Belakangan, Proyek Pamsimas Lubuk Gaung 2020 Disebut Belum Selesai


Batang Masumai | fokusinfo.com :
Masyarakat Desa Lubuk Gaung Kecamatan Batang Masumai hanya bisa menikmati dua bulan fasilitas umum program pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa itu, padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan program tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Baca juga : Terungkap, Dugaan Intervensi Dana Pamsimas Lubuk Gaung

Belakangan terungkap proyek yang dikerjakan tahun 2020 itu ternyata masih menyisakan persoalan yaitu belum rampungnya pengerjaan pipanisasi ke sejumlah rumah warga.

Pantauan media ini, terdapat sejumlah pipa yang digeletakkan begitu saja di pekarangan sejumlah rumah masyarakat. Penuturan warga, pipa itu telah lama tergeletak dan sebenarnya dimaksudkan sebagai perantara aliran air dari pipa induk menuju rumah.

‘’Sudah lama pipa itu disitu, mungkin hampir dua tahun. Kami tidak berani memindahkannya karena setahu kami itu barang milik negara. Bila kami memindahkan nanti bisa bermasalah,” kata seorang warga kepada media ini, beberapa waktu yang lalu.

‘’Yang jelas setahu kami pipa itu tidak berfungsi apa-apa. Hanya diletakkan seperti itu saja. Mungkin orang pamsimas itu menyuruh yang punya rumah menyambung sendiri ya,” duga warga itu lagi.

Warga lainnya mengatakan seharusnya panitia menyelesaikan pekerjaan tersebut. Keharusan itu berdasarkan hasil musyawarah rapat yang terpatri dalam surat perjanjian.

‘’Kebetulan saya menghadiri musyawarah soal Pamsimas itu. Hasil musyawarah terbitlah surat perjanjian. Salah satu poinnya adalah pipa harus sampai ke rumah penduduk lengkap dengan air yang mengalir. Tidak ada alasan mau atau tidak pemilik rumah, yang jelas panitia harus menyelesaikan tanggung jawabnya. Perkara apabila ada pemilik rumah membongkar kembali apa yang dikerjakan panitia, itu persoalan lain,” kesaksian warga yang cermati musyawah.

‘’Dananya ratusan juta itu, kalau tidak berfungsi tentu masyarakat yang rugi,” sambungnya.

Dul Bari, Ketua KKM desa Lubuk Gaung yang juga ketua panitia pembangunan Pamsimas tidak mengelak hal itu. Namun dia beralasan justru pemilik rumahlah yang kala itu tidak bersedia memberikan akses panitia untuk melaksanakan tugas menyambung pipa dari pipa induk ke rumah.

‘’Memang benar ada beberapa rumah yang belum dipasang pipa. Itu juga kerena mereka yang tidak mau,” singkatnya.

‘’Dul Bari menceritakan saat proses pemasangan oleh panitia, ada masyarakat keberatan karena saat itu air belum lancar mengalir. Karena harus mencapai target penyelesaian maka panitia mengikuti apa keinginan pemilik rumah dan segera melakukan penyambungan pipa di rumah yang lainnya.

‘’Bahkan mereka bilang ‘taruh saja pipanya disitu, nanti kalau air sudah lancar mengalir biar kami pasang sendiri’,” kata Dul Bari menirukan ucapan warga kala itu.(*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com