• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Inovasi Lapas Kelas II B Bangko, Jadikan Merangin Expo Lebih Berwarna

Merangin | fokusinfo.com : Mengubah paradigma yang telah mengakar dalam pemikiran masyarakat tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan panjang dan kesungguhan, seperti apa yang telah di lakukan oleh sanggar Pengayoman Lapas Kelas II B Bangko ini.

Lapas yang dinahkodai oleh Suroto saat ini mencoba memberi pembaharuan dan penyegaran yaitu dengan turut sertanya dalam pesta tahunan masyarakat Merangin " Merangin Ekspo " dalam menyemarakkan HUT Merangin ke-70 di lapangan hijau KONI tahun ini.

" Memang ini bukan seperti membalikkan telapak tangan, butuh persiapan lama dan kesungguhan", ungkap Bayu Kumara, pembina Sanggar Pengayoman ini.

" Kami mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal tahun lalu, kami ingin bisa berpesta bersama masyarakat Merangin dalam HUT nya nanti, memang sebenarnya ini bukanlah tupoksi saya, namun ini di lakukan demi nama instansi kami, yang selama ini di nilai "gelap" oleh sebagian masyarakat Indonesia yang selalu menggambarkan penjara itu sebuah kengerian dan kekerasan", jelasnya lagi.

Bayu juga menjelaskan berdirinya sanggar Pengayoman tidak lepas dari proses bersinerginya pihak lapas dengan salah seorang warga binaan, saat ini sanggar seni yang mempunyai 30 anggota sanggar mulai dari usia dini hingga dewasa yang berdomisili di sekitaran Merangin, mulai dari anak warga tempatan hingga diluar kota Bangko, menyajikan pelatihan di bidang seni, yaitu seni rupa, puisi, kriya dan Panthomim.

‘’Instruktur Sanggar Pengayoman adalah salah seorang warga binaan bernama Al Hendra Daulay atau lebih akrab disapa Pak Ucok. Dari beliau jugalah cikal bakal berdirinya sanggar seni di LP yang membuat suasan LP lebih berwarna ditangan Pak Ucok yang bisa dibilang multi talenta,” Ungkap Bayu.

‘’Akhirnya anak didik sanggar Pengayoman mampu berbicara di ajang lomba tingkat kabupaten bahkan tingkat nasional, seperti yang berhasil di raih oleh SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa) Merangin dan SMA Negeri 1 Merangin, meraih kemenangan pada ajang lomba seni di Lampung tahun ini,” tambahnya

Pantauan media ini dilapangan, Dalam pembukaan Merangin ekspo kemarin sanggar Pengayoman memberikan lukisan Al Haris berjudul " Wo Haris " yang di lukis secara kolaborasi oleh Bayu Kumara dan Alhendra Dy.

" Stand kami akan melakukan demonstrasi melukis oleh beberapa seniman merangin dan anak-anak , mari kita saksikan", tutur Bayu Kumara penuh semangat.

Sementara itu, Pa’i Saman selaku KPLP Lapas Bangko mengatakan Semua ini tak lepas dari dukungan Kalapas Bangko beserta jajarannya yang begitu antusias dan bersemangat, perhatian pemerintah kabupaten Merangin dan isntansi yang terkait.

" Terimakasih kepada bapak bupati Merangin dan Bapak Wakil Bupati Merangin yang telah mengapresiasi baik kepada lapas kami", ungkap Pa'i.

Ditempat yang sama, salah seorang pengunjung pameran, Isnah mengaku cukup antusias dengan munculnya stand pameran dari LP. Menurut Isnah dengan adanya stan tersebut masyarakat dapat melihat dan mengapresiasi karya-karya seni yang ditampilkan.

‘’Ini inovasi baik dari pihak LP. Jadi ada keanekaragaman yang memanjakan mata. Salut lah buat pihak LP, semoga ditahun yang akan datang bisa ikut gabung kembali, bahkan pada event-event lainnya,” tutup Isnah. (Redaksi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Bak ‘Wisata Uji Adrenalin’ Jembatan Gantung Desa Tanjung Ilir - Lubuk Bumbun


Oleh : Gondo Irawan

fokusinfo.com | ESAI : Salah satu program unggulan Kabupaten Merangin yang digaungkan dalam masa pemerintahan Al Haris-Mashuri adalah bidang pariwisata. Maka sangat wajar bila di berbagai sudut Merangin ini, masyarakatnya gencar membangun objek wisata. Baik itu dengan cara memberdayakan alam maupun membangun objek wisata buatan.

Seperti sebuah jembatan yang saya temui di desa Lubuk Bumbun kecamatan Margo Tabir yang menghubungkan dua desa yaitu desa Lubuk Bumbun dan desa Tanjung Ilir kecamatan Tabir Induk. Dengan kondisi jembatan yang miring maka bisa saja jembatan itu dijadikan objek wisata alternatif , tepatnya sebagai wisata uji andrenalin karena bagi siapapun yang ingin menguji mentalnya bisa ditantang melintasi jembatan yang kemiringannya mendekati angka 45 derajat itu.

Narasi pada dua paragraf diatas tentu tidak diinginkan oleh mayoritas masyarakat desa Lubuk Bumbun dan Tanjung Ilir. Pasalnya jembatan tersebut merupakan akses gerakan perekonomian yang berkaitan erat dengan bidang perkebunan, pendidikan hingga kesehatan masyarakat desa.

Menurut tokoh masyarakat desa Tanjung ilir, Haji Ahmad. Pada umumnya masyarakat  dua desa ini  baik masyarakat desa Tanjung Ilir dan masyarakat desa lubuk Bumbun pada umumnya melewati jembatan itu. karena tidak sedikit juga warga desa Tanjung Ilir yang berkebun sawit maupun karet di desa lubuk  Bumbun. Bahkan banyak juga siswa dari desa lubuk Bumbun yang melintasi jembatan itu. ‘’Bahkan sudah kerap terjadi kecelakaan, ada orang juga pernah sepeda motor jatuh ke sungai karena dasar jembatan berupa kayu banyak yang licin, apalagi pasca hujan,” kata Ahmad.

Ironisnya, meskipun kondisi miringnya jembatan telah tiga tahun mereka alami namun belum ada wacana dari pemerintah untuk membangun atau setidak-tidaknya merehab jembatan tersebut.

‘’Bila tidak ada perhatian dari pemerintah, saya khawatir pertumbuhan ekonomi kami di desa ini akan sulit berkembang. Kami disini banyak yang berprofesi sebagai petani, dan untuk membawa keluar hasil panen kami ya melalui jembatan ini,” tambahnya.

Perbincangan saya tidak berhenti di H Ahmad, saya juga berbincang dengan Saudara Amran dan Bapak Uyup. Dari ketiga orang itu saya mendapatkan informasi di jembatan itu memang kerap terjadi kecelakaan, namun memang belum ada korban nyawa. Tapi apa harus menunggu ? (*)

Redaktur : TopanBohemian
Share:

Isu Kabag Hukum Undur Diri, Mantan Sekda & Anggota DPRD Angkat Bicara

Merangin | fokusinfo.com : Berhembus kabar H Firdaus, SH akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kabag Hukum Setda Merangin. Isu tersebut membuat sejumlah kalangan merasa kaget. Bahkan sejumlah tokoh di Merangin angkat bicara menyayangkan bila isu tersebut benar-benar terjadi.

Baca Juga : Kabag Hukum Setda Merangin Akan Undur Diri ?

Seperti diungkapkan H Sibawaihi, Mantan Sekda Merangin yang telah menganggap Firdaus sebagai adiknya. Menurut Sibawaihi kinerja dan pengalaman Firdaus di pemerintahan Merangin tidak diragukan lagi, bahkan bisa dikatakan andalan pemkab dalam bidang hukum.

‘’Pak Firdaus itu kinerjanya mumpuni, loyalitas tidak diragukan, tegas bertanggung jawab penuh pada setiap tugas pemerintahan,” ungkap Sibawaihi.

Masih dikatakan Sibawaihi, sebagai pengacara pemerintahan Firdaus memiliki daya nalar ketelitian dan tidak keluar dari koridor persoalan sehingga sangat disayangkan bila terbit niat Firdaus mengundurkan diri.

‘’Saya malah berpandangan semestinya Pak Firdaus itu ‘naik kelas’, sayang sekali bila dilepas. Tapi memang selama pengamatan saya saat jadi atasan beliau, Pak Firdaus itu tidak pernah mau ikut berkompetisi assessment,” kata Sibawaihi.

Sibawaihi juga mengatakan begitu membaca berita bahwa Firdaus akan memundurkan diri, dirinya langsung menelpon yang bersangkutan dengan maksud agar Firdaus menahan diri terlebih dahulu.

‘’Saya telepon beliau, saya minta agar menahan diri dulu,” singkatnya.

Sementara itu seorang anggota DPRD Merangin, As’ari Elwakas tidak jauh berbeda dengan Sibawaihi. As’ari atau lebih dikenal dengan panggilan Puk itu menyatakan Firdaus adalah aset daerah sehingga perlu perhatian ekstra.

‘’Kami sering berdiskusi dengan beliau khususnya membicarakan bidang hukum Pemerintahan Merangin ini, berliau seorang yang profesional, bahkan bisa dibilang aset daerah. Jadi sangat disayangkan bila memundurkan diri. Melalui media ini saya berpesan kepada Pak Firdaus yang terhormat, teruslah mengabdi untuk masyarakat Merangin,” tutup Puk. (Redaksi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Joko Wahyono Kembali Pimpin DPD APKASINDO, Harga TBS Naik Drastis

Merangin | fokusinfo.com : Joko Wahyono terpilih kembali menjadi ketua DPD APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kabupaten Merangin untuk periode ke-dua. Joko terpilih secara aklamasi pada Musdas DPD Ke-2 APKASINDO yang berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Merangin, 25 November 2019.

Acara Musda itu dihadiri langsung oleh ketua DPW APKASINDO Provinsi Jambi, Kariswandi beserta pengurus DPW lainya yaitu Imam dan Mahmudi. Turut serta menghadiri yaitu Kabag Ekonomi kab Merangin serta para tamu undangan lainnya. Sementara itu Sarkawi, Sekretaris Disnaskbun Kab Merangin bertindak sebagai pembuka acara secara resmi yang ditunjuk oleh Pemkab Merangin.

Joko Wahyono dalam sambutannya mengatakan bahwa APKASINDO merupakan organisasi profesi yg bergerak sebagai advokasi petani dan membina petani sawit.
Tugas APKASINDO Selain mengawasi masalah harga tandan buah segar ( TBS )  juga pengawasan terhadap pabrik kelapa sawit ( PKS ).

‘’Juga sebagai pendamping dan pembina Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) atau lebih buming lagi di masyarakat di sebut  replanting / peremajaan. Dan saya siap berjuang dan menyuarakan aspirasi petani sawit Merangin. kita akan fokus soal penetapan harga dan replanting,”  ujar Joko.

Guna meringankan tugasnya itu, Joko menyatakan ada 49 orang pengurus yang siap bekerja demi kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Merangin.

‘’Jumlah pengurus inti DPD APKASINDO di Merangin sebanyak 49 orang yang tersebar di seluruh pelosok khususnya wilayah yang didalamnya terdapat perkebunan kelapa sawit,” terang Joko.

Sementara itu Ketua DPW APKASINDO Jambi, Kariswandi mengucapkan selamat kepada Joko atas jabatannya tersebut. Dia berharap kedepannya para petani sawit di Merangin bisa mendapatkan kesejahteraan lebih.

‘’Kami berharap dengan eksistensi APKASINDO ini para petani sawit khususnya di Merangin bisa mendapakan manfaat yang maksimal, terutama kesejahteraan ekonomi. Selamat kepada Pak Joko, tugas mulia menanti gerakan anda,” ungkap Kariswandi.

Sementara itu, pasca terpilihnya Joko Wahyono menjadi ketua DPD APKASINDO harga TBS di Merangin mulai terpantau naik. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kabag Hukum Setda Merangin Akan Undur Diri ?

Merangin | fokusinfo.com : Berhembus kabar H Firdaus, SH akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kabag Hukum Setda Merangin. Isu tersebut membuat sejumlah kalangan merasa kaget, pasalnya selama ini tidak terlihat ataupun terasa gestur maupun perkataan yang menandakan H Firdaus akan mengundurkan diri dari jabatannya itu.

Isu tersebut bermula dari postingan di sebuah media sosial fb (facebook), sebuah akun bernama Dede Riskadinata yang dalam postingannya memajang tiga foto yang didalamnya terlihat sosok diduga mirip H Firdaus berlatar perkebunan sawit. Postingan foto itu diikat dengan teks berbunyi ‘Cocoklah kakanda Firdaus kalau ada niat mengundurkan diri dari Kabag Hukum pada Pemerintahan Kabupaten Merangin, akan fokus mengurus kebun kelapa sawit di Desa Nalo’(teks telah diedit, red)

Postingan akun fb dede riskadinata direspon oleh akun fb bernama Darul Khotni yang diduga dikuasai seorang aktivis dan politikus, Darul Khotni berdomisili di Merangin.

Dalam postingannya, Darul Khotni mempertanyakan kebenaran dan darimana sumber informasi tersebut. Pasalnya Darul Khotni yang mengaku sebagai orang dekat Firdaus selama ini tidak pernah disampaikan kepada dirinya perihal adanya niat dari Firdaus untuk mengundurkan diri dari Kabag Hukum Setda Merangin.

‘Saya sangat dekat, rasanya tidak pernah beliau memberitahukan kepada saya bahwa beliau berniat akan mundur dari jabatan Kabag Hukum. Ini perlu dipertanyakan kebenarannya’ (teks postingan telah diedit, red) 

Dikonfirmasi, Dede Riskadinata menjelaskan bahwa pernyataan Firdaus disampaikan kepada dirinya pada bulan Agustus 2019. Kala itu dirinya bersama rekan-rekannya bertandang ke ruang kerja Firdaus untuk mendiskusikan suatu hal. Dalam perbincangan terucaplah bahwa Firdaus berniat mengundurkan diri dari jabatannya saat ini.

‘’Beliau mengatakan niat itu kepada kami pada bulan Agustus lalu. Rencananya pada akhir tahun ini beliau akan mengundurkan diri. Perkara jadi atau tidak beliau mengundurkan diri, itu saya tidak tahu. Beliau sendiri lah yang bisa menjawab,” kata Dede.

Dede juga mengaku pasca postingan di akun pribadi fb nya itu tidak sedikit person yang menghubungi dirinya baik melalui telpon maupun messanger. Bahkan ada juga orang yang menuduh dirinya menebar hoax.

‘’Bila saya menebar hoax tentu saya sudah dimarahi oleh Pak Firdaus. Nyatanya sampai sekarang postingan itu tetap ada, dan pasca postingan itu saya masih sering komunikasi dengan beliau melalui hp dan tidak ada keberatan yang disampaikan beliau kepada saya,” tutup Dede.

Sementara itu, Firdaus belum dapat dimintai klarifikasinya. Informasi yang didapat Firdaus tengah berada di luar kota. (*)

Reporter & Redaktur : TopanBohemian 

Share:

Temuan Rp.133 Juta di DPRD Merangin Berpotensi Jerat Oknum Ke Ranah Hukum

Merangin | fokusinfo.com : Tiga orang sekwan (sekretaris dewan) DPRD Merangin diduga melakukan patungan sejumlah uang guna mengembalikan kerugian negara sebesar Rp.133 juta. Angka itu berdasarkan hasil audit internal oleh Inspektorat yang dilaksanakan pada pertengahan tahun 2019 ketika muncul kasus hutang DPRD kepada pihak ketiga, sementara objek audit adalah pemeriksaan berkas dalam kurun waktu 2014-2018.

Tiga sekwan yang dimaksud adalah dua orang mantan sekwan yaitu Nasution dan Junaidi sementara satu orang sekwan definitif saat ini, Fauziah. Sementara itu Sibawaihi dan Makmur yang juga mantan Sekwan diinformasikan tidak turut patungan.

Meskipun Nasution membenarkan dan mengaku ikut patungan sejumlah uang guna ganti kerugian negara, Sekwan Definitif saat ini Fauziah dikonfirmasi menyatakan kasus tersebut tidak ada masalah lagi. Bahkan dengan alasan tidak ingin salah jawab, Fauziah menunjuk pihak inspektorat yang berhak menjawab semua persoalan terkait kasus itu.

‘’Apa masalahnya, tidak ada masalah lagi kok. Bila ada temuan tanya saja ke inspektorat, mereka yang berwenang soal temuan atau apalah judulnya,”. kata Fauziah via telpon beberapa waktu lalu.

‘’Saya takut salah jawab karena masalah ini saya tidak menguasai. Yang jelas kita telah serahkan ke mereka,” tambah Fauziah yang menjabat sebagai plt Sekwan DPRD sejak awal 2018

Jawaban Inspektur Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir dapat dibaca di link : 3 Sekwan Patungan Kembalikan Kerugian Negara, Bukti Adanya Tindak Pidana ? Klik Disini

Sementara itu praktisi hukum berdomisili di Merangin, Syafridhan Fikri Lubis. SH mengatakan secara umum pengembalian kerugian negara tidak menghilangkan pidana. Dia juga membeberkan sejumlah contoh yang didalamnya terjadi proses pengembalian kerugian negara namun pelaku tetap menjalani proses hukum.

‘’Contoh kasus semacam itu tidak sedikit. Jikalau bisa uang yang telah dikorupsi itu dikembalikan tentu mereka akan mengembalikan. Namun kenapa tetap ditahan ?, tentu dengan alasan tindakan yang telah dilakukan. Apalagi bila karena kasus telah bergulir baru dikembalikan, lebih berpotensi oknum yang melakukan itu bisa terjerat hukum,” ungkap Fikri.

Menurut Fikri, bila sebelum kasus mencuat telah dilaksanakan pengembalian uang negara maka oknum pelaku bisa bebas dari jerat hukum. ‘’Jadi bila sebelum kasus naik atau sebelum ada temuan, pihak terkait itu mengembalikan atau melaporkan kepada penegak hukum, bisa saja yang bersangkutan bebas secara hukum,” terangnya.

Fikri juga mengomentari kasus yang menimpa Sekretariat DPRD Merangin. Berbekal terus mengikuti perkembangan kasusnya melalui media, menurut Fikri pengembalian uang yang dilakukan oleh tiga sekwan tersebut merupakan bukti bahwa telah terjadi tindakan yang merugikan keuangan negara oleh oknum dan atau oknum-oknum tertentu.

‘’Pengamatan saya berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, pasal 4 yang berbunyi ‘Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3. Jadi saat ini tinggal tunggu ketegasan penegak hukum saja lagi. Peka atau tidak dengan kasus ini,” Pungkasnya. (TimInvestigasiFIJ)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Petinggi Sanggar Sastra Imaji Go International

Penyair Jambi terpilih mengikuti Ajang Temu Penulis dan Budayawan Internasional Borobudur Writers and Cultural Festival 2019



Merangin | fokusinfo.com : Lagi, salah satu Penyair Jambi, Asro al Murthawy kembali diundang dalam ajang festival penulis antar Negara. Kali ini penyair yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Merangin itu di undang dalam Ajang Temu Penulis dan Budayawan Internasional Borobudur Writers and Cultural Festival.  Sesuai  dengan pengumuman panitia, calon peserta aktif adalah para sastrawan yang dipilih berbagai kota di Indonesia oleh tim kurator: Romo Muji Sutrisno, Yesi Apriati, Imam Muhtarom dan Seno Joko Utomo
Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) akan kembali diselenggarakan di Yogyakarta dan Magelang tanggal 21-23 November 2019 ini. Penyelenggaraan tahun ini, adalah penyelenggaraan yang ke-8.  Dan  akan digelar di Hotel Tentrem Yogyakarta, kawasan Candi serta Hotel Manohara Borobudur dan Rumah Doa Bukit Rhema atau yang dikenal dengan nama Gereja Ayam, Magelang.

Menurut Asro , mendapat undangan ke BWCF 2019 ini merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya dan dunia kesusastraan Jambi pada umumnya, sebab ajang tersebut termasuk festival sastra bergengsi di Indonesia sebagaimana Ubud Writer and Reader Festival, Joglist Festival, Festival Sastra Gunung Bintan, dan sebagainya.
“Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak festival sastra di Indonesia. Ada peserta yang dipilih dari karya yang dikirim, ada juga dengan skema mengundang peserta berdasarkan kreativitas berkarya,” ujar Asro dalam pesan WA-nya.

Lebih jauh Asro berharap dukungan dari masyarakat, para pecinta seni Jambi dan pemerintah daerah, sebab hingga hari ini, kepedulian pemerintah Kabupaten Merangin dan Provinsi Jambi belum dapat dirasakan sepenuhnya.“Tidak semua festival sastradan budaya  bisa kita ikuti karena masalah biaya. seharusnya pemerintah daerah juga lebih peduli kepada komunitas kesenian,” tandasnya. (***)

Share:

Offroader Kejari Merangin Ikuti Adhyaksa 4X4 Challenge 2019

Merangin | fokusinfo.com : Guna menjalin silaturahmi sesama profesi, Adhyaksa Club Jambi (AJC) ikuti event offroad yang diselenggarakan oleh Gazzpoll Racing Team di track offroad Pagedangan BSD (Bumi Serpong Damai), Tangerang Selatan.

Acara yang dilaksanakan pada awal November 2019 ini, tepatnya selama tiga hari yaitu jumat hingga minggu, 1-3 November 2019 bertema ‘Adhyaksa 4X4 Challenge 2019’.

Dari AJC, sejumlah petinggi Kejati dan Kejari di Provinsi Jambi turun lumpur dalam ajang bergengsi ini, mereka adalah wakajati ( Risal Nurul Fitri) Wakajati Kaltim ( Sarjono Turin) Aspidum Kejati Jambi( Fajar Manurung) Asisnten Tindak Pidana Khusus Kejati Jambi ( Aksyam) Kajari Dairi ( Syahrul) Kasi Pegasumkejati Jambi ( Hendra) Kasi Penyidikan ( wilyanto) Kasi Pidum Merangin (Mhd Fajrin) Kasi Pidsus Batanghari ( M Ikhsan).

Yang menarik perhatian adalah turut turunnya Kasi Pidum Merangin, Mhd Fajrin. Meskipun tergolong baru menjabat di Kejari Merangin ternyata Fajrin diberkati talenta khusus dalam berolah pedal gas, kopling dan ayunan setir mesin 4x4 itu selama putaran ban beragi tahu mencakar gelombang lumpur yang tersedia.

‘’Tujuan event ini mempererat tali silaturahmi antar jaksa. Tidak hanya wilayah provinsi Jambi, namun juga provinsi lainnya di indonesia. Selain itu juga berguna untuk mengasah kemampuan olahraga, mengendalikan emosi dan mengatur strategi menghadapi tantangan trek yang tersedia,” kata Fajrin. (*)

Reporter : DedeRiskadinata
Redaktur : TopanBohemian




Share:

Dugaan Pungli Dana Bantah SD 2017 Bakal Ke Jalur Hukum ?

Merangin | fokusinfo.com : Runtutan drama dugaan kasus pungli dana bantah (bantuan pemerintah) SD tahun 2017 terus bergulir. Mencuatnya kasus ini berawal dari pengakuan salah seorang Kepsek (kepala sekolah) penerima dana bantah yang menyatakan dirinya di’kejar-kejar’ sejumlah oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang meminta uang kepada dirinya dengan patokan nominal Rp.6 juta.

Tidak hanya uang, menurut kepsek itu ada seorang oknum kabid yang meminta satu unit kursi kepada dirinya dengan catatan harga kursi harus setara dengan Rp.6 juta.

Dikonfirmasi, Rustam Kasubag Umum Disdikbud awalnya meyakinkan bahwa satu unit kursi tamu tersebut merupakan inventaris Disdikbud. Namun belakangan Rustam menyatakan tidak tahu asal usul adanya satu unit kursi tamu tersebut dengan alasan ketika dirinya menjabat sebagai kasubag umum, kursi itu telah ada.

Baca Juga : Rustam Yakinkan Satu Unit Kursi Tamu di Ruang Oknum Kabid Adalah Inventaris Disdikbud

‘’Sejak saya menjabat sebagai kasubag umum, seluruh aset yang ada di kantor ini semuanya ada dalam anggaran sesuai dengan DPA. Setahu saya satu unit kursi itu memang tidak ada di DPA. Asal usulnya saya tidak tahu apakah dibeli dari anggaran atau pribadi, namun tetap saya inventariskan,” ujar Rustam di ruang kerjanya (selasa 29 Oktober 2019). 

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Khairunnas dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengetahui kasus tersebut melalui layanan Dumas (Pengaduan Masyarakat) yang masuk. Dikatakan kasat pihaknya akan terus memantau serta mempelajari kasus tersebut.

‘’Memang benar ada dumas yang masuk ke kami. Tentu kita disini akan mempelajari dulu kasusnya seperti apa. Kami akan terus memantau perkembangannya,” singkat Kasat. (*)

Reporter : TimInvestigasi
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diisukan Tadah Emas Hasil PETI. Siril Alias Merun : ‘’Saya Bukan Cari Kaya”

Merangin | fokusinfo.com : Toko Pandai Mas Citra Mulya yang terletak di pasar Desa Sumber Agung (kampung VI) kecamatan Margo Tabir diisukan sebagai tempat penadah emas hasil dari Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI / dompeng). Isu itu merebak ditengah masyarakat karena pada waktu-waktu tertentu toko tersebut kerap didatangi oleh sejumlah orang secara bergantian. Diduga kedatangan orang-orang itu bermaksud untuk menjual emas. Kecurigaan itu menguat lantaran setiap ada orang yang datang (pada waktu-waktu tertentu tadi, red) langsung diarahkan masuk ke bagian (ruang) belakang toko.

Salah seorang warga kepada media ini mengaku setahu dirinya selama ini toko pandai mas Citra Mulya tidak pernah membeli emas dari hasil PETI. Namun dia tidak menampik sejak hadirnya seorang laki-laki di toko itu, tidak sedikit orang-orang yang datang ke toko diduga bermaksud menjual emas.

‘’Saya juga dengar isu itu. Sejak ada seorang lelaki di toko pandai mas Citra Mulya, toko itu mulai didatangi para pekerja pencari emas,” ungkap warga itu tanpa bersedia namanya dituliskan.

 Lelaki yang dimaksud bernama Siril alias Merun. Kala dikonfirmasi media ini, Siril mengakui memang dirinya melayani pembelian emas dari warga. Namun bukan dalam partai yang besar.

‘’Memang ada saya membeli emas dari pekerja pencari emas namun hanya sedikit-sedikit. Tidak pernah banyak. Apalagi sekarang ini sedang sepi,” ungkap Siril.

‘’Saya ini hanya cari makan. Buka untuk cari kaya. Emas yang saya beli juga kebanyakan dari ibu-ibu pendulang emas,” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian




Share:

3 Sekwan Patungan Kembalikan Kerugian Negara, Bukti Adanya Tindak Pidana ?

Merangin | fokusinfo.com : Tiga orang sekwan (sekretaris dewan) DPRD Merangin diduga melakukan patungan sejumlah uang guna mengembalikan kerugian negara. Tiga sekwan yang dimaksud adalah dua orang mantan sekwan yaitu Nasution dan Junaidi sementara satu orang sekwan definitif saat ini, Fauziah. 

Baca Juga : Terungkap, Dugaan 3 Sekwan ‘Patungan’ Kembalikan Kerugian Negara.

Seorang mantan Napi Kasus korupsi di Merangin yang enggan dituliskan namanya menceritakan pengalamannya kala dirinya terkena kasus korupsi yang mengakibatkan dirinya berserta rekan-rekannya mendekam di penjara. Dikatakan mantan napi, saat itu rekannya telah melakukan pengembalian kerugian negara namun tidak menghapus tindak pidana yang direkatkan kepada mereka, kasus hukum jalan terus.

‘’Rekan saya mengembalikan kerugian negara berdasarkan temuan pemeriksaan. Saya tidak mengembalikan karena tidak punya uang. Nyatanya kami tetap dipenjara, bedanya hanya durasi hukuman. Rekan saya itu lebih dulu keluar menghirup udara kebebasan, sementara saya waktu itu belum,” ungkap mantan napi itu.

Pengalaman mantan napi kasus korupsi itu ditanggap serius oleh seorang pegawai inspektorat Merangin dalam diskusi ringan bersama tim investigasi fokusinfo.com. Mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan, pegawai inspektorat itu melihat tindakan pengembalian kerugian negara yang dilakukan oleh tiga orang sekwan diduga sudah masuk dalam unsur tindak pidana korupsi. Dugaan itu terkait dan berdasarkan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah oleh undang-undang nomor 20 tahun 2001.

Sementara itu inspektur inspektorat Merangin, Hatam Tafsir dikonfirmasi tersirat menutupi kasus tersebut. Pria humoris itu berharap persoalan tersebut lekas selesai. ‘’kamu kok banyak tanya, jadilah yang kasus perdata saja diungkap, pidana jangan,” kata Hatam Tafsir sambil tertawa canda.(TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pilgub Jambi 2020, Buya Satar Merapat ke Fasha ?

Merangin | fokusinfo.com : Tokoh Besar Merangin, Buya H Satar Saleh disebut-sebut akan merapatkan diri ke Fasha dalam ajang Pilgub Provinsi Jambi tahun 2020 ini. Isu yang mulanya terlontar dari mulut ke mulut itu terkuatkan dengan adanya sejumlah file foto pertemuan dua orang diduga mirip Buya Satar dan diduga mirip Fasha di dalam sebuah ruangan.

Menurut informasi yang media ini dapatkan, pertemuan itu berlangsung pada beberapa hari jelang pelantikan Presiden RI. Yang mana kala itu ada jadwal Buya Satar berangkat ke Jakarta, sebelum berangkat Buya Satar dan sejumlah rombongannya mampir di kediaman Fasha.

‘’Setahu saya Buya Satar dan Fasha itu telah memiliki hubungan emosional yang erat. Mereka itu sahabat lama. Jadi dengan kedekatan itu terasa tidak ada sekatnya. Dan bisa jadi buya Satar kelak akan mendukung penuh dan memilih Fasha menjadi Gubernur Jambi periode mendatang,” ungkap Informan.

Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan media ini terus berusaha menghubungi Buya Satar untuk diminta klarifikasinya. (*)

Reporter & Redaktur : TopanBohemian



Share:

Rustam Yakinkan Satu Unit Kursi Tamu di Ruang Oknum Kabid Adalah Inventaris Disdikbud

Merangin | fokusinfo.com : Kasubag Umum Disdikbud Merangin, Rustam ketika media ini meminta keterangannya, meyakinkan bahwa satu unit kursi tamu yang berada di salah satu ruang oknum Kabid Disdikbud Merangin merupakan inventaris kantor tersebut.

Baca Juga : Diduga Hasil Gratifikasi Sumber Dana Bantah. Legalitas Satu Unit Inventaris Disdikbud Diragukan

Pernyataan Rustam sebagai Kasubag Umum Di Disdikbud secara tak langsung membantah pernyataan seorang oknum kepsek yang sebelumnya mengatakan bahwa kursi tersebut berasal dari sumbangan sejumlah kepala sekolah SD penerima dana bantah tahun 2017.

‘’Itu inventaris kantor Dinas Pendidikan. Yang namanya inventaris ya termasuk dalam aset. Jadi itu milik negara,” Jawab Rustam via telpon, Rabu 23 Oktober 2019. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Terungkap, Dugaan 3 Sekwan ‘Patungan’ Kembalikan Kerugian Negara.

Merangin | fokusinfo.com : Tiga orang sekwan (sekretaris dewan) DPRD Merangin diduga melakukan patungan sejumlah uang guna mengembalikan kerugian negara. Tiga sekwan yang dimaksud adalah dua orang mantan sekwan yaitu Nasution dan Junaidi sementara satu orang lagi adalah sekwan definitif saat ini, Fauziah.

Informasi yang media ini dapatkan, kerugian negara timbul terkait kasus makan minum DPRD terhadap pihak ke-tiga (rekanan) dengan jumlah Rp.133 juta. Angka itu muncul sejak dilakukannya proses audit oleh inspektorat Merangin dengan cakupan audit tahun 2014-2018.

‘’Analisa saya ada lima sekwan yang terlibat yaitu Sibawaihi, Makmur, Junaidi, Nasution dan Fauziah. Dasarnya adalah audit tahun 2014-2018. Namun setahu saya hanya tiga orang yang patungan membayar kerugian negara, mungkin karena tiga orang ini masih aktif sebagai pejabat sementara Pak sibawaihi dan Makmur saat ini sudah pensiun,” ungkap seorang sumber informasi kepada media ini.

Baca juga : Polemik Hutang Oknum DPRD. ‘Hutang Berjalan’ Sejak Masa Sekwan Sibawaihi ?

Informan juga membeberkan, terjadinya kerugian negara karena selama tahun 2014-2018 itu ada kelebihan bayar oleh sekretariat dewan kepada pihak ke-tiga. Diduga kelebihan bayar itu dimaksudkan untuk mencicil / menutup hutang ditahun sebelumnya.

‘’Jadi sejak tahun yang dimaksud itu telah dilakukan tindakan bayar lebih kepada pihak ke-tiga. Mungkin dengan maksud mencicil hutang sekretariat kepada pihak ke-tiga itu. Setelah diaudit dan ada temuan maka ditotalkanlah bahwa sejak 2014-2018 ada kelebihan bayar Rp.133 juta,” tuturnya.

Pendi, Owner rumah makan pusako (pihak ke-tiga), dikonfirmasi membenarkan telah terjadi kelebihan bayar yang dilakukan oleh sekretariat DPRD Merangin dalam rentang waktu 2014-2018. Meski demikian Pendi beranggapan kelebihan bayar itu adalah salah satu cara pihak sekwan membayar hutang kepada pihak mereka dengan sebutan ‘pembayaran hutang berjalan’.

‘’Memang benar ada kelebihan bayar dalam setiap proses pencairan dana. Jumlahnya bervariasi, Kami anggap itu pembayaran hutang berjalan,” kata Pendi

Dikonfirmasi, meskipun awalnya berkelit mantan sekwan DPRD Merangin yang saat ini menjabat sebagai Ka-BKPSDMD, Nasution akhirnya mengakui bahwa dirinya turut serta patungan mengganti dan membayar kerugian negara tersebut. Dia juga menyayangkan dua orang mantan sekwan yang tidak ikut patungan sementara temuan kasus juga terjadi pada zaman dua mantan sekwan tersebut.

‘’Itulah susahnya. Semestinya Pak Sibawaihi dan Pak Makmur juga ikut patungan mengganti kerugian dan bayar temuan kerugian uang negara itu. Nah ini sekarang kami bertiga yang patungan,” kata Nasution seraya menyatakan jumlah nominal patungan antar mereka tidaklah sama. (*)

Reporter : TimInvestigasi
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Usulan DAK 2020. Rusli Klaim Keberangkatan Ke Jakarta Dibiayai Negara.

Merangin | fokusinfo.com : Belum juga pasti mendapatkan DAK, namun aroma pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin terhadap lembaga sekolah mulai terendus. Diduga modus pungli dengan cara meminta terlebih dahulu sejumlah dana dari sekolah untuk biaya akomodasi.

Kasubag program Disdikbud Merangin, Rusli mengakui dirinya beserta tiga koleganya berangkat ke Jakarta pada 5 Agustus 2019 guna mengurus DAK 2020. Dalam perjalanan itu Rusli mengklaim seluruh biaya yang timbul dibebankan kepada negara. Tanpa ditanya, Rusli juga menyatakan tidak tahu apakah koleganya yang dari bidang lain juga menggunakan SPPD.

‘’Saya bersama satu orang rekan dari bidang yang sama, berangkat ke Jakarta itu ada SPPD nya, dibiayai negara. Yang dibidang lain saya tidak tahu,” Ungkap Rusli, senin 21 oktober 2019 di ruang kerjanya.

Baca Juga : Usulan DAK 2020 | Beralasan Belum Baca Berita, Kadisdikbud Belum Bersuara.

Rusli juga menjelaskan DAK Disdikbud Merangin tahun 2020 untuk bidang SMP berjumlah Rp.14 milyar namun dalam penetapannya masih belum final dengan kata lain masih dibahas. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian
Share:

Luas Konsesi PT HAN Di Merangin Capai 15.000 Ha

Merangin | fokusinfo.com : Total konsesi ( Izin membuka / menebang / mengelola hutan) yang dikantongi oleh PT Han (Hijau Arta Nusa) untuk mengelola hutan produksi (hp) di Kabupaten Merangin seluas 15.000 hektar (Ha). Cakupan izin pengelolaan terletak di hp Sei Aur dan hp sei Manau.

Kepala UPTD KPPHP Merangin, Rusnal melalui Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Gustina Arianti mengatakan berdasarkan konsesi itu maka PT Han berhak mengelola hp diwilayah yang telah ditetapkan. Dia juga berharap tidak ada pihak manapun yang menghalang-halangi kecuali memiliki argumen yang berdasarkan hukum.

‘’Mereka memang memiliki izin dan mereka berhak mengelola hp sesuai dengan luas yang diberikan. Bila ada pihak yang menghalangi, tentu harus memiliki dasar yang kuat,” kata Gustina.

Gustina juga menjelaskan yang namanya kawasan hp adalah hutan negara yang didalamnya tidak ada status kepemilikan dan tidak ada kegiatan apapun tanpa izin yang diberikan oleh negara.

‘’Contohnya bila ada masyarakat mengelola di kawasan hutan tersebut tanpa izin negara berarti kegiatan itu ilegal dan ada hukumnya,” ungkap Gustiana.

Selain itu, Gustina juga mengatakan bahwa aktivitas jual beli lahan dikawasan hp merupakan tindakan melawan hukum sesuai dengan perundang-undangan.

‘’Jangankan pihak yang jual atau pihak yang beli. Pihak yang ikutan tandatangan (saksi) juga bisa ‘kena’,” tutup Gustina. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diduga Hasil Gratifikasi Sumber Dana Bantah. Legalitas Satu Unit Inventaris Disdikbud Diragukan

Merangin | fokusinfo.com : Sebuah inventaris berupa satu set kursi tamu di ruang salah seorang oknum Kabid di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin disebut adalah hasil dari sumbangan sejumlah kepala sekolah dasar yang menerima dana Bantah pada 2017.

Baca juga : Pengakuan Kepsek. Dapat Dana Bantah 2017, Diuber-uber 4 Oknum Pejabat Disdikbud. (Bagian - 2)

Oknum pejabat Disdikbud Merangin yang mana diruangnya lah terletak inventaris itu, mendadak emosi ketika tim investigasi fij mengkonfirmasi.

‘’Jangan banyak tanya. Semua yang ada di ruangan ini adalah inventaris. Nanti kamu tanya pula apakah minyak mobil saya itu inventaris atau bukan,” ketus oknum pejabat itu. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Usulan DAK 2020 | Beralasan Belum Baca Berita, Kadisdikbud Belum Bersuara.

Merangin | fokusinfo.com : Belum juga pasti mendapatkan DAK, namun aroma pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin mulai terendus.

Menurut informasi yang media ini dapatkan praktek dugaan pungli berlangsung di bidang SMP Disdikbud Merangin. Yang mana ada 30 SMP diusulkan untuk bisa mendapatkan DAK pada 2020 mendatang. Namun untuk bisa turut serta sebagai peserta yang diusul maka pihak sekolah dimintai dana dengan patokan Rp.2 juta persekolah oleh sejumlah oknum pegawai Disdikbud bidang SMP atas arahan Kabid SMP, Cecep Arken.

Menanggapi itu Cecep Arken membantah keras. Dia menganggap tudingan miring yang mengarah kepada dirinya adalah fitnah.

Baca Juga : Usulan DAK 2020 | Cecep Arken Klarifikasi. Merasa Sedih Tupoksi Jabatannya Tak Dianggap

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Merangin H M Zubir ketika dimintai tanggapannya atas persoalan yang menimpa bawahannya itu, meminta waktu untuk mempelajari permasalahannya.

‘’Kebetulan saat ini saya sedang diluar kota dan juga berita nya belum saya baca. Tunggu lah beberapa jam lagi saya akan pelajari dulu lalu saya bisa menanggapi,” ujar Zubir via telpon dan mengaku saat itu berada di Jambi, Rabu 16 Oktober 2019. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Proyek Buka Jalan Baru Desa Nalo Gedang Diduga Demi Pemenuhan Hasrat Pribadi Kades

Merangin | fokusinfo.com : Pelaksanaan proyek buka jalan baru di desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan pada 2017 lalu dipersoalkan. Pasalnya dana pembukaan jalan baru tersebut berasal dari dana desa sementara lokasi proyek diduga terletak di kawasan Hutan Produksi (HP)

‘’Setahu saya bila mengerjakan sesuatu yang dananya berasal dari dana desa seharusnya produk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak. Nah ini pembukaan jalan baru tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak. Bisa dikatakan jalan baru yang dibuka itu (Tahun 2017, red) mengarah pada lahan perkebunan Kades,” kata warga yang meminta identitasnya tidak ditulis namun siap bersaksi bila persoalan ini berlanjut ke ranah hukum.

Selain itu, menurut informan media ini bila ada pihak yang membuka jalan baru maka seharusnya telah mengantongi izin dari kementrian pusat.

‘’Saya rasa jalan itu masuk dalam wilayah HP. Lokasinya antar Sei Lunta dan Sei Surin. Saya berani menduga karena pernah ada rekan saya yang memiliki lahan didekat jalan baru itu namun ketika hendak mengurus legalitas sertifikat, tidak bisa direalisasikan, karena lahannya termasuk dalam kawasan HP,” tuturnya.

Sementara Zuhadi kades Nalo gedang saat di hubungi via telepon mengakui memang ada pengerjaan buka jalan baru pada thn 2017 di lokasi itu. Namun dirinya tidak mengetahui bila letak jalan baru itu berada di kawasan HP.

‘’Betul ada bukan jalan baru di situ pada tahun 2017 " tapi saya dak tau kalau lokasi itu masuk dalam kawasan hp atau tidak. Baru inilah aku tahu ," Tutup Zuhadi (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Usulan DAK 2020 | Cecep Arken Klarifikasi. Merasa Sedih Tupoksi Jabatannya Tak Dianggap

Merangin | fokusinfo.com : Belum juga pasti mendapatkan DAK, namun aroma pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin mulai terendus.

Menurut informasi yang media ini dapatkan praktek dugaan pungli berlangsung di bidang SMP Disdikbud Merangin. Yang mana ada 30 SMP diusulkan untuk bisa mendapatkan DAK pada 2020 mendatang. Namun untuk bisa turut serta sebagai peserta yang diusul maka pihak sekolah dimintai dana dengan patokan Rp.2 juta persekolah oleh sejumlah oknum pegawai Disdikbud bidang SMP atas arahan Kabid SMP, Cecep Arken.

Baca Juga : Baru Proses Usulan DAK 2020, Aroma Dugaan Pungli Disdikbud Merangin Telah Terendus.

Menanggapi itu Cecep Arken membantah keras. Dia menganggap tudingan miring yang mengarah kepada dirinya adalah fitnah.

‘’Itu tidak benar. Saya tidak pernah perintahkan siapapun meminta dana apalagi sampai mematok nominal kepada sekolah yang diusulkan sebagai penerima bantuan DAK 2020 mendatang,” kata Cecep.

Cecep mengklarifikasi dalam kasus tersebut memang pernah beberapa pihak sekolah menanyakan kepada dirinya soal permintaan dana untuk kepengurusan pengusulan sekolah penerima DAK 2020. Kala itu Cecep mengaku terkejut nama dan jabatannya dikait-kaitkan sementara dalam pelaksanaannya dirinya tidak diikut sertakan.

‘’Jujur, saat itu saya terkejut juga sedih. Saya merasa nama dan tupoksi jabatan yang saya emban tidak dianggap. Sementara sebagai Kabid SMP seharusnya saya lah yang menentukan namun dalam persoalan ini saya ditinggal. Ketahuannya pun saat ada kepala sekolah yang bertanya kepada saya dengan pertanyaannya yang malahan saya nilai menjurus memojokkan eksistensi dan kredibilitas saya,” cerita Cecep. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Mobnas DPMD Belum Dikembalikan. Pegawai DPMD Nyatakan ‘Butuh’

Merangin | fokusinfo.com : Satu unit mobil dinas Operasional DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa) ternyata hingga saat ini masih dalam kuasa Ladani, mantan Kadis DPMD. Ladani sendiri saat ini telah mendapatkan posisi baru menjabat sebagai Kadis Diskoperindag Merangin.

Temuan itu muncul ketika Yulisman, sekjen LSM Sapurata Merangin menginformasikan hasil investigasinya kepada media ini. Menurut Yulisman, Seorang pegawai DPMD mengatakan saat ini membutuhkan kendaraan operasional tersebut untuk turun ke lapangan (desa, red) mengingat jarak tempuh serta medan berat yang membutuhkan kendaraan khusus.

‘’Ya kami butuh lah kendaraan doubel gardan untuk transportasi bila kami turun ke lapangan. Kita sama-sam tahu lah jarak dan medan jalan ke desa-desa itu bermacam karakternya. Bahkan bisa dibilang sulit  bila medan semacam itu dilalui oleh kendaraan biasa,” ungkap Yulisman menirukan ucapan salah seorang pegawai DPMD.

Masih dikatakan Yulisman, begitu mendengar informasi itu tim nya langsung menuju rumah kediaman Ladani di wilayah kelurahan Pasar Atas Bangko. Di garasi rumah tersebut Yulisman mengaku melihat satu unit mobil jenis triton yang diduga adalah mobil dinas milik DPMD. Namun dirinya terkejut ketika melihat plat nomor kendaraan berwarna hitam.

‘’Kami turun langsung menuju rumah pribadi Pak Ladani. Kami mendapatkan satu unit mobil jenis triton seperti yang digambarkan oleh pegawai DPMD itu. Tapi kok ya plat nomornya berwarna hitam, bukan merah,” tutur Yulisman.

Berdasarkan temuan itu, Yulisman bersama tim nya menghubungi Ladani. Dalam percakapan tersebut Yulisman klaim Ladani mengakui mobil dinas tersebut belum dikembalikan.

‘’Jadi saat kami hubungi beliau, diakuilah bahwa mobil dinas operasional itu belum dikembalikan. Kami pun menasehati agar segera dikembalikan. Alasan yang disampaikan kepada kami mobil dinas tersebut sering rusak dan Ladani lah yang memperbaiki selama ini,” cerita Yulisman. (redaksi)

Share:

Temuan LSM Sapurata, Sejumlah proyek Desa Rantau Alai Diduga Bermasalah

Merangin | fokusinfo.com : Sejumlah pembangunan di Desa Rantau Alai Kecamatan Batang Masumai yang dananya berasal dari DD tahun anggaran 2019 diduga bermasalah.
Hal itu diungkapkan Yulisman Sekjen DPC LSM Sapurata Merangin berdasarkan investigasi pihaknya beberapa waktu belakangan ini di desa yang saat ini dipimpin oleh Kepala Desa bernama Moch Helmi.

‘’Selain turun cek kondisi proyek di lapangan, kami juga mewawancarai sejumlah tokoh masyarakat Desa Rantau Alai. Berdasarkan itu kami duga ada masalah dalam pelaksanaannya,”  ungkap Yulisman

Selain fisik sejumlah proyek, Yulisman juga mengumbar temuannya soal dugaan ketidak transparan pihak Desa dalam pengelolaan keuangan desa sehingga melahirkan tanda tanya dari masyarakat.

Tidak hanya itu, Yulisman juga menyayangkan beberapa proyek fisik yang hingga saat ini masih terus dikerjakan sementara waktu pengerjaan tahap 2 hampir habis dan dalam waktu dekat ini akan ada pencairan tahap 3.

‘’Ada laporan warga kepada kami soal dugaan pengelolaan keuangan desa yang tidak transparan. Kami juga menemukan ada beberapa proyek yang hingga saat ini masih belum selesai sementara proyek tersebut didanai dari pencairan tahap ke 2. Sementara dalam waktu dekat ini akan ada pencairan tahap 3,” tutupnya. (redaksi)

Share:

Masih Proses Usulan DAK 2020, Aroma Dugaan Pungli Disdikbud Merangin Telah Terendus.

Merangin | fokusinfo.com : Belum juga pasti mendapatkan DAK, namun aroma pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin mulai terendus.

Menurut informasi yang media ini dapatkan praktek dugaan pungli berlangsung di bidang SMP Disdikbud Merangin. Yang mana ada 30 SMP diusulkan untuk bisa mendapatkan DAK pada 2020 mendatang. Namun untuk bisa turut serta sebagai peserta yang diusul maka pihak sekolah dimintai dana dengan patokan Rp.2 juta persekolah oleh sejumlah oknum pegawai Disdikbud bidang SMP atas arahan Kabid SMP, Cecep Arken.

‘’Informasinya Kabid yang menyuruh bawahannya meminta uang dari sekolah yang ingin diprioritaskan sebagai peserta yang diusul ke pusat untuk dapat DAK 2020 kelak,” ungkap sumber informasi.

Masih dikatakan informan, dugaan permintaan dana dari sekolah dengan modus uang transportasi dan administrasi kepengurusan.

Sementara itu Cecep Arken, hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi. Didatangi ke kantornya tidak berada di tempat, ditelpon ke nomor hp nya tidak diangkat. ‘’Bapak sedang keluar. Kembali saja nanti,” ungkap salah seorang pegawai Disdikbud yang bertugas di bidang SMP. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Konflik PT HAN & Warga. Kades Nalo Gedang ‘Angkat Tangan’

Merangin | fokusinfo.com : Sejumlah pekerja dan perwakilan PT HAN (Hijau Arta Nusantara) terlibat pertengkaran dengan puluhan warga Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan, Sabtu 5 Oktober 2019. Menurut informasi pada pagi sabtu itu sebanyak 40an orang warga mendatangi lokasi lahan garapan PT HAN yang saat itu pekerjanya tengah beraktivitas rutin. Warga memaksa para pekerja itu menghentikan segala akjtivitas mereka.

Atas desakan warga, para pekerja PT HAN menghentikan aktivitasnya. Merasa kondisi terkendali, sejumlah warga meninggalkan lokasi, namun ada juga beberapa orang warga yang tetap bertahan dilokasi.

Pertengkaran antar warga (yang bertahan di lokasi, red) dengan pihak PT HAN kembali terjadi ketika sejumlah orang dari PT HAN mendatangi lokasi.

Baca Juga : Terlibat Pertengkaran Dengan Warga, PT HAN Diusir Dari Nalo Gedang

Persoalan tersebut bukan tidak diketahui oleh Kepala Desa Nalo Gedang. Zuhadi, Kades Nalo Gedang pun turut turun ke lokasi berupaya menengahi persoalan tersebut. Namun dengan kedatangan Kades ke lokasi, konflik malah menjadi semakin panas. Hingga akhirnya Kades mengeluarkan kata-kata pasrah.

‘’Saya tidak mau menyelesaikan persoalan PT HAN ini lagi. Itu diluar tanggung jawab saya,” kata Zuhadi sembari meninggalkan lokasi.

Seorang warga, Fatimah dalam celotehannya mengatakan selama ini tidak ada sosialisasi dari pihak PT HAN kepada para pemilik lahan sehingga wajar bila ada warga yang protes karena lahan mereka dirambah oleh PT HAN

‘’ Pertemuan di kantor desa waktu itu PT HAN sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat secara umum. Bukan secara khusus kepada pemilik lahan. Sementara dalam persoalan ini pemilik lahan lah yang terimbas,” kata Fatimah didukung oleh kesaksian warta lainnya.

Fatimah juga menyebut dirinya berserta warga lainnya telah bermusyawarah dalam waktu dekat ini lahan mereka itu (yang dirambah oleh PT HAN, red) direncanakan untuk ditanami tumbuhan kopi.

‘’Bibit kopi akan kami adakan untuk ditanam di lahan ini. Jadi jangan coba-coba PT HAN kembali lagi kemari,” tegas Fatimah.(*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian




Share:

Terlibat Pertengkaran Dengan Warga, PT HAN Diusir Dari Nalo Gedang

Merangin | fokusinfo.com : Sejumlah perwakilan PT HAN (Hijau Arta Nusantara) terlibat pertengkaran dengan puluhan warga Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan, Sabtu 5 Oktober 2019. Menurut informasi sebanyak 40an orang warga mendatangi lokasi lahan garapan PT HAN yang saat itu pekerjanya tengah beraktivitas rutin. Warga memaksa para pekerja itu menghentikan segala aktivitas mereka.

Seorang warga, Patimah mengklaim sebagai warga asil Nalo Gedang didasari orang tua hingga kakek neneknya lahir di desa itu. Dia khawatir kedatangan PT HAN di desa mereka akan membuat warga sulit bergerak (berkebun) karena lahan perkebunan akan digarap oleh pihak PT HAN.

‘’Saya ini orang asli Nalo Gedang. Bapak Ibu Kakek Nenek saya juga lahir di sini. Ini tanah kelahiran saya. Kamilah yang selama ini menggarap lahan perkebunan disini. Nah sekarang  kenapa pula ada orang luar yang mengaku lahan ini dikuasai mereka. Kalau begitu lama-lama bisa habis tanah Nalo ini,” ungkap Patimah emosi.

Sementara warga lainnya menyatakan dirinya tidak rela bila tanah mereka dikuasai oleh orang luar yang diduga bertujuan mengeksploitasi alam. Dalam pertengkaran itu tuntutan Masyarakat Desa Nalo Gedang agar semua alat berat dan pekerja dari PT HAN untuk segera meninggalkan Desa Nalo Gedang; ‘’Alat berat dan pekerja yang sudah masuk untuk ke desa ini tarik semuanya,” teriak salah seorang warga didukung masyarakat lainnya.

Sementara itu Mariyos yang mengaku sebagai Humas dari PT HAN mengatakan tidak mungkin pihak mereka berniat menyakiti masyarakat Desa Nalo Gedang. Dia menjelaskan bahwa PT HAN akan memanfaatkan lahan Hutan Produksi (HP) yg belum di garap oleh masyarakat. Namun bila ada lahan HP yang telah digarap oleh masyarakat dan mau menyerahkan kepada PT HAN, maka kedua belah pihak akan ada melakukan MoU terlebih dahulu.

‘’Bila ada masyarakat yang merasa telah menggarap HP sebagai lahan perkebunan mereka, seperti telah ditanami karet, sawit ataupun tumbuhan lainnya tapi mereka mau bekerja sama menyerahkan lahan mereka ke pihak kita, maka akan ada MoU terlebih dahulu agar kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Marliyos. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kasus Dugaan Camat ‘Kuasai’ Gaji Sopir, Pemkab Akan Koordinasi Dengan Dua Instansi.

Merangin | fokusinfo.com : Tindakan tidak terpuji oleh oknum pejabat pemerintah Merangin jangan dicontoh. Tidak puas menerima gaji sendiri, diduga pejabat ini juga memakan gaji sopirnya.

Baca Juga : Eeeh Ketahuan..!, Dugaan Camat ‘Kuasai’ Gaji Sopir

Menanggapi persoalan itu Pemerintah Kabupaten Merangin dalam hal ini Asisten 1, A Gani akan melakukan tindakan pengecekan ke lapangan guna menggali informasi. Pengecekan itu juga bertujuan untuk mengetahui benar atau tidaknya informasi tersebut  serta mendengar argumen dari yang bersangkutan.

‘’Sesegera mungkin saya akan perintahkan Kabag Pem (Kepala Bagian Pemerintahan) turun ke lapangan atau bisa juga memanggil yang bersangkutan ke kantor guna kroscek persoalan ini,” ungkap A Gani.

Tidak hanya tindakan itu, A Gani juga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dua instansi pemerintah yaitu BKD dan Inspektorat.

‘’Kita juga akan koordinasi dengan BKD dan inspektorat, ketika ada penyelewengan dan etika. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” tambahnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Eeeh Ketahuan..!, Dugaan Camat ‘Kuasai’ Gaji Sopir

Merangin | fokusinfo.com : Tindakan tidak terpuji oleh oknum pejabat pemerintah Merangin jangan dicontoh. Tidak puas menerima gaji sendiri, diduga pejabat ini juga memakan gaji sopirnya.

Tindakan itu dialami oleh Gigih Afrizal Siregar, seorang pria yang mulai mengabdi sebagai staf tenaga honorer dan juga merangkap sebagai driver (sopir) di Kantor Camat Renah Pamenang pada awal tahun 2018. Gigih resmi diangkat sebagai sopir pada Januari 2019 dan tanpa sebab yang jelas Gigih diberhentikan sejak Februari 2019.

‘’Yang menyampaikan kepada saya bahwa saya diberhentikan adalah Pak Sekcam. Hanya melalui lisan tanpa adanya surat pemberhentian,” ungkap Gigih.

Sejak diberhentikan secara lisan itu, Gigih mengaku tidak lagi masuk kantor. Namun  Gigih merasa bingung ketika mengetahui namanya masih terdaftar pada absensi. Informasi itu Gigih terima saat salah seorang Kasi di Kecamatan menelpon yang mempertanyakan keberadaannya.

‘’Saya tahu absensi saya masih ada saat salah seorang kasi di kecamatan telpon saya.. Beliau nanyain kenapa saya nggak masuk lagi, saya jawab saya sudah di berhentikan lalu Kasi itu bilang absendi saya masih ada,” cerita Gigih.

Masih diceritakan Gigih, sejak kejadian itu timbul kecurigaan dari dirinya kepada camat. Apalagi pasca diberhentikan Gigih mengalami perlakuan yang janggal oleh Camat.

‘’Sebelum bulan puasa Pak Camat mencari saya di tempat biasa saya nongkrong yaitu di daerah B3. Begitu bertemu Pak Camat meminta ATM sekaligus PIN. Entah kenapa saat itu tidak ada rasa curiga sedikitpun sehingga saya memberikannya. Sekitar bulan Agustus 2019 ATM dikembalikan kepada saya dan saat itu saya diberikan uang Rp.500 ribu. Jadi bila memang gaji saya selama itu masih ada artinya sejak Februari hingga Agustus saya hanya mendapatkan gaji Rp.500 ribu,” terang Gigih.

Sementara itu, Camat Renah Pamenang, Kusmanto mengakui telah memberhentikan Gigih sejak Februari 2019. Dia juga mengatakan selama Februari hingga Agustus 2019 masih menggunakan nama Gigih sebagai Driver di Kecamatan hingga mendapatkan pengganti.

‘’Kita masih pinjam namanya menjelang dapat penggantinya,” singkat Kusmanto.

Soal gaji, dikatakan Kusmanto pihaknya telah memberikan
Seluruhnya kepada Gigih melalui transfer ke rekening. ‘’Gaji yang keluar atas nama Gigih dari bulan Februari sampai Agustus sudah kita kasih semuanya kepada yg bersangkutan, kita masukan ke rekeningnya,” klaim Kusmanto.(*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian


Share:

Pengakuan Kepsek. Dapat Dana Bantah 2017, Diuber-uber 4 Oknum Pejabat Disdikbud. (Bagian - 2)

Merangin | fokusinfo.com : Pengakuan menggelitik dari seorang Kepala sekolah di Merangin lantaran saat menceritakan pengalamannya, suasana jadi berjenaka.  Baik itu kepsek, jurnalis fokusinfo.com serta sejumlah orang disekitar saat proses wawancara, tertawa terpingkal-pingkal.

Baca juga : Pengakuan Kepsek. Dapat Dana Bantah 2017, Diuber-uber 4 Oknum Pejabat Disdikbud. (Bagian - 1)

Sementara itu oknum2 (yang seorang lagi, red) mulanya berupaya juga meminta uang dari Kepsek tersebut. Namun karena adanya pematokan nominal uang yang diminta membuat Kepsek kukuh tidak mau memberikan. Akhirnya oknum2 tersebut meminta berupa barang.

‘’Akhirnya oknum pejabat itu minta barang, tidak jadi uang,” tutur Kepsek

Merasa sering dipinjami uang, akhirnya kepsek berinisiatif menghubungi dua orang kepala sekolah lain yang kala itu sekolahnya juga mendapatkan dana Bantah. Singkat cerita dibelikanlah barang seperti yang diminta oleh oknum2 itu.

‘’Ya karena terus didesak, dengan berat hati kami beli barang yang diminta oknum pejabat itu,” singkatnya.

Ironisnya, dikatakan Kepsek karena harga barang tidak sesuai dengan yang diimpikan oleh oknum2 maka barang yang telah dibeli itu dikembalikan kepada para kepsek untuk ditukarkan dengan barang yang berharga Rp.6 juta.
‘’Katanya harus barang yang harganya Rp.6 juta. Jadi kami gantilah dengan harga yang dimau. Setelah itu baru oknum2 itu tersenyum,” katanya.

Cerita kepsek terus berlanjut ke oknum3. Menurut kepsek walaupun oknum3 ini posisinya diatas oknum1 dan oknum2 namun tidak mendapatkan apa-apa dari kepsek tersebut. Meski begitu perjuangan oknum3 meminta sejumlah uang dari kepsek tidak bisa dipandang sebelah mata.

‘’Oknum pejabat yang ini luar biasa perjuangannya. Tapi terus terang saya merasa terganggu dengan tindakan mereka kepada saya. Akhirnya saya memutuskan melapor kepada sekda Merangin kala itu Pak Sibawaihi terkait apa yang para oknum oknum pejabat Disdikbud itu lakukan terhadap saya,” tutupnya.

Menutupi rasa penasaran, tim investigasi fij mengkonfirmasi Sibawaihi yang kala itu menjabat sebagai Sekda Merangin. Dikatakan Bawai, memang benar kepsek pernah mendatanginya namun substansi apa yang diadukan, Bawai mengaku lupa.

‘’Memang benar, pernah kepsek itu menghadap saya. Inti persoalannya saya lupa. Yang saya ingat saat itu saya langsung menelpon orang Diknas. Saya sampaikanlah kepada mereka kepsek ini jangan diganggu karena memiliki prestasi yang baik. Setelah itu saya tidak tahu lagi perkembangannya,” jawab Bawai. (*) 

Reporter : TimInvestigasi
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pengakuan Kepsek. Dapat Dana Bantah 2017, Diuber-uber 4 Oknum Pejabat Disdikbud. (Bagian - 1)

Merangin | fokusinfo.com : Pengakuan menggelitik dari seorang Kepala sekolah di Merangin lantaran saat menceritakan pengalamannya, suasana jadi berjenaka.  Baik itu kepsek, jurnalis fokusinfo.com serta sejumlah orang disekitar saat proses wawancara, tertawa terpingkal-pingkal.

Kepada media ini, Kepsek itu mengaku sekolahnya pernah mendapatkan dana bantuan pemerintah (bantah) pada 2017 lalu. Awalnya pekerjaan berlangsung biasa saja. Namun saat pertengahan hingga akhir pekerjaan pembangunan baru muncul penelpon-penelpon yang mengatasnamakan orang Dinas Pendidikan. Dan ternyata memang oknum orang Dinas Pendidikan.

‘’Saya kira orang yang mengaku dari Dinas Pendidikan, rupanya benar benar oknum orang dari Dinas Pendidikan,” ungkap Kepsek itu.

Diceritakannya, sejak awal terjadinya telpon-telponan itu dirinya mengaku dirayu agar mau memberikan sebagian dana Bantah kepada dinas pendidikan. Namun karena dalam bahasa meminta itu disebut persen-persenan, kepsek keberatan.

‘’Bila memang mau minta ya saya tidak keberatan. Tidak penuh keatas ya penuh kebawah. Tapi kalau sudah main persen-persenan tentu saya keberatan dan saya tolak,” tuturnya.

Masih dikatakan kepsek itu, ada 4 oknum pejabat Disdikbud yang pantang menyerah berjuang meminta uang darinya. Tak ingin menyebut nama, Kepsek (yang juga tak ingin namanya dipublikasikan, red) itu membagi tingkatan oknum pejabat yang dimaksud. 1 orang oknum1 adalah pejabat yang jabatannya biasa saja alias dibawah (namun untuk menduduki jabatan itu tetap menjalani pelantikan, red). 2 orang oknum2 adalah pejabat yang tingkatannya ditengah dan 1 orang oknum3 adalah pejabat yang tingkatannya diatas oknum1 dan oknum2.

‘’Oknum1 ini yang mulanya menelpon saya. Dia menjual nama oknum2 dan oknum3. Karena saya tidak respon maka oknum1 ini datang ke sekolah mengecek pembangunan yang sedang berlangsung. Walaupun pekerjaan yang kami laksanakan telah sesuai dengan arahan atau RAB, tapi dimata oknum1 ini pekerjaan kami itu dianggap salah semua,” cerita Kepsek itu.

‘’Mungkin karena selama itu meminta uang tidak saya berikan, akhirnya suatu malam dia datang ke rumah dengan alasan meminjam uang. Akhirnya saya pinjamkan uang Rp. 6 juta sesuai yang diharapkannya. Itu uang pribadi saya dan sampai sekarang uang itu belum kembali,” tambah Kepsek itu.

Masih diceritakan kepsek, oknum2 juga awalnya meminta jatah dari dana Bantah itu dengan sebutan persenan. Namun kepsek tidak memberikan. Berkemungkinan belajar dari pengalaman oknum1, oknum2 pun mengatakan meminjam uang dari kepsek untuk keperluan mobilnya.

‘’Dengan uang pribadi juga saya pinjamkan Rp.6 juta kepada oknum2. Saya berikan pinjamannya di dekat pos polisi pasar bawah,” tuturnya. (bersambung....)

Reporter : TimInvestigasi
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Buntut Pengakuan Kades Pelangki. APDESI Merangin Bersuara, F-BPM Pinta Kades Sebut Nama

Merangin | fokusinfo.com : Pengakuan Azwar, Kades Pelangki kecamatan Batang Masumai mendapat respon dari masyarakat terutama para nettizen ketika berita pengakuannya dipublikasikan, meskipun dalam pemberitaan itu baru sebatas pengakuan tanpa penunjukan bukti.

Baca Juga : Polemik Desa Pelangki. Misteri Uang Rp.35 Juta Terbongkar ?

Tak lepas tangan terhadap anggotanya, rasa empati ditunjukkan oleh lembaga Apdesi (asosiasi perangkat desa seluruh indonesia) Merangin. Melalui Humas Apdesi Merangin, Anas mengaku turut prihatin terhadap kasus yang saat ini dialami oleh Azwar, Kades Pelangki.

‘’Jujur kami selaku rekan sejawat sesama kades merasa prihatin dengan kasus yang menimpa Kades Desa Pelangki,” kata Anas via telpon.

Menurut Anas, hal yang sangat tidak sepatutnya terjadi selain meminta sejumlah uang, adalah penahanan SPJ desa oleh pihak manapun.

‘’Kalau memang ada penahanan SPJ yang dilakukan Kejari terhadap kasus desa Pelangki, itu adalah salah,” Ujar Anas.

Menurut anas Tugas APDESI , sebagai koordinator kelembagaan hanya menjembatani karena desa adalah binaan dari kecamatan , DPMD dan Inspektorat.

‘’Kami punya atasan di kecamatan yaitu camat sebagai pembina kami. Tingkat kabupaten pembina kami adalah DPMD. Dan untuk masalah administrasi kami juga menyerahkan kepada inspektorat,” terangnya.

Anas menegaskan pihaknya tidak mau ada institusi diluar dari inspektorat untuk pembinaan mereka. Masih dikatakan Anas, penegasan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Merangin saat pelaksanaan rakor.

‘’Apa saja yg berhubungan dengan desa dan kepala desa mengenai surat menyurat dan meminta SPJ segala macam tidak boleh tanpa seizin Bupati,” tegasnya.

Sementara itu, Masroni koordinator F-BPM (Front Bersama Peduli Merangin) meminta Kades Palengki menyebut nama oknum pegawai Kejari yang telah meminta uang sebesar Rp.35 juta tersebut.

‘’Saya harap Kades Pelangki jangan takut, buka-bukaan saja bila memang apa yang diakui itu benar adanya. Saya yakin masyarakat Merangin khususnya warga Desa Pelangki berdiri di belakang Kades,” ungkap Masroni.

Masroni juga menyatakan keraguannya terhadap kinerja Kejari Merangin selama ini sedikit demi sedikit terbukti minim.

‘’Dengan berat hati mohon maaf saya ulangi satu kali lagi bahwa F-BPM tidak percaya dengan Institusi Kejari Merangin, Apa sebab nya...? Upaya penanganan kasus korupsi itu nihil banyak laporan dari masyarakat hingga saat ini tidak tahu muaranya kemana. Jadi wajar masyarakat curiga,” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian




Share:

Polemik Desa Pelangki. Misteri Uang Rp.35 Juta Terbongkar ?

Foto : ist
Merangin | fokusinfo.com : ‘Drama’ Misteri uang Rp.35 juta yang belakangan ini santer disebut oleh Kepala Desa Pelangki Kecamatan Batang Masumai, Azwar akhirnya terbongkar sendiri oleh Kades itu.

(silahkan klik link ‘Baca Juga’ pada tiap pemberitaan terkait Desa Pelangki, untuk mengetahui perjalanan kasus ini, red)

Meskipun belum mengarah pada pembuktian, namun pengakuan Kades cukup membuat sedikit demi sedikit misteri uang tersebut kemana arahnya. Sebelumnya Azwar terus memberikan keterangan yang berbelit-belit atas uang  Rp.35 juta tersebut seperti dijadikan silpa, disetor ke bank, dikembalikan ke kas desa namun selalu menolak saat dimintai menunjukkan bukti. Apalagi ketika pihak inspektorat menyebut tidak ditemukan silpa di Desa Pelangki, kala itu Azwar tetap berkelit.

Namun temuan terbaru saat tim investigasi turun kembali ke desa pelangki. Saat melihat papan informasi tidak terlihat adanya dana silpa, persis seperti yang diutarakan oleh inspektorat Merangin.

Baca juga : Inspektorat tak temukan silpa Rp.35 juta di Desa Pelangki 

Dimintai tanggapannya, akhirnya Azwar mengaku menyerah. Dia menganalogikan kedudukannya seperti ketimun yang berhadapan dengan durian saat mengatakan uang Rp.35 juta diberikan kepada oknum Kejari Merangin.

‘’Jadi begini, apa yang terjadi terjadilah. Dana itu diambil oleh Kejari semuanya,” singkat Azwar pasrah.

Menurut Azwar pihaknya dipaksa memberikan uang Rp.35 juta dengan ‘jaminan’ spj desa yang ditahan oleh oknum kejari.

‘’Kami dipaksa memberikan uang itu karena spj kami juga ditahan. Namun bukan saya yang memberikan. Uangnya dikumpul sama Pak camat.Tiap sebentar Hp pak camat tu bunyi katanya ditelpon oleh orang Kejari. Pak camat pun saya lihat jadi gelisah. Awalnya pak camat tidak mau tapi karena didesak terus akhirnya Pak Camat dengan berat hati mengantarkan uang tersebut ke Kejari,” terang Azwar.

Sementara itu Kajari Merangin, Haryono membantah tudingan Kades Pelangki, Azwar. Menurut Haryono tudingan itu fitnah.

‘’Tidak ada itu. Coba buktikan bila memang ada. Itu fitnah dan kami siap memperkarakan tudingan ini,” kata Haryono diruang kerjanya. Selasa 24 september 2019. (*)

Reporter : Tim
Redaktur : TopanBohemian





Share:

Diduga Terjadi Pemalsuan Akta Autentik, Seorang Warga Merangin Melapor ke Polda.

Merangin | fokusinfo.com : Dedi Aswida seorang warga Merangin melaporkan tiga orang ke Polda Jambi atas dugaan terjadinya pemalsuan data akta autentik. Laporan dilayangkan pada 6 September 2019 dengan nomor laporan polisi : LP/B-215/IX/2019/SPKZT’C’ POLDA JAMBI.

Tiga orang yang dilaporkan Dedi adalah 1. Juang Suohong beralamat di Jln Sudirman Kav.52-53 Jakarta, 2. Alexander Gevanno beralamat di Janti Barat C-A4 Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang, dan 3. Poerwo Adilogo beralamat di Gedung Teater Taman Ismail Masrzuki Kelurahan Cikini Jakarta.

‘’Saya melaporkan tiga orang itu atas dugaan tindak pidana pemalsuan akta autentiik sesuai dengan pasal 266 KUHP,” ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan, pemalsuan akta yang dimaksud adalah penyingkiran nama dewan direksi dan dewan komisaris dan bagian pemegang saham PT Rich Land Power Merangin dengan dasar keputusan rapat, sementara rapat yang dimaksud tidak pernah terjadi.

‘’Disebut telah terjadi rapat di kantor PT Rich Land Power Merangin yang beralamat di BTN Belisih Indah RT 16 kelurahan pasar atas Bangko kabupaten Merangin Jambi. Sehingga terbitlah akta notaris dan pejabat pembuat tanah YAN ARMIN S.H berkedudukan di Jalan Pluit Karang Barat Blok P2 Selatan Nomor 101 A Jakarta Utara dengan nomor 155 tertanggal 19 april 2018. Sementara rapat yang dimaksud itu tidak pernah terjadi,” terangnya.(*)
Dedi juga menyatakan pihaknya telah menyurati Dewan Kehormatan Notaris untuk menindak lanjuti permasalahan dan kebenaran akta no 155 tanggal 19 april 2018 yang di keluarkan oleh YAN ARMIN S.H  itu.

‘’Kami juga telah layangkan surat ke Dewan Kehormatan Notaris untuk menindak lanjuti akta no 155 tanggal 19 april 2018 yang di keluarkan oleh YAN ARMIN S.H  itu. Menurut kami sumber isi dari pernyataan keputusan rapat tersebut penuh dengan kebohongan dan patut diduga adanya pemalsuan data,” tutupnya. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Tak Mau Diajak Berunding, Wartawan Sekaligus Musisi Merangin Diancam Pelaku PETI

Merangin | fokusinfo.com : Yasdi, seorang wartawan bertugas di Merangin yang juga seorang musisi mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh segerobolan pelaku Penambang Emas Tanpa Izin  (PETI) yang beroperasi Di Desa Seling Kecamatan Tabir.

Kepada media ini Yasdi menceritakan kronologis perlakuan tidak menyenangkan itu bermula saat dirinya hendak mandi ke sungai pada tengah hari jelang melaksanakan sholat Jum’at.

‘’Sewaktu saya hendak mandi di sungai, sekira pukul 12.15 wib saya dipanggil operator alat agar segera mendatanginya, saya tanya kembali, ada apa,? Pelaku menjawab ada runding, mari ikut dulu,” ungkap Yasdi menirukan logat pelaku PETI.

Merasa waktu sholat Jum’at hampir tiba, Yasdi menolak permintaan itu dan berjanji akan berjumpa dengan pelaku sehabis sholat Jumat.

‘’Dia terus meminta saya mendekatinya. Tapi saya tolak karena waktu sholat Jumat hampir tiba. Dalam hal ini tentu saja saya lebih mengutamakan sholat. Saya bilang ke dia sehabis sholat saya akan menemuinya tapi malah perkataan kasar yang dilontarkan kepada saya,” terang Yasdi.

‘’Meski jarak kami berjauhan namun perkataannya cukup jelas saya dengar. Kala itu dia mengatakan ‘Aku tunggu disimpang Seling, Awas Kau’. Karena situasi sedang panas saya lebih menduga perkataannya itu mengandung ancaman, apalagi dia berteriak keras seperti itu. Tapi bila situasinya adem, bisa saja dia menunggu saya di simpang seling untuk mengajak ngopi,” ungkap Yasdi, vokalis group awan band itu. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Sekretariat DPRD Sukses Selenggarakan Pelantikan 35 Anggota DPRD Merangin Periode 2019-2024.

Merangin | fokusinfo.com :  35 orang anggota DPRD Kabupaten Merangin periode 2019-2024 yang terpilih dalam Pemilhan Umum April 2019 lalu, resmi di ambil sumpah dan janjinya melalui Rapat Paripurna, Jumat (30/08).
 Pengambilan sumpah dan janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Bangko Aminnuddin.

Hadir pada acara tersebut Gubernur Jambi yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Wakil Bupati Merangin, Mashuri, Pimpinan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para undangan lainnya.

Wajah baru mendominasi anggota DPRD Merangin periode 2019-2024 yakni sebanyak 25 anggota dan 10 lainnya masih wajah lama atau incumbent.

Pantauan dilokasi, acara dimulai pukul 14.46 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan selanjutnya Rapat Paripurna DPRD Merangin resmi dibuka Ketua DPRD Merangin, Zaidan Ismail.

Herman Efendi terpilih sebagai ketua DPRD Merangin sementara dan Zaidan Ismail sebagai wakil DPRD Merangin sementara, hingga terpilih pimpinan DRPD defenitif.

‘’Alhamdulillah acara pelantikan berjalan dengan hikmat dan sukses. Semoga seluruh anggota DPRD Merangin yang baru ini dapat mengemban amanah untuk kemajuan Merangin,” ungkap Fauziah, Sekwan DPRD Merangin. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Terpilih Menjadi Ketua DPRD, Herman Efendi Akan Gelar Syukuran.

Merangin | fokusinfo.com : Merasa bersyukur dipilih masyarakat menjadi anggota DPRD Merangin, hingga terpilih pula menjadi ketua DPRD Merangin, Herman Efendi ST MM akan menggelar acara syukuran kepada masyarakat.

Acara syukuran tersebut akan dilaksanakan di kediaman pribadinya di Jalan Sepat Desa Muara Delang Kecamatan Tabir Selatan pada Sabtu, 28 September 2019.

‘’Insya Allah kita akan menggelar syukuran pada sabtu besok dimulai pukul 14.00 WIB di Muara Delang,” kata Fendi.

Fendi berharap dengan syukuran tersebut doa dari masyarakat akan memperkokoh niat awalnya untuk mengemban amanah dan tugas negara demi pembangunan Merangin yang menyeluruh.

‘Saya ingin selalu dekat dengan masyarakat. Maka doa masyarakat, petuah orang-orang tua sangat saya harapkan untuk bisa mengingatkan saya bila suatu saat saya mengalami kealpaan. Yang jelas saya ini dipilih masyarakat dan akan mengabdi kepada masyarakat Merangin,” tutupnya.

Dalam acara syukuran itu, Fendi juga telah mempersiapkan sejumlah artis yang diharapkan bisa memberikan hiburan ringan kepada masyarakat yang hadir. Salah seorang diantaranya adalah artis dangdut senior, Yus Yunus. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Turun Ke Muara Madras, Kejari dan Tim Tak Temukan Penyimpangan DD

Merangin | fokusinfo.com : Didampingi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan Dinas PMD Merangin, Kejaksaan Negeri Merangin turun ke lapangan untuk mengecek maraknya laporan terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2017 khususnya di desa Muara Madras Kecamatan Jangkat, Kamis 26 September 2019.

Tim yang dipimpin Kajari Merangin, Haryono SH itu bergerak sejak pagi menuju lokasi pengerjaan fisik seperti jembatan gantung, drainase, lapangan voly dengan didampingi kepala desa muara madras dan perangkat desa guna klarifikasi langsung.

Dalam peninjauan tersebut juga di turunkan tim TP4D yakni kasi intel, kasi pidum, dan kasi datun untuk memperkuat dalam pencarian fakta dilapangan

Dari hasil pemantauan itu tidak ditemukan kejanggalan yang berarti, wajar dan sesuai rab pada tahun tersebut. Yang artinya laporan ketua BPD Muara Madras yang menduga terjadinya kerugian negara serta penyalahgunaan dana nyaris dikatakan tidak memenuhi unsur.

‘’Saat ini kita bisa melihat langsung dari laporan yang diberikan dan sudah kita proses, namun sementara ini tidak ada ditemukan penyimpangan,” kata Haryono.

Meski demikian, ditambahkan Haryono pihaknya mempersilahkan APIP melakukan penghitungan ada atau tidak kerugian negara. Bila ditemukan, dikatakan Haryono maka Kepala Desa wajib mengembalikan dana dengan tempo 60 hari sebelum proses berikutnya.

‘’Pihak APIP akan menghitung apakah ada kerugian negaranya. Bila ada maka wajib dikembalikan ke kas desa,” pungkasnya. (Redaksi)


Share:

Kontraktor Akui Pengeboran Sumur Bor Di Rejosari Kurang Dalam

Ilustrasi
Merangin | fokusinfo.com : Keluarga Penerima manfaat air bersih di desa Rejosari, Pamenang mengeluh. Pasalnya untuk mendapatkan pelayanan tersebut mereka diharuskan membayar sejumlah uang kepada TPK Rejosari bernama Suluri.

Persoalan tidak berhenti disitu. Informasi terbaru yang media ini dapatkan, ternyata sumur bor yang dibangun dari sumber dana DAK Merangin 2019 itu kedalamannya kurang dari semestinya. Terjadinya hal itu karena mesin pengebor milik pemborong mengalami kerusakan. Ironisnya berbekal alat pendeteksi air, kekurangan itu (pengeboran kurang dalam) tidak menjadi persoalan yang berarti.

Andri, kontraktor kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih dikonfirmasi menjelaskan persoalan tersebut kepada media ini. Diakui Andri ‘kekurangan dalam’ pada proses pengeboran telah dilaporkan ke pihak DPUPR. Andi juga klaim persoalan tersebut telah dianggap tidak bermasalah karena air yang tersedia cukup.

‘’Memang kedalamannya tidak sesuai dengan semestinya. Tapi sudah saya laporkan ke DPUPR. Mereka juga telah mengecek ke lapangan dengan membawa sejenis alat pendeteksi air. Mereka mengatakan tidak apa-apa karena ketersediaan air pada kedalaman itu sudah cukup bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” terang Andri.

 Masih dikatakan Andri, karena kedalaman kurang maka dana yang berlebih dialokasikan untuk pembelian tiga unit meteran air serta sejumlah pipa-pipa. ‘’Ada berita acaranya. Dana kelebihan digunakan untuk yang biaya lainnya hingga dana tersebut habis,” tuturnya.

Baca Juga : Dugaan Pungli Penerima Manfaat Air Bersih, Mencuat di Rejosari

Terkait dugaan terjadinya pungli oleh TPK Rejosari, Suluri kepada masyarakat penerima manfaat air bersih, Andri mengaku terkejut dan kecewa.

‘’Saya tidak tahu bila ada pungutan kepada masyarakat. Saya kecewa bila informasi itu benar. Secepatnya saya akan bertolak ke desa Rejosari,” pungkasnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com