• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

As’ari El Wakas Dorong Polri Usut Tuntas Insiden Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Merangin | fokusinfo.com : Tokoh muda Merangin, As’ari El Wakas, SH yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Merangin dari Partai Demokrat mengecam tindakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar pada Minggu 28 Maret 2021.

‘’Saya mengutuk keras peristiwa ini, sangat disayangkan insiden terjadi ditengah kehidupan masyarakat yang kondusif serta menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Dicoreng dengan tindakan tidak manusiawi seperti itu,” kata bang Puk, panggilan akrab As’ari El Wakas.

Baca Juga : KetuaDPRD Merangin Kecam Insiden Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

‘’Siapapun pelakunya atau dari background apapun itu adalah tindakan pribadinya, tidak ada kaitannya dengan agama tertentu karena bunuh diri tidak dibenarkan oleh agama apapun,” sambungnya.

Bang Puk mendorong Polri untuk melakukan penyelidikan dan pengusutan sehingga kasus ini menjadi terang dan masyarakat bisa tenang. Selain itu dirinya berharap Polri meningkatkan kewaspadaan dan terus gencar memberantas kelompok-kelompok berpaham teroris sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga : KetuaDPD PAN Merangin Ajak Tokoh Agama Beri Kesejukan. Pasca Insiden di GerejaKatedral Makassar

‘’Aksi terorisme ini harus kita perangi bersama. Bagi masyarakat silahkan melaporkan kepada pihak berwenang bila dalam kehidupan mereka sehari-hari menemukan informasi-informasi yang berkaitan dengan terorisme,” tuturnya.

Bang Puk juga mendoakan agar kedepannya bangsa indonesia selalu dalam situasi rukun dan damai sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa terwujud.(*)

Redaktur : DedeRiskadinata

Share:

Ketua DPD PAN Merangin Ajak Tokoh Agama Beri Kesejukan. Pasca Insiden di Gereja Katedral Makassar

Merangin | fokusinfo.com : Peristiwa memilukan yang terjadi di gerbang Gereja katedral kota Makassar pada Minggu 28 Maret 2021 berupa bom bunuh diri mendapat kecaman hingga kutukan dari berbagai pihak. Hal itu cukup wajar mengingat insiden itu terjadi disaat masyarakat tengah hidup rukun dan damai antar sesama.

Ketua DPD PAN Merangin, Ahmad Kausari, ST.MT yang juga wakil ketua DPRD Merangin mengecam keras tindakan yang melukai mayoritas masyarakat Indonesia itu. Dia juga mengajak para tokoh agama  memberikan kesejukan kepada masyarakat mengingat insiden itu terjadi di rumah ibadah yang riskan memicu perselisihan antar masyarakat.

‘’Saya mengajak para Tokoh Agama, mari bersinergi memberikan informasi yang jernih dan sejuk kepada masyarakat. Tidak mungkin dalam agama apapun membenarkan tindakan tidak terpuji itu. Apapun latar belakang dan motif pelaku saya tekankan tidak ada sangkut pautnya dengan agama tertentu,” katanya.

Baca Juga : KetuaDPRD Merangin Kecam Insiden Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar memperketat penjagaan rumah ibadah guna menghindari dan mengantisipasi kejadian serupa.

Baca Juga : As’ariEl Wakas Dorong Polri Usut Tuntas Insiden Bom Bunuh Diri di Gereja KatedralMakassar

‘’Saya juga minta masyarakat menahan diri, hindari spekulasi dan dalam dunia maya janganlah mudah menyebarkan informasi-informasi yang belum diketahui kefaktualannya. Karena bisa saja itu hoaks. Lebih baik kita menunggu hasil investigasi resmi dari pihak yang berwenang,” ungkapnya.

‘’Meningkatkan kewaspadaan dapat meminimalisir potensi terciptanya gangguan keamanan oleh pihak-pihak tertentu. Juga menjaga stabilitas di tengah masyarakat,” tutupnya.(*)

Redaktur : DedeRiskadinata

Share:

Ketua DPRD Merangin Kecam Insiden Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

Merangin | fokusinfo.com : Insiden ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada minggu 28 Maret 2021 mendapat kecaman dari berbagai pihak. Termasuk Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi, ST. MM

Melalui pesan aplikasi WhatsAPP yang diterima redaksi, Herman Efendi menyatakan mengecam keras insiden yang belakangan disebut sebagai bom bunuh diri itu, dan turut prihatin terhadap para korban.

Baca Juga : As’ariEl Wakas Dorong Polri Usut Tuntas Insiden Bom Bunuh Diri di Gereja KatedralMakassar

‘’Sebagai perwakilan masyarakat Merangin, saya sangat mengutuk tindakan pelaku bom bunuh diri. Entah latar belakang atau motifnya apa yang jelas tindakan tersebut sangat menorehkan luka terhadap masyarakat Indonesia,” kata Herman Efendi.

Menurut politisi partai Golkar itu, dia menduga tindakan tersebut bertujuan untuk menimbulkan keresahan, ketakutan ditengah masyarakat, mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan. Namun dirinya percaya Masyarakat Indonesia tidak akan mudah mau digiring kepada tujuan yang menyesatkan itu.

Baca Juga : KetuaDPD PAN Merangin Ajak Tokoh Agama Beri Kesejukan. Pasca Insiden di GerejaKatedral Makassar

Atas peristiwa itu, Herman Efendi juga meminta kepada seluruh masyarakat Merangin agar tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

‘’Mari kita percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. Dan lagi kami minta kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan foto-foto atau video yang belum diketahui kefaktualannya karena bisa saja apa yang disebarkan itu ternyata hoak, kan kita sendiri yang akan repot nanti. Mari sama-sama kita menahan diri dan berdoa agar kejadian di Makassar itu tidak terulang kembali,” tutupnya. (*)

Redaktur : DedeRiskadinata

 

Share:

Kekurangan Meubeler, Siswa SDN 291 Salam Buku Terpaksa Berdesakan Saat Ikuti Proses Belajar

Terlihat Siswa Tengah Berdesakan Saat Mengikuti Proses Belajar

Merangin | fokusinfo.com : Karena kekurangan meubeler meja dan kursi belajar, para siswa SDN 291 / VI Salam Buku II terpaksa harus melanggar protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini, mereka tidak bisa melaksanakan ‘menjaga jarak’.

Kepala SDN 291 Salam Buku, M Khatib, S.Pd MM kepada media ini mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan penambahan meubeler sekolah namun belum ada respon dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin.

‘’Saat ini jumlah siswa yang menimba ilmu di sekolah ini 150 orang. Tapi tidak sebanding dengan jumlah meja dan kursi belajarnya. Kami masih kekurangan,” kata M Khatib.

Melalui media ini, M Khatib mengharapkan ada perhatian dari pemerintah untuk segera memberikan solusi agar kegiatan belajar mengajar di sekolah itu dapat terlaksana dengan baik.

‘’Apalagi sekarang ini sedang pandemi covid-19. Jadi sangat diperlukan adanya perhatian khusus kepada siswa selama mengikuti proses belajar di sekolah. Yang jelas kami tetap mentaati protokol kesehatan. Sebelum masuk ke sekolah siswa wajib cuci tangan, memakai masker. Namun untuk menjaga jarak memang agak susah ya, karena kekurangan fasilitas meja dan kursi belajar itu,” tutup M Khatib.(*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

MUI Merangin Kecam Tindakan Pengeboman di Gereja Katedral Makassar

Merangin | fokusinfo.com : Ledakan yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada minggu pagi 28 maret 2021, diduga bom bunuh diri menyita perhatian publik.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin Dr. H. Muhammad Joni Musa, LC. MA mengecam keras tindakan tersebut. Hal itu disampaikannya seperti terlihat dalam video yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp yang diterima redaksi media ini.

‘’ Saya Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Merangin Dr. H. Muhammad Joni Musa, LC. MA mengecam keras tindakan peledakan yang terjadi di Gereja Kategral Makassar. Sungguh ini perbuatan biadab dan terkutuk tidak dibenarkan dalam agama apapun perbuatan tersebut,” seperti diucapkannya dalam video.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang berada di Merangin agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi peristiwa tersebut.

‘’Dan kepada masyarakat kami menghimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, mari kita serahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib untuk menyelesaikannya. Kita doakan semoga pelakunya cepat ditemukan,” tutup M Joni Musa (*)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

3 Perda di Merangin Dijadikan Referensi oleh Kota Pariaman

Merangin | fokusinfo.com : Rabu, 24 maret 2021 Sekretariat Daerah (Setda) Merangin kedatangan rombongan tamu dari Kota Pariaman, Sumatera Barat. Mereka adalah para anggota DPRD Kota Pariaman yang sengaja datang ke Merangin guna mempelajari Perda (Peraturan Daerah) di bidang tertentu yang ada di Merangin.

Kedatangan rombongan yang berjumlah belasan orang itu langsung disambut oleh Kabag Hukum, H Firdaus bersama seluruh pegawai di lingkup Bagian Hukum Setda Merangin. Pantauan media ini, tampak komunikasi antar tamu dan tuan rumah begitu akrab terjalin.

‘’Kebetulan kami di Kota Pariaman itu sekarang ini sedang ada penambahan objek wisata baru. Maka kami mau membuat perubahan Perda yaitu retribusi, tempat wisata dan olahraga,” Kata Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora ketika dibincangi media ini sesaat setelah pertemuan usai digelar.

‘’Kenapa memilih Merangin, karena disini sudah ada Perda itu dan kunjungan seperti ini harus ada perbandingan. Jadi kita harus melihat daerah-daerah yang telah menghasilkan Perda, baru kita bisa melakukan perbandingan,” tuturnya.

Fitri Nora juga menjelaskan kota Pariaman masih tergolong muda usia dan dilahirkan hasil dari pemekaran. Di kota itu juga tidak ada sumber daya alam seperti pertambangan ataupun pabrik-pabrik sehingga kedepannya untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kota itu menggantungkannya kepada sektor wisata.

‘’Pariaman itu kota kecil, kota pemekaran baru 18 tahun berdiri. Tidak ada pertambangan, pabrik. Sumber pendapatan masyarakat kebanyakan dari hasil pertanian, dan ada juga dari pariwisata. Bagi kami Perda ini sangat penting untuk meningkatkan PAD dan tentu saja upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

‘’Perda ini juga merupakan inisiatif dari eksekutif pemerintah kota Pariaman,” tambah Fitri Nora seraya mengucapkan terimakasih karena kedatangan mereka telah disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Merangin.

Sementara itu Effi Marleni, SH.MH perwakilan dari Bagian Hukum Setda Merangin mengucapkan terimakasih atas kunjungan itu. Dia menyatakan bahwa Kabupaten Merangin terus membuka diri khususnya terhadap daerah-daerah yang ingin menjadikan Merangin sebagai referensi yang bertujuan untuk saling membangun.

‘’Terimakasih atas kunjungan ini, kami berharap selalu terjalin hubungan yang baik. Sekarang mungkin Merangin yang dijadikan referensi, kedepannya siapa tahu Merangin lah yang akan menjadikan Kota Pariaman sebagai referensi di bidang-bidang tertentu,” kata Effi Marleni yang informasinya dalam waktu dekat ini bakal menyandang gelar Doktor, itu. (*)

Reporter : MhdZen

Redaktur : TopanBohemian

Share:

DisDukcapil Siap ‘Buka-buka an’ ke Penegak Hukum | Dugaan Pemalsuan Identitas Mempelai Wanita di Simp Limbur.

Merangin | fokusinfo.com : Resepsi pernikahan SA dan WK yang dilaksanakan pada Rabu 17 Maret 2021 di Simpang Limbur Kecamatan  Pamenang Barat mendapat sorotan oleh sejumlah warga. Pasalnya SA si mempelai wanita diduga belum berusia 19 tahun sesuai UU perkawinan (UU nomor 16 Tahun 2019).

Baca Juga : Sejumlah Pihak Sampaikan Data | Dugaan Pemalsuan Identitas MempelaiWanita di Sp Limbur.

Tim investigasi fokusinfo.com terus berupaya menggali informasi guna mengungkap terangnya kasus ini. Sebagai bagian upaya memberikan edukasi kepada publik juga bertujuan menjadi preseden bagi masyarakat agar lebih bijaksana dalam mengambil sikap bila berhadapan dengan kasus yang serupa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DisDukcapil). Jailani, S.Sos dikonfirmasi mengatakan pihak Dukcapil menerbitkan identitas (KTP) seseorang berdasarkan laporan masyarakat dengan lampiran pedoman-pedoman yang dibawa oleh masyarakat itu sendiri. Lampiran pedoman yang dimaksud bisa berupa ijazah, akta kelahiran, KK ataupun dokumen-dokumen lainnya yang berkaitan dengan identitas seseorang.

‘’Lampiran itu sebagai pedoman untuk menerbitkan KTP, tapi yang jelas telah melalui proses perekaman yang bisa dilaksanakan di tingkat kecamatan, tapi pengambilan KTP tetap di kantor Dukcapil karena hanya disini yang bisa mencetak KTP,” kata Jailani, selasa 23-3-2021 di ruang kerjanya.

Menurut Jainani, karena sifatnya menerima laporan masyarakat maka bila dikemudian hari terjadi persoalan seperti dugaan pemalsuan data maka yang harus dipermasalahkan adalah pihak yang memberikan informasi.

‘’Kami hanya menerima informasi (laporan) dari masyarakat yang ingin menerbitkan KTP. Bila dikemudian hari teryata informasi yang diberikan kepada kami palsu atau informasi bohong maka itu urusan yang bersangutan. Ada undang-undang yang bisa menjeratnya,” tegas putra terbaik Dapil II itu.

‘’Dan lagi kami tidak ada kewajiban mencari kebenaran atas informasi yang disampaikan kepada kami. Karena akan memakan waktu yang lama,” tambah Jailani.

Jailani juga mengatakan tidak ada pelarangan bagi masyarakat yang ingin merubah identitasnya. Namun harus disertai dengan dasar hukum yang jelas.

‘’Kalau ingin ada perubahan maka harus melampirkan dasar perubahan. Tidak bisa sekehendak hati saja. Namun bila menginginkan perubahan tanpa dasar yang jelas maka harus melalui pengadilan,” tuturnya.

Terkait kasus dugaan pemalsuan identitas seorang warga Simpang Limbur seperti yang tertera pada paragraf diatas, Jailani menyatakan tidak mau berkomentar terlalu jauh mengingat dalam konteks tersebut berkaitan dengan identitas seseorang yang harus dilindungi.

‘’Untuk saat ini kita tidak bisa menduga-duga. Silahkan bawa datanya kepada kami agar bisa dicek. Soalnya bila ada satu angka yang salah, maka identitas seseorang bisa berubah,” singkatnya.

Mendengar itu, tim investigasi lalu menyodorkan sejumlah berkas yang diperoleh selama tim melakukan penggalian informasi. Melihat itu, Jailani lalu berubah fikiran, dirinya tidak mau menerima berkas yang disodorkan namun menyarankan agar tim berkoordinasi kepada penegak hukum. Menurut Jailani penegak hukumlah yang berhak menggali informasi di Dukcapil.

‘’Jadi gini, karena identitas pribadi seseorang bersifat rahasia maka sebaiknya pihak penegak hukum lah yang melakukan penggalian informasi di sini. Kami pernah beberapa kali bekerjasama dengan pihak kepolisian terkait kasus yang mereka tangani. Dan mereka punya hak untuk melaksanakan itu,” tutup Jailani.

Sementara itu, AG orang tua dari SA dikonfirmasi media ini menyatakan tidak ingin menanggapi persoalan tersebut.

‘’Tidak ada tanggapan,” singkat AG melalui sambungan telpon. (*)

Reporter : MhdZen

Redaktur : TopanBohemian

Share:

DPC SPI Merangin Bantah. Terkait Isu Jual Beli Lahan di Wilayah TNKS

Ketua DPC SPI Merangin, Muhammad Zen (Kanan) bersama dua orang rekannya. Foto : Dokumen Pribadi

Merangin | fokusinfo.com : Sepertinya sudah menjadi rahasia umum kegiatan jual beli lahan di wilayah TNKS. Terbaru, terendus transaksi jual beli lahan tersebut berlangsung di kawasan Rumah Hitam Desa Sungai Lalang Kecamatan Lembah Masurai, Merangin.

Baca Juga : Jual Beli Lahan di Wilayah TNKS Kembali Terjadi, Penjual Diduga AnggotaSPI.

Nama organisasi SPI (Serikat Petani Indonesia) turut dibawa-bawa dalam isu transaksi tersebut. Bahkan di dunia maya khususnya fb (facebook), SPI mendapatkan tekanan dan di’bully’ publik nettizen.

Merasa dirugikan, Muhammad Zen ketua DPC SPI Merangin membantah tudingan bahwa ada anggotanya yang melakukan transaksi jual beli lahan TNKS khususnya yang terjadi baru baru ini di kawasan Rumah Hitam Desa Sungai Lalang Kecamatan Lembah Masurai, Merangin.

‘’Itu tidak benar, sampai hari ini saya belum terima laporan dari Pengurus basis dan petugas lapangan soal anggota kita yang melakukan teransaksi jual beli Tanah TNKS. Adanya berita ini terus terang merugikan kami, seolah-olah SPI itu melindungi cukong-cokong tanah,” tegas Muhammad Zen.

‘’Padahal jauh sebelum adanya masalah ini, kami pernah koordinasi dengan polres Merangin, Kabid TNKS Wilayah I tentang persoalan di lapangan menyangkut maraknya perambah di Gunung Nilo dan Bukit Sumbing, itu semua bukan anggota SPI. Bahkan belum lama ini kita sudah rapat dengan DPRD Merangin bersama intansi terkait menyangkut penyelesaikan Konflik Agraria yg ada di dapil IV dan telah ada pula kesepakatannya,” terang ketua DPC SPI Merangin itu.

Masih dikatakan Muhammad Zen khusus soal jual beli lahan, pihaknya malahan mendorong penegak hukum agar bisa menindak tegas para pelaku baik itu penjual ataupun pembeli.

‘’Bahkan kami siap memberikan informasi kepada pihak TNKS ataupun Kepolisian bila diperlukan,” tambahnya.

Sementara itu seorang warga Desa Sungai Tebal, AR dikonfirmasi mengaku sebagai pembeli lahan TNKS di kawasan Rumah Hitam Desa Sungai Lalang Kecamatan Lembah Masurai, Merangin. Uniknya AR klaim tidak mengetahui bahwa lahan yang dibelinya itu merupakan bagian wilayah dari TNKS.

‘’Ya saya yang membelinya seluas 4 hektar. Surat jual beli belum dibikin karena saya belum melunasi pembayarannya. Lahan itu sudah saya garap dengan menanam kopi dan ada juga kayu manis. Saya tidak tahu kalau itu tanah TNKS,” kata AR seraya menyatakan dirinya bukanlah anggota SPI. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Sejumlah Pihak Sampaikan Data | Dugaan Pemalsuan Identitas Mempelai Wanita di Sp Limbur.

Merangin | fokusinfo.com : Resepsi pernikahan SA dan WK yang dilaksanakan pada Rabu 17 Maret 2021 di Simpang Limbur Kecamatan  Pamenang Barat mendapat sorotan oleh sejumlah warga. Pasalnya SA si mempelai wanita diduga belum berusia 19 tahun sesuai UU perkawinan (UU nomor 16 Tahun 2019).

Baca Juga : Diduga Terjadi Pemalsuan Identitas, Pernikahan di Simpang LimburMerangin diSorot.

Sejumlah pihak berhasil dikonfirmasi oleh media ini. Seperti diungkapkan Ratnawilis Kepala SDN 290 / VI Sp Limbur Merangin.

Ratnawilis awalnya dikonfirmasi media ini pada Jum’at 19 maret 2021. Namun kala itu dirinya meminta waktu untuk memeriksa dokumen yang bersangkutan agar tidak memberikan informasi yang salah. Keesokan harinya, sabtu 20 Maret 2021 media ini menghubungi kembali Ratnawilis. Dari keterangannya, SA dinyatakan telah menamatkan pendidikannya disekolah itu pada tahun 2016.

‘’Setelah saya cek, benar dia kelahiran september 2003,” singkatnya.

Dari keterangan berbagai sumber informasi setelah tamat dari SDN 290 Sp Limbur, SA melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Athfal Simp Limbur Merangin. Informasi yang didapat dari pesantren ini SA telah menamatkan pendidikannya pada tahun 2020.

‘’Ya memang benar ada seorang santriwati yang bernama itu, tapi telah lulus pada tahun 2020. Di data kami tertera dia kelahiran September 2003,” kata kepala Pontren Salafiyah Nurul Athfal, Ahmad Fauzi.

Sementara itu hingga berita ini dipublikaskan, SA ataupun pihak keluarga belum mau mengklarifikasi, dan media ini akan melayani hak jawab yang bersangkutan. (*)

Reporter : MhdZen

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diduga Terjadi Pemalsuan Identitas, Pernikahan di Simpang Limbur Merangin diSorot.

Merangin | fokusinfo.com : Resepsi pernikahan SA dan WK yang dilaksanakan pada Rabu 17 Maret 2021 di Simpang Limbur Kecamatan  Pamenang Barat mendapat sorotan oleh sejumlah warga. Pasalnya SA si mempelai wanita diduga belum berusia 19 tahun sesuai UU perkawinan (UU nomor 16 Tahun 2019).

‘’Seingat kami SA itu lahir pada September 2003. Jadi bila dihitung dirinya akan berusia 18 tahun pada September 2021 ini, sekarang kan bulan Maret maka SA itu masih berumur 17 tahun,” kata seorang informan kepada media ini.

‘’Anehnya pernikahan dapat dilangsungkan, malah dihadiri oleh pihak KUAkec,” tambah warga itu.

Kepala KUAKec Pamenang Barat, Mahdi Wahab dikonfirmasi membenarkan telah terjadi pernikahan pada selasa malam, 16 Maret 2021 di Simpang Limbur Merangin. Menurutnya selama pengumpulan berkas tidak ada kendala.

‘’Pernikahan dilaksanakan di rumah mempelai, mungkin sekira pukul 21.00 wib lah. Sebelumnya, selama kami melakukan pengumpulan data, yang masuk sudah lengkap semua seperti KTP, Akta kelahiran, berkas N dari Kades, KK dan lainnya,” kata Mahdi.

‘’Dan lagi kami itu menggunakan aplikasi online. Jadi data NIK dimasukkan ke aplikasi tersebut maka otomatis data-data dibawahnya muncul seperti tempat tanggal lahir, alamat sesuai permintaan aplikasi,” tambah Mahdi.

‘’Jadi intinya pihak KUA ini sudah terima ‘masak’. Tinggal pelaksanaan saja. Bila kedepannya terjadi masalah maka itu diluar sepengetahuan kami,” tutup Mahdi.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Merangin, H Marwan Hasan mempertegas bahwa usia minimal menikah bagi pihak perempuan adalah 19 tahun sesuai dengan UU yang berlaku.

‘’Bila ada perempuan yang menikah dibawah usia 19 tahun maka harus mendapatan izin dispensasi dari Pengadilan Agama. Bila tidak maka berkasnya akan ditolak dengan sendirinya pada saat dimasukkan ke aplikasi online,” singkat Marwan.

Sementara itu hingga berita ini dipublikaskan, SA ataupun pihak keluarga belum bisa dikonfirmasi, dan media ini akan melayani hak jawab yang bersangkutan. (redaksi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Jual Beli Lahan di Wilayah TNKS Kembali Terjadi, Penjual Diduga Anggota SPI

Merangin | fokusinfo.com : Sepertinya sudah menjadi rahasia umum kegiatan jual beli lahan di wilayah TNKS. Terbaru, terendus transaksi jual beli lahan tersebut berlangsung di kawasan Rumah Hitam Desa Sungai Lalang Kecamatan Lembah Masurai, Merangin.

‘’Isu yang berkembang di masyarakat luas lahan yang dijual baru-baru ini kurang lebih 10 hektar oleh dua orang oknum warga. Satu orang penjulan kami duga anggota SPI dan satu orangnya lagi malahan oknum Kadus,” ungkap seorang informan media ini.

‘’Malah saat ini lahan tersebut telah pula digarap, kami lihat pembelinya telah menanam kopi dan kayu manis,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat Wilayah I Jambi, Teguh mengakui kerap menerima informasi semacam itu. Namun untuk melakukan tindakan lebih lanjut diperlukan konfirmasi dan pengumpulan bukti transaksi.

‘’Ada info-info itu tapi kami juga perlu konfirmasi gitu ya, kalau jual beli tentu ada bukti transaksinya dan lain-lain.  Saya tidak bisa komentar terlalu jauh karena belum ada buktinya dan lagi permasalahan disitu memang sudah lama ya,” kata Teguh Via Telpon. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Izhar Majid Terenyuh, Santri Madrasah Diniyah Al Falah Berprestasi Ditengah Minim Fasilitas

Pamenang Barat | fokusinfo.com : Kondisi sarana dan prasarana Madrasah Diniyah Al Falah yang terletak di Jln Melati Dusun Sapanol Desa Pinang Merah Kec Pamenang Barat bisa dikatakan minim. Namun antusias santri / siswa dalam menimba ilmu, cukup tinggi.

Pimpinan Madrasah Diniyah Al Falah, Ust Muhammad Ridwan mengatakan lembaga pendidikan agama yang didirikan pada 2008 itu membutuhkan sejumlah fasilitas yang memadai  untuk menunjang kegiatan belajar mengajar seperti moubeler yang layak, karpet, kipas angin serta sejumlah fasilitas lainnya.

‘’Sejak didirikan pada 2008 lalu hingga saat ini kondisi sejumlah moubeler mengalami pelapukan. Kami selalu mengingatkan santri agar berhati-hati menggunakannya, kami khawatir patah,” kata M Ridwan

‘’Karena proses belajar mengajarnya secara lesehan, kami juga membutuhkan karpet untuk siswa. Dulu pernah ada tapi sudah rusak, jadi selama ini mereka duduk dilantai semen. Jujur, sebenarnya kami kasihan tapi keuangan madrasah belum mampu untuk mewujudkan fasilitas tersebut,” tambah M Ridwan.

Meski demikian, M Ridwan mengungkapkan rasa bangganya, ditengah minim fasilitas namun semangat siswa menimba ilmu cukup tinggi. Sejumlah prestasi pernah diraih oleh para santri madrasah tersebut. Bahkan madrasah mereka kerap mengisi sejumlah acara formal di Desa hingga wilayah lain.

‘’Alhamdulillah para santri yang belajar di sini tidak terlalu mempermasalahkan kondisi madrasah. Mereka tekun belajar menyerap ilmu-ilmu agama yang disampaikan oleh para ustads,” tutup M Ridwan

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi Izhar Majid ketika mengetahui informasi tersebut, merasa terenyuh sekaligus bangga kepada para generasi muda yang ikhlas mengabdikan diri mempelajari syariat agama ditengah godaan zaman teknologi komunikasi ini.

‘’Khususnya bagi generasi muda, tidak mudah menepis godaan teknologi yang mana saat ini berseliweran banyak game-game, medsos dan lain sebagainya. Saya salut bila masih ada para generasi muda yang memfokuskan belajar ilmu agama. Di tangan merekalah kelak kekokohan tegaknya agama Islam ini dipertaruhkan,” kata Izhar Majid atau biasa disapa Bang Montok.

Dia juga berpesan kepada para orang tua agar tidak ragu-ragu mengarahkan anak-anak mereka untuk mendapatkan pelajaran ekstra bidang agama Islam. ‘’Saya berpendapat itu tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

‘’Kedepannya kita sama-sama akan fikirkan bagaimana caranya bisa memberikan atau mendapatkan fasilitas yang memadai khususnya untuk madrasah agar kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman. Bila itu terjadi otomatis peningkatan mutu pendidikan agama Islam akan lebih baik lagi,” tutup Izhar Majid. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Izhar Majid Pantau Pemilihan Ketua RT di Kel. Dusun Bangko

Merangin | fokusinfo.com : Ketua Komisi II DPRD Prov. Jambi, Izhar Majid ikut memantau pemilihan ketua RT 40 RW 08 Lingkungan Mensawang Kelurahan Dusun Bangko yang dilaksanakan pada kamis 11 Maret 2021.

Kehadiran pria bersahaja itu disambut hangat oleh panitia dan warga sekitar yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Izhar Majid dalam wejangan atau arahannya meminta agar proses pemilihan mengedepankan sikap demokratis. Dia juga berpesan kepada panitia agar menjaga transparansi penyelenggaraan sehingga kedepannya tidak menimbulkan konflik ditengah masyarakat.

‘’Bagi masyarakat, pilihlah calon ketua RT yang diyakini mumpuni dalam segala bidang. Mungkin bagi sebagian orang menganggap RT itu skala kecil, tapi sebenarnya ketua RT memiliki tanggung jawab yang besar karena bersentuhan langsung dengan masyarakat yang majemuk,” kata Izhar Majid.

‘’Kepada siapapun yang kelak memenangkan pertarungan ini, dapat mengemban tugas dengan optimal untuk kemajuan wilayah kita ini,” tambahnya

Sementara itu Ketua panitia pelaksana, Dede Riskadinata mengucapkan terimakasih karena dalam proses pemilihan tersebut dipantau langsung oleh Izhar Majid selaku ketua komisi II DPRD Prov. Jambi sekaligus owner kaplingan perumahan diwilayah tersebut.

‘’Merupakan suatu kehormatan bagi kami dipantau langsung oleh Pak Izhar Majid. Kebetulan beliau itu pemilik kaplingan perumahan di wilayah RT sini,” kata Dede.

Dede menjelaskan, dalam pemilihan saat itu ikut bertarung oleh dua orang warga RT 40 bernama Suherman dan Antoni. Selama proses pemilihan berjalan lancar. (*)

Reporter : AmriSohib

Redaktur : TopanBohemian

 

 

Share:

Impikan Pasar yang Tertib, Pemdes Pinang Merah Bidik DAK

Pamenang Barat | fokusinfo.com : Keadaan pasar Desa Pinang Merah (B1) Kecamatan Pamenang Barat saat ini belum terlalu tertib. Pantauan media ini dilokasi khususnya pada ‘hari pasar’ masih banyak terlihat para pedagang yang berjualan di pelataran pertokoan bahkan hingga ke bibir jalan sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

Menyadari itu, Pemdes (Pemerintah Desa) Pinang Merah berniat akan melakukan penertiban. Tapi jangan salah sangka, penertiban yang dimaksud bukanlah menggusur melainkan penataan pasar dan upaya untuk membangun sejumlah fasilitas umum lainnya dengan harapan terciptanya suasana pasar yang tertib sehingga proses jual beli berlangsung nyaman baik bagi penjual, pedagang maupun pengguna jalan.

Salah satu langkah untuk mewujudkan impian itu adalah upaya mendapatkan bantuan pusat yaitu DAK (Dana Alokasi Khusus). Pemdes Pinang Merah telah menyampaikan proposal kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Merangin pada Januari 2021 lalu.

‘’Proposal telah kami ajukan melalui Dinas Koperindag (Sebutan umum DKUKMPP, red). Saat ini kita tengah melakukan tahap pelengkapan proposal,” ujar Arsadi, Kades Pinang Merah, Selasa 9 Maret 2021.

Demi terciptanya transparansi program, Pemdes Pinang Merah telah pula melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat melalui sejumlah unsur pemerintahan desa dan organisasi di desa tersebut seperti Karang Taruna, PKK, perangkat desa hingga BPD.

‘’Sosialisasi terhadap tindak lanjut proposal telah kami gelar pada Selasa 9 Maret 2021 di kantor pasar desa. Semua pihak yang diundang datang. Disana kami jelaskan tujuan proposal tersebut. Kami juga mengundang pihak desa Tambang Emas sebagai referensi karena mereka telah duluan mendapatkan DAK tersebut, dan kami juga mengundang konsultan untuk menyampaikan tata kelola pasar yang memenuhi standar nasional. Dan Alhamdulillah semua yang hadir pada kegiatan sosialisasi itu setuju,” terang Arsadi.

Arsadi juga menjelaskan, dalam tahap pelengkapan proposal pihaknya akan membuat desain dan RAB usulan yang disusun oleh tim pembantu perencanaan desa.

‘’Setelah lengkap kelak maka akan disampaikan lagi ke Koperindag, setelah itu kami akan mengikuti arahan mereka. Dan bila usulan itu dikabulkan maka proses pembangunan akan dimulai tahun depan,” sambung Arsadi.

Masih bersama Arsadi, pembangunan yang diharapkan dalam usulan tersebut adalah sanitasi yang didalamnya seperti drainase, pengerasan jalan, pengerasan pelataran, tempat pembuangan sampah hingga pembangunan los pasar dan pujasera (pusat jajanan serba ada).

‘’Bila terbangun sesuai rencana dibarengi dengan acuan Perdes, maka otomatis PADes juga akan meningkat dari sebelumnya,” tutup Arsadi, yang belakangan diinformasikan akan menyelesaikan jabataannya pada pertengahan tahun depan, namun tetap konsisten membuat perencanaan yang inovatif demi kemajuan Desa Pinang Merah. (*)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Bencana Hujan Angin Kencang, UMKM Kerupuk Jangek ‘Kayo’ Berantakan

Merangin | fokusinfo.com : Kencangnya hembusan angin disertai hujan pada sore Senin 8 Maret 2021 di Kota Bangko membuat sejumlah fasilitas masyarakat rusak. Salah satunya dialami oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kerupuk Jangek ‘Kayo’ yang terletak di belakang BTN LP Kelurahan Dusun Bangko.

Owner Kerupuk Jangek Kayo, Dede Riskadinata mengatakan saat kejadian dirinya tidak berada di tempat. Dia buru-buru pulang saat istrinya Yetni Kartika menginformasikan bahwa tempat produksi kerupuk jangeknya porak-poranda terkena terjangan angin.

‘’Dalam hujan saya buru-buru pulang. Sampai di lokasi sudah berantakan seperti ini. Tapi alhamdulillah tidak ada korban. Keluarga dan para karyawan sehat wal afiat,” kata Dede.

Menurut Dede, untuk sementara pihaknya akan menghentikan produksi kerupuk jangek. Maka dia berharap kepada para konsumen agar memaklumi jika dalam beberapa waktu kedepan pasokan kerupuk jangek Kayo akan hilang dipasaran.

‘’Konsumen kami ada hampir diseluruh kota dalam provinsi Jambi. Kami harap bersabar terlebih dahulu menjelang perbaikan fasilitas produksi selesai diperbaiki,” tutupnya.(*)

Reporter : AmriSohib

Redaktur : GondoIrawan

 

 

Share:

‘Audiensi’ ke Ketua DPRD Merangin Batal, Ketua Komisi II DPRD Jambi ‘Open Hands’ | 12 Tahun Ngurus Sertifikat

Merangin | fokusinfo.com : Jumat, 5 Maret 2021, 5 orang warga Desa Mampun Baru Kecamatan Pamenang Barat tergopoh-gopoh menuju kota Bangko. Mereka adalah perwakilan dari 80an warga yang mengurus penerbitan sertifikat tanah R.

Tujuan mereka ke Kota Bangko tak lain karena mendapatkan informasi bahwa Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi bersedia menemui mereka ba’da Sholat Jum’at untuk ‘audiensi’ terkait polemik ‘12 Tahun Ngurus Sertifikat’.

Baca Juga : Rp.170 Juta Lebih Uang Warga Desa Mampun Baru Bakal ‘Diperkarakan’ | 12Tahun Ngurus Sertifikat

Namun setibanya di Bangko mereka kecewa, informasi dari seorang perantara, Herman Efendi mendadak membatalkan pertemuan karena ada kegiatan di tempat lain yang tidak bisa ditinggalkan.

‘’Kami diberitahukan Pak Ketua DPRD minta maaf karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, dan berjanji akan datang sendiri ke Desa Mampun Baru sebagai bentuk permohonan maafnya. Ya walau kecewa tapi kami hormati keputusan beliau, kami juga menyadari pastilah beliau memiliki jadwal yang padat,” kata Sudaryono, salah seorang perwakilan warga.

Secara kebetulan, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi Fraksi Partai Hanura, Izhar Majid berada di kota Bangko. Setelah melakukan komunikasi, Izhar Majid atau biasa disapa Bang Montok bersedia meluangkan waktu privasinya untuk menemui para perwakilan warga Desa Mampun Baru itu.

Pertemuan berlangsung hingga sore disalah satu kedai ternama di pusat kota Bangko. Pantauan media ini Izhar Majid tampak fokus menyimak penyampaian para perwakilan warga tersebut. Sesekali Izhar Majid memberikan masukan.

‘’Jadi inikan baru pernyataan sepihak, inti persoalan harus diketahui terlebih dahulu dimana dan atau apa kendalanya sehingga warga belum juga mendapatkan sertifikat yang dimaksud,” kata Izhar Majid sesaat setelah pertemuan usai.

‘’Insyaallah kalau tidak ada halangan senin pekan depan saya sendiri yang akan mempertanyakan perihal ini ke pihak-pihak terkait bahkan ke leading sektornya,” tambahnya.

Sementara itu dalam rentang waktu pertemuan antara perwakilan warga dan Izhar Majid, media ini sempat melihat akun facebook bernama Try H Efendi Ksp yang diduga dikendalikan oleh Ketua DPRD Merangin Herman Efendi atau lebih akrab disapa Abong Fendi tengah melakukan pengaktifan fitur ‘sedang siaran langsung sekarang’.

Dalam siaran langsung itu tampak figur diduga mirip Herman Efendi tengah duduk dan didepannya terdapat sebuah mikrofon. Terdengar juga suara diduga mirip suara Herman Efendi yang sedang bernyanyi. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian 

Share:

Rp.170 Juta Lebih Uang Warga Desa Mampun Baru Bakal ‘Diperkarakan’ | 12 Tahun Ngurus Sertifikat

Merangin | fokusinfo.com : Sudaryono seorang warga Desa Mampun Baru membeberkan untuk mengurus sertifikat tanah R, para warga pemohon yang berjumlah 80an itu telah mengeluarkan sejumlah uang dengan total lebih dari Rp.170 juta.

Dari nominal itu telah diserahkan ke sejumlah oknum pengurus yang lama (panitia) dan pihak eksternal (warga bukan berasal dari desa Mampun Baru, berprofesi tertentu) yang konon disangka bisa menembus penyelesaian masalah yang mereka hadapi. Ironisnya hingga saat ini persoalan belum selesai (sertifikat belum terbit), nasib dana yang telah dikeluarkan menjadi pertanyaan.

Baca Juga : Mulyono Nyatakan Telah Perintahkan Penelusuran Keberadaan SK Bupati Yang Asli | 12 Tahun Ngurus Sertifikat

‘’Yang berat bagi kami adalah uang telah diberikan tapi sertifikat tidak terbit. Bila memang tidak bisa mengurusnya maka kami ingin uang dikembalikan,” kata Sudaryono yang kebetulan dipercaya oleh para pemohon sertifikat tanah R untuk menjadi pengurus menggantikan pengurus sebelumnya.

‘’Sebenarnya selama ini kami kerap jalin komunikasi kepada pihak-pihak yang kami percayakan bisa menyelesaikan persoalan ini. Kami telah bilang usahakan selesai. Tapi kalau merasa berat maka tolong kembalikan uang kami itu,” tambahnya.

Sudaryono menegaskan, dalam beberapa hari kedepan dirinya beserta pengurus yang baru akan mendatangi Polres Merangin untuk melaporkan persoalan yang mereka hadapi.

‘’Saat ini kami tengah mengumpulkan alat bukti seperti berita acara, kwitansi dan lainnya. Kemungkinan Senin pekan depan kami akan lapor ke Penegak Hukum,” tegasnya. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Mulyono Nyatakan Telah Perintahkan Penelusuran Keberadaan SK Bupati Yang Asli | 12 Tahun Ngurus Sertifikat

Merangin | fokusinfo.com : Mulyono, Kabag Pemerintahan Setda Merangin menyatakan telah melaksanakan rapat dan memerintahkan pihak desa untuk menelusuri dimana keberadaan SK Bupati yang asli, terkait polemik sejumlah warga Desa Mampun Baru yang telah menunggu 12 tahun untuk bisa mendapatkan Sertifikat tanah R (Restan).

Baca Juga : Pihak BPN Sebut Dokumen Warga Mampun Baru Belum Lengkap | 12 TahunNgurus Sertifikat

‘’Beberapa waktu yang lalu kita telah melakukan rapat, saya sudah perintahkan untuk menelusuri kembali dimana keberadaan SK Bupati yang asli sesuai yang diminta oleh pihak BPN,” kata Mulyono via telpon pribadinya, Rabu 3 Maret 2021.

Menurutnya, karena SK Bupati telah terbit maka tidak mungkin Pemkab kembali menerbitkan SK Bupati yang baru. Maka diharuskan mencari terlebih dahulu dokumen tersebut.

‘’Bukti bahwa SK Bupati itu sudah terbit adalah fotocopy nya ada. Dulu itu leading sektornya adalah Disosnakertrans, Kadisnya Pak Hambali. Tapi sekarang Disosnakertrans sudah tidak ada lagi. Tapi orang-orang (pejabat) nya masih ada, mereka yang lebih paham. Sementara di bagian pemerintahan tidak ada berkas tersebut,” tuturnya.

Informasi yang media ini peroleh dari berbagai sumber, kala itu telah terkumpul dana sekira Rp.176 juta bersumber dari 84 pemohon penerbitan sertifikat tanah R untuk biaya kepengurusan. Dalam konteks itu Mulyono tidak mau berkomentar lebih jauh. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kemenag Merangin Apresiasi Langkah Izhar Majid (Montok) Bantu MDTA Nuruddin Dusun Bangko

Merangin | fokusinfo.com : Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Merangin mengapresiasi Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi Fraksi Partai Hanura, Izhar Majid atau biasa disapa Bang Montok yang telah mengunjungi Madrasah Diniyah Takmiliyah Alawiyah (MDTA) Nuruddin Kelurahan Dusun Bangko, beberapa waktu yang lalu.

Kunjungan Bang Montok kala itu selain mempererat silaturahmi juga memberikan bantuan berupa fasilitas moubeler untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca juga : ‘Keterlaluan’, Izhar Majid Montok Bikin Haru Warga MDTA Dusun Bangko

‘’Kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi tindakan Pak Izhar Majid yang telah memberikan bantuan kepada Madrasah Diniyah Takmiliyah Alawiyah Nuruddin di Dusun Bangko. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan optimal oleh pihak Madrasah,” kata Kamenag Merangin, H Marwan Hasan.

Marwan mengungkapkan status MDTA Nuruddin tersebut berada dibawah naungan Kemenag, dikelola oleh swasta dan lembaga pendidikan serupa itu, cukup banyak tersebar di Merangin.

Lebih jauh, Marwan mengatakan kondisi fasilitas MDTA di Merangin tidak semuanya baik apalagi yang berdiri jauh dari perkotaan. Menurutnya karena status MDTA kebanyakan dikelola swasta maka membutuhkan peran serta masyarakat sekitar terutama para darmawan untuk memperhatikan agar kelangsungan proses belajar mengajar di lembaga tersebut bisa terus berjalan dengan baik.

‘’Madrasah Diniyah Takmiliyah Alawiyah itu adalah satuan pendidikan keagamaan Islam non formal tingkat dasar sebagai pelengkap bagi sekolah dasar atau sederajat. Dan biasanya dikelola oleh swasta. Jadi selain dana operasional dari Kemenag, juga peran serta masyarakat terutama para darmawan sangat dianjurkan untuk kelangsungan proses belajar mengajar yang baik,” tutupnya.(*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pihak BPN Sebut Dokumen Warga Mampun Baru, Belum Lengkap | 12 Tahun Ngurus Sertifikat

Merangin | fokusinfo.com : Puluhan warga Desa Mampun Baru (B5) Kecamatan Pamenang Barat mengeluh, sertifikat tanah Restan (biasa disebut tanah R) yang mereka idam-idamkan sejak melakukan pengurusan pada 2009 hingga saat ini belum juga terbit.

Baca Juga : 12 Tahun Ngurus Sertifikat Belum Juga Terbit, Dialami Warga Mampun Baru

Seorang pegawai senior di kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Merangin yang disebut-sebut bernama Mutarom, melalui sambungan telpon menjelaskan duduk persoalan kasus tersebut.

‘’Setahu saya dulu itu ada yang selesai dan ada juga belum, lalu sisanya (yang belum selesai) mengajukan kembali kepada BPN agar mereka bisa mendapatkan sertifikat. Setelah kami teliti rupanya ada dokumen yang belum lengkap, dan bisa dibilang hingga saat ini dokumen yang dibutuhkan itu belum kami terima,” terang Mutarom.

Mutarom menjelaskan, dokumen yang dimaksud adalah SK asli dari Bupati Merangin, menurutnya dokumen itu sangat penting sebagai dasar penerbitan sertifikat.

‘’Jadi berkas atau dokumen yang diserahkan kepada kami kala itu adalah foto copy SK Bupati tanpa ada lampiran daftar nama penerima. Sebenarnya SK Bupati yang foto copy itu bisa saja kami terima tapi harus dilegalisir terlebih dahulu, ibaratnya seperti ijazah lah, harus ada legalisir dari pihak terkait dalam hal ini dari Bagian Pemerintahan,” tuturnya.

‘’Yang pegang SK asli itu kemungkinan pengurus lama dulu. Jadi terus terang kita di BPN tidak berani proses sebelum adanya SK yang asli atau yang telah dilegalisir. Dan sebenarnya kita telah melaksanakan pengecekan ke lokasi, hanya SK Bupati itu saja lagi kendalanya,” tambah Mutarom.

Sementara itu terkait isu pihak pengurus telah menyetorkan uang kepada pihak BPN dengan nominal puluhan juta, Mutarom mengaku tidak tahu. (TimInvestigasi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

‘Keterlaluan’, Izhar Majid (Montok) Bikin Haru Warga MDTA Dusun Bangko

Merangin | fokusinfo.com : Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi Fraksi Partai Hanura, Izhar Majid atau biasa disapa Bang Montok mengunjungi Madrasah Diniyah Takmiliyah Alawiyah (MDTA) Nuruddin Kelurahan Dusun Bangko, Senin sore 1 Maret 2021.

Kedatangan Bang Montok beserta rombongan disambut antusias oleh warga MDTA yang terdiri dari para pengurus, guru dan siswa MDTA serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Setelah menyampaikan maksud kedatangannya yaitu menyambung dan mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan bantuan berupa fasilitas meja belajar, suasana mendadak penuh haru.

‘’Alhamdulillah kebetulan saya ada rezeki sedikit. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” singkat Montok.

Informasi yang media ini peroleh, bantuan dari putra kelahiran Pamenang itu berjumlah 10 set meja belajar dengan ukuran standar.

”Jadi kala itu saya mendapat informasi bahwa di madrasah ini fasilitas meubelernya minim sehingga mengharuskan siswa belajar di lantai. Sungguh saya merasa sangat prihatin, jadi saya didukung penuh oleh keluarga memutuskan untuk memberi bantuan meja belajar ini,” katanya.

Bang Montok juga berharap bantuan yang diberikannya tersebut menjadi stimulan tersendiri  bagi masyarakat khususnya para pejabat di Pemerintahan Merangin untuk memperhatikan kondisi ruang belajar disekitaran mereka. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

 

 

 

 

Share:

12 Tahun Ngurus Sertifikat Belum Juga Terbit, Dialami Warga Mampun Baru

Sejumlah warga Mampun Baru saat menceritakan kronologis peristiwa 

Merangin | fokusinfo.com : Puluhan warga Desa Mampun Baru (B5) Kecamatan Pamenang Barat mengeluh, sertifikat tanah yang mereka idam-idamkan sejak melakukan pengurusan pada 2009 hingga saat ini belum juga terbit.

Suriyanto, salah seorang warga mengatakan dirinya beserta puluhan warga lainnya telah mengeluarkan sejumlah uang yang diserahkan kepada pihak panitia untuk mengurus sertifkat.

‘’Sudah lama sekali, awal kami mengurusnya sejak tahun 2009,” kata Suriyanto.

Meski demikian, dirinya tetap berharap sertifikat yang telah dijanjikan tersebut bisa segera didapatkan. Atau bila tidak maka uang yang telah disetorkan tersebut segera dikembalikan.

‘’Kami ya berharap lah agar segera bisa memiliki sertifikat itu. Sebagai bukti kepemilikan yang sah bagi kami. Bila memang tidak mampu maka kami harap kembalikan segera uang yang telah kami setorkan itu,” tambahnya. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com