• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sidang Perdana Gugatan Wanprestasi HPS Dijadwalkan Senin Pekan Depan. Ketua DPD Perindo Merangin Saran Damai



Merangin | fokusinfo.com : Ketua DPD Partai Perindo Merangin, Sukadi SH menyarankan persoalan yang menimpa Hasren Purja Sakti kader partai sekaligus anggota DPRD Merangin Fraksi Partai Perindo, diselesaikan dengan cara damai.

‘’Terus terang ya saya belum tahu akar persoalannya apa. Ini juga baru tahu karena dikonfirmasi soal ini. Yang jelas apapun itu masalahnya ya sebaiknya tempuh jalan damai lah,” kata Sukadi kepada media ini beberapa waktu yang lalu di kantor DPD Perindo Merangin.

Baca juga : Gugatan Kasus Dugaan Wanprestasi Hasren Didaftarkan Ke PN Bangko.

Menurut Sukadi, bila itu persoalan pribadi maka Partai tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan dukungan moril kepada yang bersangkutan agar segera menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Namun bila berkaitan dengan partai maka dipastikan pihaknya akan mengambil langkah-langkah, termasuk menyediakan bantuan hukum.

‘’Dalam waktu dekat ini saya akan mengadakan komunikasi dengan Pak Hasren untuk mengetahui apa sebenarnya persoalan yang dihadapi beliau,” ungkapnya.

‘’Sebagai ketua DPD Partai saya selalu menghimbau kepada seluruh kader Partai Perindo untuk dapat menjaga nama baik Partai di mata masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu meski telah diminta hak jawabnya untuk klarifikasi, Hasren lebih memilih bungkam. ‘’Biarlah, tidak usah dijawab hal seperti itu,” singkat Hasren kepada media ini beberapa waktu lalu.

Informasi yang media ini peroleh sidang gugatan kasus wanprestasi Hasren Purja Sakti oleh pengusaha muda bernama M Ikhsan, perdana akan dilaksanakan pada senin 28 November 2022 di PN Bangko.(*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Lika Liku Perjalanan Anggota Dewan Termuda Kab Merangin Asal Dapil IV | Hasren Purja Sakti

 



 

Oleh : Gondo Irawan

Jurnalis

 

Sosok muda Hasren Purja Sakti sempat menjadi sorotan saat pemilihan legislatif di Merangin pada 2019 lalu. Tidak sedikit orang yang terperangah, tidak menyangka Hasren bisa mendapatkan kursi di DPRD Merangin melalui Partai Perindo lantaran usianya yang masih sangat muda.

Cerita punya cerita sosok Hasren purja sakti yang merupakan anggota DPRD kab merangin asal dapil IV rupanya menyimpan segudang kenangan pahit dalam perjalanan hidupnya hingga saat ini bisa menjadi wakil masyarakat khususnya dapil IV Merangin.

Saya berkesempatan berbincang dengan Hasren, secara eksklusif Hasren membuka cerita demi cerita dia sebelum menjadi sukses seperti sekarang ini.

‘’Saat itu pernah menjadi kernek oplet Simpang kawat terminal baru ( oplet warna kuning ). Kalau Hari Jum'at menjadi tukang parkir di mesjid agung Al Falah.( Mesjid seribu tiang). Pada saat bulan puasa Jadi tukang parkir di Kuburan  yang dekat simpang  jembatan Makalam. Pekerjaan itu saya lakukan sebelum kuliah,” Kata Hasren.

Masih diceritakan Hasren, dia menikah pada tahun 2012 kala itu dirinya berumur 21 Tahun. Untuk menyambung hidup dia berganti-ganti pekerjaan selama apa yang dilakukan itu halal.

‘’Saya ini orang susah, pernah juga jadi sopir travel Bungo-Bangko. Saya juga tidak segan-segan menjadi tukang angkat batu bata, pekerjaan kasar lah yang sering saya lakukan kala itu,” tuturnya.

Minat terjun ke dunia politik, dikatakan Hasren muncul ketika dirinya masih duduk di bangku kuliah. Namun karena keterbatasan dana dirinya harus menelan pahit, berhenti kuliah sebatas semester tiga.

‘’Saya jadi tukang jual obat herbal juga pernah dan jadi sales panci saya tekuni sejak saya kuliah di UMB Muaro bungo, saat itu pula tumbuh keinginan saya untuk terjun ke dunia politik. Jadi, uang yang saya dapatkan digunakan untuk biaya kuliah. Tapi ya masih kurang juga,” kenang Hasren.

‘’Karena kekurangan biaya akhirnya saya tidak rampung menyelesaikan kuliah di Bungo itu. Alhamdulillah sekarang saya mulai lagi kuliah di STAI Bangko,” tutupnya. (*)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Gugatan Kasus Dugaan Wanprestasi Hasren Didaftarkan Ke PN Bangko.



Merangin | fokusinfo.com : Kasus dugaan wanprestasi yang dilakukan oleh Hasren Purja Sakti anggota DPRD Merangin fraksi Partai Perindo terhadap seorang pengusaha muda berdomisili di Merangin, M Ikhsan akhirnya resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri Bangko.

Baca juga : Dianggap Wanprestasi, Oknum DPRD Merangin Digugat Pengusaha Muda

‘’Sudah kami laporkan kasus itu, sekarang tinggal tunggu jadwal sidang saja lagi,” Kata M Fauzan Budi Saroko SH, Kuasa hukum M Ikhsan kepada media ini, Senin (21/11).

Penelusuran media ini, gugatan kasus tersebut bernomor perkara 49/Pdt.G.S/2022/PN Bko 22/11/2022.

Sementara itu meski telah diminta hak jawabnya untuk klarifikasi, Hasren lebih memilih bungkam. ‘’Biarlah, tidak usah dijawab hal seperti itu,” singkat Hasren kepada media ini beberapa waktu lalu.(*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Dianggap Wanprestasi, Oknum DPRD Merangin Digugat Pengusaha Muda



Merangin | fokusinfo.com : HPS, Oknum anggota DPRD Merangin dari Dapil IV Fraksi Partai Perindo sepertinya akan berhadapan dengan kasus hukum. Dia dianggap telah melakukan wanprestasi yang artinya tidak dipenuhinya prestasi atau kewajiban dalam suatu perjanjian terhadap IH, salah seorang pengusaha muda berdomisili di Merangin.

Melalui kuasa hukumnya Fauzan Budi Saroko SH, pengusaha muda itu menceritakan bahwa kasus ini berawal sejak HPS ingin mengikuti pemilihan legislatif  2019. Yang mana kala itu HPS meminta bantuan kepada IH untuk menyediakan dana.

‘’Singkatnya, jadi HPS ini dulunya adalah pegawai dari klien saya IH. Saat pileg 2019 HPS menemui IH untuk meminta bantuan dana sehingga lahirlah perjanjian diantara mereka. Nah perjanjian itu sampai sekarang tidak dipenuhi oleh HPS. Makanya akan kami gugat di pengadilan,” kata Fauzan.

Sementara itu hingga berita ini dipublikasikan HPS belum bisa dikonfirmasi. Media ini siap akan menyediakan ruang hak jawab maupun hak koreksi terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pekan Ini, Polres Merangin Bakal Razia PETI di Pulau Baru ?

Rute Mapolres Merangin - Desa Pulau Baru


Merangin | fokusinfo.com : ‘Sepak terjang’ Kapolres Merangin AKBP Dewa Ngakan Arinata, SH MH dalam pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin mendapat apresiasi dari masyarakat. Dalam beberapa hari kebelakang ini saja sejumlah pelaku PETI telah ditangkap beserta barang bukti. Atas tindakan itu wajar bila masyarakat menaruh harapan besar kepada Kapolres untuk dapat menertibkan semua para pelaku PETI dengan dasar aktivitas tersebut hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan masyarakat banyak.

Respek terhadap keseriusan Kapolres Merangin memberantas PETI menjadi perbincangan hangat di ‘warung kopi’. Topik itu melahirkan opini dan analisis personal, langkah apa yang akan dilakukan kedepannya mengingat persentase pelaku PETI yang ditangkap dibandingkan dengan yang belum ditangkap, masih lebih banyak yang belum ditangkap.

Di sela diskusi warung kopi itu berlangsung, berhembus isu bahwa dalam pekan ini pihak Polres Merangin akan melakukan razia di Desa Pulau Baru Kecamatan Batang Masumai. Memang di Desa itu sempat mendapatkan sorotan publik lantaran terpantau sejumlah titik aktivitas PETI yang menggunakan alat berat ekskavator. Bahkan Kades Pulau Baru juga sempat mengakui dan membeberkan lokasi aktivitas ilegal tersebut.

Baca juga : Keluarga Sekdes Klarifikasi. Terkait PETI di Desa Pulau Baru

‘’Isunya begitu, tidak lama lagi mereka akan melakukan razia di desa Pulau Baru. Soalnya di desa itu santer sekali pemberitaan PETI yang menginformasikan ada beberapa ekskavator yang sedang beroperasi PETI. Targetnya semua ekskavator akan diamankan untuk dijadikan barang bukti,” kata seorang sumber informasi kepada media ini yang tidak ingin dituliskan namanya.

Sumber informasi juga mengatakan, sikap keterbukaan masyarakat Kecamatan Batang Masumai yang siap menjadi penunjuk jalan juga merupakan dasar pihak Polres akan melakukan tindakan penegakan hukum terhadap para pelaku PETI di Desa Pulau Baru.

‘’Mayoritas masyarakat Batang Masumai mendukung pihak Polres. Bahkan mereka siap membeli minyak mobil, tapi untuk yang ini saya rasa hanya sindirian agar pihak Polres mau turun ke lokasi,” ungkapnya.

Baca juga : LSM Sapurata Indonesia Siap Akomodir Logistik APH Untuk Tangkap PelakuPETI di Batang Masumai

‘’Ya kita lihat saja nanti apakah isu ini benar atau tidak. Yang jelas diam-diam publik memantau loh ya,” tutup sumber informasi itu. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Spirit Kadisdikbud Sarolangun Tiba-tiba ‘Melempem’ ?. Terkait Polemik di SMPN 4 Sarolangun


Sarolangun | fokusinfo.com : Heru Kepala SMPN 4 Sarolangun diduga terafiliasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Dugaan itu muncul atas pengakuan Heru sendiri ketika dikonfirmasi soal dugaan Pungli (Pungutan Liar) yang terjadi di sekolah yang dipimpinnya itu.

Baca juga : Disdikbud Akan Bentuk dan Turunkan Tim.Terkait Polemik di SMPN 4 Sarolangun

Dikonfirmasi, mulanya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Kadisdikbud) Sarolangun, Helmi tegas akan menurunkan tim ke sekolah yang terletak di Desa Pelawan Jaya  Kecamatan Pelawan itu. Namun dalam kurun waktu, hasil dari pengecekan itu tidak dipublikasikan. Sementara informasi dari sejumlah sumber media ini, tim yang ditunjuk oleh Disdikbud telah mendatangi sekolah.

‘’Setahu saya memang ada yang datang ke sekolah dari Dinas Kabupaten, hari dan tanggal tepat kedatangannya saya lupa. Kemungkinan ya membicarakan soal dugaan pungli dan status Pak Kepsek yang juga seorang LSM,” kata sumber informasi.

Sementara itu, Kadisdikbud Sarolangun Helmi tidak merespon seperti biasanya saat dimintai keterangan berita acara tim yang telah datang ke SMPN 4. (*)

Reporter : Djarnawi Kusuma

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kasmir, Cakades Peraih Suara Terbanyak Bantah Money Politik | Polemik Pilkades Desa Pungut Mudik



Kerinci | fokusinfo.com : Pemilihan Kepala Desa di Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci (Senin 7 November 2022) dinodai tindakan politik uang diduga oleh calon kades nomor urut 1. Yang mana pada malam sebelum pemilihan, seorang disebut inisial J tertangkap tangan akan membagikan sejumlah uang yang dikemas dalam dua amplop.

Baca juga : Pilkades Desa Pungut Mudik Dinodai Money Politik. Seorang PenyuapdiTangkap.

Kasmir, kandidat kepala desa nomor urut 1 yang juga meraih suara terbanyak pada Pilkades tersebut membantah tudingan dirinya berada dibalik politik uang. Bahkan sebelum pelaksanaan Pilkades dia klaim telah mengingatkan agar para tim sukses tidak melakukan politik uang.

‘’Jauh hari saya sudah ingatkan kepada timses agar tidak melakukan money politik. Cukup menginformasikan saja visi misi kepada masyarakat untuk kemajuan desa Pungut Mudik yang tercinta ini,” kata Kasmir via telpon.

Soal peristiwa penangkapan salah seorang warga Desa Pungut Mudik, Kasmir mengakui itu. Namun apa yang diperbuat oleh seorang warga itu bukanlah tanggung jawabnya.

‘’Iya itu benar ada penangkapan. Yang ditangkap itu adik sepupu saya. Tapi apa yang dilakukannya tidak boleh lah dikaitkan kepada saya. Terus terang saya ini bukanlah orang yang punya banyak uang ya. Tidak mampu saya harus membayar masyarakat untuk memilih saya sebagai seorang kades,” terang Kasmir.

‘’Dan lagi setahu saya adik sepupu itu ditangkap saat di atas sepeda motor, bukan saat dia memberikan uang kepada masyarakat. Dan dalam masa penahanan warga, adik sepupu saya itu disuruh mengaku. Maaf ya adik saya itu orangnya lugu, SD saja tidak tamat jadi bila berhadapan dengan persoalan seperti ini kemungkinan dia jadi bingung sendiri,” duga Kasmir. 

Melalui media ini Kasmir meluruskan, bahwa adik sepupunya yang ditangkap itu bukanlah berstatus timses melainkan hanya relawan. ''Status adik sepupu saya itu dalam momen ini adalah relawan, bukan sebagai timses. Sebab setiap timses dibekali dengan SK. Sementara relawan ya bebas siapa saja yang peduli untuk kemajuan Desa Pungut Mudik ini," tutup Kasmir.(*)

Reporter : DedeRiskadinata

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pilkades Desa Pungut Mudik Dinodai Money Politik. Seorang Penyuap diTangkap.



Kerinci | fokusinfo.com : Pemilihan Kepala Desa di Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci (Senin 7 November 2022) dinodai tindakan politik uang diduga oleh calon kades nomor urut 1. Yang mana pada malam sebelum pemilihan, seorang disebut inisial J tertangkap tangan akan membagikan sejumlah uang yang dikemas dalam dua amplop.

‘’Saya mendapatkan informasi  dari masyarakat bahwa Januardi itu sedang membagi-bagi amplop berisi uang kepada warga agar mau memilih calon kades. Setelah berhasil kami tangkap, dia mengaku sebagai timses dan dana itu dari calon kades nomor urut 1,” kata Amrizal, tokoh pemuda Desa Pungut Mudik.

‘’Setelah kami geledah, dalam dua amplop tersebut berisikan Rp.250 ribu dan Rp.300 ribu. Lalu kami membawa yang bersangkutan ke Polres Kerinci pada malam itu juga,” sambungnya.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menyayangkan peristiwa itu sampai terjadi. Menurutnya itu adalah kasus serius dan wajib diselesaikan melalui jalur hukum.

‘’Politik uang itu masalah serius loh. Harus diadili karena tindakan seperti itu bukan saja merugikan calon kades, tapi juga masyarakat. Saya harap penegak hukum dapat merespon kasus ini,” kata warga itu.

‘’Jangan berhenti pada pelaku penyebar uang nya saja. Tapi harus usut ke siapa pemilik uang tersebut,” tutup warga itu.

Humas Polres Kerinci, Endriadi dikonfirmasi belum dapat menjawab. Dia beralasan belum ada release yang disampaikan kepada dirinya oleh Reskrim.

‘’Silahkan langsung ke Kasat Reskrim saja karena belum ada releasenya kepada kami,” singkat Endriadi.

Informasi yang media ini peroleh dari berbagai sumber Pilkades Desa Pungut Mudik diikuti oleh empat orang yaitu calon kades nomor urut 1 Kasmir, 2 Raflis, 3 Zulpari dan 4 Datriza. Hasil penghitungan Pilkades, suara calon nomor urut 1 melejit melebihi lawan-lawannya.

Sementara itu hingga berita ini dipublikasikan calon kades nomor urut 1, Kasmir belum dapat dikonfirmasi guna klarifikasi. Media ini siap memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan artikel pemberitaan ini. (*)

Reporter : DedeRiskadinata

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Jabat Kades Selango, Anhar Hadapi Persoalan Pelik



Pamenang Selatan | fokusinfo.com : Anhar, warga Selango yang baru beberapa bulan ini dilantik sebagai Kepala Desa Selango Kecamatan Pamenang Selatan mencurahkan isi hatinya atas sejumlah persoalan pelik yang dihadapi. Persoalan tersebut merupakan peninggalan kepala desa lama yang harus diembannya saat ini.

‘’Setelah saya dilantik menjadi Kades ada dua kali melaksanakan kegiatan covid, selama ini saya tanggulangi sendiri pake dana pribadi. Pernah saya telpon mantan Kades Pak Azra'i kata beliau dana itu masih ada tapi sampai saat ini belum juga di kembalikan sisanya,” kata Anhar.

‘’8 persen dana covid untuk PPKM sebanyak  Rp.53.jutaan itu sudah  di tarik semuanya,” keluh Anhar.

Selain itu soal BUMDes dikatakan Anhar juga tidak luput dari masalah. Dia klaim BUMDes seperti mati suri sebagian dari dana BUMDes juga di gunakan untuk pembukaan lahan TKD yang untuk di tanami sawit.

‘’Saya bawa BPD beserta unsur perangkat desa untuk cek ke lapangan ke kebun TKD. Rupanya cuma ada 30 batang sawit lagi, sepertinya tidak dikelola,” ungkapnya.

‘’Juga soal tabung gas elpiji 3 kg. Desa memiliki 30 tabung, ironisnya saat penyerahan aset disebutkan 30 tabung gas itu telah hilang,” tuturnya.

Menurut Anhar Pemdes telah memanggil pengurus BUMDes secara lisan namun tidak pernah datang.

‘’Sekarang dengan sisa beberapa bulan lagi menjelang akhir tahun pokus membenahi balai desa dulu lah karena balai desa ini rumah kita bersama, baik untuk warga Selango sendiri, tamu yang datang dari luar desa kami termasuk dari Pemkab dan Pemkec. Tahun depan nanti saya akan prioritas kan untuk pengadaan Ambulan desa, rehab kantor desa dan tower BTS,” papar Anhar.

‘’Tentulah harapan saya yang lainya semoga di Selango ini bisa di bangun jembatan penghubung ke seberang yang bisa di lewati oleh kendaraan roda 4. Karena bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, harga tanah juga otomatis naik. Karena Selango sekarang ini menjadi lintasan kawan-kawan kita dari Batang Asai ke Bangko,” tutup Anhar. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

LSM Sapurata Indonesia Siap Akomodir APH Untuk Tangkap Pelaku PETI di Batang Masumai



Merangin | fokusinfo.com : Tokoh masyarakat Desa Pelangki yang juga ketua LSM Sapurata Indonesia, Mirza SH geram atas tindakan APH (Aparat Penegak Hukum) kepolisian yang beberapa waktu lalu hanya menangkap lima warga Desa Pelangki yang melakukan kegiatan tambang tanpa izin di wilayah Desa Pelangki, padahal kegiatan itu dilakukan jauh dari permukiman warga. Sementara, dikatakan Mirza khususnya di kecamatan Batang Masumai itu tidak sedikit yang melakukan aktivitas tersebut dan lokasinya cukup terjangkau.

‘’Saya itu kok jadi bertanya sendiri ya, itu Polisi bisa tahu ada aktivitas PETI di dalam hutan sana. Sementara yang beraktivitas di dekat sini tidak diapa-apain. Padahal yang di dekat sini menggunakan alat berat loh,” kata Mirza.

Baca juga : Pelaku PETI Desa Pelangki Yang Ditangkap diDuga Punya Bos. Keluarga DesakPolisi Kejar

Menurut Mirza atas peristiwa itu wajar bila masyarakat menuntut keadilan dan menuding adanya tebang pilih dalam penegakan hukum terkait PETI.

‘’Kalau mau tangkap ya semua lah, prioritaskan pemain-pemain besar. Bukan hanya kuli nya yang ditangkap,” tuturnya.

Mirza juga menyatakan siap mengakomodir materil maupun nonmateril apabila pihak Polres Merangin serius ingin memberantas kegiatan PETI di Batang Masumai, khususnya pemain besar. Bahkan Mirza bersatire akan membantu membeli minyak mobil Polisi.

Baca juga : Keluarga Sekdes Klarifikasi. Terkait PETI di Desa Pulau Baru

‘’Kami telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat. Kami siap menjadi penunjuk jalan ke lokasi PETI. Bahkan kami juga siap iuran untuk membeli minyak mobil Polisi saat turun ke lokasi,” Kritik Mirza. (*)

Reporter : HendraSlango

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Keluarga Sekdes Klarifikasi. Terkait PETI di Desa Pulau Baru

Ilustrasi


Merangin | fokusinfo.com : K, Salah seorang keluarga dari Munzir selaku Sekdes Pulan Baru Kecamatan Batang Masumai, mengklarifikasi isu Munzir sebagai koordinator para pelaku pertambangan emas tanpa izin di wilayah Desa Pulau Baru.

Baca juga : Kades Buka-bukaan, Sekdes Belingsatan. Terkait PETI di Desa Pulau Baru

Dibincangi media ini di sekitar lingkungan Polres Merangin, Kh mengakui bahwa Munzir mengurusi pertambangan namun hanya satu sementara yang lainnya dimiliki pihak lain.

‘’Saya diamanatkan untuk klarifikasi ya, meluruskan. Jadi Memang benar keluarga saya itu ada main PETI tapi cuma satu milik saudara Tomas. Sementara yang lainnya punya Bapak Barlep dan Bapak Taat,” kata K.

B dikonfirmasi melalui sambungan telpon membantah tudingan tersebut. ‘’Manalah saya punya alat, saya miskin begini. Biarlah isu seperti itu,” kata B

Sementara T, hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui telpon tidak diangkat. Media ini siap memberikan ruang hak jawab ataupun hak koreksi kepada pihak-pihak yang berkaitan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. (*)

Reporter : DedeRiskadinata

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Disdikbud Akan Bentuk dan Turunkan Tim. Terkait Polemik di SMPN 4 Sarolangun



Sarolangun | fokusinfo.com : Heru Kepala SMPN 4 Sarolangun diduga terafiliasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Dugaan itu muncul atas pengakuan Heru sendiri ketika dikonfirmasi soal dugaan Pungli (Pungutan Liar) yang terjadi di sekolah yang dipimpinnya itu.

Baca juga : Terbongkar, Kepsek SMPN 4 Sarolangun TernyataJuga LSM

Dibalik itu, pihak SMPN 4 Sarolangun dituding kerap melakukan pungli  seperti adanya pungutan dari pihak sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang sangat memberatkan saat daftar ulang dan biaya perpisahan yang dibebankan kepada orang tua siswa.

Salah seorang wali murid baru di SMP Negeri 4 Sarolangun mengaku mendapat pungutan dari pihak sekolah sebesar Rp810 ribu, besaran pungutan tersebut disampaikan pihak sekolah saat proses daftar ulang.

‘’Saya dibagi kertas seperti bukti pembayaran  berisi ketentuan biaya yang harus dibayar, ada untuk baju Busana Melayu, Baju Batik , Sampul, Kartu Pustaka dan Kartu Siswa serta Atribut. Yang totalnya Rp. 810.000,-  itupun mas diluar baju seragam putih biru dan baju pramuka’’Kata wali murid itu.

Ketua komite SMPN 4 Sarolangun, Teteng Sunandi juga menyatakan bahwa mayoritas orang tua siswa keberatan dengan kebijakan pihak sekolah yang kerap membebankan dana kepada para orang tua siswa. 

‘’Uang perpisahan terkumpul Rp.18 juta itu terbagi kegunaan untuk pembiayaan membuat gapura (modus kenang-kenangan) senilai Rp.11 juta yang belum selesai sampai saat ini. Selebihnya untuk membayar Ijazah dan sidik jari, padahal orang tua murid keberatan,” ujar ketua Komite Teteng Sunandi. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sarolangun, Helmi dimintai tenggapannya mengaku baru mengetahui hal tersebut.

‘’Saya baru tahu infonya. Saya akan pelajari dan turunkan tim ke sekolah itu dalam satu atau dua hari ini,” kata Helmi.

Terkait soal pengakuan Heru yang juga sebagai LSM, Helmi menanggapi dengan bias. Tidak membenarkan ataupun menyalahkan.

‘’Setahu saya seorang PNS secara umum tugasnya abdi negara melayani masyarakat. Kajiannya kembali ke tupoksi LSM tugasnya apa dan wartawan tugasnya apa,” tutup Helmi. (*)

Reporter : Djarnawi Kusuma

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pelaku PETI Desa Pelangki Yang Ditangkap diDuga Punya Bos. Keluarga Desak Polisi Kejar


Merangin | fokusinfo.com :
Keluarga dari lima warga desa Pelangki Kecamatan Batang Masumai yang ditangkap Polisi diduga terlibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin, mendesak Polres tidak berhenti pada keluarga mereka saja. Soalnya keluarga mereka itu hanya sebagai pekerja dan memiliki seorang bos.

‘’Keluarga kami itu cuma bekerja saja, mereka punya bos yang membiayai aktivitas itu,” sebut pria yang mengaku sebagai keluarga dari salah seorang warga yang ditangkap.

Dia menambahkan, ‘’Kami harap proses tidak hanya berhenti di keluarga kami, tapi kejar juga lah bosnya. Setahu kami nama bos itu telah diserahkan ke pihak Polres,” tutupnya. (TimRedaksi)

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Cairan Dari Arah RSD Kol. Abundjani Bangko Merembes Ke Jalan, Warga Sekitar Mengeluh


Merangin | fokusinfo.com : Warga sekitar RSD Kol Abundjani Bangko mengeluhkan cairan yang keluar dari arah RSD hingga merembes ke jalan. Pasalnya cairan yang mereka sebut sebagai limbah itu mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

‘’Silahkan lihat itu air dari parit yang ada dipojok Rumah Sakit. Airnya sampai tumpah ke jalan. Pas ada angin mengarah ke kami, bau nya sangat mengganggu,” Kata Eli, Warga setempat.

Menurut Eli, persoalan itu telah beberapa kali dilaporkan kepada pihak RSD namun tidak ada tanggapan. Bahkan dikatakan Eli mantan Ketua Hakim PN Bangko juga pernah melaporkan tapi tetap tidak ada solusi.

‘’Jadi air yang merembes itu mengalir ke rumah dinas Hakim Pengadilan. Setahu saya pernah dulu Pak Hakim itu mengajukan keberatan ke RS, tapi tetap saja tidak ada respon. Air limbah itu tetap merembes ke jalan,” sambungnya.

Melalui media ini Eli berharap ada perhatian dari pihak RSD untuk memperbaiki. ‘’Kami ini inginnya segera diatasi persoalan ini. Jangan sampai kami pula yang terkena penyakit karena kami tinggal di sini,” tutup Eli.

Sementara itu Direktur RSD Abundjani, dr Irwan Kurniawan membantah bila cairan itu disebut limbah. Iwan klaim limbah RSD dialirkan ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang telah dibangun RSD sejak lama.

‘’Fungsi IPAL adalah sistem proses pengolahan air buangan yang dikhususkan untuk dapat mengolah air buangan dari hasil kegiatan Rumah Sakit. Dan kita telah lama memiliki IPAL itu,” kata Irwan

‘’ Kalau dibilang bekas air mandi rumah sakit saya juga tidak setuju. Rumah banyak disitu, rumah dokter juga ada di situ. Kalau kami ini ya jangankan limbah, air bekas mandi atau cuci piring saja kami alirkan ke satu tempat penampungan. IPAL itu kan ada sistim limbah cair dan padat,” tutupnya. (*)

Reporter : DedeRiskadinata

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kades Buka-bukaan, Sekdes Belingsatan. Terkait PETI di Desa Pulau Baru

Ilustrasi

Batang Masumai | fokusinfo.com : Terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya, Kepala Desa Pulau Baru Kec Batang Masumai, Sudirman buka-bukaan.

Dijumpai di Balai Desa beberapa waktu yang lalu, Sudirman membenarkan sejumlah titik di Desa Pulau Baru saat ini tengah dieksploitasi oleh pengusaha pertambangan dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator.

‘’Memang ada aktivitas PETI yang mengunakan alat berat excavator di desa pulau baru ini. Setau saya ada sekitar 7 unit excavator yang masih bekerja di sini. 4 unit excavator bekerja arah pasentren masuk be ke jalan itu trus be ambil jalan kanan adolah di situ lagi berkerja. dak Pulo jauh nian dak pake motor nyampe ke lokasi,” kata Sudirman.

‘’Dan yang 3 unit excavatornya lagi kalau dari balai desa ini arah ke pulau layang semuanya masuk wilayah desa pulau baru,” sambungnya.

Sementara itu Sekretaris Desa (Sekdes) desa Pulau Baru, Munzir dikonfirmasi melalui sambungan telpon, menjawab dengan nada tinggi.

‘’Dari mana dapat nomor Hp saya, kenapa konformasi sama saya, konfirmasi sama yang lain saja,” Kata Munzir langsung mematikan handphonenya.

Telah menjadi rahasia umum di Desa Pulau Baru nama Munzir kerap dikait-kaitkan dengan aktivitas PETI di desa itu. Munzir disebut-sebut yang mengakomodir kebutuhan para pelaku PETI termasuk menunjuk lokasi serta mengarahkan jalan mana yang bisa ditempuh oleh alat berat ekskavator menuju lokasi eksploitasi. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Terbongkar, Kepsek SMPN 4 Sarolangun Ternyata Juga LSM


Sarolangun | fokusinfo.com :
Heru Kepala SMPN 4 Sarolangun diduga terafiliasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Dugaan itu muncul atas pengakuan Heru sendiri ketika dikonfirmasi soal dugaan Pungli (Pungutan Liar) yang terjadi di sekolah yang dipimpinnya itu.

‘’Pungutan itu untuk mempermudah wali murid dalam membeli kebutuhan sekolah seperti seragam, atribut. Mengapa kalian terlalu usil, saya juga LSM,” kata Heru tersirat bangga melalui sambungan telpon sellularnya beberapa waktu yang lalu

‘’Kalau memang benar ada wali murid tidak setuju hadirkan kehadapan saya,” Sambung Heru menegaskan.

Sebelumnya, media ini mengkonfirmasi Heru atas keluhan sejumlah wali murid yang mengaku sejak awal anak mereka bersekolah kerap dimintai iuran dengan berbagai alasan.

Menurut informasi yang media ini terima dari sejumlah sumber, Sekolah yang terletak di Desa Pelawan Jaya  Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun itu banyak melakukan pungutan yang membuat orang tua siswa keberatan. (*)

Reporter : Djarnawi Kusuma

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com