• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Melalui Praperadilan, Polres Merangin Bakal Digugat Rp. 4,1 M


Merangin | fokusinfo.com :
Polres Merangin dikabarkan akan digugat sebesar Rp.4,1 Milyar berkaitan dengan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Sany yang telah diamankan oleh Polres dari kecamatan Tabir Barat pada Maret 2021 lalu. Pengamanan alat berat diduga karena digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Penggugat bernama Herry Chandra seorang pengusaha alat  berat berdomisili di Pekan Baru. Dia melayangkan gugatan Praperadilan melalui kuasa hukumnya, Syafridhan Fikri Lubis, SH.

Dikonfirmasi, Fikri penggilan akrab Syafridhan Fikri Lubis, membenarkan kabar tersebut. Dia malah memberikan informasi sidang perdana praperadilan kasus itu akan digelar pada Selasa 31 Mei 2022.

‘’Iya kami sudah terima surat panggilan sidangnya dari PN Bangko. Insyaallah kami siap,” tegas Fikri.

Diterangkan Fikri, dasar mereka melakukan praperadilan Polres Merangin adalah untuk mengetahui status hukum alat berat milik Herry Chandra tersebut. Soalnya sejak diamankan hingga saat ini belum ada kejelasan status hukumnya.

‘’Sudah 14 bulan alat itu ditahan oleh pihak kepolisian. Selama itu pula kami tidak tahu statusnya. Apa sebagai barang bukti, atau memang telah disita. Bila memang telah disita kenapa tidak ada pemberitahuan kepada kami sebagai pemilik alat tersebut,” kata Fikri.

Fikri klaim pihak polres Merangin telah mengetahui pemilik alat berat tersebut adalah kliennya Herry Chandra. Namun menurut Fikri pihak Polres tidak mengindahkan ketika mereka menjelaskannya ke pihak Polres.

‘’Berkas kepemilikan lengkap, juga surat perjanjian rental. Kami telah berupaya menjelaskannya tapi pihak Polres tidak mengindahkan penjelasan kami itu,” ungkap Fikri.

Masih dikatakan Fikri, akibat penahanan yang  tanpa status itu kliennya banyak dirugikan. Maka dari itu pihaknya menggugat Polres Merangin sebesar Rp.4,1 M. Angka sebesar itu berasal dari perhitungan gugatan Materiil sebesar Rp. 2,1 M dan Immateriil sebesar Rp. 2 M.

‘’Gugatan materiil Sebesar Rp 2,1 M. Itu adalah angka dari kalkulasi biaya rental sebesar Rp.150 juta perbulan dikalikan 14 bulan penahanan ekskavator itu. Gugatan immateriil adalah kerugian yang dialami klien kami selama ekskavator ditahan,” Tutupnya.

Sementara itu hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Merangin. Media ini akan menyediakan ruang hak jawab ataupun koreksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Warga Sungai Tebal Demo Tuntut Pemkab Buka-bukaan. Terkait Pilkades Desa Tuo Yang Ditunda


Lembah Masurai | fokusinfo.com :
Ratusan warga Sungai Tebal Desa Tuo Kecamatan Lembah Masurai, Senin 23 Mei 2022 melakukan aksi demo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin agar melaksanakan pemilihan Kepala Desa Tuo yang sebelumnya sempat tertunda.

Agar aksi mereka diperhatikan Pemkab, Massa sengaja memblokir jalan penghubung Bangko – Jangkat. Meski tindakan itu dirasa merugikan aktivitas masyarakat pengguna jalan yang lainnya, namun hasilnya sejumlah pejabat terpantau tergopoh-gopoh mendatangi lokasi demo.

Spanduk bertuliskan tudingan ‘Bupati Telah Mengabaikan Stastus Kewarganegaraan Kami’ terpampang jelas melintang jalan, bersamaan dengan kalimat lainnya yang tertera dalam spanduk tersebut. Sesekali tulisan itu terhalang oleh asap hitam dari kobaran api yang sengaja disulut demonstran.

Pantauan media ini di lokasi demo, satu persatu orator bergantian naik ke atas kendaraan komando yang dilengkapi dengan sound system lengkap. Mereka adalah perwakilan pemuda, perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan Perempuan, Herwin sebagai Koordinator Lapangan, Suharman Dani sebagai Komando Massa dan Azhari seorang aktivis sosial yang vokal menyuarakan keadilan, serta sejumlah orator lainnya yang turut membakar semangat massa untuk menuntut keadilan.  

Dalam orasi yang disampaikan, terdapat enam tuntutan masyarakat berkaitan dengan persoalan Pilkades yang ditunda tersebut. Seperti yang telah disederhanakan redaksi fokusinfo.com, enam tuntutan massa yang tertuang dalam naskah berbunyi,

  1. Menuntut kehadiran Bupati Merangin H Mashuri guna menjelaskan alasan penundaan pilkades secara tepat
  2. Meminta kepala DPMD memperlihatkan surat rekomendasi dari kemendagri diatas penundaan pilkades
  3. Meminta Camat Lembah Masurai menjelaskan kenapa kepanitiaan PPS Pilkades Desa Tuo tidak terbentuk
  4. Meminta Ketua BPD guna menjelaskan kenapa kepanitiaan PPS Pilkades Desa Tuo tidak terbentuk
  5. Menolak kehadiran Pjs Kades
  6. Menuntut pelaksaan Pilkades sesegera mungkin.

Alasan ada kesibukan lain sehingga tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan massa, Bupati Merangin H Mashuri akhirnya bersedia berkomunikasi dengan massa melalui korlap menggunakan media handphone dengan menghubungkan pengeras suara ke handphone. Awalnya massa menyambut antusias ketika Mashuri mengucapkan Minal Aidin Walfaidzin, namun ketika pembicaraan mengarah pada substansi, massa merasa tidak puas dan kembali meminta Mashuri turun langsung ke lokasi demo. Akhirnya komunikasi terputus.

Menjelang tengah hari, sejumlah pejabat Merangin seperti Camat Lembah Masurai, Asisten Setda Merangin, Kepala Kesbangpol, Kepala DPMD, telah berkumpul di lokasi demo. Para pejabat ini satu persatu berbicara di depan massa. Uniknya setiap siapapun yang akan berbicara, terlebih dahulu korlap dan komandan massa mengingatkan kepada demonstran agar tidak pecah konsentrasi, namun fokus dengan apa yang mereka perjuangkan dalam tuntutan.

Ketika mendapatkan kesempatan berbicara di hadapan massa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman secara gamblang membeber kronologis sehingga Pilkades di Desa itu menjadi tertunda.

‘’Awalnya adalah di Desa Tuo ini tidak ada pembentukan panita PPS meskipun telah difasilitasi camat pada tanggal 4 Maret. Namun panitia PPS tidak juga terbentuk. Sesuai dengan skedul jadwal seharusnya 26 Februari,” kata Andrie.

Masih dalam penjelasan Andrie, Lalu tanggal 16 Maret disepakati bersama BPD, masyarakat, Pemdes bahwa pilkades minta ditunda. Mengingat keterbatasn waktu maka Surat kesepakatan itu dijadikan rujukan yang disampaikan ke Bupati.

‘’Kala itu Pak Bupati menyarankan agar meminta petunjuk ke Kemendagri. Kami DPMD melaksanakannya dengan menyurati kemendagri dalam hal ini Dirjen Bina Pemerintahan Desa pada tanggal 30 Maret. Dan pada tanggal 10 April kami mendapatkan jawabannya, yang intinya adalah kewenangan dikembalikan ke Bupati atas pertimbangan waktu jadwal yang telah lewat. Karena tanggal 11 itu sudah memasuki jadwal pendaftaran,” terangnya.

‘’Soal pembentukan Panitia PPS yang tidak terlaksana, itu tidak ada ketentuan panita kabupaten memfasilitasi atau mengambil alih kewenangan untuk membentuk kepanitiaan. Jadi sebenarnya itulah yang menjadi persoalan sejak satu minggu dua minggu hingga hampr satu bulan ternyata proses tidak juga terbentuk. Itu yang perlu diketahui masyarakat,” tutupnya Andrie.

Setelah berbicara di depan massa, Korlap dan Komando Massa meminta para pejabat Merangin dan tim negosiasi massa melakukan rapat di ruang yang telah dipersiapkan. Dalam negosiasi terjadi perdebatan. Karena kedua pihak menyadari tidak akan ada keputusan hukum substansial dalam rapat tersebut akhirnya mereka bersepakat membawa persoalan itu langsung ke Bupati Merangin, yang telah dikonfirmasi bersedia menerima kedatangan massa setelah maghrib. Tak berapa lama kemudian akhirnya demonstrasi bubar dan sejumlah palang blokir jalan disingkirkan sehingga kendaraan kembali bisa melewati fasilitas umum itu.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, seluruh kegiatan demo hingga negosiasi dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan TNI. Namun sayangnya tidak terlihat upaya optimal dari mereka terkait pemblokiran jalan yang nyata-nyata merugikan masyarakat lainnya.

Azhari, dikonfirmasi meyakini bila tidak ada aksi massa turun ke jalan maka tidak akan ada pertemuan tersebut. Dia mengatakan tidak ada transparansi dalam proses Pilkades sehingga terjadi penundaan. Dia juga menduga ada oknum yang sengaja menunda pilkades di Desa Tuo.

‘’Bila mereka transparan coba jelaskan dan tunjukkan kepada kami siapa orang yang melaporkan dan meminta Pilkades di Desa Tuo harus ditunda. Berapa jumlah orangnya, atas dasar apa. Kami siap dikonfrontir dengan mereka,” tegas Azhari seraya membeberkan telah muncul pula isu di tengah masyarakat bahwa Pilkades tidak akan bisa terlaksana sebelum terjadi pemekaran desa.

‘’Kami tidak ingin akal-akalan seperti ini terjadi lagi di masa yang akan datang,” tutup mantan ketua SPI Merangin itu. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Alumni SMAN 1 Merangin Angkatan 96 Sambangi Rumah Mantan Guru Korban Angin Puting Beliung

 



Merangin | fokusinfo.com : Selasa 10 Mei 2022 sekira pukul 16.00 wib sejumlah anggota Angkatan 96 Alumni  SMAN 1 Merangin mengunjungi rumah salah seorang korban bencana angin puting beliung yang terjadi di Kota Bangko, beberapa waktu yang lalu. Korban merupakan mantan guru SMAN 1 Merangin bernama Syahrial yang saat ini telah menjalani masa pensiun, beralamat di lorong Ibrahim no 105 Kelurahan Pasar Atas Bangko.

 

Kedatangan alumni 96 disambut langsung oleh Syahrial beserta keluarga. Dengan perasaan haru, pria yang telah tujuh tahun pensiun itu bercengkrama dengan mantan anak-anak didiknya, sesekali mereka larut dalam nostalgia.

 

Arbianto, salah seorang pengurus Alumni 96 SMAN 1 Merangin mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari rasa simpati dan empati anggota Alumni terhadap mantan guru mereka yang mengalami musibah bencana alam.

 

‘’Alhamdulillah kedatangan kami disambut langsung oleh mantan guru kami, Pak Syahrial yang dulunya mengajar Ilmu Biologi. Selain bersilaturahmi Idul Fitri, kunjungan ini juga memberikan dorongan semangat positif kepada beliau yang telah mengalami musibah bencana alam puting beliung,” kata Arbianto yang kesehariannya bertugas di Polres Merangin itu.

 

Menurut Arbianto, sebagai bentuk komitmen organisasi alumni 96 yang telah berjalan selama ini, mereka merasa terpanggil menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu terutama kepada anggota alumni dan individu yang berkaitan dengan alumni 96 SMAN 1 Merangin. Sebab, dengan gerakan sosial semacam itulah kekompakan alumni SMAN 1 angkatan 96 terus terjaga dengan baik.

 

‘’Salah satu cara kami mempertahankan sikap keluhuran organisasi alumni angkatan 96 ini adalah menjaga tali silaturahmi antar anggota dengan terus menggalakkan kegiatan sosial,” ujarnya.

 

‘’Nah, Bapak Syahrial ini kan dulu pernah mendidik kita dan saat ini sudah kita anggap sebagai orang tua kita. Banyak jasa beliau yang tidak mudah terlupakan. Makanya kami anggota alumni 96 sengaja memberikan bantuan yang merupakan hasil dari sumbangan rekan-rekan di alumni angkatan 96 yang secara sukarela dan ikhlas. Kami harap bantuan yang mungkin tidak seberapa ini bisa sedikit meringankan beban Pak Syahrial sekeluarga,” tambah Arbianto.

 

‘’Selain itu kami tentunya juga berharap kepada kakak-kakak atau adik-adik alumni SMA Negeri 1 Merangin, Yuk mari Kita bersama-sama membantu guru kita ini yang lagi kena musibah,” tutup Arbianto.

 

Sementara itu, melalui media ini Syahrial mengucapkan terimakasih kepada Alumni SMAN 1 Merangin angkatan 96 yang telah membantu. Sebagai guru dan orang tua Syahrial hanya bisa mendoakan semua anak didiknya berhasil meraih kesuksesan dalam bidang masing-masing.

 

‘’Saya doakan semoga semua anak-anak didik saya bisa sukses dunia dan akhirat. Itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami para guru,” Harap Syahrial yang dulunya juga pernah mengajar di SMEA DB, SMA PGRI, MAN dan SPG, itu.

 

Pantauan media ini di lokasi, sebelum beranjak pulang  anggota alumni 96 meninjau bagian-bagian rumah yang rusak oleh bencana alam angin puting beliung. Lalu seorang perwakilan Alumni 96, Siti Ajir menyerahkan bantuan dana sebesar Rp.5,5 juta disaksikan anggota Alumni SMAN 1 Merangin Angkatan 96 lainnya. (*)

 

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com