• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

SatResNarkoba & SatReskrim Polres Merangin Bersinergi Berbagi Paket Sembako


Merangin | fokusinfo.com :
Jelang peringatan hari jadi Bhayangkara ke – 75, Satresnarkoba (Kesatuan Reserse Narkoba) dan Satreskrim (Kesatuan Reserse Kriminal) Polres Merangin kompak menggelar kegiatan bakti sosial. Kali ini mereka memberikan bingkisan paket sembako kepada Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah Bangko.

Pemberian bingkisan tersebut dilaksanakan pada Jum’at 25 Juni 2021 sekira pukul 09.00 WIB di Panti asuhan yang terletak di Desa Mentawak Kabupaten Merangin. Dari Satresnarkoba dihadiri langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Reska Anugras, S.i.k sementara dari Satreskrim diwakili oleh KBO Reskrim Ipda Al Imron, SH

‘’Ini bukan kali pertama Polres Merangin melakukan kegiatan berbagi sembako. Yang jelas kali ini kebetulan bertepatan dengan program bakti sosial menyambut hari jadi Bhayangkara ke 75,” kata KBO Reskrim Ipda Al Imron, SH

Pantauan media ini di lapangan tampak antusias anak-anak panti menerima pemberian tersebut. Mereka yang diwakili oleh Napis Ismail selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Merangin mengucapkan termakasih kepada Polres Merangin atas bantuan yang diberikan.

‘’Terimakasih sebesar-besarnya kepada Polres Merangin yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi memperhatikan keadaan kami disini,” kata Napis Ismail.

Sementara itu Kasat Narkoba Iptu Reska Anugras, S.i.k mengharapkan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk kelangsungan aktivitas panti asuhan kedepannya.

‘’Bukan hanya sembako, kami juga membagikan masker. Kami harap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan oleh panti asuhan dengan baik,” tutup Kasat Narkoba itu. (*)

Reporter : Hendra

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Tangan Dingin Kapolsek Tabir Ulu Beraksi, SCI ‘Tobat’ Main PETI ?


Merangin | fokusinfo.com :
Meski sempat menggegerkan publik dengan pernyataannya yang dinilai kontroversial, rupanya Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, SH mempunyai cara tersendiri saat melaksanakan tugas khususnya dalam pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya.

Baca Juga : Polemik Pernyataan Kapolsek Tabir Ulu Kian Meluas ?

Salah satu cara yang direalisasikan adalah melakukan himbauan secara persuasif kepada para kepala desa dan tokoh masyarakat lalu diadakan sosialisasi. Melalui eksistensi kepala desa dan tokoh masyarakat itu diharapkan bisa menekan angka aktivitas PETI, terbukti perlahan-lahan aktivitas PETI dapat berkurang.

Uniknya, saat melakukan sosialisasi kepada para Kades di wilayah hukum Tabir Ulu, seorang Kades bernama Sandri Can Indra (SCI) juga turut serta.

Telah jadi rahasia umum bahwa nama SCI kerap disebut-sebut sebagai pemain besar PETI di wilayah itu. Namun atas aksi tangan dingin Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, tersirat SCI tidak akan lagi bermain PETI.

Baca Juga : Kapolsek Tabir Ulu Jadikan ‘Jarak’ Sebagai Alasan Tidak Tahu AktivitasPETI. SCI Lega ?

‘’Memang benar beberapa waktu lalu kita telah kumpulkan para Kades. Kebetulan diantara mereka ada seorang Kades yang sering disebut-sebut pemain PETI. Tapi setelah kami sosialisasikan dampak negatifnya, mereka sepakat menolak aktivitas PETI. Semoga saja terus seperti itu,” singkat Kapolsek Tabir Ulu, Iptu R Agus di Mapolres Merangin.(timinvestigasi)

 

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Polemik Pernyataan Kapolsek Tabir Ulu Kian Meluas ?


Merangin | fokusinfo.com :
Pernyataan Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, SH di hadapan sejumlah wartawan beberapa waktu yang lalu sempat menyita perhatian publik. Pasalnya apa yang disampaikan berbeda dengan keadaan di lapangan.

Baca Juga : Kapolsek Tabir Ulu Klaim Wilayahnya Bebas PETI. Faktanya ?

Kebetulan atau bukan, pasca tersiarnya pemberitaan tersebut, muncul pula empat berita yang berisikan tudingan terhadap oknum jurnalis yang bertugas di Merangin meminta uang kepada para pelaku PETI. Uniknya konten berita yang dimuat oleh empat media itu seragam, bukan hanya substansi namun juga narasi hingga peletakan titik dan koma tiap paragraf. Belakangan, terkonfirmasi berita yang dimuat oleh empat media itu telah dihapus.

Pernyataan Kapolsek yang langsung terbantahkan itu secara tidak langsung melahirkan skeptisisme bagi sebagian jurnalis, bahkan sejumlah jurnalis dari berbagai media yang bertugas di Merangin melakukan investigasi secara mandiri, dan memang apa yang disampaikan oleh Kapolsek berbeda dengan keadaan yang sebenarnya, bahwa wilayah Tabir Ulu ternyata belum bersih dari aktivitas PETI.

Tidak hanya itu, warga juga menyayangkan pernyataan yang disampaikan Kapolsek Tabir Ulu. Menurut warga apa yang disampaikan tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

‘’Mungkin Pak Kapolseknya kurang turun ke lapangan. Masih banyak orang-orang beraktivitas tambang emas di wilayah sini,” ujar seorang warga yang demi keamanannya meminta namanya tidak ditulis.

Warga itu juga mengatakan, pernyataan itu seolah-olah wilayah Tabir Ulu telah bebas dari PETI yang berakibat tidak menjadi objek razia aparat penegak hukum sehingga masyarakat akan terus menerima dampaknya.

Sementara seorang pemilik rumah makan di wilayah itu mengungkapkan sebentuk kalimat majas satire. Menurut pria itu sekarang desa mereka telah berganti nama yang diakibatkan karena kondisi saat ini.

‘’Tahu tidak, sekarang disini namanya bukan lagi Desa Muara Jernih, tapi sudah berubah nama menjadi Desa Muara Keruh,” kata pemilik rumah makan itu.

Sementara itu Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, SH hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui telpon namun tidak ditanggapi. Media ini siap memberikan ruang hak jawab yang bersangkutan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Reporter : Hendra

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Ketua DPRD Merangin Siap Turun Lokasi. Polemik UKB di Desa Tambang Baru


Merangin | fokusinfo.com :
Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi, ST MM menyatakan siap turun ke lokasi guna mengecek polemik sebuah aktivitas usaha yang disebut-sebut bernama UKB (Usaha Keluarga Bersama) di Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas.

‘’Saya sudah lama dengar persoalan ini dari laporan masyarakat. Juga dari pemberitaan di media. Secepatnya kami akan turun ke lokasi,” tegas Abong Fendi, panggilan akrabnya.

Baca Juga : UKB di Desa Tambang Baru Jadi Pokok Bahasan Pemkab Merangin

Bukti keseriusan, ketua DPRD Merangin itu langsung menugaskan ajudannya untuk berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan desa guna menggali informasi yang lebih dalam soal keberadaan aktivitas usaha tersebut.

‘’Kebetulan dalam dua hari ini saya akan berada di luar kota. Jadi saya telah tugaskan ajudan untuk berkomunikasi awal dulu kepada pihak kecamatan dan desa. Kelak begitu informasi telah cukup baru kita langsung turun ke lapangan. Kedepannya mereka juga akan kita undang ke kantor DPRD,” tutup Abong Fendi.(*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Gara-gara Proyek Sumur Bor, Ketua BPD Muara Seketuk ‘Uring-uringan’



Tabir Ulu | fokusinfo.com :
Dugaan kecurangan pengerjaan proyek seperti tidak henti-hentinya terjadi di Desa Muara Seketuk Kecamatan Tabir Ulu. Ironisnya Aliwardana, Kepala Desa (Kades) Desa Muara Seketuk tetap membungkam, tidak ingin klarifikasi.

Baca Juga : Dugaan ‘Fiktif  Pembangunan’ GOR di Desa Muara Seketuk Kian Menguat, Mantan BPD Bersaksi.

Terbaru adalah proyek pembangunan sumur bor yang tersebar ke beberapa titik di wilayah desa itu. Yang mana pembangunan ini diduga tidak sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati saat musrendes.

Merasa geram, ketua BPD Desa Muara Seketuk, Toni Handayani melayangkan surat penolakan yang ditujukan kepada TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) yang berisikan empat poin keberatan yaitu : 1) TPK diduga tidak pernah mengumumkan tender kerja ataupun menyampaikan kepada publik apa yang akan dikerjakan. 2) Diduga TPK tidak mengindashkan surat BPD tentang penggunaan jasa yang ada di dalam Desa Muara Seketuk, khususnya jasa transportasi. 3) Diduga TPK tidak melakukan pembayaran upah sesuai dengan APBDes. dan 4) Diduga pengerjaan proyek tidak sesuai dengan RAB.

‘’Anggaran untuk proyek ini sebesar Rp.150 juta dari APBDes untuk empat titik sumur bor. Semestinya tiap sumur bor memiliki kedalaman gali minimal 50 meter. Namun kenyataannya di lapangan kami menemukan kedalaman bor hanya 2 – 6 meter. Jauh sekali perbandingannya,” kata Toni.

Sementara itu ketua TPK hingga berita ini dipublikasikan, belum memberikan memberikan hak jawabnya, begitu juga dengan kepala Desa Muara Seketuk, Aliwardana belum mau dikonfirmasi atas persoalan tersebut. Media ini akan memberikan ruang klarifikasi dari yang bersangkutan sesuai perundang-undangan. (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

UKB di Desa Tambang Baru Jadi Pokok Bahasan Pemkab Merangin


Merangin | fokusinfo.com :
Sebuah perusahaan yang disebut-sebut bernama Usaha Keluarga Bersama (UKB) yang terletak di Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas menjadi sorotan dan pokok bahasan Pemkab Merangin yang diwakili oleh sejumlah OPD terkait.

Baca Juga : PemKec Tabir Lintas Desak Desa Lakukan Pendataan ‘Usaha Masyarakat’

Pembahasan aktivitas UKB tersebut dibicarakan dalam rapat koordinasi sejumlah OPD di kantor DPRD Merangin beberapa waktu yang lalu. Hadir dalam rapat itu diantaranya Kabid KUPP, perwakilan dari Perizinan, Asisten II, Kadis Dispenda, Kasi PMD Kecamatan Tabir Lintas juga perwakilan dari media fokusinfo.com yang intens mengawal kasus tersebut melalui siaran pemberitaan. Rapat koordinasi diakhiri dengan keputusan akan ada pembentukan tim untuk menangani UKB tersebut.(*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kapolsek Tabir Ulu Klaim Wilayahnya Bebas PETI. Faktanya ?


Tabir Ulu | fokusinfo.com :
‘Pemberantasan’ aktivitas PETI (Penambangan Tanpa Izin) giat dilakukan oleh Polres Merangin. Seperti tak pandang bulu, dibawah kepemimpinan Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan SIK penangkapan para pelaku PETI tidak hanya sebatas pemain kecil seperti dompeng dan lubang jarum, tapi merambah kepada pemain besar yang menggunakan alat berat.

Informasi dari berbagai sumber, perlahan-lahan para pelaku PETI yang beroperasi di Merangin mulai menghentikan aktivitasnya. Mereka disebut-sebut takut ditangkap oleh APH (Aparat Penegak Hukum) untuk dimintai tanggung jawabnya secara hukum. Sehingga aktivitas PETI di Merangin mulai berkurang.

Wilayah Kecamatan Tabir Ulu beberapa waktu yang lalu terpantau sebagai pusat aktivitas PETI. Namun saat ini wilayah tersebut diklaim telah bebas dari aktivitas PETI. Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, SH di hadapan sejumlah wartawan pada Kamis 10-6-2021.

‘’Di sini tidak ada lagi kegiatan PETI,” singkat Kapolsek itu.

Ironisnya, saat dalam perjalanan meninggalkan kantor Polsek, media ini sempat melihat sejumlah alat berat sedang beroperasi di sekitaran Sungai Tabir diduga melakukan tindakan PETI. Aktivitas itu bahkan terlihat jelas dari jalan utama, sementara jarak antara titik pantau dengan kantor Kapolsek diperkirakan hanya sejauh 4 km.

Dugaan masih terjadi aktivitas PETI di Tabir Ulu diperkuat oleh keterangan warga yang mengaku dirugikan. Dia menyatakan tidak bisa memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari sejak wilayah sungai itu digunakan untuk kegiatan PETI.

‘’Kami turun temurun tinggal di sini. Biasanya kami menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci bahkan mengkonsumsi air itu. Tapi sejak ada aktivitas PETI kami merasa air sudah tercemar, walaupun sebagai orang awam kami yakin air itu tidak baik untuk kesehatan,” kata warga itu.

‘’Apalagi kami dengar informasi bahwa kegiatan PETI itu menggunakan merkuri. Walaupun tinggal di desa tapi kami terus aktif mencari informasi di internet. Dan yang kami dapatkan bahaya merkuri itu yang bisa merusak ekosistem. Dan bila berlebihan bisa menyebabkan penyakit minamata seperti yang terjadi di Jepang. Sangat mengerikan penyakit itu. Bahkan saat ini saja kami rasanya enggan mengkonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Tabir ini. Tolonglah Pak penegak hukum hentikan kegiatan PETI itu, agar kehidupan kami bisa kembali seperti sedia kala,” tutupnya. (*)

Reporter : Hendra

Redaktur : TopanBohemian

Share:

PemKec Tabir Lintas Desak Desa Lakukan Pendataan ‘Usaha Masyarakat’


Tabir Lintas | fokusinfo.com :
Pemerintah Kecamatan Tabir Lintas mendesak seluruh Pemerintah Desa yang ada di Kecamatan itu untuk mengumpulkan data aktivitas usaha masyarakat khususnya yang berskala besar. Hal itu dipicu atas tudingan Pemdes Tambang Baru yang menyebut salah satu perusahaan yang berdiri di desa itu, tidak memberikan kontribusi ke daerah.

Baca Juga : Pemdes Tambang Baru Tuding UKB Tidak Berkontribusi Ke Daerah

‘’Jadi setiap warga negara yang memiliki lahan dan atau bangunan diwajibkan membayar pajak bumi dan bangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Apalagi bila lahan dan bangunan itu dimanfaatkan sebagai tempat atau aktivitas usaha, selain kewajiban bayar PBB juga harus ada kontribusinya kepada wilayah sekitar,” kata Agusmanto, Camat Tabir Lintas.

Menurut Agusmanto, kontribusi yang dimaksud bisa berupa penyerapan tenaga kerja, penyaluran CSR, edukasi publik dan lainnya yang diharapkan terjadi simbiosis mutualisme antar dua pihak.

‘’Setiap usaha seharusnya memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal yaitu dari masyarakat sekitar perusahaan. Perusahaan juga harus memberikan bantuan sosial untuk kepentingan umum di sekitar perusahaan berdiri melalui penyaluran dana CSR. Juga sebaiknya perusahaan memberikan edukasi publik yang berkaitan dengan jenis  usaha yang digeluti oleh perusahaan tersebut. Dengan begitu maka baik perusahaan ataupun masyarakat sekitar akan merasakan manfaatnya dan saling menguntungkan,” terang Agus, di ruang kerjanya.

Terkait tudingan Pemdes Tambang Baru terhadap sebuah perusahaan yang disebut bernama Usaha Keluarga Bersama (UKB) itu, PemKec Tabir Lintas akan membuka pintu dialog antar dua pihak tersebut. Hal tersebut juga berlaku untuk perusahaan-perusahaan lainnya yang berdiri di wilayah kecamatan Tabir Lintas.

‘’Makanya kami mendesak pihak desa agar mengumpulkan data-data perusahaan yang berdiri di wilayah masing-masing. Nanti kita akan cek administrasi hingga legalitasnya, agar bisa dilengkapi. Bila tidak mengindahkan ya tentu saja kami akan menempuh langkah hukum ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.(*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com