• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Polemik Desa Pelangki. Misteri Uang Rp.35 Juta Terbongkar ?

Foto : ist
Merangin | fokusinfo.com : ‘Drama’ Misteri uang Rp.35 juta yang belakangan ini santer disebut oleh Kepala Desa Pelangki Kecamatan Batang Masumai, Azwar akhirnya terbongkar sendiri oleh Kades itu.

(silahkan klik link ‘Baca Juga’ pada tiap pemberitaan terkait Desa Pelangki, untuk mengetahui perjalanan kasus ini, red)

Meskipun belum mengarah pada pembuktian, namun pengakuan Kades cukup membuat sedikit demi sedikit misteri uang tersebut kemana arahnya. Sebelumnya Azwar terus memberikan keterangan yang berbelit-belit atas uang  Rp.35 juta tersebut seperti dijadikan silpa, disetor ke bank, dikembalikan ke kas desa namun selalu menolak saat dimintai menunjukkan bukti. Apalagi ketika pihak inspektorat menyebut tidak ditemukan silpa di Desa Pelangki, kala itu Azwar tetap berkelit.

Namun temuan terbaru saat tim investigasi turun kembali ke desa pelangki. Saat melihat papan informasi tidak terlihat adanya dana silpa, persis seperti yang diutarakan oleh inspektorat Merangin.

Baca juga : Inspektorat tak temukan silpa Rp.35 juta di Desa Pelangki 

Dimintai tanggapannya, akhirnya Azwar mengaku menyerah. Dia menganalogikan kedudukannya seperti ketimun yang berhadapan dengan durian saat mengatakan uang Rp.35 juta diberikan kepada oknum Kejari Merangin.

‘’Jadi begini, apa yang terjadi terjadilah. Dana itu diambil oleh Kejari semuanya,” singkat Azwar pasrah.

Menurut Azwar pihaknya dipaksa memberikan uang Rp.35 juta dengan ‘jaminan’ spj desa yang ditahan oleh oknum kejari.

‘’Kami dipaksa memberikan uang itu karena spj kami juga ditahan. Namun bukan saya yang memberikan. Uangnya dikumpul sama Pak camat.Tiap sebentar Hp pak camat tu bunyi katanya ditelpon oleh orang Kejari. Pak camat pun saya lihat jadi gelisah. Awalnya pak camat tidak mau tapi karena didesak terus akhirnya Pak Camat dengan berat hati mengantarkan uang tersebut ke Kejari,” terang Azwar.

Sementara itu Kajari Merangin, Haryono membantah tudingan Kades Pelangki, Azwar. Menurut Haryono tudingan itu fitnah.

‘’Tidak ada itu. Coba buktikan bila memang ada. Itu fitnah dan kami siap memperkarakan tudingan ini,” kata Haryono diruang kerjanya. Selasa 24 september 2019. (*)

Reporter : Tim
Redaktur : TopanBohemian





Share:

Diduga Terjadi Pemalsuan Akta Autentik, Seorang Warga Merangin Melapor ke Polda.

Merangin | fokusinfo.com : Dedi Aswida seorang warga Merangin melaporkan tiga orang ke Polda Jambi atas dugaan terjadinya pemalsuan data akta autentik. Laporan dilayangkan pada 6 September 2019 dengan nomor laporan polisi : LP/B-215/IX/2019/SPKZT’C’ POLDA JAMBI.

Tiga orang yang dilaporkan Dedi adalah 1. Juang Suohong beralamat di Jln Sudirman Kav.52-53 Jakarta, 2. Alexander Gevanno beralamat di Janti Barat C-A4 Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang, dan 3. Poerwo Adilogo beralamat di Gedung Teater Taman Ismail Masrzuki Kelurahan Cikini Jakarta.

‘’Saya melaporkan tiga orang itu atas dugaan tindak pidana pemalsuan akta autentiik sesuai dengan pasal 266 KUHP,” ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan, pemalsuan akta yang dimaksud adalah penyingkiran nama dewan direksi dan dewan komisaris dan bagian pemegang saham PT Rich Land Power Merangin dengan dasar keputusan rapat, sementara rapat yang dimaksud tidak pernah terjadi.

‘’Disebut telah terjadi rapat di kantor PT Rich Land Power Merangin yang beralamat di BTN Belisih Indah RT 16 kelurahan pasar atas Bangko kabupaten Merangin Jambi. Sehingga terbitlah akta notaris dan pejabat pembuat tanah YAN ARMIN S.H berkedudukan di Jalan Pluit Karang Barat Blok P2 Selatan Nomor 101 A Jakarta Utara dengan nomor 155 tertanggal 19 april 2018. Sementara rapat yang dimaksud itu tidak pernah terjadi,” terangnya.(*)
Dedi juga menyatakan pihaknya telah menyurati Dewan Kehormatan Notaris untuk menindak lanjuti permasalahan dan kebenaran akta no 155 tanggal 19 april 2018 yang di keluarkan oleh YAN ARMIN S.H  itu.

‘’Kami juga telah layangkan surat ke Dewan Kehormatan Notaris untuk menindak lanjuti akta no 155 tanggal 19 april 2018 yang di keluarkan oleh YAN ARMIN S.H  itu. Menurut kami sumber isi dari pernyataan keputusan rapat tersebut penuh dengan kebohongan dan patut diduga adanya pemalsuan data,” tutupnya. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Tak Mau Diajak Berunding, Wartawan Sekaligus Musisi Merangin Diancam Pelaku PETI

Merangin | fokusinfo.com : Yasdi, seorang wartawan bertugas di Merangin yang juga seorang musisi mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh segerobolan pelaku Penambang Emas Tanpa Izin  (PETI) yang beroperasi Di Desa Seling Kecamatan Tabir.

Kepada media ini Yasdi menceritakan kronologis perlakuan tidak menyenangkan itu bermula saat dirinya hendak mandi ke sungai pada tengah hari jelang melaksanakan sholat Jum’at.

‘’Sewaktu saya hendak mandi di sungai, sekira pukul 12.15 wib saya dipanggil operator alat agar segera mendatanginya, saya tanya kembali, ada apa,? Pelaku menjawab ada runding, mari ikut dulu,” ungkap Yasdi menirukan logat pelaku PETI.

Merasa waktu sholat Jum’at hampir tiba, Yasdi menolak permintaan itu dan berjanji akan berjumpa dengan pelaku sehabis sholat Jumat.

‘’Dia terus meminta saya mendekatinya. Tapi saya tolak karena waktu sholat Jumat hampir tiba. Dalam hal ini tentu saja saya lebih mengutamakan sholat. Saya bilang ke dia sehabis sholat saya akan menemuinya tapi malah perkataan kasar yang dilontarkan kepada saya,” terang Yasdi.

‘’Meski jarak kami berjauhan namun perkataannya cukup jelas saya dengar. Kala itu dia mengatakan ‘Aku tunggu disimpang Seling, Awas Kau’. Karena situasi sedang panas saya lebih menduga perkataannya itu mengandung ancaman, apalagi dia berteriak keras seperti itu. Tapi bila situasinya adem, bisa saja dia menunggu saya di simpang seling untuk mengajak ngopi,” ungkap Yasdi, vokalis group awan band itu. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Sekretariat DPRD Sukses Selenggarakan Pelantikan 35 Anggota DPRD Merangin Periode 2019-2024.

Merangin | fokusinfo.com :  35 orang anggota DPRD Kabupaten Merangin periode 2019-2024 yang terpilih dalam Pemilhan Umum April 2019 lalu, resmi di ambil sumpah dan janjinya melalui Rapat Paripurna, Jumat (30/08).
 Pengambilan sumpah dan janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Bangko Aminnuddin.

Hadir pada acara tersebut Gubernur Jambi yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Wakil Bupati Merangin, Mashuri, Pimpinan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para undangan lainnya.

Wajah baru mendominasi anggota DPRD Merangin periode 2019-2024 yakni sebanyak 25 anggota dan 10 lainnya masih wajah lama atau incumbent.

Pantauan dilokasi, acara dimulai pukul 14.46 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan selanjutnya Rapat Paripurna DPRD Merangin resmi dibuka Ketua DPRD Merangin, Zaidan Ismail.

Herman Efendi terpilih sebagai ketua DPRD Merangin sementara dan Zaidan Ismail sebagai wakil DPRD Merangin sementara, hingga terpilih pimpinan DRPD defenitif.

‘’Alhamdulillah acara pelantikan berjalan dengan hikmat dan sukses. Semoga seluruh anggota DPRD Merangin yang baru ini dapat mengemban amanah untuk kemajuan Merangin,” ungkap Fauziah, Sekwan DPRD Merangin. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Terpilih Menjadi Ketua DPRD, Herman Efendi Akan Gelar Syukuran.

Merangin | fokusinfo.com : Merasa bersyukur dipilih masyarakat menjadi anggota DPRD Merangin, hingga terpilih pula menjadi ketua DPRD Merangin, Herman Efendi ST MM akan menggelar acara syukuran kepada masyarakat.

Acara syukuran tersebut akan dilaksanakan di kediaman pribadinya di Jalan Sepat Desa Muara Delang Kecamatan Tabir Selatan pada Sabtu, 28 September 2019.

‘’Insya Allah kita akan menggelar syukuran pada sabtu besok dimulai pukul 14.00 WIB di Muara Delang,” kata Fendi.

Fendi berharap dengan syukuran tersebut doa dari masyarakat akan memperkokoh niat awalnya untuk mengemban amanah dan tugas negara demi pembangunan Merangin yang menyeluruh.

‘Saya ingin selalu dekat dengan masyarakat. Maka doa masyarakat, petuah orang-orang tua sangat saya harapkan untuk bisa mengingatkan saya bila suatu saat saya mengalami kealpaan. Yang jelas saya ini dipilih masyarakat dan akan mengabdi kepada masyarakat Merangin,” tutupnya.

Dalam acara syukuran itu, Fendi juga telah mempersiapkan sejumlah artis yang diharapkan bisa memberikan hiburan ringan kepada masyarakat yang hadir. Salah seorang diantaranya adalah artis dangdut senior, Yus Yunus. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Turun Ke Muara Madras, Kejari dan Tim Tak Temukan Penyimpangan DD

Merangin | fokusinfo.com : Didampingi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan Dinas PMD Merangin, Kejaksaan Negeri Merangin turun ke lapangan untuk mengecek maraknya laporan terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2017 khususnya di desa Muara Madras Kecamatan Jangkat, Kamis 26 September 2019.

Tim yang dipimpin Kajari Merangin, Haryono SH itu bergerak sejak pagi menuju lokasi pengerjaan fisik seperti jembatan gantung, drainase, lapangan voly dengan didampingi kepala desa muara madras dan perangkat desa guna klarifikasi langsung.

Dalam peninjauan tersebut juga di turunkan tim TP4D yakni kasi intel, kasi pidum, dan kasi datun untuk memperkuat dalam pencarian fakta dilapangan

Dari hasil pemantauan itu tidak ditemukan kejanggalan yang berarti, wajar dan sesuai rab pada tahun tersebut. Yang artinya laporan ketua BPD Muara Madras yang menduga terjadinya kerugian negara serta penyalahgunaan dana nyaris dikatakan tidak memenuhi unsur.

‘’Saat ini kita bisa melihat langsung dari laporan yang diberikan dan sudah kita proses, namun sementara ini tidak ada ditemukan penyimpangan,” kata Haryono.

Meski demikian, ditambahkan Haryono pihaknya mempersilahkan APIP melakukan penghitungan ada atau tidak kerugian negara. Bila ditemukan, dikatakan Haryono maka Kepala Desa wajib mengembalikan dana dengan tempo 60 hari sebelum proses berikutnya.

‘’Pihak APIP akan menghitung apakah ada kerugian negaranya. Bila ada maka wajib dikembalikan ke kas desa,” pungkasnya. (Redaksi)


Share:

Kontraktor Akui Pengeboran Sumur Bor Di Rejosari Kurang Dalam

Ilustrasi
Merangin | fokusinfo.com : Keluarga Penerima manfaat air bersih di desa Rejosari, Pamenang mengeluh. Pasalnya untuk mendapatkan pelayanan tersebut mereka diharuskan membayar sejumlah uang kepada TPK Rejosari bernama Suluri.

Persoalan tidak berhenti disitu. Informasi terbaru yang media ini dapatkan, ternyata sumur bor yang dibangun dari sumber dana DAK Merangin 2019 itu kedalamannya kurang dari semestinya. Terjadinya hal itu karena mesin pengebor milik pemborong mengalami kerusakan. Ironisnya berbekal alat pendeteksi air, kekurangan itu (pengeboran kurang dalam) tidak menjadi persoalan yang berarti.

Andri, kontraktor kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih dikonfirmasi menjelaskan persoalan tersebut kepada media ini. Diakui Andri ‘kekurangan dalam’ pada proses pengeboran telah dilaporkan ke pihak DPUPR. Andi juga klaim persoalan tersebut telah dianggap tidak bermasalah karena air yang tersedia cukup.

‘’Memang kedalamannya tidak sesuai dengan semestinya. Tapi sudah saya laporkan ke DPUPR. Mereka juga telah mengecek ke lapangan dengan membawa sejenis alat pendeteksi air. Mereka mengatakan tidak apa-apa karena ketersediaan air pada kedalaman itu sudah cukup bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” terang Andri.

 Masih dikatakan Andri, karena kedalaman kurang maka dana yang berlebih dialokasikan untuk pembelian tiga unit meteran air serta sejumlah pipa-pipa. ‘’Ada berita acaranya. Dana kelebihan digunakan untuk yang biaya lainnya hingga dana tersebut habis,” tuturnya.

Baca Juga : Dugaan Pungli Penerima Manfaat Air Bersih, Mencuat di Rejosari

Terkait dugaan terjadinya pungli oleh TPK Rejosari, Suluri kepada masyarakat penerima manfaat air bersih, Andri mengaku terkejut dan kecewa.

‘’Saya tidak tahu bila ada pungutan kepada masyarakat. Saya kecewa bila informasi itu benar. Secepatnya saya akan bertolak ke desa Rejosari,” pungkasnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Dugaan Pungli Penerima Manfaat Air Bersih, Mencuat di Rejosari

Merangin | fokusinfo.com : Keluarga Penerima manfaat air bersih di desa Rejosari, Pamenang mengeluh. Pasalnya untuk mendapatkan pelayanan tersebut mereka diharuskan membayar sejumlah uang kepada PTK Rejosari bernama Suluri.

Informasi yang media ini dapatkan, para keluarga penerima manfaat air bersih dipungut biaya sebesar Rp.250 ribu – Rp.500 ribu tergantung jarak rumah dari sumber sumur bor.

‘’Yang dibayar itu meteran air, pipa, juga upah gali dan administrasi. Sementara sepengetahuan kami apa-apa saja yang dibayar itu telah disediakan oleh kontraktor dan masuk dalam nilai kontrak,” ungkap seorang sumber informasi kepada media ini. ‘’Makin jauh jarak rumah dari sumber air maka makin mahal lah biayanya,” tambahnya.

Sementara itu Suruli, dikonfirmasi membantah terjadinya pungli. Namun dia tidak menampik telah meminta sejumlah uang kepada para penerima manfaat air bersih tersebut.

‘’Saya pungut uang terus terang ada, tapi itu bukan pungli karena kuota penerima manfaat air bersih berjumlah 44 rumah. Sementara masyarakat yang menginginkan rumahnya dialiri air bersih cukup banyak atau melebihi kuota. Jadi uang yang saya pungut tersebut berasal dari masyarakat yang tidak termasuk didalam kuota,” terangnya.(*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian 

Share:

Demo AMPM Soal Muatan Isu Kedaerahan, Batal Disuarakan

Merangin | fokusinfo.com : Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Merangin (AMPM) menggelar aksi demo di halaman kantor DPRD Merangin, Selasa 24 September 2019.

Aksi yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dan pemuda Merangin itu membawa muatan isu nasional diantaranya RUU KUHAP dan penegakan hukum bagi korporasi pembakar lahan.

Koordinator demo, Aldi kepada media ini mengatakan aksi tersebut murni gerakan moral seluruh mahasiswa indonesia. Dia juga menyatakan tidak kecewa dengan jumlah peserta demo bila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada di Merangin.

‘’Tanpa instruksi pusat, aksi ini murni gerakan moral seluruh Mahasiswa Indonesia. Dan penyampaian aspirasi tidak memerlukan orang banyak, yang penting apa yang diaspirasikan bisa sampai,” Tegas Aldi

Koordinator demo lainnya, Gadis menyatakan pihaknya juga membawa muatan isu kedaerahan, namun karena tidak terjadi kesepakatan maka muatan isu kedaerahan tersebut batal disuarakan ke pihak DPRD Merangin.

‘’Muatan isu kedaerahan juga telah kami persiapkan, rencananya akan kami suarakan pada saat audiensi dengan pihak DPRD. Namun karena mereka (pihak DPRD) tidak mau menerima simbolis dari kami maka audiensi tidak jadi terlaksana,” ungkap Gadis.

Sementara itu aktivis Merangin, Masroni mengapresiasi aksi AMPM mengangkat muatan isu nasional yang saat ini tengah hangat diperbincangkan di indonesia. Disebalik itu dia berharap kedepannya AMPM juga menyoroti isu lokal / kedaerahan untuk disuarakan kepada pemerintah maupun legislatif.

‘’Saya salut dengan aksi AMPM yang secara tidak langsung mengontrol kebijakan pemerintah pusat demi masyarakat Indonesia. Kedepannya tolong sorot juga isu di Merangin ini, karena tidak sedikit persoalan yang juga perlu disuarakan,” ungkap Masroni. (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian



Share:

Coffee Morning Disdikbud Bersama Awak Media. Mujibur Soalkan kapasitas oknum wartawan Y

Merangin | Fokusinfo.com : Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin menggelar acara silaturahmi (coffee morning, red) bersama sejumlah awak media, Sabtu 31 Agustus 2019 di Aula Disdikbud.

Acara dihadiri langsung oleh Kepala Disdikbud, H M Zubir, beberapa orang Kabid Disdikbud, perwakilan Dewan Pendidikan Merangin, dan sejumlah wartawan yang bertugas di Merangin.

Baca Juga : Coffee Morning Disdikbud Bersama Awak Media, Masroni Pertanyakan Substansi.

Seorang wartawan senior bertugas di Merangin, Mujibur kepada media ini mengungkapkan keganjilan yang dirasakannya. Pasalnya undangan coffee break yang diterimanya melalui handphone berasal dari oknum wartawan berinisial Y.

‘’Undangan bukan dari pejabat Disdikbud, tapi dari oknum wartawan. Ada apa ini. Apa kepentingannya dan sejauh apa kapasitasnya,?” kritik Mujibur

Atas peristiwa itu Mujibur menduga pihak Disdikbud dalam hal ini Kadisdikbud, H M Zubir diarahkan oleh oknum wartawan untuk melakukan kegiatan pencitraan mengingat tidak berapa lama lagi orang nomor satu di Merangin yaitu Al Haris Bupati Merangin akan kembali ke Merangin.

‘’Saya rasa ada keterkaitannya acara coffee morning dengan kedatangan Pak Bupati ke Merangin setelah melakukan ibadah Haji. Soalnya serba kebetulan. Bila memang coffee morning itu murni dari Disdikbud, kenapa tidak dari dulu saja dilakukan,” ungkapnya.

Menurut Mujibur, bila memang gagasan kegiatan coffee morning murni dari Disdikbud seharusnya pihak yang mengundang adalah Kadisdikbud melalui pegawai Disdikbut.

‘’Bisa melayangkan surat kepada para wartawan untuk hadir, atau minimal menghubungi ketua organisasi wartawan di Merangin biar para ketua itu menginformasikan kepada anggotanya,” tuturnya.

Mujibur juga mengungkapkan, dalam undangan yang disampaikan melalui telpon oleh oknum wartawan Y itu, disebut pula bila datang akan disediakan amplop pengganti uang minyak bagi para wartawan.

Sementara itu perwakilan DPM (Dewan PendidikanMeragin), H Ampera menjelaskan oknum wartawan Y itulah yang kelak akan menjadi humas di Disdikbud Merangin.

‘’Bila Pak Kadis posisinya diluar kota maka tenaga Humas lah yang diberi wewenang untuk konfirmasi maupun klarifikasi persoalan rekan media. Telah diputuskan seorang tenaga humas berasal dari media dan seorang lagi dari Dewan Pendidikan” singkatnya.(*)

Reporter : Gondo irawan
Redakturt : TopanBohemian

Share:

Coffee Morning Disdikbud Bersama Awak Media, Masroni Pertanyakan Substansi

Merangin | Fokusinfo.com : Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin menggelar acara silaturahmi (coffee morning, red) bersama sejumlah awak media, Sabtu 31 Agustus 2019 di Aula Disdikbud.

Acara dihadiri langsung oleh Kepala Disdikbud, H M Zubir, beberapa orang Kabid Disdikbud, perwakilan Dewan Pendidikan Merangin, dan sejumlah wartawan yang bertugas di Merangin.

Baca Juga : Gelar Coffee Morning Bersama Awak Media. Sorotan Media Ke Disdikbud Redup ?

Kegiatan penyambung silaturahmi Disdikbud bersama Awak Media itu terdengar juga oleh Masroni, Koordinator F-BPM (Forum Bersama Peduli Merangin) yang langsung mempertanyakan apa saja pembahasan yang telah didiskusikan dalam kegiatan. Seperti biasanya, sebagai penggiat media sosial, pertanyaan disampaikan Masroni melalui akun facebook miliknya di group Merangin Care.

Screenshoot akun fb rooney

Dikonfirmasi melalui handphone pribadinya, Masroni mengaku memang dia yang memposting status tersebut. ‘’Saya dapat informasi ada kegiatan coffee morning Dinas Pendidikan bersama sejumlah awak media. Awalnya saya senang, dari acara itulah kelak seluruh pertanyaan yang mengganjal di hati saya soal dinas pendidikan akan terjawab, ternyata saya salah sangka. Menurut informasi yang saya dapatkan tidak ada pembahasan persoalan-persoalan itu,” kata Masroni.

Menurutnya, pertemuan dengan kemasan coffee morning ataupun audiensi adalah hal biasa, namun subtansi dari peristiwa itulah yang penting diangkat.

‘’Terus terang saya menyayangkan tidak ada pembahasan urgensi atas kasus kasus yang belakangan disorot oleh sejumlah pihak kepada Dinas Pendidikan. Semestinya flashback, angkat isu-isu yang ada kaitannya dengan Dinas Pendidikan. Banyak itu seperti dugaan pungli 350 pengambilan SK kenaikan pangkat,  dugaan Pungli penetapan angka kredit, Fee 15 persen dari kepsek saat pencairan dana DAK, kontroversi pelantikan kepsek dan masih banyak lainnya. Yang kesemua itu membutuhkan klarifikasi. Apa ujungnya dari persoalan yang merundung Disdikbud tersebut,” ungkap Masroni. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Gelar Coffee Morning Bersama Awak Media. Sorotan Media Ke Disdikbud Redup ?

Merangin | Fokusinfo.com : Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin menggelar acara silaturahmi (coffee morning, red) bersama sejumlah awak media, Sabtu 31 Agustus 2019 di Aula Disdikbud.

Acara yang berlangsung hikmat itu dihadiri langsung oleh Kepala Disdikbud, H M Zubir, beberapa orang Kabid Disdikbud, perwakilan Dewan Pendidikan Merangin, dan sejumlah wartawan senior Merangin.

Baca Juga : Gelar Coffee Morning Bersama Awak Media. Kadisdikbud Buka Diri, DPM Beberkan 5 Keputusan.

Merasa peduli dan cinta dengan media, Rudi seorang aktivis Merangin mengharapkan kegiatan coffee morning tersebut tidak lantas meredupkan semangat awak media menggali informasi baik positif ataupun negatif dan dipublikasikan demi kepentingan masyarakat banyak.

‘’Harapan saya ini dasarnya terkait dengan berbagai sorotan masyarakat atas kinerja Dinas Pendidikan. Kita tahu lah dalam rentang waktu belakangan ini kinerja Disdikbud disorot baik oleh media maupun perseorangan. Saya harap sorotan yang bertujuan membangun itu tidak terhenti oleh adanya acara coffee morning,” kata Rudi

‘’Bagaimanapun juga keberadaan media itu sangat penting. Sekarang zamannya tekhnologi, media online menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk memperoleh suatu pemberitaan yang benar karena berbadan hukum. Bila tidak ada peran para teman-teman wartawan saya rasa masyarakat seakan akan buta informasi.” ungkapnya.

Rudi juga mengomentari kegiatan coffee break tersebut diadakan setelah terjadinya sorotan publik terkait kinerja Disdikbud.

‘’Telah viral di media sosial barulah teman-teman wartawan diundang. Itu ada apa sebenarnya, apa mau meredam redam. Saya yakin wartawan yang bertugas di Merangin ini profesional sesuai dengan kode etik jurnalistik,” tutupnya. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Gelar Coffee Morning Bersama Awak Media. Kadisdikbud Buka Diri, DPM Beberkan 5 Keputusan

Merangin | Fokusinfo.com : Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin menggelar acara silaturahmi (coffee morning, red) bersama sejumlah awak media, Sabtu 31 Agustus 2019 di Aula Disdikbud.

Acara yang berlangsung hikmat itu dihadiri langsung oleh Kepala Disdikbud, H M Zubir, beberapa orang Kabid Disdikbud, perwakilan Dewan Pendidikan Merangin, dan sejumlah wartawan senior Merangin, beberapa diantaranya pemilik media.

Dalam kesempatan itu Zubir membuka diri kedepannya siap menyikapi saran dan kritikan para jurnalis melalui karya jurnalistik sesuai dengan temuan di lapangan.

‘’Kritikan dan saran akan kami terima. Tentu saja itu demi kemajuan dunia pendidikan,” kata Zubir.

Dikonfirmasi melalui sambungan telpon, perwakilan DPM (Dewan Pendidikan Merangin), H Ampera mengatakan tidak ada tekanan dari pihak manapun dalam acara coffee morning yang diselenggarakan itu. Dirinya menyebut ada lima keputusan yang diminta oleh pihak Disdik Merangin.

‘’Kegiatan tadi itu selayaknya acara silaturahmi biasa. Tidak ada tekanan, tidak ada intimidasi dari pihak manapun. Tugas rekan-rekan wartawan silahkan seperti biasanya. Yang jelas dari pertemuan itu terbitlah lima keputusan,” kata Ampera.

Diterangkan Ampera, keputusan pertama adalah kegiatan serupa (coffee morning) akan rutin diadakan setiap tiga bulan sekali dengan harapan terciptanya hubungan silaturahmi yang baik antara Disdikbud dan para jurnalis. Kedua setiap ada temuan di lapangan baik positif ataupun negatif cara konfirmasi diarahkan pada satu pintu yaitu kepala dinas pendidikan. Ketiga setelah konfirmasi kepada kepala dinas silahkan diangkat ke media.

‘’Jadi sebenarnya pihak Disdik itu menganggap para jurnalis itu adalah mitra kerja makanya perlu diadakan pertemuan rutin membahas ataupun evaluasi kinerja dalam kurun waktu tertentu. Dalam kesepakatan tadi diputuskan kegiatan coffee morning akan diadakan tiga bulan sekali dengan tempat yang berbeda-beda. Para jurnalis juga dipersilahkan menggali informasi di lapangan. Bila ada temuan baik positif ataupun negatif silahkan konfirmasi terlebih dahulu kepada Kepala Dinas. Nanti dari beliaulah yang akan menunjuk siapa bawahannya yang bisa menjawab pertanyaan dari rekan wartawan. Setelah itu silahkan dinaikkan ke media, karena dengan adanya konfirmasi otomatis berita lebih berimbang kan,?” terang Ampera.

Masih dikatakan Ampera, yang keempat dari keputusan coffee morning adalah akan dibentuknya tenaga humas di Disdik dan yang ke lima Disdik akan membuat surat edaran ke sekolah soal ketua komite yang telah kadaluarsa masa baktinya.

‘’Jadi bila Kadis tidak di tempat, rekan wartawan bisa konfirmasi kepada tenaga humas yang akan dibentuk itu,” tutupnya.(*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com