• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Mempercepat Lahirnya Tabir Raya, H Al Haris Mendudukkan Putra Tabir


Fokusinfo.com | Merangin : Selangkah lagi Bupati Merangin H Al Haris, sukses melahirkan kabupaten pemekaran Tabir Raya. Ini tersirat dari pertemuan yang berlangsung Jumat (27/1), di Rantau Panjang, Tabir.

Perkembangan pogres lahirnya Kabupaten Tabir Raya jelas bupati,  jika 83 rencana pemekaran kabupaten di Indonesia sudah siap diajukan proses ke DPR RI, Tabir Raya berada diperingkat atas  yang sudah siap dimekarkan.

‘’Nanti dari 83 rencana kabupaten itu akan disortir, daerah yang dianggap sudah mantap dan masuk kriteria dalam pemekaran. Saya terus menjaga komunikasi dengan tim pusat,’’ujar Bupati.

Selain itu, bupati setiap kali bertemu dengan Menteri Dalam Negeri, selalu mengingatkan tentang pemekaran Tabir Raya tersebut. Bupati terus menjaga reating Tabir Raya, agar berada di bagian teratas.Pada 2016 bupati telah melakukan Momeranum of Understanding (MoU) dengan BIG, untuk pembuatan pemetaan tapal batas kabupaten.  

Pada 2017 ini bupati sudah  menganggarkan dana pemetaan tapal batas Merangin dan Tabir Raya Rp 1,4 miliar.‘’Walaupun kondisi APBD kita diPerkada,  tetapi saya tetap menganggarkan dana ini,  karena saya ingin Kabupaten Tabir Raya cepat lahir dalam lima tahun ini. Saya berharap kalau sudah mekar, perkonomian Tabir Raya ini lebih bagus,’’harap Bupati.

Apalagi lanjut bupati, Tabir Raya dekat dengan Bandara Muara Bungo. Iini merupakan salah satu faktor kemajuan suatu daerah, jika ada bandara atau lokasi daerah tersebut dekat dengan bandara. 

Guna mempercepat proses lahirnya Tabir Raya itu, H Al Haris telah mendudukan putra Tabir H Syafri sebagai Asisten I Setda Merangin yang mengurusi pemerintahan. Delapan kecamatan di Tabir Raya nanti juga bisa dimekarnya, sehingga tambah banyak. Untuk pemekaran kecamatan itu, bupati minta seluruh masyarakat bersatu padu, karena dampak pengaruhnya sangat luar biasa.  

‘’Saya juga sudah menyiapkan administrasi dalam pemekaran Tabir Raya, ’’jelas Bupati. 

Administrasi yang disiapkan bupati diantaranya, menyiapkan dana jaminan dana Pilkada pertama,  mengusulkan pemisahan penduduk,  mengusulkan pembagian aset, sekarang juga menyiapkan tapal batas daerah dengan menganggarkan peta tapal batas di BIG.

’Peta ini merupakan salah satu penilai yang sangat mendukung pemekaran.  Saya tegaskan kepada panitia dan Bagian Pemerintahan Setda Merangin,  dalam pemekaran jangan sampai memberatkan masyarakat,’’pinta Bupati.

Bupati akan terus berjuang dan membuka diri dalam pemekaran Tabir Raya. Bupati akan meminta waktu kepada Gubernur Jambi H Zumi Zola, untuk menemukan panitia dan perwakilan rakyat Tabir Raya dengan gubernur.

Menyinggung peta politik 2018? Bupati mengaku menyerahkan persoalan politik itu kepada Allah, karena semuanya sudah diatur oleh Allah. ‘’Saya hanya berpikir terus bekerja untuk rakyat, khusus untuk masyarakat Tabir Raya. Terpenting sakarang mari kita bersama wujudkan lahirnya Tabir Raya,’’ jelas Bupati lagi.

Acara silaturahmi delapan kecamatan Tabir Raya tersebut, telah berjalan selama tiga tahun terakhir.  Pada acara itu seluruh tokoh masyarakat Tabir Raya tanpa dikomandoi menyatakan sikap untuk mendukung Bupati Merangin H Al Haris untuk maju diperiode selanjutnya.

Sementara itu H Zakaria Saleh selaku ketua panitia pemekaran Tabir Raya mengucapkan terima kasih atas bantuan Bupati.  ‘’Dimasa kepemimpinan Pak H Al Haris progres pemekaran Tabir Raya  berjalan cepat,’’ ujarnya.

Sabri Sanan ketua dewan panesehat Tabir Raya dan tokoh masyarakat Tabir serta mantan anggota DPRD Sarko menambahkan, masyarakat sekarang ini seolah-olah bermimpi, karena proses pemekaran Tabir Raya berlangsung cepat.

‘’Bapak Bupati  membantu kita benar-benar dari hati untuk mengurus dan membangun negeri kita ini.  Ini cukup untuk kita mengatakan terima kasih kepada Bapak Bupati Merangin,’’ujar Sabri.(advertorial)
Share:

Diduga Proyek Swakelola PU 2015 Dipihak Ke-Tiga Kan


  • Rehap Jalan Tanjung Kasri - Renah Kemumu.


Fokusinfo.com | Merangin : Proyek rehap jalan Tanjung Kasri – Renah Kemumu Kecamatan Jangkat tahun 2015 yang semestinya swakelola PU diduga diserahkan kepada pihak ke-tiga.

Menurut informasi yang media ini dapatkan, proyek bernilai Rp.800 juta lebih itu sengaja diserahkan kepada pihak lain tetapi secara ilegal.

‘’Proyek rehap itu direkayasa, seolah-olah dikerjakan swakelola tapi kenyataannya diberikan kepada pihak ke-tiga,” kata informan fokusinfo.com yang enggan namanya dituliskan.

Dijelaskannya, maksud ilegal adalah proyek tersebut secara administratif  tetap swakelola namun dilapangan proyek itu diserahkan kepada rekanan yang mengerjakannya.

‘’Jadi secara administrasi proyek tetap swakelola, tapi secara real nya dilaksanakan kontraktor,” terangnya.

Informan juga mengatakan, dugaan sementara diberikannya proyek tersebut kepada pihak ke-tiga karena pihak PU menawarkan harga dibawah pagu anggaran yang telah ditetapkan.

‘’Informasinya begini, pihak PU menawarkan harga dibawah pagu anggaran. Kebetulan ada kontraktor yang mau, ya diberikan,” kata informan itu. (*)

Penulis : Topan Bohemian

Share:

Telisik MTQ Ke-46 Jambi. Inspektorat Segera Lapor Bupati.


Fokusinfo.com | Merangin : Polemik dugaan mark-up anggaran belanja pada perhelatan MTQ Ke-46 Provinsi Jambi yang dilangsungkan di Merangin sebagai tuan rumah membuat gerah sejumlah pihak. Salah seorang diantaranya adalah Firdaus, Kabag Hukum Setda Merangin.

Demi kenyamanan jalannya pemerintahan, Firdaus menginginkan agar persoalan ini bisa clear. Dia juga mendesak pihak Inspektorat segera melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu kepada panitia MTQ tersebut.

Menjawab desakan Kabag Hukum, Inspektur Inspektorat Merangin, Khatam Tafsir mengatakan pelaksanaan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu tidak semudah yang dibayangkan.

‘’Meski ada desakan, kami harus berkoordinasi dengan pimpinan tertinggi Merangin. Bisa Bupati, Wakil Bupati atau Sekda,” kata Khatam Tafsir via telpon yang mengaku saat ini sedang berada di Jambi, selasa 24 Januari 2017.

Baca juga : Telisik MTQ Ke-46 Jambi. Kabag Hukum Desak Inspektorat Lakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu.

Menurutnya, koordinasi dan/ataupun menunggu instruksi dari Bupati menyangkut dana yang akan digunakan untuk kepentingan pemeriksaan itu sendiri.

‘’Kalau pemeriksaan rutin itu dananya dari kita sendiri. Tapi kalau ada kasus semacam ini dananya dari provinsi. Makanya harus ada surat perintah resmi dari Pemimpin Merangin,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Khatam Tafsir juga mengatakan ada sebagian dana yang menggunakan dana dari provinsi Jambi untuk kegiatan MTQ tersebut. Sehingga perlu adanya koordinasi antara kabupaten dan provinsi saat melakukan pemeriksaan.

Khatam Tafsir juga berjanji persoalan tersebut akan sesegeranya dilaporkan kepada Bupati untuk dicarikan solusinya. ‘’Nanti sekembalinya saya dari Jakarta, akan saya laporkan kepada Bapak Bupati. Apa nanti arahan beliau kita tunggu saja,” ungkapnya.

Masih dikatakan Khatam, jika hasil dari pemeriksaan dengan tujuan tertentu menemukan kejanggalan atau penyelewengan maka pihaknya akan melimpahkan persoalan tersebut kepada Kejaksaan Negeri Merangin.

‘’Kita berandai, jika memang ada temuan maka itu ranahnya sudah kejaksaan. Mereka yang akan melanjutkannya,” tutup Khatam Tafsir.(*)

Penulis : Topan Bohemian

Share:

Ningsih : BKMT Jangan Dicatut Ke Politik


Fokusinfo.com | Merangin : Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merangin yang diperkirakan pada tahun 2018 mendatang akan dilaksanakan, sejumlah upaya dilakukan oleh para tim sukses meraih simpati masyarakat.

Upaya upaya itu juga termasuk didalamnya menggiring opini dengan mencatut nama organisasi masyarakat. Tidak terkecuali Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

Merasa gerah, Sekretaris BKMT Merangin, Ningsih angkat bicara terkait beredarnya pencatutan nama organisasi BKMT mendukung salah seorang calon pemimpin di Merangin.

‘’BKMT organisasi masyarakat. Organisasi independen bidang keagamaan. Jadi tolong jangan namanya dipublikasikan mendukung calon ini calon itu. Biarlah BKMT berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Ningsih via Telpon kepada fokusinfo.com

Meski demikian, Ningsih mempersilahkan para anggota BKMT terjun ke dunia politik tapi terlebih dahulu menanggalkan atribut dan atau nama organisasi BKMT itu sendiri.

‘’Kalau anggota silahkan, tapi tolong ya BKMT ini jangan ditarik ke arah politik. Itu tidak baik juga tidak benar,” ungkapnya.(*)

Penulis : Topan Bohemian

Share:

Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Ragukan Visum


Fokusinfo.com | Merangin : Saat klarifikasi kepada fokusinfo.com soal dugaan penganiayaan yang berujung pada laporan ke pihak kepolisian, Zulfikar menyayangkan sikap gegabah para keluarga santri.

Yang mana tidak ada pembicaraan secara kekeluargaan tapi langsung melakukan visum dan melaporkan kejadian kepada Polsek Jangkat.

‘’Tidak ada berunding dulu, main lapor saja,” singkat Zulfikar.

Menurut Zulfikar, jika ada perundingan kekeluargaan tentu persoalan tidak sebesar sekarang ini dan solusi bisa ditemukan.

Baca juga : Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Tuding Oknum Santri Sering Berulah.

Tidak hanya itu, Zulfikar juga meragukan visum yang dilakukan salah seorang santri. Menurut Zulfikar bagian anggota tubuh yang saat itu terkena pukulan adalah bagian kaki namun yang divisum bagian lengan.

‘’Itu kan ada kekeliruan, yang kena pukul bagian kaki dan yang divisum bagian lengan. Tapi tetap yang melakukan pemukulan itu adalah guru pesantren, dengan tujuan memberi pelajaran bagi santri dan peringatan bagi santri yang lain,” kata Zulfikar.(redaksi)


Share:

Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Tuding Oknum Santri Sering Berulah.


Fokusinfo.com | Merangin : Sebagai pimpinan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Pauh, Zulfikar harus menjaga nama baik pesantren. Apalagi santri yang menimba ilmu di Ponpes itu cukup banyak. Hal itu diungkapkan Zulfikar ketika klarifikasi persoalan yang menimpa Ponpes Al Ishlah kepada fokusinfo.com, Senin 23 Januari 2017.

‘’Ada dua ratus lebih santri yang menimba ilmu di Pesantren itu, jadi saya harus tegas jangan sampai persoalan beberapa orang santri membuahkan persoalan lagi bagi santri yang lain,” ungkap Zulfikar.

Terkait lima orang santri yang diduga
dianiaya oleh pihak Pesantren, Zulfikar mengakui memang telah terjadi namun tidak separah yang diberitakan selama ini.

Baca juga : Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Paparkan Kronologis

Masih dikatakan Zulfikar, kejadian tersebut tentu memiliki sebab yang mana para santri telah diperingatkan berkali kali agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam. Namun ketika peristiwa itu terjadi ditemukan secarik pesan yang diduga kuat telah direncanakan para santri dan santriwati tersebut sehingga membuat emosi salah seorang guru meledak.

‘’Bunyi pesan itu, nanti kalau kami datang tolong lampu dimatikan,” Kata Zulfikar.

‘’Itukan namanya sudah direncanakan, jadi wajar saja salah seorang guru saya emosi dan melakukan pemukulan. Tapi masih sebatas wajar, tidak ada sampai hidung mengeluarkan darah. Itu fitnah,” tutup Zulfikar.(redaksi)

Share:

Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Paparkan Kronologis


Fokusinfo.com | Merangin : Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Danau Pauh membantah keras tudingan yang mengarah kepadanya soal tindakan penganiayaan kepada lima orang santri di Ponpes yang dipimpinnya itu. Bantahan itu diungkapkan Zulfikar ketika memberikan hak jawabnya kepada fokusinfo.com, Senin 23 Januari 2017.

Baca juga : Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Membantah

Dijelaskannya, terjadinya peristiwa tersebut bukan tanpa sebab. Para santri telah diberikan peringatan agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Syariat Islam. Peringatan telah dilakukan beberapa kali namun para santri tersebut tetap melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri.

‘’Kita sudah peringatkan agar akhlak dan iman itu dijaga, tapi ada sejumlah santri dan santriwati yang melanggarnya. Dan terjadilah peristiwa tersebut,” ungkap Zulfikar.

Khusus lima santri tersebut, pria hitam manis itu mengatakan kelakuannya sudah tidak bisa ditoleransi. Selain sering kepergok ngobrol hingga larut malam, saat kejadian juga ditemukan secarik pesan yang berisi semacam janjian.

‘’Jika situasi itu dibiarkan tentu akan menjadi contoh yang tidak baik bagi santri yang lain. Dan sebagai pemimpin pesantren saya rasa wajar mengambil tindakan,” kata Zulfikar.(redaksi)

Share:

Kasus Dugaan Aniaya Santri : Zulfikar Membantah


Fokusinfo.com | Merangin : Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Pauh membantah keras tudingan yang mengarah kepadanya soal tindakan penganiayaan kepada lima orang santri di Ponpes yang dipimpinnya itu.

Bantahan itu diungkapkan Zulfikar ketika memberikan hak jawabnya kepada fokusinfo.com, Senin 23 Januari 2017.

Dalam klarifikasi yang disaksikan sejumlah orang, Zulfikar mengaku tercoreng nama pribadi serta nama baik pesantren Al Ishlah karena dalam pemberitaan terkesan tidak berimbang.

‘’Itu tidak benar, saya tidak pernah memukul atau menganiaya santri, saya hanya memberikan teguran. Sementara yang sempat memukul itu seorang guru dan itu sudah diakui guru itu saat pemeriksaan pihak kepolisian,” kata Zulfikar.

Baca juga : Diduga Lima Santri Ponpes Al Ishlah Danau Pauh Dianiaya

Dilanjutkannya, saat kejadian dirinya memang sempat membentak santri tapi tidak berujung pada pemukulan ataupun penganiayaan fisik.

‘’Saya membentak iya saya akui, tapi tidak ada kontak fisik,” tuturnya.

Menurut Zulfikar, ada pemaksaan agar persoalan tersebut dibesar-besarkan dan diarahkan untuk memojokkan pihak pesantren. ‘’Ini terlalu dibesarkan, seperti pemukulan menggunakan tangkai sapu hingga patah, pemukulan hingga hidung santri mengeluarkan darah dan sebagainya. Itu semua tidak benar,” pungkasnya.(redaksi) 

Share:

RALAT BERITA



RALAT BERITA

Kepada Yang Terhormat Pembaca Fokusinfo.com

Telah terjadi kesalahan penulisan dalam berita yang berjudul 

‘Akun FB Ripana diduga Tebar Hoax’ 

yang kami diposting pada tanggal 21 Januari 2017. 

Tertulis diberita itu 
‘Desa Lantak Seribu Kecamatan Pamenang Selatan’ 

Sementara seharusnya yang benar adalah 
‘Desa Lantak Seribu Kecamatan Renah Pamenang’

Demikian ralat berita ini
Terimakasih

Salam Hormat Dari Kami
Topan Bohemian | Pemimpin Redaksi fokusinfo.com 


Share:

Akun FB Ripana diduga Tebar Hoax


Fokusinfo.com | Merangin : Akun Facebook (FB) bernama RIPANA (Rindu Pak Nalim) dalam salah satu postingannya pada 19 Januari 2017 diduga telah menebarkan berita bohong atau lebih sering disebut Hoax. Hal itu diungkapkan salah seorang warga kepada fokusinfo.com.

Salah satu postingan yang diduga Hoax adalah foto kunjungan mirip Nalim beserta Istri ke Desa Lantak Seribu Kecamatan Pamenang Selatan. Yang mana di Desa tersebut dikatakan Nalim beserta Sukma Jaya melakukan panen raya, sementara pada kenyataanya tidak ada panen raya.

‘’Itu mungkin istilahnya saja panen raya atau seremonial panen raya, toh kenyataannya tidak ada masyarakat yang panen raya saat itu,” kata seorang warga yang namanya tidak ingin dituliskan tersebut.

Dia juga menyebutkan, sawah yang menjadi lokasi kunjungan mirip Nalim beserta Istri adalah sawah milik warga yang mendapat program Jokowi. Status sawah itu juga dinilai produk gagal panen karena diserang hama dan tidak ada perhatian dari dinas terkait untuk penanggulangannya.

‘’Kebetulan jarak rumah saya dengan sawah itu dekat, jadi saya tahu kondisi sawah itu,” ungkapnya.

Pernyataan warga itu diperkuat dengan kesaksian Kades Lantak Seribu, Samono. Dihubungi via ponsel nya Samono mengatakan tegas sawah yang ada di desa yang dipimpinnya belum ada yang panen.

‘’Bagaimana mau panen, lah wong padinya masih hijau gitu kok,” jawab Samono.

Samono juga menjelaskan, memang benar pernah ada kunjungan Nalim dan Sukma Jaya beserta rombongan ke desa mereka. Namun untuk menghadiri ulang tahun Reog Gembong, bukan melakukan panen raya. Samono sendiri mengaku juga datang memenuhi undangan warga tersebut.

‘’Jika memang dilaksanakan panen raya tentu saya yang harusnya melaksanakan karena saya Kadesnya disini. Jikapun mengundang para pejabat tentu orang nomor satu di Merangin yang saya undang,” pungkasnya. (redaksi)









Share:

Telisik MTQ Ke-46 Jambi. Tersirat Wabup Kritisi Baperjakat.


Fokusinfo.com | Merangin : Mencuatnya dugaan mark-up anggaran belanja sejumlah barang pada MTQ Provinsi Jambi ke-46 sempat juga dikomentari Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein.

Ditemui di rumah dinasnya beberapa waktu yang lalu, orang nomor dua di Merangin itu mengatakan, jika dugaan yang dimaksud benar-benar terjadi maka kedepannya diharapkan dalam penempatan pejabat di pemerintahan, Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat) bisa bertindak proporsional.

‘’Kalau dalam sisi pemerintahan siapapun dalam arti kata apakah posisinya di masyarakat itu buya, tokoh masyarakat atau bukan, tetapi ketika berhadapan dengan jabatan di pemerintahan harus mengerti pengelolaan keuangan, jadi saat berhadapan dengan permasalahan keuangan bisa mengatasinya,” kata Khafid Moein, yang juga mengatakan jika benar terjadi kesalahan pada event MTQ tersebut maka yang harus bertanggung jawab adalah PA, KPA dan PPTK.

Baca juga : Kabag Hukum Desak Inspektorat Lakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu.

Dirinya juga menyayangkan jika pola pengangkatan dan penempatan pejabat mengacu pada pencermatan sisi luarnya saja. Tidak hanya itu, selama dalam penggodogan pengangkatan dan penempatan pejabat Khafid mengaku tidak pernah dilibatkan.

‘’Saya juga mengerti posisi saya sebagai Wakil Bupati, tapi yang lebih utama itu dalam pengangkatan dan penempatan pejabat harus lah yang benar-benar sesuai dengan latar belakang plus kemampuan individu calon pejabat yang dimaksud,” pungkasnya.(redaksi)

Share:

Telisik MTQ Ke-46 Jambi. Kabag Hukum Desak Inspektorat Lakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu.


Fokusinfo.com | Merangin : Polemik dugaan mark-up anggaran belanja pada perhelatan MTQ Ke-46 Provinsi Jambi yang dilangsungkan di Merangin sebagai tuan rumah membuat gerah sejumlah pihak. Salah seorang diantaranya adalah Firdaus, Kabag Hukum Setda Merangin.

Demi kenyamanan jalannya pemerintahan, Firdaus menginginkan agar persoalan ini bisa clear. Dia juga mendesak pihak Inspektorat segera melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu kepada panitia MTQ tersebut.

‘’Saya juga telah mendapatkan informasi bahwa event MTQ itu telah diaudit oleh BPK dan tidak ditemukan persoalan. Nah ini ada temuan baru yang meresahkan bila tidak diklarifikasi kebenarannya. Maka saya mendesak agar inspektorat segera melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu terhadap panitia MTQ tersebut,” kata Firdaus.

Keinginan Firdaus agar diadakannya pemeriksaan kembali tentu saja berdasar. Dikatakan Firdaus dirinya telah konfirmasi langsung kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Azharuddin dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Yusuf Basri.

‘’Menurut mereka semua telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan baik itu pengeluaran anggaran belanja, spek barang, harga barang. Jadi tidak ada permasalahan. Makanya dikroscek kembali oleh inspektorat dan hasilnya bisa saja dipublikasikan agar masyarakat tahu kebenarannya,” tutur pria yang baru saja menunaikan ibadah Haji itu.

Masih dikatakan Firdaus, mengingat persoalan dugaan mark-up belanja MTQ telah menjadi konsumsi publik, pihak inspektorat tidak perlu menunggu instruksi dari Bupati Merangin untuk melakukan pemeriksaan.

‘’Ini kan sudah cukup meresahkan dan juga telah menjadi konsumsi informasi masyarakat. Jadi tidak perlu Inspektorat menunggu instruksi Bupati Merangin untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu itu,” katanya.

‘’Jika telah diperiksa kembali maka kita semua akan tahu apa hasilnya entah itu benar atau salah. Setidak-tidaknya meredam fitnah yang mungkin akan tumbuh di masyarakat kepada pihak-pihak tertentu jika pemberitaan ini terus mengalir, ” tambahnya.

Sebelumnya Inspektur Inspektorat Merangin, Khatam Tafsir mengatakan hasil pemeriksaan audit BPK itu secara umum, dalam artian yang diperiksa secara global penggunaan anggaran. Namun bisa saja realitanya memang terjadi penyelewengan ataupun mark-up dalam penggunaan anggaran belanja tersebut.

‘’Biasanya pemeriksaan oleh BPK itu globalnya melalui sistim sampel. Mungkin pas kebetulan sampel yang diambil baik, jadi hasil pemeriksaan juga baik,” kata Khatam Tafsir beberapa waktu yang lalu.(redaksi)  

Share:

Telisik MTQ Ke-46 Jambi. Isnedi : Pengeluaran Anggaran Belanja Ada Aturannya.


Fokusinfo.com | Merangin : Dugaan mark-up anggaran belanja pada MTQ Ke-46 Provinsi Jambi yang dilangsungkan di Merangin sebagai tuan rumah, dikomentari secara umum oleh Wakil Ketua I DPRD Merangin, Isnedi.

Menurut pria hitam manis itu ada peraturan baku sesuai pedoman yang harus diikuti dalam pengeluaran keuangan.

Dijelaskannya, Sistim administrasi perkantoran sesuai dengan peraturan menteri keuangan bahwa pencairan dibawah Rp.10 Juta boleh menggunakan kwitansi atau pencairan langsung. Tapi kalau diatas Rp.10 juta harus memakai pihak ketiga.

‘’Siapa pihak ketiga nya ?, itu diberi hak kepada pengguna Anggaran (PA) yang menunjuk pihak ketiga yang melakukan kegiatan tersebut. Karena sistim di Perpres 54 2010 dibawah Rp.200 juta adalah sistim penunjukan langsung (PL). Kalau diatas Rp.200 juta harus ditenderkan melalui Unit Lelang Pengadaan (ULP),” terang Isnedi.

Ketika ditanyakan apakah diperbolehkan seorang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) belanja sendiri ke sebuah toko. Isnedi menjawab bisa saja jika nilai belanja dibawah Rp.10 juta.

‘’Jika dibawah Rp.10 juta itu boleh, tapi jika diatas Rp.10 juta harus memakai pihak ketiga,” tutupnya.

Klik disini untuk Tonton video Isnedi

Hasil investigasi tim fokusinfo.com yang menyambangi sebuah toko muslim Al Wafa di sekitaran pasar angso duo Jambi, dari keterangan pemilik toko memang ada transaksi pembelian borongan baju koko, peci hitam dan Jilbab yang akan digunakan untuk perhelatan MTQ di Merangin. Dan pemilik toko menyebut nama Azharuddin sebagai pembeli yang tidak lain adalah PPTK MTQ. Menurut data yang didapatkan fokusinfo.com, jumlah uang yang dihabiskan belanja di toko ini lebih dari Rp.150 juta.

‘’Memang ada dulu orang dari Merangin datang membeli perlengkapan untuk MTQ. Harga yang kami berikan dibawah harga grosir,” ungkap pemilik toko seraya menjelaskan harga-harga barang di tokonya.(redaksi)

Share:

Telisik MTQ ke-46 Jambi. KPA dan PPTK Membisu


Fokusinfo.com | Merangin : Mencuatnya dugaan mark-up anggaran belanja sejumlah barang pada MTQ Provinsi Jambi ke-46 tahun 2016 di Merangin cukup meresahkan. Yang mana sejumlah pihak tega ‘bermain’ dalam event keagamaan tersebut.

Namun disayangkan, ketika fokusinfo.com meminta klarifikasi dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Yusuf Basri yang saat itu menjabat sebagai Kabag Kesra dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Azharuddin, mereka tidak memberikan jawaban memuaskan. Kedua pejabat tersebut terkesan membisu dan saling lempar persoalan.

Baca juga : Dugaan Mark-up Anggaran Belanja MTQ, Inspektorat Tunggu Perintah Bupati.

‘’Saya tidak tahu apa-apa persoalan MTQ itu, semuanya sudah saya serahkan kepada PPTK dan tim nya. Mereka yang lebih tahu,” ucap Yusuf Basri.

Sementara Azharuddin tidak mau melangkah jauh menjawab persoalan tersebut. Dia menganggap tidak memiliki wewenang menjawab pertanyaan yang sebetulnya dirinya lah yang lebih mengetahui.

‘’Saya ini bawahan, bekerja untuk atasan. Apa yang diperintahkan saya ikuti. Selanjutnya tanyakan saja kepada atasan saya secara detilnya,” kata Azharuddin. (redaksi)

Share:

Telisik MTQ ke-46 Jambi. Berita Mencuat, PPTK MTQ Utus Oknum LSM


Fokusinfo.com | Merangin : Ada peristiwa menarik ketika mencuat berita dugaan mark-up belanja MTQ Provinsi Jambi ke 46, kebetulan Merangin sebagai tuan rumah penyelenggara. Yang mana saat itu tim investigasi fokusinfo.com ditemui oleh salah seorang oknum LSM yang mengaku diutus oleh Azharuddin, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) MTQ untuk mediasi persoalan yang dinilai telah mencoreng reputasi seseorang tersebut.

‘’Kalau bisa kita sama-sama membantu, sama-sama membesarkan. Kita ini kan tidak jauh beda, wartawan dengan LSM,” ungkap oknum LSM tersebut.

Oknum LSM itu juga mengharapkan agar persoalan MTQ tidak dibesarkan dan berita yang telah terlanjur dipublikasikan agar segera dihapus.

‘’Yang sudah ya sudah lah. Tapi minta tolong berita di hapus,” lanjut oknum LSM.

Baca juga : Dugaan Mark-up Anggaran Belanja MTQ Provinsi Jambi ke-46 Mencuat.

Sementara itu, ketua Forum LSM Bersatu, Subhan menyayangkan sikap oknum LSM tersebut. Dia menyebutkan semestinya kolaborasi LSM dan Wartawan adalah mengontrol sosial ditengah masyarakat, serta membuka transparansi penggunaan anggaran di Pemerintah.

‘’Saya menyayangkan hal ini. Menghapus berita yang sudah diterbitkan sama saja dengan menghapus sejarah. Itu pembohongan publik, saya mengutuk keras hal ini,” Kata Subhan penuh semangat.

Terlepas dari hal itu, Subhan mengaku mengenal sosok pribadi Azharuddin. Dirinya juga tidak percaya jika Azharuddin terlibat dalam dugaan mark-up anggaran belanja tersebut.

‘’Saya kenal dekat dengan Azharuddin. Saya juga tidak percaya kalau Buya itu melakukan tindakan yang merugikan keuangan negara,” tuturnya.

Baca juga : Dugaan Mark-up Anggaran Belanja MTQ, Inspektorat Tunggu Perintah Bupati.

Kedepannya Subhan mengharapkan agar Azharuddin klarifikasi atas persoalan yang mengarah pada tindakan korupsi itu agar masyarakat bisa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dalam pelaksanaan event yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi tersebut.

‘’Pak Buya itu sebaiknya buka-bukaan saja. Jika memang ada yang menjadikannya tumbal, karena dia orangnya polos. Ya sebutkan saja,” pungkas Subhan yang juga ketua LPPNRI mantap.(redaksi)

Share:

Dugaan Mark-up Anggaran Belanja MTQ, Inspektorat Tunggu Perintah Bupati.

Fokusinfo.com | Merangin : Mencuatnya dugaan mark-up anggaran belanja sejumlah barang pada MTQ Provinsi Jambi ke-46 ternyata telah diketahui oleh Inspektorat Merangin. Hal itu diungkapkan Insprektur Inspektorat, Hattam Tafsir kepada fokusinfo.com, Kamis 05 Januari 2017 di ruang kerjanya.

‘’Ya saya telah membacanya pada media online,” kata Hattam Tafsir.

Hattam menjelaskan, pihaknya baru baru ini telah mendapatkan hasil audit MTQ dari BPK dengan point tidak ditemukan persoalan. ‘’Artinya tidak terjadi permasalahan, semua anggaran yang dibelanjakan pada event akbar itu sesuai dengan kebutuhan dan tidak ditemukan penyelewengan,” ungkapnya.

Baca juga : Dugaan Mark-up Anggaran Belanja MTQ Provinsi Jambi ke-46 Mencuat.

Dia meneruskan, hasil pemeriksaan audit BPK itu secara umum, dalam artian yang diperiksa secara global penggunaan anggaran. Namun bisa saja realitanya memang terjadi penyelewengan ataupun mark-up dalam penggunaan anggaran belanja tersebut.

‘’Biasanya pemeriksaan oleh BPK itu globalnya melalui sistim sampel. Mungkin pas kebetulan sampel yang diambil baik, jadi hasil pemeriksaan juga baik,” terangnya.

Sementara itu, soal dugaan adanya mark-up anggaran belanja yang mencuat pada media tersebut, Hattam menjelaskan untuk bisa memeriksanya kembali digunakan sistim ‘pemeriksaan  dengan tujuan tertentu’.

‘’Nah kalau kasus ini, nanti kita gunakan cara pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Karena didalam kasus tersebut yang diperiksa secara detil, bukan secara global,” tuturnya.

Untuk bisa merealisasikan pemeriksaan itu, Hattam menyebutkan harus ada laporan pengaduan dari masyarakat dibarengi dengan perintah dari Bupati Merangin sebagai pimpinan tertinggi di Merangin.

‘’Jika ada perintah dari Bupati kami akan melaksanakan pemeriksaan tujuan tertentu tersebut. Jika tidak ada ya mau bagaimana,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dugaan penggelembungan anggaran belanja sejumlah barang pada MTQ Provinsi Jambi ke-46 yang berlangsung di Merangin, mencuat. Salah seorang sumber kepada fokusinfo.com mengatakan ada beberapa barang yang dibeli tidak sesuai dengan harga pasaran. Tepatnya harga dilebihkan. (redaksi)

Share:

Anggota ‘Sapurata’ Diintimidasi Oknum Perambah Hutan Jangkat


  • Akibat Ungkap Nama Pembabat Hutan TNKS di Media.


Fokusinfo.com | Merangin : Perlakuan tidak menyenangkan diterima oleh salah seorang anggota LSM Sapurata. Peristiwa itu diduga karena LSM Sapurata mengungkapkan nama tiga orang diduga perambah hutan TNKS melalui Media Online.

Anggota LSM Sapurata yang tidak ingin namanya dituliskan itu mengatakan sejak terbitnya berita hasil investigasi LSM Sapurata dan mengungkap tiga nama diduga pelaku perambah hutan Jangkat, dirinya kerap ditelpon oleh orang tidak dikenal dengan nada ancaman.

‘’Saya sering ditelpon orang tidak dikenal. Mengancam saya. Tapi tidak saya gubris, saya anggap itu angin lalu saja dan bagi saya itu konsekwensi profesi saya ini,” kata pria perawakan sedang itu.

Baca juga : 'SapuRata' Ungkap Nama Oknum Pembabat Hutan

Namun ketika orang yang menelpon itu dikenalnya, sejak itulah keresahan menghinggapi. Pasalnya oknum tersebut masih memiliki hubungan kekerabatan.

‘’Yang terakhir telpon saya itu masih ada hubungan keluarga, sejak itulah saya mulai merasa terancam, soalnya saya kenal dengan orangnya,” tutur anggota LSM tersebut.

Menurut anggota Sapurata, orang yang menelponnya itu bukanlah bagian dari tiga orang nama yang diungkapkan Sapurata ke Media. ‘’Bukan orang yang kami ungkapkan ke media, ini orang lain lagi,” singkatnya.

Dalam percakapan tersebut, anggota LSM itu mengatakan orang yang menelpon mengatakan siap berhadapan dengan hukum, bahkan orang tersebut menganggap remeh wartawan serta LSM.

‘’Wartawan dan LSM tu kasih duit Rp.50 sampai Rp.100 ribu be selesailah. Polisi tu kasih lebih dikit selesai jugo,” kata Anggota Sapurata menirukan perkataan orang yang mengintimidasinya.

Ketika ditanyakan kenapa tidak melaporkan ke pihak berwajib, anggota LSM tersebut mengatakan belum memiliki bukti kuat. ‘’Kebetulan saya tidak rekam apa yang orang itu katakan kepada saya. Jadi belum saya laporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” terangnya.

Sementara itu ketua LSM Sapurata Provinsi Jambi, Mirza mengatakan pihaknya akan memperhatikan persoalan ini dengan serius karena menyangkut nama organisasi dan perlindungan Anggota.

‘’Kita tunggu dua tiga hari ini, jika masih ada telpon gelap ke anggota akan segera dilaporkan ke pihak berwajib,” kata Mirza.

Diberitakan sebelumnya, LSM Sapurata mengungkapkan tiga nama diduga pelaku perambahan hutan TNKS di Jangkat atas hasil investigasi yang dilakukan mereka. (redaksi)

Share:

Kasus Dugaan Aniaya Santri Berlanjut


  • Kapolsek : Hari Kamis Pemeriksaan Zulfikar
  • Azra’i : Ponakan Saya Trauma


Fokusinfo.com | Merangin : Kapolsek Jangkat, Rusman mengatakan kasus dugaan penganiayaan terhadap santri yang melibatkan pimpinan Pondok Pesantren Al Ishlah Danau Pauh kecamatan Jangkat terus berlanjut. Hal itu diungkapkannya selasa (03 Januari 2016) kepada media ini melalui sambungan telpon.

‘’Iya, saksi telah diperiksa dan di BAP, tinggal meminta keterangan dari terlapor,” kata Rusman.

Pemanggilan terlapor, dikatakan Rusman akan dilakukan pada kamis 05 Januari 2016 untuk diperiksa terkait persoalan tersebut.

‘’Surat panggilan telah kami layangkan, hari kamis besok rencana pemeriksaannya,” singkat Rusman.

Sementara itu Pimpinan Pesantren Al Ishlah, Zulfikar mengaku belum mendapatkan surat panggilan tersebut.

‘’Saya belum mendapat informasi ataupun surat panggilan tersebut,” singkat Zulfikar via telpon.

Baca juga : Diduga Lima Santri Ponpes Al Ishlah Danau Pauh Dianiaya

Ditempat dan waktu terpisah, Paman Korban Azra’i mengatakan hingga saat ini ponakannya mengalami trauma. Bukan saja karena telah mendapatkan perlakuan penganiayaan namun juga terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan.

‘’Ponakan saya itu kelas III. Jika pindah sekolah maka tentu saja harus menunggu tahun ajaran baru karena berkas Ujian Nasional telah dikirim ke pusat. Kondisinya saat ini sering murung,” ungkap Azra’i.

Dia juga mengatakan pernah meminta kepada pihak Pesantren agar bisa menerima korban minimal mengikuti ujian kelak, namun pihak pesantren tidak mengindahkannya.

‘’Kami merasa dipersulit, sementara kunci pendidikan anak kami ada pada pesantren. Ya itu tadi, berkas ujian kan tidak bisa dipindah begitu saja,” pungkas Azra’i.

Diberitakan sebelumnya, dugaan penganiayaan oleh pimpinan pondok pesantren terhadap santrinya terjadi pada pertengahan Desember 2016 lalu. Ketika itu lima orang santri dianiaya oleh pimpinan pesantren. Satu orang santri melaporkan kejadian ke Polsek Jangkat. (redaksi)


Share:

Dugaan Mark-up Anggaran Belanja MTQ Provinsi Jambi ke-46 Mencuat.

Fokusinfo.com | Merangin : Dugaan penggelembungan anggaran belanja sejumlah barang pada MTQ Provinsi Jambi ke-46 yang berlangsung di Merangin, mencuat.

Salah seorang sumber kepada fokusinfo.com mengatakan ada beberapa barang yang dibeli tidak sesuai dengan harga pasaran. Tepatnya harga dilebihkan.

‘’Ya ada sejumlah barang yang dibeli melebihi harga pasar,” ungkap sumber yang tidak ingin namanya dicantumkan.

Dia mencontohkan, belanja peci hitam polos yang menghabiskan dana Rp.100ribu perbuah, sementara harga dipasaran hanya berkisar tidak lebih dari Rp.50ribu/pcs.

Belanja baju safari dipatok dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp.900ribu/stel sementara harga pasaran tidak lebih dari Rp.400ribu/stel.

‘’Juga ada yang menarik. Sepertinya ada pemaksaan agar harga di-pas-kan dengan pagu anggaran. Belanja tas kafilah Rp.204.520/pcs,” terangnya.

Tidak hanya itu, belanja baju jas, batik kafilah juga diduga banyak penggelembungan harga. ‘’Kalau mau untung ya sesuaikan juga lah dengan harga pasaran. Sekarang zamannya online, orang bisa pantau harga,” pungkas sumber tersebut.

Tim fokusinfo.com menyambangi sebuah toko muslim di sekitaran pasar angso duo Jambi. Dari keterangan pemilik toko memang ada transaksi pembelian borongan baju koko, peci hitam dan Jilbab yang akan digunakan untuk perhelatan MTQ di Merangin tahun 2016.

‘’Memang ada dulu orang Merangin yang membeli perlengkapan untuk MTQ. Harga yang kami berikan dibawah harga grosir,” ungkap pemilik toko seraya menjelaskan harga-harga barang di tokonya.

Sementara pejabat pelaksana tekhnis kegiatan (pptk), Azharudin ketika dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu mengatakan semua telah memenuhi standar harga yang ditetapkan.

‘’Itu sudah sesuai harganya,” singkat Azharudin. (redaksi)

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com