• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sekdes Sumber Agung Menyaksi, Kabid Disnakbun Menjelas| Melacak ‘Jejak’ Satu Tronton Sapi Program SMD


Margo Tabir | fokusinfo.com :
Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir disebut sebagai satu-satunya desa penerima program SMD (Sarjana Membangun Desa) bidang peternakan pada tahun 2013 untuk Kabupaten Merangin. Lalu bagaimana kelanjutan program tersebut ?

Baca juga : ‘Jejak’ SapiProgram SMD Mulai Tersingkap | Melacak ‘Jejak’ Satu Tronton Sapi Program SMD

Yahman Sekdes Sumber Agung dikonfirmasi di kantornya membenarkan pada tahun 2013 desa itu menerima bantuan sapi yang dikelola oleh SMD. ‘’Memang dulu itu banyak sapi dikelola oleh kelompok tani dan SMD. Tapi sekarang saya tidak tahu lagi bagaimana perkembangannya, karena tidak ada laporan ke desa,” kata Yahman.

Ditempat terpisah, Agus Salim Kabid Peternakan di Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab Merangin menjelaskan secara umum alur laporan pertanggung jawaban program SMD.

‘’Kalau dibilang ada program SMD tentang kelompok tani sapi ya kita tahu, bahkan ada beberapa desa di Merangin yang juga dapat program sapi bahkan ada kerbau,” awal kata Agus Salim.

‘’Karena itu adalah program pusat maka tidak ada laporan ke kita. Pertanggung jawabannya langsung ke pusat. Tapi setahu saya pertanggung jawaban program itu cukup rumit. Harus ada berita acara tertulis bila sapi yang dikelola mengidap sakit, hilang ataupun mati. Bahkan bila sapi mati maka harus dilakukan bedah bangkai guna mengetahui penyebabnya. Jadi tiap laporan itu disertakan bukti-bukti valid,” terangnya.

Sementara itu Desrinawarni anggota BPD kampung VI Desa Sumber Agung yang kala itu adalah SMD, hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi guna klarifikasi.(*)


Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Dua Tingkatan Sekolah Di Desa Sekamis Terus Berbenah


Sarolangun | fokusinfo.com :
Meski terletak cukup jauh dari kota Sarolangun, dua tingkatan sekolah di desa Sekamis Kecamatan Cermin nan Gedang terus berupaya membenah diri demi peningkatan kualitas pendidikan. Dua tingkatan sekolah itu adalah SDN 197 Kampung Tujuh dan SMPN Satu Atap 16 Sarolangun, berdiri dalam satu tempat.

Kepala sekolah, Sopian kepada media ini mengatakan upaya peningkatan kualitas pendidikan merupakan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sarolangun melalui korwil dan pengawas sekolah.

‘’Arahan itu disampaikan kepada kami melalui pengawas sekolah. Insyaallah kami para tenaga pengajar di sekolah ini akan melaksanakan dan terus berupaya menjalankan amanah itu secara optimal. Demi masa depan generasi penerus bangsa,” kata Sopian.

Menurut Sopian, arahan bukan sekedar lewat tulisan ataupun lisan saja tapi juga tindakan oleh Disdikbud dan Korwil. Dikatakan Sopian sudah tidak terhitung pihak Disdikbud mengunjungi sekolah yang dipimpinnya itu guna pembinaan.

‘’Kalau Kabid, Kasi, Staf Dinas Pendidikan sering lah ke sekolah. Tapi kalau Pak Kadis, setahu saya terhitung tiga kali beliau ke sekolah bersama rombongan. Maklumlah letak Desa kami ini lumayan jauh dari pusat kota. Jadi biasanya bila Pak Kadis mengunjungi sekolah di Batang Asai, beliau akan mampir juga ke sekolah ini,” terang Sopian.

‘’Hal yang dibicarakan bila beliau ke sekolah ya soal peningkatan mutu pendidikan lah, juga ada pengecekan bangunan, arahan mempercantik pekarangan sekolah dan lainnya,” tutup Sopian. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Gubernur Jambi Diduga ‘Turun Tangan’, Terkait Temuan Pengrusakan Jalan di Tabir Barat


Merangin | fokusinfo.com :
Pertengahan Oktober 2021 publik dihebohkan dengan temuan kasus pengrusakan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin. Kerusakan jalan tersebut disaksikan sendiri oleh Bupati Merangin, Mashuri. Diduga kerusakan tersebut dipicu aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat.

Baca Juga : Aktivis Desak Pemkab Desak Polres | TemuanPengrusakan Jalan di Tabir Barat

Beredar isu di tengah masyarakat bahwa telah terjadi pertemuan antara terduga pelaku pengrusakan jalan dengan sejumlah oknum PUPR Kab Merangin di salah satu rumah makan lesehan di Kota Bangko. Bahkan Gubernur Jambi, Al Haris disebut juga terlihat di pertemuan itu.

‘’Saya menyaksikan ada pertemuan di salah satu rumah makan di kawasan Sungai Ulak. Malam-malam, tanggal pastinya saya lupa. Entah bagian dari pertemuan itu atau tidak, tapi saya melihat ada Pak gubernur, Al Haris. Mereka berbincang-bincang,” kata sumber informasi kepada media ini yang tidak mau namanya ditulis.

‘’Saya meyakini yang saya lihat itu memang Pak Haris, karena sebelum beliau masuk ke lesehan, saya sempat bersalaman dengan beliau. Apakah beliau yang menengahi persoalan itu saya tidak tahu persis, yang jelas setelah pertemuan malam malam itu, tidak terdengar lagi kehebohan media memberitakan soal temuan pengrusakan jalan itu,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Jambi Al Haris hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi sementara upaya menghubungi melalui ajudan telah dilakukan. Media ini akan membuka ruang hak jawab sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.(TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

Undangan Terbuka, HKK Merangin Gelar Pemilihan Ketua Secara Langsung


Merangin | fokusinfo.com :
HKK (Himpunan Keluarga Kerinci) Kabupaten Merangin akan menyelenggarakan pemilihan ketua HKK Kab Merangin periode 2022-2025. Kegiatan akan dipusatkan di Gedung HKK yang beralamat di kawasan BTN Sungai Piul pada Minggu 30 Januari 2022.

Kepada media ini Ketua panitia, Andri S,Pd mengatakan ada dua calon yang akan bertarung memperebutkan kursi ketua HKK yaitu Peltu Purn Ikmun dengan nomor urut 1 dan Helman David, SH nomor urut 2.

‘’Ada dua tokoh yang telah mengembalikan formulir dan memenuhi persyaratan untuk dicalonkan. Mereka juga telah mengikuti proses mencabut nomor urut. Mereka adalah Bapak Peltu Purn Ikmun nomor urut 1 dan Bapak Helman David, SH dengan nomor urut 2,” kata Andri

‘’Kegiatan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan penyampaian visi misi calon, dilanjutkan dengan pemilihan dengan sistim mencoblos kerta suara yang batas akhirnya pada pukul 14.00 WIB. Setelah limit itu maka langsung dilaksanakan penghitungan. Hasilnya langsung diumumkan,” terangnya.

Andri menyadari warga Kerinci yang berada di Kabupaten Merangin cukup banyak dan tersebar hingga ke pelosok. Upaya yang dilakukan pihak panitia agar informasi kegiatan pemilihan ketua HKK dapat diterima warga, adalah dengan memberdayakan media sosial.

‘’Selain menginformasikan melalui personal verbal, kami juga memberdayakan  media sosial seperti facebook, instagram, WA group yang substansinya adalah penyebaran undangan terbuka. Jadi semua warga kerinci yang memenuhi kriteria maka berhak mengikuti pemilihan,” tuturnya.

Kriteria yang dimaksud Andri adalah (1) warga Kerinci yang berdomisili di Merangin. (2) warga Kerinci yang lahir di Merangin dan (3) Semendo Kerinci, dengan batas usia pemilih adalah berumur 17 tahun keatas. Pemenuhan kriteria dapat ditunjukkan dengan foto copy KTP dan KK pemilih.

‘’Kami panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan siapapun yang kelak menduduki kursi ketua HKK dapat diterima oleh seluruh warga Kerinci yang ada di Merangin ini. Yang jelas, mari lah seluruh warga Kerinci yang ada di Merangin silahkan datang ke tempat pemilihan, gunakan hak pilih anda,” tutup Andri (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian


Share:

Respons Direktur dan Mantan Direktur RSD Kol Abundjani | Kejari Geledah RSUD


M
erangin | fokusinfo.com : Tersiar kabar RSD Kolonel Abundjani Bangko digeledah oleh Kejari (Kejaksaan Negeri) Merangin pada Rabu 26 Januari 2022. Penggeledahan diduga berkaitan dengan anggaran dana tahun 2017-2021 dan jasa cleaning service.

Baca juga : RSD Kol Abundjani Bangko diGeledah Kejari Merangin

Direktur RSD, dr Sephelio dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Dia klaim penggeledahan berkaitan dengan penggunaan anggaran tahun 2017-2021 dan pekerjaan jasa cleaning service.

‘’Setahu saya penggeledahan itu berkaitan dengan penggunaan anggaran 2017-2021 khususnya bidang pekerjaan cleaning service,” singkat Sephelio.

‘’Masa itu saya belum menjabat di RSD ini,” tambahnya.

Sementara itu dr. Birman Saragih mantan Direktur RSD sebelum kepemimpinan Sephelio mengaku tidak mendapatkan informasi adanya penggeledahan di RSD, apalagi penggeledahan disebut-sebut berkaitan dengan penggunaan anggaran pada masa kepemimpinannya di RS itu.

‘’Saya tidak tahu itu,” singkat Birman Saragih via telpon selular ketika dikonfirmasi.

Ketika ditanyakan apakah dirinya pernah dipanggil pihak kejaksaan terkait dugaan kasus cleaning servise, tersirat Birman Saragih tidak membantah. Namun dirinya lebih menggunakan kata ‘pernah dikonfirmasi’.

‘’Memang ada beberapa (pegawai, red) yang pernah dikonfirmasi. Kalau saya dibilang, sifatnya internal saja dulu,” pungkasnya.(*)

Reporter : DedeRiskadinata

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Perbaiki Akses Jalan Air Liki, Aktivis Merangin Beni Rustandi Sebut, Lembaga Yang Lain Harus Banyak Belajar Dari Dandim.


Merangin | fokusinfo.com /CJ :
Terpantau di lapangan Rabu 26/01/2022 Jalan menuju Desa Air Liki dan Desa Air Liki Baru resmi di perbaiki Dandim, Pengerjaan jalan tersebut, mulai di kerjakan hari ini (Rabu), Di buka langsung oleh Dandim 0420/SarkoLetkolInf Tomi Radya Diansyah Lubis S.A..P., M. Han yang di dampingi oleh Pasi Ops Kapten Inf M. Novri Yuda, Plh. Danramil 420-08/Tabir Letda Inf Hengki dan di saksikan langsung oleh Kades Air Liki, Kades Air Liki Baru serta unsur Pemerintahan Desa Dan Warga Setempat.

Di jelaskan Dandim, "Hari ini saya dengan resmi secara simbolis tadi membuka dan memulai pengerjaan jalan ke Desa Air Liki dan Desa Air Liki Baru, tepat di titik nol pengerjaan, Jalan yang akan di kerjakan ini, sepanjang 19 KM, Dengan lebar badan jalan 4,8 M, dan ada lebih kurang 19-20 aliran sungai yang akan kita bangun jembatan sehingga tidak ada genangan air di badan jalan."Ucap Dandim.

"Akses jalan ini, sudah lama di rindukan masyarakat Air Liki dan Air Liki Baru, selama ini transportasi yang mereka gunakan adalah dengan menumpungi perahu kecil bermesin yang di namakan dengan Getek, Dengan jarak tempuh hampir 2 jam perjalanan di atas aliran arus sungai yang deras, dengan adanya pengerjaan jalan ini, di harapkan nantinya mobil dan sepeda motor sudah bisa melewati jalan ini, dan masyarakat tidak mengunakan transportasi sungai lagi, kalau di lihat menggunakan transportasi air sangat berbahaya, dengan ukuran yang kecil dan menantang aliran arus sungai yang deras, resiko keselamatan terancam."Tambahnya.

Terkait perbaikan jalan menuju desa air Liki dan air Liki baru ini menuai Apresiasi oleh Aktivis Merangin, Beni Rustandi Asal Tabir Barat, Beni Rustandi menyebutkan, "Sebagai warga asli tabir barat, dan juga bagian dari Air Liki, Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Dandim yang telah memperbaiki jalan menuju akses ke desa air Liki dan air Liki baru, Karena dapat kita ketahui bersama bahwa desa air Liki dan air Liki baru ini adalah salah satu desa yang terpencil di kabupaten Merangin, Itikad baik Dandim ini dapat menjadi contoh oleh lembaga yang lain di kabupaten Merangin, Saya sangat bangga kepada Dandim dan patut di beri apresiasi, Jujur saya katakan Dandim nggak pakai janji politik langsung perbaikan, Nggak kaya pejabat yang katanya wakil rakyat, akan di bangun, akan di bangun, Tau-taunya hoax."Ucap Beni.

Terpantau dari kejauhan bersama masyarakat air Liki Dandim keluarkan keringat gotong royong bersama, Semoga Jalan menuju desa air Liki dan air liki baru sukses diperbaiki. (Citizen_Journalism)

Share:

RSUD Kol Abundjani Bangko diGeledah Kejari Merangin


Merangin | fokusinfo.com :
Tersiar kabar RSUD Kolonel Abundjani Bangko digeledah oleh Kejari (Kejaksaan Negeri) Merangin pada Rabu 26 Januari 2022. Penggeledahan diduga berkaitan dengan anggaran dana tahun 2017-2021 dan jasa cleaning service.

‘’Kami terkejut ada orang Kejari datang ke kantor. Kalau tidak salah sekira jam setengah sepuluh lah mereka datang. Mereka memeriksa sejumlah ruang pegawai. Isunya pemeriksaan anggaran sejak tahun 2017 sampai 2021. Juga soal cleaning service,” ungkap salah seorang pegawai RSUD yang tidak ingin namanya dituliskan.

Humas RSUD Kol Abundjani, Asep membenarkan ada peristiwa itu. Namun dirinya tidak bisa memberikan informasi banyak karena saat penggeledahan, dia tidak di tempat.

‘’Kebetulan saat itu saya tidak berada di tempat, tapi ada laporan kepada saya. Menurut informasi yang saya terima. yang datang saat itu adalah petugas dari Kejari Merangin juga ada dari Tipikor,” kata Asep.

Sementara itu pihak Kejari Merangin hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi guna meminta klarifikasinya. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

‘Jejak’ Sapi Program SMD Mulai Tersingkap | Melacak ‘Jejak’ Satu Tronton Sapi Program SMD


Margo Tabir :
Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir disebut sebagai satu-satunya desa penerima program SMD (Sarjana Membangun Desa) bidang peternakan pada tahun 2013 untuk Kabupaten Merangin. Lalu bagaimana kelanjutan program tersebut ?

Baca juga :  Melacak ‘Jejak’ Satu Tronton Sapi Program SMD

Investigasi media ini mengarah kepada Sumarni, warga Desa Sumber Agung. Nama Sumarni tak bisa dilupakan dari proyek tersebut karena dia lah yang menjabat sebagai ketua kelompok tani ternak sapi kala itu.

Sebagai bagian sejarah pelaku dan saksi dalam program SMD, pernyataan Sumarni mengindikasikan telah terjadi permasalahan internal yang serius saat program tersebut mulai berjalan, sehingga dirinya mengambil langkah mengundurkan diri dari kepengurusan.

‘’Memang dulu saya sebagai ketua kelompok tani ternak sapi program SMD. Sebagai ketua seharusnya saya ini kan dilibatkan dalam segala urusan yang berkaitan dengan program, tapi malah saya ditinggal. Jadi kala itu saya merasa ada ketidak sesuaian dan melenceng dari program, maka saya putuskan berhenti dari kelompok itu. Lebih baik saya mengurus usaha sendiri,” kata Sumarni seraya menyatakan lupa nama kelompok tani nya.

Menurut Sumarni yang berhak mengelola keuangan adalah kelompok, sementara SMD bertugas mendampingi, namun dalam perjalanannya penguasaan keuangan diambil alih oleh SMD. Tidak transparan dalam pengelolaan dana oleh SMD juga dibeberkan Sumarni kepada media ini.

‘’Semua dokumen, stempel, pembukuan dan lainnya dipegang oleh Ibu Desi (nama panggilan Desrinawarni, red) sebagai SMD. Kami (kelompok tani) tidak tahu besaran dananya, jumlah sapi yang dibeli berapa, beli nya dimana, pembagiannya bagaimana. Pihak SMD semua yang mengelola,” tutur Sumarni.

Sementara itu Desrinawarni anggota BPD kampung VI Desa Sumber Agung yang kala itu adalah SMD, hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi guna klarifikasi.(*)


Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Melacak ‘Jejak’ Satu Tronton Sapi Program SMD Di Desa Sumber Agung


Margo Tabir :
Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir disebut sebagai satu-satunya desa penerima program SMD (Sarjana Membangun Desa) bidang peternakan pada tahun 2013. Program SMD itu sendiri adalah upaya untuk meningkatkan kelompok tani penternakan agar bisa mengembangkan kemampuan usaha berkelompok dengan menempatkan sarjana / lulusan perguruan tinggi bidang ilmu peternakan sebagai manajer dan pendamping  serta ikut berusaha bersama kelompok tani.

Informasi yang didapat, kala itu lebih dari Rp.300 juta dana dari pusat digelontorkan untuk proyek pengadaan sapi. Namun saat ini, keberadaan sapi-sapi program SMD itu menyisa misteri.

‘’Saya dulu menyaksikan satu tronton sapi diturunkan, jumlah pastinya saya tidak tahu. Kala itu saya tanya sapi mereka beli dari mana, mereka jawab sapi itu dari Lampung untuk program SMD. Tapi sekarang ini saya tidak tahu dimana sapi-sapi itu,” kata Seorang warga kepada media ini.

‘’Kalau memang program itu berjalan dengan baik, tentu lah jumlahnya saat ini akan semakin banyak,” tambahnya.

Penelusuran media ini mengarah ke satu kandang  sapi yang kondisinya seperti tidak terurus dengan baik. Dalam dialog bersama sejumlah masyarakat desa, mereka klaim bahwa sapi yang berada di dalam kandang itu bukanlah milik program SMD melainkan milik warga itu sendiri.

‘’Itu sapi kami Pak, bukan sapi nya kelompok tani (program SMD, red),” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Terima Surat dari Pemdes, Satu Keluarga Di Desa Sido Lego Panik



Tabir Lintas : Keluarga Hesti Warga Desa Sido Lego merasa mendapatkan perlakuan intimidasi administratif dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sido Lego Kecamatan Tabir Lintas Kab. Merangin. Peristiwa itu terjadi kala mereka menerima surat pemberitahuan dari Pemdes agar mengosongkan sekaligus membongkar rumah kediaman mereka yang telah ditempati puluhan tahun.

Kepada media ini, Anggi yang merupakan anak pertama Hesti menunjukkan surat pemberitahuan tertanggal 11 januari 2022 dengan nomor 145/022/22.2002-SL/2022 itu. Pada alinea pertama tertulis acuan surat pemberitahuan yaitu dua putusan yang telah Pemdes terima. Pertama, putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tentang perkara gugatan antara Hesti melawan Kepala Desa Sido Lego, Camat Tabir Lintas, Kepala Dinas KUKMPP dan Bupati Merangin. Kedua, putusan Pengadilan Negeri Klas 1B Bangko atas gugatan Ramilis dengan tergugat Kepala Desa Sido Lego.

Sementara substansi surat pemberitahuan itu adalah mengingatkan kembali Hesti soal berita acara yang terjadi pada hari jumat 14 Desember 2018 pukul 14.00 wib bertempat di aula balai Desa Sido Lego soal kesepakatan bersama Pemdes dan pemilik bangunan pasar tentang pembongkaran bangunan. Atas dasar itu pula Pemdes memberitahukan kepada Hesti agar segera mengosongkan dan membongkar bangunan paling lambat satu bulan setelah surat itu diterima.

‘’Ibu saya sempat trauma ketika membaca surat pemberitahuan itu. Kami sekeluarga panik. Memang pada lembar berita acara itu ada tandatangan ibu saya. Tapi jangan lupa saat pertemuan tahun 2018 itu juga ada dokumen surat pernyataan, dan sampai saat ini ibu saya tidak pernah menandatangani surat pernyataan itu,” kata Anggi.

Menurut Anggi, kasus yang menimpa keluarganya ini berkaitan dengan rencana Pemkab Merangin yang akan membangun perluasan Pasar Mirasi, yang kebetulan rumah mereka tepat berada di samping pasar tersebut. Sementara mereka klaim memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah. Anggi juga menyebut setiap bangunan yang dibongkar akan diberikan ganti rugi sebesar Rp. 1 juta.

Hesti, kepada media ini berkisah bahwa status tanah yang mereka dirikan bangunan rumah permanen itu merupakan peninggalan dari orang tuanya. Itu dibuktikan dengan Surat Keterangan Hak Milik Tanah’ yang diterbitkan pada 26 September 1977 oleh Pasirah / Kep Marga Batin V Tabir bernama H Mahmoed Abd Majid.

‘’Tega sekali mereka hendak mengusir kami dari sini. Kami ini warga asli Sido Lego. Rumah yang kami miliki hanya ini. Kami sudah puluhan tahun menempati rumah ini, sejarah keluarga besar kami terukir disetiap sudut dan dinding rumah ini,” Sedih Hesti.

Sementara itu Kades Sido Lego, Ruslan Miskun dikonfirmasi irit bicara. Dia mengarahkan agar media ini menanyakan langsung kepada pengacaranya. Namun Ruslan sempat membantah tegas ketika ditanyakan soal dugaan intimidasi oleh Pemdes kepada Hesti.

 ‘’Tidak ada intimidasi. Surat yang kami kirimkan resmi dari Pemdes. Sebelum mengirimkan surat itu kami juga sudah meminta petunjuk dari pihak-pihak yang berkompeten,” tegas Ruslan.

Ruslan klaim apa yang dilakukan oleh Pemdes adalah melanjutkan program kegiatan yang sejak 2018 belum selesai dengan alasan jabatan kepala desa bersifat kontinuitas.

‘’Soal lainnya silahkan konfirmasi ke pengacara saya,” singkat Ruslan. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diujung Selatan Merangin, ‘Gajah Besi’ Diduga Milik Ramli ‘Menari-nari’


Pamenang Selatan | fokusinfo.com :
Desa Selango Kecamatan Pamenang Selatan merupakan desa paling ujung di Kabupaten Merangin yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sarolangun.

Keasrian alam desa, hutan, sejuknya udara mampu memukau bagi orang yang baru pertama mengunjungi desa itu. Karena daya tarik itu pula, hamparan hutan wilayah Selango menjadi tujuan pihak-pihak yang diduga mencari keuntungan dengan cara mengeksploitasinya.

Karena letak desa cukup jauh dari pusat kota, wilayah itu tidak luput juga dari eksploitasi pertambangan khususnya pertambangan emas yang diduga tanpa mengantongi izin. Usaha itu lebih umum disingkat dengan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin).

Nama Ramli warga A2 disebut-sebut sebagai pemain besar di wilayah itu. Ekskavator diduga miliknya leluasa beroperasi mengeruk kekayaan alam Selango, tanpa mengeluarkan pajak resmi untuk negara.

‘’Di wilayah kami ini ada juga Gajah Besi (lafal ekskavator, red) yang sedang bekerja. Lokasinya didalam, bebas mereka menari-nari mengeruk tanah cari emas.” Kata seorang warga Selango yang mengaku bernama Hen seraya menunjuk lokasi ke arah hutan.

Sementara ditempat yang sama terpantau satu unit alat berat ekskavator merek dossan dan asbuk (alat penyaring emas) yang parkir di pinggir jalan. Diduga alat berat itu akan dibawa menuju lokasi PETI.

‘’Biasanya memang parkir disini dulu, paling 2-3 jam. Nanti dibawa ke dalam (lokasi PETI),” ungkap seorang warga Selango lainnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Ramli belum bisa dikonfirmasi guna klarifikasi. Media ini akan menyediakan ruang hak jawab yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.(*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diduga Empat ‘Tuan Tambang’ Kuasai Wilayah TSM


Merangin | fokusinfo.com :
Bicara soal pertambangan di Kabupaten Merangin sepertinya tidak pernah menjumpai finis. Seperti di Wilayah TSM (Tran Swakarsa Mandiri) tepatnya di jalan penghubung Tanjung Benuang menuju Pulau Bayur Kecamatan Pamenang Selatan. Di wilayah itu diduga dikuasai oleh 4 Tuan Tambang, lagi-lagi usaha pertambangan yang mereka lakukan diduga tanpa mengantongi perizinan atau lebih umum disingkat PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin).

Empat tuan tambang itu diduga berinisial BD, BG, SG dan JY. Lokasi aktivitas pertambangan mereka berdekatan dan menggunakan alat berat ekskavator sehingga sangat mencolok dari pandangan masyarakat.

‘’Luaskan aktivitas PETI disini ? ,” Tanya seorang warga kepada tim investigasi fokusinfo.com saat upaya peliputan.

‘’Disini ada empat orang pemain besar PETI. Nama sehari-hari mereka Bandi, Begel, Sigit dan Jaya. Walaupun itu PETI tapi keberadaan usaha itu mampu juga membuka lapangan pekerjaan bagi sebagian masyarakat,” sambung warga itu.

Hingga berita ini dipublikasikan, BD BG SG dan JY belum bisa dikonfirmasi guna klarifikasi sementara upaya telah dilakukan. Media ini akan menyediakan ruang hak jawab yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.(*)

Reporter : TimInvestigasi

Redaktur : TopanBohemian 

Share:

Belakangan, Proyek Pamsimas Lubuk Gaung 2020 Disebut Belum Selesai


Batang Masumai | fokusinfo.com :
Masyarakat Desa Lubuk Gaung Kecamatan Batang Masumai hanya bisa menikmati dua bulan fasilitas umum program pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa itu, padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan program tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Baca juga : Terungkap, Dugaan Intervensi Dana Pamsimas Lubuk Gaung

Belakangan terungkap proyek yang dikerjakan tahun 2020 itu ternyata masih menyisakan persoalan yaitu belum rampungnya pengerjaan pipanisasi ke sejumlah rumah warga.

Pantauan media ini, terdapat sejumlah pipa yang digeletakkan begitu saja di pekarangan sejumlah rumah masyarakat. Penuturan warga, pipa itu telah lama tergeletak dan sebenarnya dimaksudkan sebagai perantara aliran air dari pipa induk menuju rumah.

‘’Sudah lama pipa itu disitu, mungkin hampir dua tahun. Kami tidak berani memindahkannya karena setahu kami itu barang milik negara. Bila kami memindahkan nanti bisa bermasalah,” kata seorang warga kepada media ini, beberapa waktu yang lalu.

‘’Yang jelas setahu kami pipa itu tidak berfungsi apa-apa. Hanya diletakkan seperti itu saja. Mungkin orang pamsimas itu menyuruh yang punya rumah menyambung sendiri ya,” duga warga itu lagi.

Warga lainnya mengatakan seharusnya panitia menyelesaikan pekerjaan tersebut. Keharusan itu berdasarkan hasil musyawarah rapat yang terpatri dalam surat perjanjian.

‘’Kebetulan saya menghadiri musyawarah soal Pamsimas itu. Hasil musyawarah terbitlah surat perjanjian. Salah satu poinnya adalah pipa harus sampai ke rumah penduduk lengkap dengan air yang mengalir. Tidak ada alasan mau atau tidak pemilik rumah, yang jelas panitia harus menyelesaikan tanggung jawabnya. Perkara apabila ada pemilik rumah membongkar kembali apa yang dikerjakan panitia, itu persoalan lain,” kesaksian warga yang cermati musyawah.

‘’Dananya ratusan juta itu, kalau tidak berfungsi tentu masyarakat yang rugi,” sambungnya.

Dul Bari, Ketua KKM desa Lubuk Gaung yang juga ketua panitia pembangunan Pamsimas tidak mengelak hal itu. Namun dia beralasan justru pemilik rumahlah yang kala itu tidak bersedia memberikan akses panitia untuk melaksanakan tugas menyambung pipa dari pipa induk ke rumah.

‘’Memang benar ada beberapa rumah yang belum dipasang pipa. Itu juga kerena mereka yang tidak mau,” singkatnya.

‘’Dul Bari menceritakan saat proses pemasangan oleh panitia, ada masyarakat keberatan karena saat itu air belum lancar mengalir. Karena harus mencapai target penyelesaian maka panitia mengikuti apa keinginan pemilik rumah dan segera melakukan penyambungan pipa di rumah yang lainnya.

‘’Bahkan mereka bilang ‘taruh saja pipanya disitu, nanti kalau air sudah lancar mengalir biar kami pasang sendiri’,” kata Dul Bari menirukan ucapan warga kala itu.(*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Peluang APH Masuk Otomatis Terbuka ? | Dugaan Pengerjaan ‘Tak Lazim’ Proyek DAK Disdikbud 2021.


Merangin | fokusinfo.com : Diduga minim pengawasan, sejumlah sekolah penerima bantuan rehab bangunan mendapat perlakuan pengerjaan yang tidak lazim oleh para tukang. Atau mungkin saja ada kesengajaan yang diarahkan oleh oknum kontraktor yang bertujuan pemangkasan pengeluaran dana sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

Baca juga : PPTK Dikdas Lempar Tanggung Jawab Ke PPTK Lama | Ketahuan, DugaanPengerjaan ‘Tak Lazim’

Terkait itu, aktivis muda Merangin, Beni Rustandi berpendapat secara umum, bahwa informasi temuan dari media massa merupakan peluang APH (Aparat Penegak Hukum) untuk masuk melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi karena berkaitan dengan penggunaan keuangan negara.

‘’Bila aparat penegak hukum baik itu kepolisian ataupun kejaksaan peka, responsif maka mereka akan mencermati setiap informasi baik itu dari masyarakat, LSM ataupun dari media massa. Apalagi informasi yang berkaitan dengan penggunaan keuangan negara,” kata Beni.

Lebih luas lagi, Beni menyayangkan setiap proyek pemerintah di Merangin selalu saja ditemukan dugaan kecurangan dalam pengerjaannya. Dia berharap kedepan para pengguna anggaran lebih selektif memberikan pekerjaan kepada perusahaan rekanan sehingga kejadian serupa tidak lagi dijumpai atau setidak-tidaknya meminimalisir temuan kecurangan.

‘’Yang mereka (konteks proyek pemerintah) gunakan itu adalah uang negara, jadi keseriusan APH dalam penegakan hukum sangat dinantikan oleh masyarakat. Jangan kira masyarakat tidak memperhatikan kinerja mereka (APH) loh ya. Sesekali turunlah ke lapangan, pantau kegunaan uang negara itu, jangan hanya nongkrong di kantor sambil menunggu laporan dari masyarakat saja,” tutup Beni. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Sekolah Terpantau Tidak Laksanakan KBM, Guru Honorer SDN di Sarolangun Umbar Dugaan Penyebab


Sarolangun | fokusinfo.com :
Mendapatkan pelayanan mutu pendidikan yang berkualitas sepertinya akan sulit didapatkan oleh para siswa SDN 197 Kampung Tujuh dan SMPN Negeri Satu Atap 16 Sarolangun. Sekolah yang terletak di Desa Sekamis Kecamatan Cermin Nan Gedang Kab Sarolangun itu terpantau tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) sama sekali pada Sabtu 15 Januari 2022.

Pantauan media ini, tampak para siswa silih berganti memasuki dan keluar dari pekarangan sekolah padahal kala itu jam masih menunjukkan pukul 09.00 wib. ironisnya tidak terlihat seorang guru pun di sekolah tersebut.

‘’Hari ini tidak belajar om, guru tidak masuk. Maka kami pulang saja,” kata seorang siswa kepada media ini seraya menarik gas sepeda motornya.

Diwaktu terpisah, salah seorang guru berhasil dimintai keterangannya membenarkan kondisi tersebut. Namun dia juga menyampaikan sebab kenapa hal itu bisa terjadi.

Guru itu bernama Asep yang masih berstatus tenaga honorer di sekolah tersebut. Menurut Asep pada sabtu itu telah diamanatkan kepada seorang guru untuk menghendel karena guru lainnya tidak bisa masuk sekolah.

‘’Kebetulan saat itu Kepala Sekolah ada keperluan pulang ke dusunnya. Dan kebetulan pula di desa ini juga ada acara sehingga sebagian guru menghadiri guna membantu acara tersebut. Sementara para guru yang lain ada pula keperluan lain, bahkan ada juga guru yang baru melahirkan,” kata Asep.

‘’Sebenarnya hari sabtu itu biasanya juga tidak ada kegiatan belajar mengajar kok,” sambungnya.

Dia menginformasikan saat ini ada 70an siswa yang menimba ilmu di sekolah yang memiliki guru berstatus PNS nya hanya ada dua orang itu. ‘’Terus terang saja, guru yang berstatus PNS di sekolah kami itu hanya ada dua orang, tujuh orang honorer. Jadi kami akui mutu pendidikan cenderung menurun karena guru yang berkompeten minim sekali,” kata Asep.

Menurut Asep, kondisi yang dialami mereka saat ini tidak lepas dari minimnya pengawasan baik itu dari Dinas Pendidikan Sarolangun maupun korwil pendidikan.

‘’Sudah tahunan saya bertugas disini, selama itu pula saya tidak pernah mengenal siapa pengawas sekolah kami ini. Saya putra daerah sini dan yang kami didik itu adalah anak ponakan kami juga, tentulah dalam hati kecil kami tidak ingin kejadian seperti itu terus berulang. Tapi yang disayangkan mereka (pihak dinas pendidikan) hanya bisa menekan kami para guru tanpa pernah mau turun ke sekolah guna mendengar apa aspirasi kami selama ini,” tutup Asep. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian


Share:

PPTK Baru Dikdas Lempar Tanggung Jawab Ke PPTK Lama | Ketahuan, Dugaan Pengerjaan ‘Tak Lazim’


Merangin | fokusinfo.com :
Diduga minim pengawasan, sejumlah sekolah penerima bantuan rehab bangunan mendapat perlakuan pengerjaan yang tidak lazim oleh para tukang. Atau mungkin saja ada kesengajaan yang diarahkan oleh oknum kontraktor yang bertujuan pemangkasan pengeluaran dana.

‘’Bila pengawasan optimal tentu kejadian seperti itu bisa segera diatasi. Setidaknya memerintahkan kontraktor pelaksana atau tukang segera menghentikan pengerjaannya lalu melakukan pekerjaan sesuai dengan teknis yang telah ditentukan,” kata seorang konsultan konstruksi berdomisili di Merangin ketika media ini meminta pendapatnya.

Baca juga : Ketahuan, Dugaan Pengerjaan ‘Tak Lazim’ Pada Sejumlah Proyek Rehab Sekolah di Merangin

‘’Bila sebuah pekerjaan (proyek) telah diserahterimakan itu artinya proyek tersebut telah melalui proses pengecekan sehingga pembayaran termin akhir bisa dicairkan, yang artinya proyek tidak ada masalah. Namun bila ternyata ada temuan dilapangan ya artinya ada sesuatu yang ditutupi, sesuatu yang luput dari pengawasan dan bisa dikatakan pengawasannya tidak optimal,” sambungnya.

PPTK Dikdas (Pendidikan Dasar) Disdikbud Merangin, Efi Epitra Buana dikonfirmasi melempar semua tanggung jawab kepada PPTK Dikdas yang lama bernama Taufik. Dia beralasan baru dilantik sebagai PPTK sementara proyek tersebut diawali oleh PPTK sebelum dirinya.

‘’Saya baru menjabat disini. Jadi bila bicara soal proyek DAK itu tanggung jawab PPTK yang lama, Pak Taufik,” Kata Efi.

Meski demikian, Efi tidak menampik bahwa dirinyalah yang menandatangani hasil akhir proyek tersebut. ‘’Saya hanya menandatangani hasil akhir proyek. Soal bagaimana awal dan proses pengerjaannya saya tidak tahu,” sambungnya.

Sementara itu Plt Kabag Hukum Setda Merangin, Aditya dimintai pendapatnya mengatakan dalam adiministrasi tanggung jawab PPTK yang lama berlanjut ke PPTK yang baru sesuai dengan tanggal penunjukan sebagai PPTK.

‘’Jadi penandatanganan  semua yang berkaitan dengan administrasi akan merunut pada tanggal SK penunjukan. Secara administrasi tidak ada administrasi yang terputus,” kata Aditya.

Dia juga mengatakan, tidak bisa seorang PPTK yang baru melemparkan tanggung jawab seutuhnya kepada PPTK yang lama. Karena sebelum serah terima jabatan seharusnya dibarengi dengan serah terima dokumen pekerjaan.

‘’Harus ditransfer pengetahuannya, sudah sejauh mana proses kegiatannya. Dokumen ataupun berkas harus diserahkan kepada PPTK baru karena itukan pertanggung jawaban di sub bidang tertentu dan berkelanjutan. PPTK baru harus mengakui semua pekerjaan yang pernah dilakukan PPTK lama,” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

Ketahuan, Dugaan Pengerjaan ‘Tak Lazim’ Pada Sejumlah Proyek Rehab Sekolah di Merangin


Me
rangin | fokusinfo.com : Diduga minim pengawasan, sejumlah sekolah penerima bantuan rehab bangunan mendapat perlakuan pengerjaan yang tidak lazim oleh para tukang. Atau mungkin saja ada kesengajaan yang diarahkan oleh oknum kontraktor yang bertujuan pemangkasan pengeluaran dana.

Terpantau oleh media ini sejumlah teknis pengerjaan yang tidak lazim dilakukan oleh para tukang. Salah satunya adalah teknis pemasangan lantai keramik diatas keramik. Yang mana lantai keramik lama tidak melalui proses pemecahan melainkan langsung saja di tempeli adukan semen untuk menempel keramik yang baru.

‘’Pada umumnya tidak boleh memasang keramik diatas keramik tanpa memecahkan keramik sebelumnya. Kekuatan cengkraman semen pada permukaan keramik tidak akan optimal dan resiko terlepas akan rentan terjadi, apalagi lantai akan digunakan oleh masyarakat umum (siswa.red) yang mobilitasnya cukup tinggi,” Kata seorang konsultan konstruksi berdomisili di Merangin saat media ini meminta tanggapannya.

‘’Biasanya hal itu terjadi karena minimnya pengawasan sehingga secara tidak langsung membuka peluang oknum tukang nakal menyelesaikan pekerjaannya asal cepat, dengan mengabaikan kualitas bangunan. Atau bisa juga ada arahan dari oknum kontraktor nakal yang tentu saja bertujuan menekan biaya pengeluaran sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” tambah konsultan itu.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Merangin, Nasution hingga berita ini dipublikasikan belum dapat dikonfirmasi.(TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Menggebu-gebu, BPKAD Siap ‘Kejar Bola’ | Soal Rumdis SDN 33 Sei Ulak


Merangin | fokusinfo.com :
Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Merangin siap kejar bola terkait polemik rumah dinas SDN 33 Sungai Ulak yang dirobohkan warga. Pernyataan itu disampaikan Kabid Aset, Panuturi Siahaan kepada media ini beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya.

‘’Penertiban aset merupakan salah satu pekerjaan kami. Soal ini akan segera kami tindaki,” kata Panuturi Siahaan seraya langsung menelpon pihak Dinas Pendidikan Merangin.

Baca juga : SoalRumdis SDN 33 Sei Ulak, Disdikbud Responsif

Menurut Siahaan, panggilan akrabnya, pihak DPKAD tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut dan akan bertindak sesuai dengan bukti dan fakta yang ada sehingga antara kedua pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

‘’Langkah awal kami akan hubungi pihak Dinas Pendidikan guna pengumpulan data. Kalau memang warga memiliki kekuatan hukum kepemilikan lahan ya silahkan saja. Tapi bila mereka tidak memiliki bukti kepemilikan ya tentu saja Pemkab akan segera bertindak,” tutup Siahaan.(*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Mulai Terungkap, Dugaan Intervensi Dana Pamsimas Lubuk Gaung 2020


Batang Masumai | fokusinfo.com :
Masyarakat Desa Lubuk Gaung Kecamatan Batang Masumai hanya bisa menikmati dua bulan fasilitas umum program pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa itu, padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan program tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Dibalik keluhan itu, terungkap pembangunan Pamsimas di Desa Lubuk Gaung diduga mendapat intervensi oleh oknum tertentu dengan modus sebagai pihak yang membelanjakan material keperluan bangunan. Tidak tanggung-tanggung, nominal yang dikelola oleh oknum itu lebih banyak pula dari dana yang dikelola oleh pihak kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM).

Baca Juga : Mumtarzirin : Pamsimas Di Lubuk Gaung Tanggung Jawab Pemdes | KondisiPamsimas Di Lubuk Gaung.

‘’Begitu pencairan, kami langsung disuruh mentransferkan dana sebesar Rp.200an juta ke orang itu yang katanya untuk belanja, sementara yang kami kelola hanya Rp.30 jutaan. Dalam dana yang kami kelola itu kami terus juga diatur seperti belanja semen dan material lainnya haruslah ke toko bangunan tertentu, padahal harga di toko bangunan yang mereka arahkan itu harganya lebih mahal,” Beber Dul Bari, Ketua KKM desa Lubuk Gaung.

Masih dikatakan Dul Bari, untuk menunjang keberhasilan program itu Pemerintah Desa juga mengucurkan dana sebesar Rp.130 juta yang digunakan untuk menyediakan pipa ke rumah warga penerima manfaat.

‘’Desa juga menggelontorkan dana sebesar Rp.130 juta untuk kegiatan ini yang dikelola oleh TPK untuk melayani pipanisasi ke rumah-rumah yang berada diluar jangkauan Pamsimas,” sambungnya.

Dikonfirmasi, Ramaini ketua TPK membenarkan pihaknya mengelola dana yang dikucurkan oleh Pemdes tersebut. Kegunaan dana adalah menyambung pipa dari pipa induk yang kemudian diarahkan ke rumah warga.

‘’Tugas kami adalah menyambung pipa dari pipa induk yang dialirkan ke rumah warga. Alhamdulillah sudah terpasang semua,” kata Ramaini.

Sementara itu ketua BPD Lubuk Gaung, Muzakir mengatakan sebagai bagian dari pengawasan, pihaknya pernah menanyakan soal dana Rp.130 juta itu kepada Kepala Desa namun tidak mendapatkan jawaban yang kongkrit. 

‘’Jadi saat pengucuran dana itu saya belum menjadi ketua BPD, setelah saya terpilih menjadi ketua BPD saya tanyakanlah ke Kades soal perincian dana itu. Dasar saya menanyakan karena saat proses pipanisasi itu masyarakat bergotong royong melaksanakannya, saya pun kala itu ikut,” ungkap Muzakir.

‘’Yang kita khawatirkan itu ada dana pembayaran upah tukang tapi malah masyarakat yang dimanfaatkan, tentu kita tidak ingin seperti itu. Namun kelihatannya Kades mengelak jawab,” sambung Muzakir.

Di waktu terpisah, PPK Pamsimas Kabupaten Merangin, Mumtarzirin menjelaskan dana yang dikucurkan oleh pemerintah itu sesuai dengan mekanismenya dan disaksikan oleh semua pihak.

‘’Anggaran yang dikucurkan masuk ke rekening KKM untuk dikelola. Setelah selesai dibangun maka akan ada tim penilaian yang bertugas menguji fungsikan bangunan tersebut. Bila ada hal-hal diluar mekanisme itu maka bukan tanggung jawab pihak kabupaten,” tutup Mumtarzirin. (*)

 

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Usaha Pertambangan Milik Kempling, Polres Siap Cek & Lidik


Merangin | fokusinfo.com :
Testimoni Mamat seorang warga asal Pati Jawa Tengah yang bekerja sebagai penambang emas milik pengusaha pertambangan bernama Kempling, sempat membuat gereget publik. Pernyataan itu menegaskan bahwa hingga saat ini Kempling masih leluasa menyedot kekayaan Kabupaten Merangin, tanpa harus memberikan kontribusi ke pemerintah daerah.

Baca Juga : Soal PETI, BPPRD Merangin Arahkan ‘Desak’ Gubernur

Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Indar Wahyu Dwi S dikonfirmasi menegaskan dalam waktu dekat ini akan turun ke lokasi untuk pengecekan.

‘’Akan saya cek, saya lidik,” singkat Kasat Reskrim itu di ruang kerjanya, senin 10 Januari 2022.

Baca Juga : 7 Set Mesin Dompeng Beroperasi di Tambang Baru. Nama ‘Kempleng’Disebut-sebut.

Indar juga menegaskan selama dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim cukup banyak para pelaku pertambangan tanpa izin yang ditangkap. Meski demikian, untuk melaksanakan tugas tersebut juga memerlukan pertimbangan yang matang agar tindakan penegakan hukum tidak menyerempet pada keamanan dan ketertiban masyarakat yang selama ini tergolong normal.

‘’Dalam penegakan hukum saya berada di garis terdepan. Namun yang saya khawatirkan adalah apabila penegakan hukum bergesekan dengan kamtibmas. Kami tidak ingin penangkapan pelaku pertambangan ilegal malah memicu timbulnya konflik sosial ditengah masyarakat,” tutup Kasat Reskrim itu. (*)

 

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Mumtarzirin : Pamsimas Di Lubuk Gaung Tanggung Jawab Pemdes | Kondisi Pamsimas Di Lubuk Gaung.


Batang Masumai | fokusinfo.com :
Masyarakat Desa Lubuk Gaung Kecamatan Batang Masumai hanya bisa menikmati dua bulan fasilitas umum program pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa itu, padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan program tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga : Dua Bulan Air Mengalir, Selanjutnya ‘Koit’ | Kondisi Pamsimas Di LubukGaung.

PPK Pamsimas Kabupaten Merangin, Mumtarzirin dikonfirmasi mengakui telah menerima laporan tersebut. Namun karena pamsimas itu telah diserahterimakan kepada pemerintah desa (Pemdes) maka tanggung jawab pengelolaan menjadi kewenangan Pemdes.

‘’Memang ada laporan kepada saya soal itu, kan karena mesinnya rusak. Namun karena unit nya telah diserah terimakan kepada pemerintah desa maka kami di kabupaten tidak bisa mengambil alih. Jadi itu merupakan tanggung jawab Pemdes,” kata Mumtarzirin.

‘’Sebenarnya setiap program yang diadakan oleh pemerintah tentu kita semua ingin difungsikan dengan baik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat, tidak terbengkalai. Namun keinginan itu tergantung pula dengan pengelolaan ditingkat desa, sanggup atau tidak mereka mengelolanya,” tutup Mumtarzin. (*)

 

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Dua Bulan Air Mengalir, Selanjutnya ‘Koit’ | Kondisi Pamsimas Di Lubuk Gaung.


Batang Masumai | fokusinfo.com :
Masyarakat Desa Lubuk Gaung Kecamatan Batang Masumai hanya bisa menikmati dua bulan fasilitas umum program pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa itu, padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan program tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Informasi yang media ini peroleh dari masyarakat, Pamsimas di Lubuk Gaung dibangun pada tahun 2020, dua bulan pertama saat bangunan itu selesai dikerjakan air mulai mengalir ke sebagian perumahan masyarakat. Namun setelah itu air tidak lagi mengalir, bahkan saat ini kondisi bangunan Pamsimas terlihat seperti tidak terpelihara dengan baik.

Ketua BPD Desa Lubuk Gaung, Muzakir membenarkan pamsimas di desanya stagnan. Dia juga menyaksikan masyarakat yang kecewa terhadap proyek pemerintah tersebut karena tidak bisa dinikmati.

‘’Iya sekarang pemsimas di desa kami tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat. Padahal kebutuhan akan air bersih itu vital sekali,” singkat Muzakir. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Lantai Jembatan Pulau Aro Mulai Terlihat Rusak, Warga Duga Gunakan Kayu Kelas Rendah


Tabir Ulu | fokusinfo.com :
Sejumlah masyarakat desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu menyayangkan kondisi jembatan di desanya saat ini mulai terlihat rusak, terutama pada bagian lantai.

Informasi yang media ini peroleh sebenarnya kerusakan telah ditemukan oleh warga pada awal pembangunan, kala itu kontraktor pelaksana proyek yang bernama Yaman berjanji akan memperbaiki serta mengganti kayu papan lantai jembatan tersebut dengan  kayu yang berkualitas.

Baca Juga : Masyarakat Awam Temukan Sejumlah Kerusakan Jembatan Desa Pulau Aro

‘’Informasinya dulu ya begitu, pihak kontraktor akan mengganti kayunya dengan yang lebih baik lagi kualitasnya. Tapi setahu saya tidak ada pergantian, buktinya kayu papan lantai saat ini sudah banyak yang menyusut, lapuk dan pecah. Apa benar dulu itu ada penggantian kami meragukan,” kata seorang warga kepada media ini.

Pantauan media ini di lokasi, terlihat papan lantai jembatan telah mengalami kerusakan sehingga membahayakan bagi penggunanya.

Dikonfirmasi, Darman Utama selaku Konsultan Pengawas pada proyek tersebut mengatakan kayu papan lantai telah diganti dengan kualitas yang lebih baik.

‘’Kata pegawai saya kayunya sudah diganti kok dulu itu, ada berita acaranya,” singkat Darman.

Sementara soal kayu lantai yang telah rusak, Darman menganggap hal itu wajar karena termakan usia dan peletakannya di tempat yang terbuka.

‘’Wajarlah papan itu lapuk. Siapa yang bisa jamin kekuatan papan lebih dari dua tahun. Pasti ada proses penyusutan kualitas dan itu alamiah,” kata Darman.

‘’Dan lagi sebenarnya perlakuan terhadap jembatan gantung itu, tiap dua tahun sekali harus ada perehaban yaitu lantai yang diganti dengan yang baru,” pungkasnya. (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

KT Telentam Duga Box culvert Muara Kibul – Ngaol Sarat Kecurangan


Merangin | fokusinfo.com :
Sejak awal pembangunan box culvert akses Muara Kibul – Ngaol pada tahun 2020, telah terasa adanya upaya mengeruk untung yang banyak oleh pihak kontraktor. Tidak hanya jalan yang belum ditimbun, namun dalam proses pembangunannya terpantau sejumlah kecurangan yang mengindikasikan penurunan kualitas bangunan tersebut.

Ketua Karang Taruna (KT) Desa Telentam, Beni Rustandi sengaja mengundang seorang konsultan untuk mengecek hasil bangunan box culvert oleh pelaksana yaitu CV Kurnia Deska. Hal itu guna memfasilitasi laporan sejumlah anggota KT Desa Telentam kepada dirinya.

‘’Jadi awalnya ada laporan dari anggota Karang Taruna kepada saya bahwa mereka curiga pengerjaan box culvert di jalan Muara Kibul – Ngaol tidak sesuai dengan standar umum pengerjaan. Maka saya undanglah salah seorang konsultan untuk menilai apakah benar dugaan anggota karang taruna itu,” kata Beni.

Baca Juga : PUPR Diduga Tak Tepati Janji, KT Telentam Geram. Terkait Box culvertMuara Kibul – Ngaol

Beni menginformasikan hasil pengamatan mereka di lokasi terpaparlah sejumlah catatan dari konsultan. Menurutnya dalam dunia konstruksi catatan tersebut otomatis menurunkan kualitas bangunan. 

‘’Yang menurut kami menyalahi aturan adalah jarak rangkaian besi yang kurang rapat, campuran adukan beton minim menggunakan batu split tapi malah mencampurnya dengan batu kali yang didapatkan di sekitaran lokasi, pengecoran tidak langsung selesai tapi dilakukan secara bertahap dan menghabiskan waktu berhari-hari karena mereka tidak menggunakan mesin molen untuk mengaduk adonan material cor, hingga setelah mereka klaim pekerjaan selesai tapi jalan yang berada di sisi box tidak ditimbun sehingga tercipta genangan air ketika hujan,” terang Beni.

Sebagai seorang aktivis yang ingin daerahnya mendapatkan pelayanan pembangunan yang optimal dan berkualitas, Beni mengutuk keras kepada pihak manapun yang dengan sengaja mencari keuntungan berlebih dalam proyek tersebut.

‘’Kami menyadari tentulah kontraktor ingin mencari keuntungan. Dan setahu kami keuntungan telah ditetapkan dalam nilai kontrak. Jadi janganlah mencari keuntungan yang berlebih-lebih karena pasti ada dampaknya kepada masyarakat pengguna fasilitas umum tersebut,” tutup Beni.

Sementara itu hingga berita ini dipublikaskan, CV Kurnia Deska sebagai kontraktor pelaksana belum bisa dikonfirmasi guna klarifikasi. Media ini akan menyediakan ruang hak jawab yang bersangkutan sesuai ketentuan yang belaku.(*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

Share:

PUPR Diduga Tak Tepati Janji, KT Telentam Geram. Terkait Box culvert Muara Kibul – Ngaol


Merangin | fokusinfo.com :
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Merangin diduga tidak menepati janjinya akan melaksanakan penimbunan jalan di sisi box culvert yang menghubungkan akses Muara Kibul – Ngaol.

Janji tersebut disampaikan oleh Kadis PUPR, Aspan dan dipertegas oleh Sekda Merangin, Fajarman pada momen dengar pendapat antara Karang Taruna (KT) Desa Telentam dan Pemkab dalam hal ini leading sektornya bidang Bina Marga PUPR. Kegiatan pertemuan yang biasanya disebut sebagai ‘mediasi’ itu, dilaksanakan pada pertengahan 2021 bertempat di aula kantor PUPR.

‘’Hasil pekerjaan box culvert itu sudah kami (KT Desa Talentam) laporkan ke pihak PUPR Merangin agar mereka memanggil pihak kontraktor pelaksana proyek. Kami menilai kontraktor tidak melaksanakan penimbunan jalan yang berada di sisi box culvert, sampai sekarang tidak terlihat adanya upaya penimbunan. Kami hanya meminta mereka membenahi atau menyelesaikan pekerjaan tersebut.” kata Beni Rustandi, ketua KT Desa Talentam.

Dia menjelaskan, yang dimaksud penimbunan jalan yang bersentuhan langsung dengan box culvert adalah mensejajarkan antara permukaan jalan dan box culvert. Sehingga masyarakat yang menggunakan tidak mengalami kesulitan. Disamping itu dapat melindungi usia box culvert tersebut.

‘’Sekarang ini kondisinya seperti ada tanjakan. Bila hujan maka air tergenang di sisi itu karena tanah penahan tidak mampu mengalirkan genangan air dan akan menekan badan box culvert sehingga dikhawatirkan usia bangunan tersebut tidak akan lama bertahan,” ungkap Beni, pria berkulit putih yang mengaku masih bujangan itu.

Beni melanjutkan, pada saat mediasi itu dinas PUPR juga berjanji akan memanggil perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. Namun hingga saat ini (2022) belum terlihat tindakan nyata.

Sementara baik itu Dinas PUPR ataupun Sekda Merangin hingga berita ini dipublikasikan belum dapat dikonfirmasi guna klarifikasi. Media ini akan memberikan ruang hak jawab kepada yang bersangkutan sesuai dengan ketentan yang berlaku (*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

Aktivis Desak Pemkab Desak Polres | Temuan Pengrusakan Jalan di Tabir Barat


Merangin | fokusinfo.com :
Pertengahan oktober 2021 publik dihebohkan dengan temuan kasus pengrusakan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin. Kerusakan jalan tersebut disaksikan sendiri oleh Bupati Merangin, Mashuri. Diduga kerusakan tersebut dipicu aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat.

Baca Juga : PenyelidikanKasus Temuan Pengrusakan Jalan di Tabir Barat, Terus Bergulir

Nama Sandri Can Indra atau lebih akrab dipanggil Iin santer disebut-sebut sebagai orang yang berada dibalik aktivitas pertambangan yang mengakibatkan rusaknya jalan tersebut. Sebelumnya nama itu juga kerap dikait-kaitkan dengan aktivitas pertambangan skala besar karena menggunakan alat berat.

Dikonfirmasi, Iin membantah tudingan itu. Dirinya merasa namanya sering dijadikan perisai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab saat berhadapan dengan masalah PETI (Pertambangan -emas- Tanpa Izin).

‘’Itu tidak benar. Pengalaman saya selama ini bila ada kasus PETI memang nama saya sering dibawa-bawa. Sebenarnya itu merugikan saya,” kata Iin.

Pernyataan Iin dipertegas oleh Iptu Ramadhan Agustiansyah,  Kapolsek Tabir Ulu beberapa waktu yang lalu. Kala itu dikatakan Kapolsek, setelah pihaknya sosialisasi ke masyarakat melalui para Kepala Desa akan dampak negatifnya PETI, para Kades sepakat menolak aktivitas PETI.

Baca Juga : TanganDingin Kapolsek Tabir Ulu Beraksi, SCI ‘Tobat’ Main PETI ?

Sementara itu seorang aktivis Merangin, Beni Rustandi mendesak pemerintah daerah agar mendesak pihak Kepolisian sesegera melanjutkan proses penyelidikan dan menuntaskan kasus pengrusakan jalan tersebut. Menurut Beni bila itu tidak dilakukan maka marwah Bupati Merangin akan merosot di mata publik.

‘’Ini persoalan serius karena Bupati sendiri yang menyaksikan dan kala itu juga langsung memerintahkan bawahannya agar kasus ini dibawa ke ranah hukum. Yang artinya menurut hemat saya, Bapak Bupati itu ingin mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab. Maka harus ada desakan nyata dari Pemkab kepada Polres karena kepolisianlah yang bisa dan berwenang membuka persoalan itu agar terang,” tegas Beni.

Beni juga mengatakan, bila Pemkab memerlukan berita acara tertulis dari masyarakat yang kelak bisa dijadikan dasar mereka untuk menyurati Polres, maka Beni beserta aktivis lainnya menyanggupi penyediaan berita acara tersebut.

‘’Kalau memang dibutuhkan, kami siap membuat berita acara yang substansinya mendesak Pemkab. Nanti Pemkab bisa melampirkan berita acara itu sebagai dasar mengirimkan surat desakan dari mereka kepada pihak kepolisian,” Tutup Beni. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com