• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

'Sapu Rata' Ungkap Nama Oknum Pembabat Hutan


Fokusinfo.com | Merangin : Foto-foto pembabatan hutan TNKS di sekitar Rumah Hitam, Jangkat baru-baru ini diposting dan menjadi polemik di media sosial. Sejumlah aktivis Merangin dan netizen mengomentari kondisi hutan Jangkat yang tergambar dalam foto-foto tersebut dengan argumen mereka masing-masing.

Menyikapi itu, LSM Sapu Rata Indonesia melakukan investigasi ke lapangan. Dan didapatkanlah nama tiga orang oknum yang diduga menjadi pelaku dominan pembabatan sekaligus menjual lahan tersebut.

Tim investigasi Sapu Rata (TISR), kepada fokusinfo.com memaparkan tiga inisial nama oknum yang diduga pelaku adalah E P, D dan P. Ketiganya memiliki peran sama yaitu memerintahkan para pekerja untuk membabat diwilayah tertentu dengan ukuran tertentu pula.

‘’Mereka itu tinggal tunjuk saja kepada pekerja yang mayoritas warga pendatang. Contohnya, pekerja A diwilayah sana ukuran sekian, pekerja B diwilayah sananya lagi dengan ukuran sekian, pekerja C diwilayah sebelah sananya lagi dengan ukuran sekian dan seterusnya,” kata TISR.

Dijelaskan, tiga orang oknum tersebut bukanlah bekerja secara tim. Mereka terpisah namun melakukan pekerjaan yang sama yaitu memerintah membabat hutan dan menjualnya.
Untuk satu hektar lahan yang dibabat, para pekerja menerima upah sebesar Rp.1,2 juta sementara setelah selesai ditebas, para oknum bisa menjual lahan tersebut sebesar Rp.15 juta perhektar.

‘’Bisa dibayangkan berapa untung mereka, itu baru satu hektar dari ratusan hektar lahan yang telah mereka babat habis selama ini,” ujar TISR.

Lahan yang dibabat, menurut TISR dijual kepada warga pendatang. Hal itu karena warga pendatanglah yang berani membeli lahan tersebut. Sementara itu, bukti jual beli antara oknum pelaku dengan pembeli hanya selembar surat jual beli bertempel materai enam ribu.

‘’Kalau warga asli tidak berani membeli lahan itu. Takut bermasalah, tapi warga pendatang mereka berani, mereka memang mencari lahan untuk pertanian apalagi dipinggir jalan,” tutur TISR.

‘’Sementara surat jual beli hanya bertempel materai Rp.6000, didalamnya juga berbunyi jika tanah tersebut dipermasalahkan masyarakat lokal, maka penjual yang bertanggungjawab namun jika pemerintah atau petugas berwajib yang mempermasalahkannya maka pembeli lah yang bertanggungjawab,” tambah TISR.

TISR juga mengungkapkan pihak berwajib dan Pemerintah Desa tahu akan persoalan tersebut, namun tidak berkutik mengingat wilayah yang luas ditambah sulitnya membina orang-orang yang bekerja diwilayah itu serta keberadaan pekerja sering berpindah-pindah.

‘’Kami tidak mau menyerempet apakah pihak berwajib dan pihak lainnya mendapatkan upeti dari aktivitas tersebut. Tapi kami yakinkan bahwa bohong bila pihak berwajib mengaku tidak tahu dengan aktivitas tersebut,” kata TISR.

TISR juga mengaku saat ini tidak sedikit warga Renah Alai yang juga turut membabat hutan. Namun aktivitas tersebut bukan dimaksudkan untuk dijual, tetapi untuk mempertahankan atau membentengi tanah wilayah desa mereka terhadap warga pendatang.

‘’Jadi maksudnya ketika lahan tersebut sudah dibabat oleh warga lokal, itu pertanda lahan adalah milik masyarakat. Warga pendatang tidak akan mau membeli lahan tersebut. Begitu maksud warga Renah Alai,” jelas TISR.

Hingga berita ini dipublikasikan, fokusinfo.com terus berupaya klarifikasi kepada tiga orang oknum yang diduga pelaku perambahan hutan TNKS tersebut.(redaksi)

Share:

Diduga Lima Santri Ponpes Al Ishlah Danau Pauh Dianiaya



  • Diduga dilakukan Oleh Pimpinan Ponpes.
  • Satu Santri Lapor Polisi.


Fokusinfo.com | Merangin : Kejadian penganiyaan di dunia pendidikan di Merangin terjadi. Kali ini dialami lima orang santri Pondok Pesantren Al Ishlah Danau Pauh kecamatan Jangkat.

Menurut informasi awal yang fokusinfo.com dapatkan, lima orang santri dianiaya oleh pimpinan Pondok Pesantren dengan cara menampar, memukul menggunakan tangan kosong dan sapu. Kejadian berlangsung di pondok santri.

‘’Bahkan tangkai sapunya pun patah saat pimpinan tersebut memukul santrinya,” kata informan fokusinfo.com yang tidak ingin namanya dituliskan.

Dia juga mengungkapkan kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Polsek setempat untuk ditindak lanjuti mengingat orang tua santri tidak terima anak mereka diperlakukan demikian.

‘’Dari lima orang itu, baru satu orang yang sudah kami laporkan ke Polsek Jangkat. Bahkan sudah di lakukan BAP (berita acara pemeriksaan),” lanjut informan tersebut.

Sementara Kapolsek Jangkat, Rusman ketika dikonfirmasi menjawab memang ada laporan atas dugaan penganiayaan tersebut. Namun karena masih dibawah umur maka detail persoalan tidak bisa dipublikasikan.

‘’Ini menyangkut anak dibawah umur. Jadi detil kronologisnya belum bisa kami publikasikan, dan lagi hasil penyelidikan belum lengkap,” jawab Rusman.

Rusman juga mengatakan saat ini tengah dilangsungkan mediasi antara kedua pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

‘’Yang jelas mereka memang ada melapor. Namun kita belum memiliki data keseluruhan. Masih dalam proses pemanggilan sejumlah saksi. Apalagi saat ini antara kedua pihak tengah dilakukan  mediasi perdamaian,” tutup Rusman. (redaksi)

Share:

Pembahasan Anggaran Harus Utamakan Prioritas Kebutuhan Masyarakat

Oleh Masrony
Koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM)

Jika Pemerintah kabupaten Merangin menginginkan agar program unggulan Harkad dapat berjalan dengan baik dan sesuai visi misi terdahulu maka yang harus dihindari adalah pembelanjaan konsumtif untuk anggaran 2017 mendatang.

Untuk bisa merealisasikannya maka program tersebut harus mendapat dukungan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan diamini oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merangin.

Sebagai contoh, tiga tahun anggaran sudah cukup untuk pembelian Mobil Dinas (Mobnas), dan kedepannya jangan ditambah lagi. Dan biasanya kecenderungan pengerukan uang rakyat bertumpu pada pembelian Mobnas tersebut.

Jangankan kami dari F-BPM, Bupati Merangin saja merasa kaget saat diketahui disalah satu SKPD keseringan menganggarkan dan melangsungkan pembelian Mobnas, sementara DPRD merasa tidak pernah membahas.

Pertanyaannya dimana letak fungsi DPRD sebagai pengawas ketika itu. Kenapa bisa lolos pembelian Mobnas ataupun properti yang lain sementara tidak pernah ada pembahasan. Biasanya saat itu terjadi saling lempar tanggung jawab. Ah, Merangin.

Persoalan tersebut melahirkan bola panas dan memanas terus selama bola tersebut menggelinding. Dan membuat opini publik tersesat. Kenapa tersesat ?, karena publik akan menilai baik itu eksekutif maupun legislatif sama sama boros. Pertanyaan selanjutnya apakah pada pembahasan APBD anggaran 2017 kelak sejarah berulang ?

Dalam suatu kesempatan Bupati Merangin selalu menyampaikan efisiensi anggaran, tapi ini tidak pernah dilaksanakan bawahan. Dimana letak wibawa pemerintah jika hal tersebut terus terjadi.

Semestinya Pemerintah harus punya skala prioritas penggunaan anggaran. Tiga tahun sudah cukup untuk rehab kantor, Tiga tahun sudah cukup tambah ruangan, bangun gudang, kamar mandi. Sementara jumlah pegawai berkurang namun sarana dan prasarana yang ada di SKPD tidak pernah cukup, ini kan aneh.

Ada saja kegiatan fisik yg dibuat-buat. Bukannya tidak boleh, namun ada hal yang lebih membutuhkan perhatian. Masih banyak desa-desa membutuhkan infrastruktur jalan, sekolah yang membutuhkan pembangunan gedung, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan maksimal.

Kami F-BPM melihat kemampuan keuangan daerah kita masih rendah, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara berkelanjutan tapi harus punya target. Belum terlambat untuk membenahinya, masih ada sisa waktu satu tahun lebih, dan kalau beruntung masa kepemimpinan Al Haris akan diperpanjang 5 tahun kedepan setelah pilkada 2018 mendatang. Dan saat ini yang harus dilakukan oleh pemerintah sebaiknya check and balance lah.

Terakhir kami dari F-BPM mengucapkan selamat Ulang Tahun buat Kabupaten Merangin ke-67. Eksistensi kami disini adalah untuk mengingatkan, memberikan masukan dan mengkoreksi segala kebijakan yang kami nilai bertentangan dengan kebutuhan masyarakat.

Yang jelas skala prioritas anggaran harus diutamakan. Untuk melakukan itu Eksekutif dan Legislatif harus kompak. Semua yang anda-anda lakukan untuk Kabupaten kita tercinta, Merangin. (*)

Share:

Foto Mirip Bupati Merangin Diduga Dijadikan Model Bisnis Umroh ?

Fokusinfo.com | Merangin : Ada pandangan yang bukan seperti biasanya disekitaran kota Bangko. Khususnya di sejumlah batang pohon lindung diseputaran jalur dua perkantoran Merangin atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan ‘Taman Bujang Upik’.

Pada beberapa pohon tergantung poster bisnis umroh yang didalamnya terlihat foto mirip Bupati Merangin, Al Haris beserta salah seorang pria yang mengenakan pakaian ihram.

Dalam poster itu juga tertera harga umroh beserta nomor telpon yang bisa dihubungi oleh masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Serta nama seseorang yang diduga adalah nama pria disebelah foto mirip Bupati Merangin itu.

Salah seorang warga yang melintas, ketika fokusinfo.com meminta tanggapannya soal poster dengan figur mirip Bupati Merangin itu, menjawab dengan santai. ‘’Menurut saya itu biasa saja, mungkin Pak Bupati sedang ada bisnis baru,” kata warga itu.

‘’Kira kira berapa ya Pak Bupati dibayar untuk jadi model bisnis umroh itu,” tambahnya seraya mengatakan ‘Bercanda kok bang’.

Fokusinfo.com berusaha menghubungi nomor telpon yang tertera pada poster untuk konfirmasi. Jawaban dari penerima telpon pimpinan mereka sedang tidak ada ditempat.

‘’Bapak sedang umroh, tidak ditempat,” kata wanita yang mengangkat telpon. (redaksi)





Share:

Anggota dilecehkan, Kasat Reskrim Mengaku Tidak Tahu

Fokusinfo.com | Merangin : Perlakuan pelecehan saat bertugas dialami salah seorang anggota Polres Merangin. Seorang sumber fokusinfo.com yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan kejadian itu terjadi pada Rabu, 21 Desember 2016. Ketika itu dirinya kebetulan berada disekitar kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangko.

Media fokusinfo.com bergerak ke Mapolres Merangin meminta keterangan dari Anggota Polres Merangin yang diduga menjadi korban pelecehan saat bertugas itu.

Baca juga : Heboh, Anggota Polres Merangin Dilecehkan Oknum Pegawai Kejari Bangko.

Anggota Polres berinisial ‘ D ‘ itu tidak banyak berkomentar, dirinya lantas mengarahkan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada atasannya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Andi Zulkifli, SIK ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu persoalan tersebut.

‘’Saya tidak tahu persoalan itu,” singkat Andi via telpon selularnya. (redaksi)

Share:

Heboh, Anggota Polres Merangin Dilecehkan Oknum Pegawai Kejari Bangko.


Fokusinfo.com | Merangin : Baru-baru ini kejadian heboh menjadi viral di media sosial saat anggota polantas di Jakarta Timur yang sedang melaksanakan tugas dilecehkan oleh oknum pegawai MA.

Ternyata di Merangin perlakuan pelecehan saat bertugas itu juga dialami salah seorang anggota Polres Merangin.

Seorang sumber fokusinfo.com yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan kejadian itu terjadi pada Rabu pagi, 21 Desember 2016. Ketika itu dirinya kebetulan berada disekitar kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangko.

‘’Saat sedang berada di kantin belakang. Saya dengar ada yang ribut-ribut, saya hampiri ternyata ada seorang anggota Polres Merangin yang dimarahi oleh oknum pegawai Kejari Bangko,” kata Sumber itu.

Menurut informasi yang diterimanya, Anggota Polres Merangin itu mendatangi kantor Kejari melaksanakan tugas mengantar surat panggilan terhadap oknum pegawai kejari berinisial ‘E’.

Namun karena tidak terima, oknum pegawai itu memaki anggota Polres, hingga melakukan perobekan surat panggilan.

‘’Itukan surat panggilan resmi dari Polres, tapi berani dirobek oknum pegawai itu,” tutupnya. (redaksi)

Share:

Kasus TIK Merangin, Berbuntut ?

Fokusinfo.com | Merangin : Sepertinya kasus penyelewengan dana Bansos melalui program pengadaan barang TIK (Tekhnologi Informasi dan Komunikasi) yang telah mentersangkakan tiga orang pada 12 Agustus 2015 lalu dan telah pula memenjarakan mereka hingga kini, masih akan berbuntut panjang.

Informasi yang berhasil fokusinfo.com peroleh, satu bundel surat pengaduan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah dikirim dari Bangko.

Sumber informasi media ini mengatakan, dalam surat itu tertulis sejumlah nama lainnya yang diduga turut menikmati dana bansos tersebut.

‘’Kebetulan saya yang diminta mengirimkan surat itu ke Kejagung RI melalui salah satu jasa pengiriman barang di Bangko. Jadi sempat juga kebaca,” kata informan yang tidak ingin namanya dituliskan di media ini.

Informan itu juga tidak mau menyebutkan secara rinci apa saja yang tertulis di dalam surat tersebut. Dia lalu menyarankan media ini menanyakan langsung kepada si pengirim surat.

‘’Tanya sendiri lah kepada pengirim suratnya,” pungkas informan. (redaksi)

Share:

Wali Murid SMPN 1 Merangin Mulai Resah


Fokusinfo.com | Merangin : Status Akreditasi SMPN 1 Merangin yang diduga sudah kadaluarsa namun tidak diperpanjang karena ketidaksiapan pihak sekolah mulai meresahkan masyarakat, khususnya wali murid di sekolah ternama di Merangin itu.

Salah seorang wali murid, MS kepada media ini mengatakan resah saat membaca di media online bahwa sekolah tempat anaknya menimba ilmu saat ini tidak tercantum dalam pengumuman Akreditasi.

Baca juga : Kredibilitas Kepsek SMPN 1 Dipertanyakan.

‘’Mulanya saya tidak peduli, tapi setelah mengetahui pentingnya Akreditasi, saya mulai resah,” ungkap MS.

Masih dikatakan MS, seharusnya pihak sekolah lebih peka dan aktif menggali informasi terkait lembaga pendidikan. Karena berimbas pada eksistensi sekolah itu sendiri, dan didalamnya ada siswa-siswi generasi penerus bangsa.

‘’Semestinya giat mencari informasi, jangan seperti ini. Apa tidak malu para guru dan kepala sekolahnya itu,” tuturnya.

Tidak jauh beda, wali murid yang lainnya, BS menyatakan kegelisahannya atas persoalan ini. Dirinya berharap pihak sekolah ataupun dinas terkait agar bisa mencari solusi.

‘’Saya bingung, di gapura SMPN 1 Merangin itu tertulis Akreditasi A. Tapi kok beritanya seperti ini,” ujar BS.

Baca juga : Nurhidayati : Zaman Ibu SMPN 1 Merangin Akreditasi A

Namun setelah mendapatkan beberapa sumber informasi, BS baru tahu bahwa tulisan Akreditasi A yang tertulis di gerbang adalah hasil penilaian BAN pada masa kepemimpinan Nurhidayati.

‘’Jadi saya tanya-tanya, rupanya gerbang itu dibangun pada zaman kepemimpinan ibu Nurhidayati. Masa itu SMPN 1 terakreditasi A,” tutupnya. (redaksi)

Share:

Kredibilitas Kepsek SMPN 1 Merangin Dipertanyakan


Fokusinfo.com | Merangin : Polemik tidak teraihnya Akreditasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMPN 1) Merangin yang diduga karena ketidaksiapan pihak sekolah, menuai sikap antipati. Seperti diungkapkan salah seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) di Bangko. Dengan pertimbangan kenyamanan bertugas, media ini tidak menuliskan nama Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut.

Menurut Kepsek itu, seharusnya pihak SMPN 1 tahu fungsi dan ‘keharusan’ sekolah berstatus Akreditasi. Dan ketika mengetahui maka semestinya berjuang untuk meraih Akreditasi tersebut.

‘’Kami dulu ‘pontang-panting’ mempersiapkan diri meraih Akreditasi. Ini penting sekali menyangkut harga diri sekolah dimata masyarakat, juga tertib administratif,” kata Kepsek SD itu.

Dinyatakannya, mutlak sekolah mengikuti peraturan yang berlaku apalagi jika sekolah tersebut berdiri dipusat kota sehingga otomatis menjadi acuan kualitas pendidikan dimata masyarakat.

‘’Yang rugi nanti siswanya,” singkatnya.

Masih dikatakan Kepsek itu, jika pihak Sekolah tidak bisa mempersiapkan diri untuk menerima penilaian Akreditasi dengan sejumlah alasan maka hal tersebut kembali kepada Kepala Sekolahnya. Dugaan yang timbul adalah ketidak mampuan dan atau kelalaian kepala sekolah memimpin.

‘’Jika tidak mampu memimpin ya lebih baik mundur saja, beri kesempatan kepada orang yang lebih cerdas,” pungkas kepsek itu.

Sementara salah seorang guru salah satu SMP yang telah meraih Akreditasi A mengungkapkan bukan pekara mudah bisa meraih Akreditasi karena pihak Badan Akreditasi Nasional (BAN) memiliki standar penilaian yang harus dipenuhi oleh sekolah.

‘’Kami mempersiapkan diri menyambut penilaian dari BAN bukan satu dua hari, tapi lebih dari tiga bulan. Yang kesemuanya itu bisa terlaksana atas ke-aktif-an kepala sekolah,” kata guru yang enggan ditulis nama serta asal sekolahnya itu.

Dijelaskannya, sikap aktif Kepsek meliputi penggalian informasi, pengusulan kepada Dinas Pendidikan, pembinaan kepada guru dan staf, penginformasian program kepada siswa serta wali murid dan komite sekolah, penyiapan berkas, penyiapan fasilitas fisik sekolah dan lainnya.

‘’Itu pengalaman saya sebagai guru yang mengikuti arahan kepala sekolah. Jadi intinya kepsek itu harus aktif, jangan pasif,” tutupnya. (redaksi)

Share:

Nurhidayati : Zaman Ibu SMPN 1 Merangin Akreditasi A


Fokusinfo.com | Merangin : Nurhidayati, Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Pertama Negeri (SMPN 4) Merangin, menjelaskan betapa pentingnya status Akreditasi sekolah.

Selain acuan kelayakan program dalam peningkatan mutu pendidikan juga pengakuan dan penilaian terhadap status sekolah itu sendiri.

‘’Akreditasi itu penting bagi sekolah. Masyarakat bisa tahu dan nilai kualitas pendidikan yang ada disekolah tersebut,” kata guru senior yang akrab dipanggil Ibu Ida itu.

Dirinya juga berbangga karena sekolah yang dipimpinnya saat ini telah mendapatkan predikat Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).

‘’Alhamdulillah SMPN 4 sekarang sudah mendapatkan Akreditasi A,” singkatnya.

Terkait dengan SMPN 1 Merangin sebagai salah satu sekolah favorit di Merangin yang belum mendapat Akreditasi tahun 2016 ini, Mantan Kepsek SMPN 1 itu tidak mau berkomentar jauh.

‘’Pada saat Ibu (Nurhidayati) di SMP 1 dulu Alhamdulillah status akreditasinya A,” tutup Ida. (redaksi)

Share:

M Zubir : Sekolah tidak terAkreditasi Itu Memalukan


Fokusinfo.com | Merangin : Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdispendik) Merangin M Zubir mengaku kaget ketika mendapatkan informasi bahwa SMPN 1 Merangin tidak termasuk dalam pengumuman sekolah terakreditasi.

‘’Akreditasi itu penting. Jika informasi ini benar ini memalukan,” jawab M Zubir Via Ponselnya.

M Zubir mengatakan dirinya akan memanggil pihak sekolah untuk menanyakan apa kendala sekolah tersebut hingga tidak mendapatkan Akreditasi.

‘’Saya akan cek datanya dulu, lalu panggil pihak sekolah,” pungkas M Zubir. (redaksi)

Share:

SMPN 1 Merangin Terancam Tidak Bisa Gelar UN


Fokusinfo.com | Merangin : Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 1) Merangin terancam tidak bisa menggelar Ujian Nasional (UN) pada 2017 mendatang. Pasalnya sekolah yang termasuk favorit di Merangin itu belum mencapai predikat Akreditasi.

Ketua pengawas SMP, M Hayat kepada media ini mengaku bahwa sekolah yang dipimpin oleh Juhanis itu tidak termasuk dalam pengumuman sekolah yang mendapatkan akreditasi beberapa waktu lalu.

‘’Di Merangin ada 10 SMP yang mengurus Akreditasi tahun 2016 ini, Empat sekolah yaitu SMPN 3, SMPN 7, SMPN 2 dan SMPN 4 Merangin mendapatkan Akreditasi A, sementara sisanya Akreditasi B dan C. Dari 10 sekolah itu tidak ada SMPN 1 Merangin,” kata M Hayat.

Diinformasikan M Hayat, penilaian Akreditasi berjarak 4 tahun sekali. Jika sekolah tidak berstatus akreditasi maka sekolah tersebut tidak bisa menyelenggarakan UN, dan tidak dibenarkan mengeluarkan ijazah.

‘’Akreditasi penting, sekolah bisa-bisa tidak boleh menyelenggarakan UN, harus gabung dengan sekolah lain yang telah Akreditasi,” tuturnya.

‘’Jika demikian yang rugi adalah para siswa, juga akan berimbas pada penerimaan siswa baru kelak,” tambahnya.

Menurut M Hayat, pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) telah mengusulkan SMPN 1 Merangin mengikuti penilaian Akreditasi bersama yang lainnya karena Akreditasi disekolah tersebut telah habis masa dan harus diperpanjang.

‘’Sebenarnya kita sudah mengusulkan, tapi pihak sekolah tidak siap. Jadi sekarang ditunda dulu hingga ada permohonan pengusulan kembali,” tutup M Hayat. (Redaksi)

Share:

Agusmanto : Bangunan Artistik, Ekonomi masyarakat pun terbangun.


Fokusinfo.com | Merangin : Gagasan Agusmanto yang ingin membangun bangunan multifungsi dan artistik bukan hanya bertujuan untuk penambahan kantong objek wisata di Merangin. Di hadapan sejumlah awak media, Senin 05 Desember 2016 Agusmanto mengatakan pembangunan tersebut juga menjurus pada pergerakan ekonomi masyarakat khususnya wilayah yang mendapatkan titik pembangunan.

‘’Jika telah terbangun maka otomatis ekonomi masyarakat di wilayah itu meningkat. Mereka bisa berjualan disana, mengadakan event tertentu, memasarkan hasil panen buah buahan, mengajukan jasa dan lainnya,” terang Agus.

Selain itu, bangunan multifungsi juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, namun lebih baiknya dikoordinir oleh Kepala Desa setempat.

‘’Bisa juga nanti masyarakat memelihara ikan, menanam sayur mayur yang sifatnya kebersamaan dan lebih baiknya dikoordinir oleh desa,” tambahnya.

Untuk bisa mewujudkan itu, Agusmanto mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah melalui Bidang Cipta Karya dan Bidang Bina Marga PU Merangin. Selain itu juga dukungan dari pemerintah desa setempat.

‘’Jika telah terbangun kelak maka untuk memaksimalkan maksud dan tujuan tentu saja fasilitas pendukung harus juga dibangun agar masyarakat mudah menuju kantong objek wisata itu. Seperti jalan, drainase dan lainnya. Juga kerjasama warga untuk bersama merawat bangunan yang kita gagas tersebut. Ini semua untuk masyarakat,” tutup Agusmanto (redaksi)

Share:

Agusmanto Gagas Kreasi Bangunan Artistik

Fokusinfo.com | Merangin : Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Merangin, Agusmanto memaparkan ide-ide kreasi bangunan artistik yang akan dibangun pada 2017 mendatang kepada sejumlah awak media yang berkunjung ke ruang kerjanya, Senin 05 Desember 2016.

Dalam pemaparan itu, ide kreatif Agusmanto adalah membangun bangunan yang multifungsi dan memiliki citra seni sehingga manfaatnya kepada masyarakat lebih optimal.

‘’2017 mendatang kami berupaya membangun bangunan yang tidak hanya fungsional, tapi ditambah nilai artistiknya,” kata Agusmanto.

Diterangkannya, sesuai bidang kerja SDA mengakomodir pembangunan fisik yang berkaitan dengan air seperti bronjong, turap, embung air, irigasi dan lainnya. Maka kedepannya pembangunan fisik tersebut akan ditambahkan nilai artistik tiap bangunan sehingga masyarakat bisa juga menerima manfaat wisata internal dari bangunan tersebut.

‘’Seperti turap, bukan sekedar turap saja tapi nanti akan dibangun kursi taman, pot bunga dan akan ditata sedemikian rupa dan indah sehingga masyarakat bisa menikmatinya. Jadi selain berfungsi menahan tanah juga menciptakan kantong objek pariwisata,” ungkapnya. (redaksi)

Share:

Bupati Merangin Akan Terima Penghargaan dari Kemenkumham

Memenuhi kriteria sebagai kabupaten peduli HAM 2015


Fokusinfo.com | Merangin : Bupati Merangin, H Al Haris, S.Sos MH dalam waktu dekat akan menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Pemberian penghargaan tersebut terkait keberhasilan Merangin sebagai salah satu Kabupaten yang peduli terhadap HAM pada tahun 2015 lalu. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hukum (Kabag Hukum) Pemkab Merangin, H. Firdaus kepada media ini, Senin 05 Desember 2016 diruang kerjanya.

Firdaus juga menginformasikan bahwa pemberian penghargaan tersebut akan dilaksanakan di Surabaya Jawa Timur pada Kamis 8 Desember 2016.

‘’Agenda acaranya penganugerahan penghargaan bagi kabupaten/kota yang dinilai memenuhi kriteria sebagai kabupaten/kota peduli HAM pada 2015. Juga ada launching SIMAS HAM,” Ungkap H Firdaus.

Sementara itu, masih dikatakan Firdaus yang bertindak sebagai penyerah penghargaan adalah Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI.

‘’Menurut surat yang kami terima Pak Menteri yang akan menyerahkan penghargaannya, tapi tidak menutup kemungkinan bisa saja penyerahan penganugerahan itu dilakukan langsung oleh Pak Presiden,” pungkasnya (Redaksi)

Share:

Diduga DPH Program Hibah AusAid 2015 PDAM Tirta Merangin Direkayasa


Fokusinfo.com | Merangin : Program Hibah Air Minum kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia (AustralianAid, AusAid) di Merangin pada 2015 lalu diduga sarat rekayasa Daftar Penerima Hibah (DPH).

Sebanyak 1500 Sambungan Rumah (SR) yang dibangun di 11 kecamatan tidak memenuhi standar penerima manfaat hibah yang telah ditetapkan.    

‘’Saya lihat ada rekayasa data penerima manfaat hibah. Warga yang seharusnya tidak menerima tapi bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kata salah seorang informan media ini yang enggan dituliskan namanya.

Menurut informan itu, modus rekayasa data penerima manfaat dimanfaatkan untuk memenuhi persyaratan mendapatkan bantuan hibah tersebut.

‘’Jika data lengkap maka PDAM Tirta Merangin bisa mendapatkan bantuan hibah itu. Dan lagi bantuan tersebut bukan langsung untuk masyarakat tapi diperuntukkan membangun sejumlah fasilitas yang tujuannya juga untuk masyarakat. Mungkin tujuannya baik, tapi bukan berarti benar,” ungkapnya.

Tidak hanya rekayasa data penerima manfaat hibah, informan media ini juga mensinyalir adanya rekayasa jumlah DPH di tiap kecamatan.

‘’Saya pernah juga iseng-iseng tanya ke salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan tersebut, saya tanya Bapak ini (menyebutkan nama) rumahnya mana, tapi warga sekitar tidak ada yang tahu. Artinya itukan ada pemalsuan identitas, yang tidak ada diadakan,” terangnya.

Informasi yang didapatkan dari berbagai sumber, tahun 2015 Merangin mendapatkan bantuan Program Hibah Air Minum kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia (AusAid).
Besaran dana hibah ini diberikan secara progresif sesuai dengan jumlah SR yang berhasil dibangun dengan perincian Rp. 2 juta bagi 1-1000 SR dan Rp. 3 Juta bagi 1001- seterusnya.
Kabupaten Merangin berhasil mendapatkan DPH sebanyak 1500 SR dengan dana Rp.4,5 Milyar.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Merangin, Zuhdi hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dihubungi. (redaksi)

Share:

Gif


Share:

M Zubir : Saya PNS Siap Diamanatkan


Fokusinfo.com | Merangin : Merebaknya isu M Zubir akan naik menggantikan posisi Mashuri sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Merangin direspon santai oleh M Zubir.

Ditemui di rumah dinas Bupati Merangin dalam sebuah acara beberapa waktu lalu, M Zubir tersenyum saja ketika media ini meminta klarifikasi isu tersebut.

‘’Terserahlah orang mau bilang apa,” kata M Zubir seraya buru buru berlalu.

Ketika ditanyakan jika memang kelak dirinya dipercaya untuk menjabat sebagai Kadispendik, langkah M Zubir berhenti sejenak.

‘’Saya ini PNS yang siap diletakkan dimana saja dan siap diamanatkan menjabat sebagai apa saja. ” pungkas M Zubir sembari melanjutkan langkahnya berlalu.

Diberitakan sebelumnya, nama M Zubir yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdinpendik) Merangin dirumorkan akan mengganti posisi Mashuri sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Merangin. Bahkan sejumlah guru menyatakan dukungannya jika kelak M Zubir benar-benar menempati posisi tersebut. (redaksi)

Share:

DPC Gerindra Merangin Siap Terima Fendi


Fokusinfo.com | Merangin : Niat tulus Herman Efendi, ST MM bergabung dalam partai Gerindra disambut hangat oleh para kader DPC Gerindra Merangin.

Ketua DPC Gerindra Merangin, Isnedi melalui Juru Bicara (Jubir)  Mulyadi mengatakan pihaknya membuka diri kepada putra Merangin yang berlatar belakang militer tersebut.

‘’Memang benar Pak Efendi ada hubungi saya, dia menyatakan ingin bergabung di Partai Gerindra. Saya jawab OK,” kata Mulyadi.

Menurut Mulyadi, isu keinginan Herman Efendi bergabung pada partai berlogo Garuda itu telah lama terdengar, namun selama ini hanya sebatas isu saja.

‘’Telah lama ada isu bahwa Pak Fendi ingin gabung. Tapi kejelasan beliau baru pagi tadi (Jumat, 02 Desember 2016) Itupun baru melalui telpon. Nyatanya, kami tunggu sore ini ketika beliau melengkapi berkas persyaratan,” ujarnya.

Sementara itu untuk jabatan, Mulyadi menyatakan masih menunggu kesepakatan antara pengurus DPC Gerindra Merangin.

‘’Kami akan diskusi dulu dengan ketua dan pengurus lainnya soal jabatan Fendi di partai ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Fendi mengungkapkan betapa dirinya telah jatuh cinta kepada Partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut. Pasalnya partai yang memiliki logo berbentuk garuda itu dinilai sama visi dan misinya membangun Indonesia. (redaksi) 

Share:

Efendi Jatuh Cinta Ke Gerindra


Fokusinfo.com | Merangin : Keseriusan Herman Efendi, ST. MM bertarung dalam Pilkada Merangin 2018 kelak tidak bisa dibendung lagi.

Hal itu terungkap saat tiba-tiba Bang Fendi (Panggilan akrab Herman Efendi) menghubungi redaksi fokusinfo.com, jumat pagi (2/12) dan menuturkan keinginannya bergabung dalam partai DPC Gerindra Merangin.

Dalam percakapan, Bang Fendi mengungkapkan betapa dirinya telah jatuh cinta kepada Partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut. Pasalnya partai yang memiliki logo berbentuk garuda itu dinilai sama visi dan misinya membangun Indonesia.

‘’Saya lihat visi dan misi Partai Gerindra sama dengan Visi dan Misi saya. Kalau saya tentu saja untuk membangun Merangin ini,” kata Fendi.

Sikap disiplin yang dijunjung partai juga telah merekat lama pada kehidupan Fendi, ditambah adanya pelatihan pembentukan karakter kader yang bagi Fendi hanya di partai Gerindra lah yang ada. Selain itu latar belakang Fendi yang saat ini masih aktif sebagai anggota TNI 0420 Sarko menguatkan niat pria asli Merangin itu bergabung.

‘’Saya jatuh cinta pada partai ini,” singkatnya. (redaksi)

Share:

Dugaan ‘Permainan’ Data & Dana PKH Mencuat

Dilakukan Oleh Oknum Pendamping  PKH

Fokusinfo.com | Merangin : Program Bantuan Langsung Tunai Bersyarat (BLTB) yang dikenal dengan nama Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu tahapan menuju sistem perlindungan sosial kepada masyarakat oleh pemerintah pusat diduga diselewengkan oleh oknum pendamping PKH disalah satu kecamatan di Merangin.
Seorang sumber media ini mengatakan, program yang seharusnya ditujukan kepada keluarga miskin berdasarkan Basis Data Terpadu itu diduga direkayasa jumlah penerimanya.
‘’Di Kecamatan Tabir ada dugaan kuat penggelembungan penerima dana PKH,” kata sumber ini yang meminta namanya tidak di tulis.
Dia menjelaskan, informasi yang dirinya ketahui permainan tersebut telah dilakukan sejak 2014 lalu hingga oknum pendamping PKH tersebut tidak lagi menjabat. Sementara modus yang dilakukan adalah menambah jumlah penerima dana PKH, tidak adil memberikan dana PKH dan pendamping mengambil sendiri dana PKH di kantor pos.
‘’Oknum itu inisialnya MS, sekarang sudah tidak lagi menjabat sebagai pendamping PKH. Tapi kan kelakuannya itu merugikan negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial (Kabid RBS) Disosnakertrans Merangin, Lukman mengatakan memang pernah memiliki tenaga pendamping PKH namun saat ini sudah tidak menjabat lagi.
‘’Ya memang ada pendamping PKH itu yang bertugas di Tabir, tapi sekarang sudah tidak lagi,” kata Lukman via telpon. (redaksi)

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com