• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Diduga Program Sertifikat Redis di Desa Kungkai DiJadikan Lahan Bisnis


Merangin | Fokusinfo.com : Sebuah akun facebook atas nama Deddy Bin Debalang yang diduga dikuasai oleh seorang tokoh pemuda desa Kungkai bernama Deddy mencuatkan persoalan pengurusan sertifikat Redis di desanya.

Dalam stastus yang diunggah pada 11 Februari 2019 itu Deddy mempertanyakan besaran biaya yang harus ditanggung penerima sertifikat yang nominalnya mencapai angka Rp.350ribu persertifikat. Deddy juga mempertanyakan kegunaan uang tersebut untuk siapa.

Postingan Deddy tersebut cukup menyita perhatian nettizen sehingga berbagai komentarpun membanjiri.

Sementara itu salah seorang pengurus sertifikat, Debi mengakui timbulnya biaya yang kepengurusan sertifikat tersebut. Dia berdalih biaya yang dibebankan kepada penerima sertifikat akan digunakan untuk keperluan operasional kepanitiaan.

‘’Ya betul kami minta Rp.350ribu persil. Dari jumlah itu kami keluarkan juga upah masyarakat yang bantu petugas BPN. Gaji harian mereka Rp.150 ribu perhari,” tutupnya.(*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Lukman, Ajudan Bupati Merangin Siap Bersaksi

Merangin | fokusinfo.com : Seorang ajudan Bupati Merangin yang namanya tertulis di pemberitaan, Lukman mengatakan sejak pemberitaan diterbitkan dan beredar di media sosial pihaknya langsung menghubungi Yahya untuk menanyakan langsung apa motif dibalik pemberitaan tersebut.

‘’Atas perintah Bapak, berulang kali saya hubungi Pak Yahya tapi tidak diangkat. Kami menduga itu tidak ada itikat baik dari yang bersangkutan sehingga kami memutuskan melaporkan persoalan ini ke Polres Merangin,” kata Lukman

‘’Bila saja saat kami hubungi direspon positif tentu persoalannya tidak akan sejauh ini,” tuturnya.

Baca juga. Dituding Hoax Hingga Dilapor Ke Polres, Yahya Tetap Kukuh Pendirian

Menurut Lukman, poin yang dianggap menggusarkan adalah penyebutan nama salah satu rival Al Haris dalam pilkada Merangin beberapa waktu yang lalu.

‘’Efeknya tidak baik, masyarakat bisa terpengaruh seolah-olah Pak Al Haris melakukan tindakan politik kotor. Padahal kan kita sama-sama tahu Pak Al Haris itu sportif berpolitik. Jangankan melakukan tindakan yang tidak terpuji itu, baliho beliau yang dirobek orang saja Pak Al Haris sabar dan tidak ingin adanya tindakan balasan,” terang Lukman

‘’Yang jelas saat pertemuan itu saya tidak mendengar arahan-arahan negatif dari Pak Al Haris kepada Pak Yahya. Dan untuk kasus ini saya siap bersaksi,” tegas Lukman.

Sementara itu Yahya mengaku tidak pernah dihubungi pihak lain melalui handphonenya. Pasalnya hp yang dipegangnya tidak pernah berdering.

‘’Itu bohong. Bila ada orang yang menghubungi saya tentulah hp saya berdering. Dan lagi saya punya kok nomor ajudannya Pak Al Haris itu. Kalau mereka hubungi saya akan terbaca dilayar hp saya ini,” kata Yahya. (*)

Reporter & Redaktur : TopanBohemian

Share:

Dituding Hoax Hingga Dilapor Ke Polres, Yahya Tetap Kukuh Pendirian

Merangin | fokusinfo.com : Yahya, seorang jurnalis media online yang bertugas di Merangin beberapa hari ini menjadi perbincangan khususnya di media sosial. Hal itu terjadi lantaran sebuah berita disalah satu media online yang diduga didalamnya mengandung konten hoax mengarah ke Bupati Merangin.

Dugaan media ini dalam berita tersebut, Yahya berstatus sebagai narasumber sementara penulis berita bertanda (jp-redaksi) yang berarti meskipun Yahya adalah seorang jurnalis senior di media itu namun dalam konteks kasus ini Yahya tidak menulis berita tentang dirinya sendiri.

Dikonfirmasi, meskipun sempat dituding informasi yang disampaikan Yahya bersifat hoax bahkan berujung pada laporan sejumlah oknum mantan relawan Al Haris ke Polisi namun Yahya tetap kukuh pada pendiriannya bahwa peristiwa itu ada.

‘’Itu benar kok. Saya dipanggil ke rumah beliau (Al Haris) disitu ada tiga orang lagi. Kami berbincang-bincang hingga Pak Haris meminta saya melakukan seperti apa yang tertulis di media jp,” kata Yahya.

Karena yang meminta adalah seorang Al Haris, Yahya mengaku siap melaksanakan dan telah pula terlaksana. Yahya berpendapat tugas yang telah terlaksana itu sehingga wajar bila dia meminta apa yang dijanjikan oleh Al Haris kepadanya.

‘’Saya telah melaksanakan apa yang diminta. Jadi wajarlah saya menagih apa yang dijanjikan kepada saya,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Merangin Al Haris belum dan akan dikonfirmasi terkait persoalan ini. (*)

Reporter & Redaktur : TopanBohemian

Share:

Polemik Penolakan APBDes. Ladani Bandingkan Desa Kungkai Dengan Desa Lain.

Merangin | fokusinfo.com : Mencuatnya polemik penolakan APBDes 2019 Desa Kungkai oleh BPD disayangkan oleh Kepala DPMD Merangin, M Ladani.

Baca Juga : Polemik Penolakan APBDes. Kepala DPMD Akui Baru Tahu Akar Persoalan

Menurut Ladani, Desa Kungkai merupakan Desa yang jaraknya dekat dari pusat pemerintahan Kabupaten Merangin dan memiliki jumlah penduduk yang tidak sedikit serta SDM (sumber daya manusia) yang tidak diragukan. Namun dalam tata kelola pemerintahan desa bisa kalah dari desa yang lain.

‘’Kadang saya bingung dengan pemerintahan Desa Kungkai itu. Kungkai adalah  desa terdekat, SDM nya tidak diragukan dan lagi penduduknya banyak. Masak iya menyelesaikan APBDes saja bisa kalah cepat dari Desa yang ada diujung wilayah Jangkat situ,” pungkasnya.(*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Polemik Penolakan APBDes. Kepala DPMD Akui Baru Tahu Akar Persoalan

Merangin | fokusinfo.com : Menyikapi polemik APBDes 2019 Desa Kungkai yang kompak ditolak BPD, Kepala DPMD H Ladani angkat bicara.

Kepada media ini Ladani mengaku telah mengetahui adanya penolakan APBDes 2019 Kungkai dari informasi pihak kecamatan yang telah beberapa kali mencoba memediasi persoalan tersebut.

‘’Ya saya tahu itu ada persoalan di desa Kungkai soal APBDesnya. Saya mendapat informasi atas keterangan pihak Kecamatan,” ungkap Ladani.

Baca Juga : Meski Tolak APBDes 2019, BPD Kungkai Tetap Tandatangan

Meski tahu adanya penolakan, Ladani mengakui terkejut bila ternyata inti persoalannya adalah adanya tiga aitem pekerjaan 2018 dimasukkan oleh Kades ke anggaran APBDes 2019.

‘’Kalau akar persoalanya saya baru tahu ini,” singkatnya.

Menurut Ladani bila benar apa yang dilakukan oleh Kades Kungkai seperti yang diberitakan tentu hal tersebut menyalahi aturan. Karena tidak boleh proyek yang telah ada (selesai) dikerjakan tahun sebelumnya diajukan kembali pada tahun berikutnya.

‘’Yang jelas kami dari DPMD akan memangil segera Kades Kungkai itu. Insyaallah habis lebaran kita panggil untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya,” pungkas Ladani. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Meski Tolak APBDes 2019, BPD Kungkai Tetap Tandatangan

Fokusinfo.com | Merangin : Setelah sempat menghebohkan para nettizen soal kekompakan BPD Kungkai yang menolak APBDes desa Kungkai tahun 2019 karena kelakuan Kades yang memasukkan tiga aitem pekerjaan 2018 ke anggaran 2019, rupanya para BPD itu mengakui tetap menandatangani APBDes tersebut.

Baca Juga : Kompak, BPD Desa Kungkai Tolak APBDes 2019

Ketua BPD Kungkai, Aan Driyantoni mengatakan persoalan tersebut sempat dimediasi oleh pihak kecamatan dan sejumlah tokoh masyarakat Kungkai. Pada proses mediasi itu dikatakan Aan, Kades tetap ngotot untuk memasukkan tiga aitem tersebut ke anggaran APBDes 2019.

‘’Memang APBDes sudah kami tandatangani walaupun tidak seluruh anggota BPD yang tandatangan. Kami melakukan itu supaya DD bisa segera dicairkan ke desa kami ini,” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian


Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com