• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

SD Islam Alfatah Singkut Terapkan Pendidikan Karakter Siswa

Sarolangun | fokusinfo.com : Kepala SD Islam Alfatah , Muslam S.Pdi mengatakan kepala sekolah harus memiliki peran yang sangat strategis, karena kepala sekolah adalah seorang manajer dalam mengelola sekolahnya. Untuk itu seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi sosial yang tinggi. Beliau juga menjelaskan kepala sekolah juga harus memiliki kepedulian dengan lingkungan dan masyarakat di sekitar sekolahnya, artinya kepala sekolah harus dapat menjadi teladan, dan contoh dalam hal bertutur kata, berperilaku, baik bagi Guru  maupun bagi Siswanya.

Muslam  menyebutkan dengan adanya mengikuti pelatihan kompetensi guru tingkat Sekolah Dasar se-Indonesia, beberapa bulan lalu  berharap  dapat menjadi lebih tangguh, lebih unggul, dan lebih terampil dalam menjalankan tugasnya memimpin SD Islam Alfatah ini. Selain itu dengan pelatihan ini juga untuk memperkuat kompetensi Guru  pada bidang Manajemen Sekolah, SDM tenaga pendidik (guru) serta  penguatan pendidikan karakter Siswa.

Saat ini aktivitas yang dilakukan di SD Islam Alfatah yakni, sapa guru dan siswa di pagi hari. Dalam proses pembelajaran sekolah melakukan  apel pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya,  pembiasaan merapihkan baju sebelum masuk ke kelas dan  berdoa dikelas sebelum memulai pelajaran yang dipimpin guru kelas, izin ke guru saat meninggalkan kelas. Muslam juga menerapkan metode pendidikan yang berkerakter,  salah satunya tentang materi bagaimana mencintai diri sendiri dan orang lain. Sikap hormat dari orang yang lebih muda kepada yang lebih tua adalah hal yang selayaknya dilakukan, terlebih di sekolah.

“Bersalaman sesama  siswa dan cium tangan guru suatu adab yang amat sederhana namun begitu bermakna, sebagai salah satu upaya menumbuhkan karakter positif para pelajar di sekolah,” kata Kepala SD Islam Alfatah, Muslam, S.Pdi kepada wartawan fokusinfo.com

Reporter : DjarnawiKusuma
Redaktur : DedeRiskadinata

Share:

Anggota Belum Lengkap, ‘Tim Investigasi Bentukan Pemkab’ Tunda Rapat

Babak Baru Kasus Nikah Siri Kades Kungkai.

Merangin | fokusinfo.com : Diam-diam ternyata Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Merangin telah membentuk tim investigasi atas polemik kasus pernikahan siri Kades Kungkai bernama Supardi dengan seorang wanita bernama Fera.

Baca Juga : Pemkab Bentuk Tim, Jabatan Kades Kungkai Terancam Lepas ? 

M Ihsan Kabid Bina Desa DPMD sekaligus ketua Tim investigasi dikonfirmasi mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu kelengkapan anggota tim terutama dari bagian bidang hukum, Setda Merangin.

‘’Hmmm, dari bagian hukum itu ada Pak Aditya. Beliau sedang dinas luar kota. Begitu kembali ke Merangin secepatnya kita akan gelar rapat tim menyelesaikan persoalan ini,” kata M Ihsan via telpon (Redaksi)

Redaktur : TopanBohemian


Share:

Desa Bukit Tigo Wakili Kecamatan Singkut Ikuti Lomba Penilaian Desa Tingkat Kabupaten

Sarolangun | Fokusinfo.com : Kabupaten Sarolangun kembali melaksanakan Lomba Penilaian Desa di Tingkat Kabupaten, yang diikuti 10 kecamatan yang ada di Pemkab Sarolangun. Desa Bukit Tigo kembali mewakili kecamatan singkut dalam lomba penilain desa ini.

Tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten Sarolangun datangi Desa Bukit Tigo  Kecamatan Singkut. Kegiatan lomba desa yang diadakan pada Rabu  (11/03/2020). Bertempat di kantor Desa Bukit Tigo kecamatan Singkut. Dalam acara tersebut telah hadir ketua Tim penilai yang dipimpin oleh Drs. Samsul  Sikdin PMD kabupaten sarolangun serta Penilaian dilakukan oleh Tim lomba penilaian Desa yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), PKK Kabupaten, Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP Kabupaten. Disambut Camat Singkut RA. Fatimah,S.AP serta Kepala Desa Bukit TigoH. Musaki, S.IP, dan ratusan warga masyarakat.

Kepada Fokusinfo.com Drs. Samsul  mengatakan perlombaan desa yang menjadi program Kabupaten untuk menakar kemajuan desa dalam prespektif, sosial ekonomi dan pemerintahan harus kita pertahankan. Penyelenggaraan perlomban penilaian desa tidak boleh kehilangan aura sosialnya. Dalam artian harus berbanding lurus dengan tingkat peningkatan partisipasi masyarakat, karena pengembangan desa adalah pilar pembangunan nasional.

“Juara bukanlah satu satunya tujuan dari adanya perlombaan penilaian desa. Akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kelanjutan program-program itu dapat dijadikan sebagai program bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Sehingga hal itu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Samsul lomba desa yang diselenggarakan bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai perkembangan pembangunan yang berlangsung di desa. Melalui lomba ini Pemerintah kabupaten Sarolangun akan mengetahui perkembangan pembangunan yang dilakukan oleh desa, terutama terhadap usaha pemerintah desa dalam memajukan desanya.

Sementara itu kepala Desa Bukit Tigo H. Musaki mengatakan mungkin masih banyak hal yang perlu dibenahi di Desa Bukit Tigo. Bimbingan dan arahan penilai sangat di butuhkan untuk memajukan desa Bukit Tigo.

“Kami sadar masih banyak kekurangan dalam penyajian informasi desa maupun beberapa aspek yang mungkin menjadi poin dalam lomba desa. Walaupun masih banyak kekurangan, Desa Bukit Tigo berharap kepada tim penilai bisa memberikan nilai terbaik pada Desa Bukit Tigo,” tuturnya.

Di hadapan rombongan tim penilai lomba tingkat kabupaten, Kepala Desa Bukit Tigo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan lomba penilaian desa sehingga berjalan lancar dan sukses.

Sementara Camat Singkut RA. Fatimah  menjelaskan terpilihnya Desa Bukit Tigo mewakili Kecamatan Singkut dalam ajang lomba Penilaian desa tingkat kabupaten karena memenuhi seluruh kriteria. Desa Bukit Tigo sudah penuhi kriteria dan bisa menjadi contoh desa lain harapan Camat Singkut. (*)

Reporter : DjarnawiKusuma
Redaktur : TopanBohemian


Share:

Meskipun Berstatus Pjs Kades, H. Musaki ‘PD’ Berinovasi Bangun Desa.

Sarolangun | fokusinfo.com : Ketika banyak orang meragukan dan khawatir terhadap kemampuan kades mengelola dana desa. Tapi tidak dengan kades yang satu ini, namanya H. Musaki, S.IP. Walau hanya sebagai Pjs Kades di Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut. Beliau membuat suatu terobosan pembaharuan melalui UU Desa yang baru, desa memiliki kewenangan mengurus diri sendiri berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun  dengan diawali pembaharuan pengelolaan administrasi. Administrasi ini meliputi laporan keuangan, data administrasi kependudukan dan surat menyurat dengan pihak luar. Memajukan  ekonomi masyarakat melalui program P2DK serta BUMDES, Sarana Olahraga yang akan dibangun dalam tahun ini.

Musaki mengaku lebih percaya diri menghadapi kucuran dana miliaran sesuai dengan UU Desa. Bukan justru jadi sumber kekhawatiran.

‘’Sebab dengan dana desa melalui APBN, saya bisa membangun sesuai dengan aspirasi masyarakat desa bukit tigo ini. Jika banyak kepala desa yang merasa gamang dan khawatir dengan kucuran dana desa yang nilainya miliaran tahun ini. Saya justru sebaliknya, dengan dana ini saya lebih leluasa membangun”. katanya.

Dalam kemimpinan beliau memang nampak jauh perubahan, baik ekonomi masyarakatnya, pembangunannya, pembenahan bangunan kantor kepala desa yang kembali cerah. Yang dulu hanya ditunggui rumput-rumput liar.

Musaki bertekad dengan berbagai upaya dengan cara yang dimiliki berkeinginan seluruh masyarakatnya, dapat melakukan dengan mudah berbagai aktifitas baik dibidang perekonomian maupun dibidang pembanguan lainya.

Meski Musaki baru menjabat sebagai Pjs Kepala Desa di daerah Bukit Tigo kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun  akan tetapi tekatdnya begitu tinggi demi membenahi desa. Namun semua ini tentunya tidak akan berjalan dan terlaksana dengan baik tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh perangkatnya terutama dukungan yang kuat dan luas dari masyarakat desa bukit tigo  itu sendiri.

Musaki konsen untuk membenahi terobosan pembaharuan ke berbagai bidang, pembangunan, dibidang perekonomian, olah raga serta bidang sosial kemasyarakatan. Yang utama dibidang keagamaan,

‘’Apalagi  dalam waktu dekat ini Desa Bukit Tigo akan menjadi tuan rumah MTQ sekecamatan singkut,” ujar Musaki.

Dengan demikian lanjut kades Musaki bila kesemuanya itu berjalan dengan baik Insya Allah Desa Bukit Tigo  akan lebih maju. Terlebih kepala Desa Bukit Tigo ini bertekad meningkatkan berbagai keberhasilan pembangunan yang dapat dirasakan dan dibanggakan oleh masyarakat Desa Bukit Tigo. (*)

Reporter : DjarnawiKusuma
Redaktur : TopanBohemian


Share:

Langkah Pemdes Kungkai Dianggap Cacat Hukum Adat

Merangin | fokusinfo.com : Proses runding perdamaian hingga tersepakati perdamaian antara Fatimah dengan pihak desa Kungkai dianggap cacat hukum adat. Informasi yang media ini dapatkan dari berbagai sumber, di Desa Kungkai memiliki pakem adat tersendiri dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan peradaban masyarakatnya. Yaitu mengikutsertakan ‘datuk nan balimo’ (Lima Datuk) dalam setiap perundingan adat.

Penentuan keputusan adat di desa kungkai tidak bisa terlepas dari hasil musyawarah lima datuk yang bernama 1). Datuk Sangkuno, 2). Datuk kayo, 3). Datuk Puding, 4). Datuk Bandar, dan 5). Datuk Sukobrajo. Atas dasar itu dianggaplah apa yang telah dilakukan oleh perangkat desa dalam hal perdamaian dengan Fatimah adalah cacat hukum adat, karena pada proses runding, datuk nan balimo tidak diundang. Bahkan sebagian besar datuk nan balimo terkejut ketika diberitahu bahwa di desanya telah dilakukan runding damai secara adat.

Seperti diungkapkan oleh Sardaini salah satu datuk dari Datuk Sangkuno saat di jumpai di pasar bawah mengaku benar-benar tidak mengetahui bila saat itu sedang dilakukan perdamaian secara adat atas kasus dugaan pelecehan tersebut. ‘’Saya tidak tahu kalau pada pagi Jumat itu sedang berlangsung proses perdamaian secara adat di Balai Desa,” kata Sardaini.

Baca Juga : Fatimah & Warga Desa Kungkai Damai ?

Berangkat dari peristiwa itu, sejumlah tokoh masyarakat berkumpul mengadakan rapat mendadak pada sabtu malam, 7 Maret 2020 di rumah salah seorang warga, Yossy. Hadir dalam acara itu para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Kungkai yang tinggal di dalam Desa maupun di luar Desa Kungkai, Mantan Sekda Merangin Suhaibi, mantan anggota DPRD Abu Hasan, Tokoh Masyarakat Tom Olivia termasuk keturunan bahkan semendo (orang luar yang menikah dengan orang Kungkai) dan masyarakat dengan latar belakang majemuk.

Tuan rumah, Yossy dalam sambutannya menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Pemdes Kungkai karena tidak menyertakan para datuk nan balimo saat proses runding damai tersebut. Menurut Yossy adalah kewajiban mengundang para datuk nan balimo untuk turut serta dalam proses perundingan persoalan apapun apalagi bila berkaitan dengan marwah masyarakat Kungkai.

‘’Bila memang telah diselesaikan secara adat seharusnya datuk yang balimo itu didudukkan dulu, sesuai dengan semboyan adat di desa kungkai ‘datuk yang belimo alam yang berajo,” Kata Yossy.

Tokoh masyarakat Kungkai, Abu Hasan menyampaikan harapannya agar persoalan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Patimah tetap di proses secara hukum. Bahkan Abu Hasan mengancam apabila ada oknum yang mencabut laporan maka pihaknya akan melaporkan balik oknum tersebut.

‘’Walaupun sekarang upaya adat lagi di lakukan oleh keluarga Fatimah, silahkan itu urusannya. Yang jelas saya ingin kasus ini diproses secara hukum yang berlaku. Dan ingat, apabila ada yang mencabut laporan maka kami akan lapor kembali,” terangnya.(*)

Reporter : Tim
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Fatimah & Warga Desa Kungkai Damai ?

Merangin | fokusinfo.com : Tersiar kabar telah terjadi runding perdamaian antara Fatimah dengan pihak Desa Kungkai. Menurut informasi peristiwa itu terjadi pada pagi Jumat 6 Maret 2020 bertempat di Balai Desa Kungkai.

Ramli, seorang warga kepada media ini mengatakan acara runding perdamaian dihadiri oleh perangkat desa, lembaga adat, perwakilan kecamatan Bangko, perwakilan Kepolisian dan TNI, dan masyarakat lainnya.

‘’Acaranya tidak lama kok, berbicara sebentar lalu makan-makan dan damailah mereka,” ungkap Ramli mantan Kasat Pol-PP itu.

‘’Saya juga mempertanyakan kepada pak Camat melalui telpon. Kala itu Pak Camat mengakui bahwa benar telah terjadi perdamaian. Bahkan Camat bilang Ibu Fatimah dan Pak Kades Kungkai telah mengaku sebagai kakak beradik. Artinya Fatimah sudah termasuk ‘Batin’ di Desa Kungkai,” tambah Ramli.

Sementara itu Tokoh pemuda Kungkai, Yossy mengatakan apa yang dilakukan oleh Fatimah merupakan upaya perdamaian yang wajar.

Baca Juga : Yossi Klaim Tolak Suap Rp.30 Juta. Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Desa Kungkai

‘’Itu wajar saja, beliau datang berkunjung ke Desa Kungkai mengupayakan perdamaian adalah haknya. Namun hingga saat ini saya belum baca naskah atau berita acara perdamaiannya itu,” ungkap Yossy.

Kasus Fatimah dengan Desa Kungkai berawal dari tulisan komentar akun media sosial fb (facebook) bernama Fatimah yang diduga dikuasai oleh Fatimah atas postingan sebuah akun bernama Khalil Kai. Dalam tulisan komentar itu akun fb fatimah menulis komentar yang dianggap melecehkan orang Kungkai hingga berujung pada laporan ke pihak kepolisian.

Sebelumnya ditempat terpisah dan waktu berbeda, Fatimah dikonfirmasi menjelaskan apa yang ditulisnya merupakan gurauan semata. Hal itu karena kedekatan dirinya dengan Kholil (pemilik akun fb Khalil Kai) yang dianggapnya sudah seperti kakak beradik.

‘’Kami sudah biasa bersenda gurau, tidak ada niat menyakiti siapapun. Saya juga sudah minta maaf,” kata Fatimah.

Dikonfirmasi, Kholil mengaku mengenal Fatimah. Namun dalam kasus tersebut dia juga merasa tersakiti. ‘’Oke lah bila itu bercanda. Tapi lihat dulu konteksnya. Ini persoalan menyangkut harga diri orang banyak,” tegas Kholil. (*)

Reporter : Tim
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Pemkab Bentuk Tim, Jabatan Kades Kungkai Terancam Lepas ?

Babak Baru Kasus Nikah Siri Kades Kungkai.

Merangin | fokusinfo.com : Diam-diam ternyata Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Merangin telah membentuk tim investigasi atas polemik kasus pernikahan siri Kades Kungkai bernama Sapardi dengan seorang wanita bernama Fera.

Tim investigasi terdiri dari gabungan beberapa OPD seperti Pihak DPMD, Inspektorat, Bagian Hukum Setda Merangin. Sementara ketua tim investigasi dipimpin oleh DPMD melalui kabid Bina Pemdes, M Ihsan.

Baca Juga : Tokoh-Tokoh Adat Bicara, Otoritas Mengarah Ke Lubuk Bumbun

M Ihsan kepada media ini mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil kajian anggota tim investigasi. Sementara itu baik Kades, Istri Kades, Istri siri Kades dan beberapa pihak yang lain telah dimintai keterangannya.

‘’Kasus ini telah menjadi polemik, apalagi dipertegas dengan peran media yang terus menyorotnya. Jadi itu salah satu dasar pembentukan tim investigasi ini. Yang jelas Kades, Istrinya, Istri sirinya serta ada juga beberapa orang tokoh masyarakat telah kami minta keterangannya, seperti saksi lah,” kata Ihsan.

 ‘’Hasil keterangan mereka itu akan kami jadikan bahan kajian untuk menelaah adakah sanksi administrasi dan atau pelanggaran dalam sisi hukumnya,” tambahnya.

Ihsan juga menyatakan dalam pekan ini tim investigasi itu akan segera melaksanakan rapat tim yang akan dilaksanakan di DPMD. Dikatakannya juga, dalam tiap kasus tidak menutup kemungkinan akan ada penjatuhan sanksi ringan dan atau sanksi berat berupa pencopotan jabatan.

Sementara itu Inspektur Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir dikonfirmasi membenarkan pihaknya termasuk dalam anggota tim investigasi tersebut.

‘’Betul tim investigasi itu ditujukan untuk menyelesaikan kasus kawin siri kades kungkai. Dan posisi kami di dalam tim itu hanya sebagai anggota,” kata Hatam Tafsir. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:

Turnamen Sepak Bola Desa Rantau Panjang Cup Muara Siau 2020, Resmi DiBuka

Merangin | fokusinfo.com :  Pelaksanaan turnamen sepak bola Desa rantau panjang Cup yang ke X th 2020 yang digelar di lapangan hijau cempedak patah Desa rantau panjang Kecamatan Muara Siau terlihat meriah. Peserta yang mengikuti turnamen tersebut terdiri dari enam puluh empat (64) clup sepakbola yang berasal dari dalam dan luar Kecamatan Muara Siau.

Acara seremonial yang dilaksanakan pada minggu, 1 Maret 2020 itu dihadiri Camat Muara Siau yang diwakili oleh sekcam, Akmal dan kasi PEM, kanit Bhabinkamtibmas Polsek Muara Siau beserta anggotanya dan di dampingi oleh Kades Desa rantau panjang, Paroki beserta ketua BPD, Marwan,S,Pd sebagai tuan rumah, ikut memeriahkan saat pelaksanaan pembukaan sepakbola rantau panjang cup th 2020.

Dalam kata sambutannya, Akmal menyampaikan dengan terlaksananya kegiatan turnamen sepak bola desa rantau panjang cup th 2020 atas dukungan dan partisipasi masyarakat desa rantau panjang sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik.

‘’Mari kita sama sama menjaga keamanan dan kelancarannya turnamen sepak bola,” kata Akmal.

‘’Mudah mudahan turnamen sepakbola desa rantau panjang cup yang ke X th 2020 ini dapat berjalan aman dan kondusif sampai batas waktu yang ditentukan panitia, biar bagaimanapun semangat dan kekompakan sangat kita harapkan untuk menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala Desa rantau panjang Paroki selaku  tuan rumah sangat mendukung dan mendorong bagi para generasi sepak bola untuk tetap memberikan motifasi dan skil permainannya masing-masing.

‘’Supaya nantinya dapat menjadi pemain yang handal, bila perlu membawa nama baik desa  ke tingkat nasional. Mudah-mudahan tetap terjaga sportifitas selama kegiatan ini berlangsung,” Kata Paroki.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Desa Rantau Panjang, Khairul Rijal menyampaikan dengan adanya event bergengsi itu dapat mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antar pemuda.

‘’Kita sama-sama berharap ya dengan adanya acara ini mampu mempererat tali silaturahmi masyarakat, khususnya para pemuda,” ungkap Khairul.

Pantauan media ini di lapangan, terlikhat Sekcam semangat membuka secara resmi event tersebut dengan simbol penendangan bola umtuk kali pertama. Kala itu Sekcam didampingi oleh Polsek Muara Siau, Kades Rantau Panjang, Paroki, dan sejumlah pejabat di pemerintahan Merangin bersama para tokoh agama dan adat. (*)

Reporter : Yulisman 
Redaktur  : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com