mengatakan akan melaporkan kasus tersebut kepada penegak hukum.

 Sementara itu Tambak Hadi dikonfirmasi mengaku meminta dan telah pula menerima uang tersebut dengan alasan akan digunakan untuk cuci kampung.

 ‘’Memang saya meminta uang kepada Anak Z dan saya telah menerima. Kegunaan uang tersebut untuk cuci kampung. Dan terus terang hingga saat ini kami belum melaksanakan cuci kampung yang dimaksud, kami akan mencari hari yang baik untuk melaksanakannya,” tutup Tambak Hadi (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kapolsek Tabir Ulu Jadikan ‘Jarak’ Sebagai Alasan Tidak Tahu Aktivitas PETI. SCI Lega ?

 Foto : istimewa, red

Merangin | fokusinfo.com : Kapolsek Tabir Ulu Iptu Rinanto dikonfirmasi mengaku tidak tahu secara persis bahwa dalam wilayah otoritasnya terdapat sejumlah lokasi yang sedang digunakan untuk kegiatan PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) oleh oknum masyarakat.

Namun dirinya tidak menampik bahwa pernah mendengar isu-isu tersebut tetapi tidak mengetahui secara persis karena pihaknya belum melihat secara langsung lantaran lokasi yang berjarak jauh.

Baca Juga : Terkuak, Dugaan Penyuplai Alat Berat Untuk Aktivitas PETI. Lagi-lagi SCI Disebut. 

‘’Aktivitas PETI informasinya ada tapi kami belum lihat. Isu yang saya juga dengar pemilik dan penyuplai alat beratnya adalah Pak Iin (Sandri Can Indra / SCI, red) tapi kebenarannya saya tidak tahu karena jaraknya yang jauh sehingga kami belum cek lokasi,” kata Kapolsek.

Argumen yang disampaikan Rinanto dipertegas dengan mengklaim bahwa selama ini tidak ada laporan dari Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang ditugaskan di wilayah tersebut kepada dirinya selaku Kapolsek.

‘’Bhabinkamtibmasnya juga tidak pernah melaporkan kepada saya karena lokasinya itu jauh. Payah kalau menuju kesana,” tambahnya.

Meski demikian, terkait persoalan PETI tersebut Rinanto mengatakan pihaknya telah melakukan himbauan kepada masyarakat agar jangan melakukan tindakan ilegal yang berimbas kepada kerusakan lingkungan.

Sementara hingga berita ini dipublikasikan, media ini terus berupaya mengkonfirmasi kepada SCI untuk dimintai klarifikasinya. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

Kalau Tidak Ada APBN, Al Haris Gelontorkan APBD Provinsi Jambi Bangun Sabak

 

TANJABTIM - Calon Gubenur Jambi nomor urut 3 Al Haris meresmikan posko kemenangan di Desa Parit Culum satu Kecamatan Sabak Barat Rabu (4/11).

 

Pada sambutannya, Al Haris mengajak mayarakat Parit Culum bersatu menyosong kekuatan memenangkan Haris - Sani di pilgub Jambi.

 

" Ya pada hari ini, kita datang guna mengharapkan bersilaturahmi dengan masyarakat dan sanak saudara kito, sekalian untuk mendoakan agar Haris - Sani menang. Sebab, doa dari masyarakat semua merupakan restu bagi kami," kata Al Haris.

 

Tanjamtim ini, sambung Al Haris, merupakan daerah daratan rendah. Banyak mengandung air, membutuhkam kerja keras untuk membangun.

 

" Meski begitu, ini sudah merupakan tekad Haris - Sani. Jalan, Jembatan, sudah masuk dalam prioritas, apa lagi ujung jabung wajib kita bangun," tambah Al Haris.

 

Nantinya, lanjut pasangan Abdullah Sani ini Tanjung Jabung sudah masuk dalam Visi - Misi Haris - Sani, yang di kenal dengan program Sengeti Tungkal Dan Sabak (Sentusa).

 

"Program Sentusa itu lah nanti kita membagun, jalan, jembatan, dan pelabuhan Ujung Jabung sehingga hidup hilirusasi.

 

" Kalau tidak ada ABPN, ABPD Provinsi Jambi saya gelontorkan guna membangun Tanjamtim ini. Tapi ingat, kalau Bupati pilih Romi dan Robi. Gubenur, pilih Haris - Sani boleh kita sealur," ujar Al Haris.(*)

 

Share:

Didepan Masyarakat, Abdullah Hich Ajak Menangkan Haris - Sani di Pilgub Ini

 


TANJABTIM - Calon Gubenur Jambi nomor urut 3, Al Haris terus melaksanakan safari politik menyisir Kabupaten Kota dalam Provinsi Jambi.

 

Setelah sebelumnya, menggrayangi basis sang Jendral Kerinci Sungai Penuh, duet kiyai tersohor Abdullah Sani ini, Rabu (4/11) pagi bertolak Desa Sido Muhkti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Dikabupaten pimpinan Romy - Roby itu,  Al Haris telah di tunggu mantan Bupati Tanjabtim Abdullah Hich dan beberapa tim Koalisi untuk pembekalan tim Korcam dan Kordes.

 

Temu sua yang tak begitu lama itu, Al Haris mengajak tim yang tergabung dengan tim Haris - Sani, agar senantiasa bekerjasama dengan baik.

 

 "Saya berharap tim yang Haris - Sani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur selalu solid dengan tim Koalisi kita. Sehingga, kita selalu kuat dan bisa menyambut kemenangan di Tanjabtim ini nantinya,"  kata Al Haris memberikan arahannya.

 

Saat ini, tambah Al Haris, marilah tim bekerja, rangkul semua elemen, baik keluarga, kerabat, serta teman teman, untuk dukung Haris - Sani agar bisa menang pada kontestasi politik ini.

 

"Untuk bupati pilih nomor 2, Romy Dan Roby (RR). Karena, sealur dengan kita. Kalau untuk Gubenurnya pilih nomor 3, Haris - Sani," tandasnya.

 

Sementara itu, Abdullah Hich mengajak masyarakat Tanjabtim agar memilih Haris - Sani di Pilgub ini. Karena, hanya sosok Al Haris yang di nilai mampu memperhatikan wilayah Tanjung Jabung Timur saat terpilih nanti.

 

"Mari kita sama sama perjuangkan Haris - Sani di Pilgub ini. Jika terpiilh nanti semoga Tanjabtim akan di perhatikan,"  harap Hich.

 

Hich mengatakan, banyak masyarakat bertanya di usia yang tidak muda lagi dia selalu turun gunung mempromosikan calon gubenur nomor 3 Haris - Sani.

 

"Jujur, ini saya lakukan salah satu bentuk rasa saya sayang dan cinta saya ke Tanjabtim ini. Saya yakin hanya di tangan Haris - Sani Jambi ini akan berubah nantinya,"  pungkasnya.(*)

Share:

Terkuak, Dugaan Penyuplai Alat Berat Untuk Aktivitas PETI. Lagi-lagi SCI Disebut.

 Ilustrasi, red

Merangin | fokusinfo.com : Sepak terjang sejumlah pelaku PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di Merangin sepertinya tidak bisa lepas dari nama Sandri Can Indra (SCI). Pasalnya peran SCI dalam PETI khususnya bagi para ‘pemain besar’ cukup penting yaitu SCI diduga sebagai penyuplai alat berat jenis eskavator.

Baca Juga : Nama Besar SCI ‘Disebut-sebut’ Lagi. Satu Unit Eskavator TerpantauDiduga Aktivitas PETI Di Air Liki

‘’Saya tidak berani bilang beliau punya alat berat, tapi setahu saya beliau menguasai beberapa alat berat yang sengaja di rental ke sejumlah wilayah di Merangin. Informasi yang terbaru yang saya terima ada di wilayah Rantau Ngarau, perbatasan Jernih, Air Liki. Kuat dugaan untuk aktivitas PETI, tapi untuk aktivitas lainnya juga ada seperti buka jalan, galian C dan lainnya,” ungkap sumber media ini yang meminta namanya tidak ditulis.

Sementara hingga berita ini dipublikasikan, media ini terus berupaya mengkonfirmasi kepada SCI untuk dimintai klarifikasinya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Warga Desak Lurah Pasar Bawah Bertindak Tegas. Terkait ‘Perambahan’ TKD Tanpa Izin

 Merangin | fokusinfo.com : Tanah Kas Desa (TKD) milik Kelurahan Pasar Bawah Bangko yang terletak di kelurahan Pasar Atas tepatnya di belakang lingkungan ‘kuburan cino’ terpantau saat ini telah di’rambah’ oleh seorang warga bernama Ir Antoni dengan tindakan pembukaan jalan ke kebun pribadinya. Ironisnya tindakan pensiunan ASN itu tanpa mengantongi izin dari pihak kelurahan pasar bawah Bangko.

 Baca Juga : ‘Gairah’ Lurah Pasar Bawah Mendadak Kendor.Pasca Malam-malam Terima Kunjungan Pelaku Buka Jalan TKD Tanpa Izin

 Aan, seorang yang mengaku warga Pasar Bawah Bangko,  dimintai tanggapannya atas persoalan tersebut mendesak agar Lurah bertindak tegas terhadap pelaku.

 ‘’Tidak cukup hanya minta maaf lantas masalah selesai. Maksud saya soal maaf memaafkan itu manusiawi. Dan pastilah pak lurah akan memaafkan. Namun tindakan hukumnya bagaimana. Pak Lurah selaku pemimpin di kelurahan Pasar Bawah ini alias perpanjangan tangan pemerintah Kabupaten Merangin di tingkat kelurahan haruslah tegas mengedepankan supremasi hukum. Bila tidak, dikhawatirkan akan ada pihak atau oknum-oknum warga lainnya yang juga akan melakukan hal yang sama,” ungkap warga itu.

 Dia menambahkan, kebijakan bisa saja diambil oleh pihak kelurahan apabila menyangkut untuk kepentingan orang banyak. Namun dalam kasus tersebut dia menilai murni untuk kepentingan pribadi.

 ‘’Kalau membuka jalan untuk masyarakat banyak, itu lain soal. Ini kan setahu saya membuka jalan khusus untuk akses ke kebunnya. Dan lagi tidak masuk akal rasanya seorang yang berpendidikan dengan sengaja melakukan pembukaan jalan di lahan yang bukan miliknya tanpa izin atau setidak-tidaknya berusaha mencari informasi itu lahan siapa yang punya. Apalagi dengan menggunakan alat berat, itu pekerjaan yang besar,” tambah warga itu.

 Sementara itu Lurah Pasar Bawah Bangko, Khaidir Ramli dikonfirmasi terkait desakan warga agar pihak kelurahan bertindak tegas, Lurah menjawab belum ada wacana untuk meneruskan persoalan tersebut ke penegak hukum.

 ‘’Untuk sementara belumlah ada niat untuk melapor pelaku. Kami akan koordinasi dengan senior-senior lurah terdahulu,” kata Khaidir Ramli via telpon. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com