• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Gayung Bersambut, Inspektorat Gerak Cepat Surati Mantan Inspektur Minta Mobil Dikembalikan



Merangin | fokusinfo.com : Begitu membaca update terbaru di media online fokusinfo.com terkait mobil dinas operasional. Yang mana Hatam Tafsir  mantan Inspektur Inspektorat Merangin yang saat ini telah pensiun menyatakan siap mengembalikan mobil dinas operasional yang saat ini dipegangnya. Pihak Inspektorat langsung menulis surat yang ditujukan kepada Hatam agar mengembalikan mobil tersebut ke Inspektorat.

 

Baca juga : Hatam Siap Kembalikan Mobnas Operasional Bila Inspektorat Membutuhkan.

 

‘’Suratnya sudah kita tulis dan secepatnya akan dikirimkan kepada Pak Hatam,” kata Plt Inspektur Kabupaten Merangin, M Sayuti.

 

Pantauan media ini terlihat beberapa orang pegawai Inspektorat tengah mengemas berkas diduga diantaranya adalah surat yang akan ditujukan kepada Hatam Tafsir.(*)

 

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kasus Jabatan Riskandi, Dua Instansi Pemkab Merangin Terindikasi Lakukan Pembiaran ?



Fokusinfo.com | Merangin : Terbongkarnya kasus jabatan Administrator di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin yang diduga tidak sesuai ketentuan melahirkan polemik di publik.

Seperti diberitakan salah satu media online JambiWin.com yang mana Riskandi yang menjabat sebagai Kabid Bina SD Disdikbud Merangin diketahui belum pernah memiliki pengalaman pada jabatan pengawas paling singkat 3 tahun padahal dirinya telah dilantik Bupati H Mashuri pada 7 September 2021 lalu. Imbasnya hingga saat ini Riskandi tidak bisa naik pangkat atau golongan selayaknya pegawai negeri sipil (PNS) meski sudah lebih dari dua (2) tahun di Jabatan Administrator golongan III c.

Indikasi adanya pembiaran oleh sejumlah oknum dalam instansi Pemkab Merangin,  kentara. Hal itu dibuktikan dengan adanya upaya dari Riskandi untuk mengurus kenaikan pangkat namun tidak bisa karena terbentur  PP nomor 11 tahun 2017 Pasal 54 huruf d tentang manajemen PNS.

‘’Informasinya dia sudah dua kali mengurus kenaikan pangkat tapi tidak bisa diproses. Logikanya ketika peristiwa itu terjadi pihak BKPSDMD dan Disdikbud akan mengetahui persoalannya. Nah seharusnya peluit dibunyikan kala itu, bilang sama yang bersangkutan bahwa jabatan yang anda duduki sekarang ini bermasalah dan sarankan untuk mundur,” kata seorang sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Sumber juga mengatakan dua instansi yaitu BKPSDMD dan Disdikbud Merangin lah yang harus aktif dalam kasus ini. Soalnya dalam kepengurusan pangkat seorang PNS akan mengurusnya di BKPSDMD dan tentu saja sebelum ke instansi itu seorang PNS akan membawa dokumen yang ditandatangani oleh OPD. Dalam kasus Riskandi ini, OPD yang dimaksud adalah Disdikbud. (*)


Reporter : TimInvestigasi

Redaktur : TopanBohemian

Sumber Pelengkap Artikel Berita : https://jambiwin.com/2023/09/28/pj-bupati-h-mukti-janji-evaluasi-jabatan-administrator-di-dikbud-merangin-kabid-bina-sd-riskandi-pasrah/

 


Share:

Hatam Siap Kembalikan Mobnas Operasional Bila Inspektorat Membutuhkan.



Merangin | fokusinfo.com : Pelayanan inspektorat Kabupaten Merangin kepada masyarakat terganggu. Pasalnya kendaraan operasional mereka saat ini masih dipegang oleh mantan inspektur inspektorat yang saat ini telah pensiun, Hatam Tafsir. Padahal kendaraan itu sangat dibutuhkan oleh pegawai bila hendak turun ke lapangan.

 

Baca juga : Terkuak, Hatam Pinjamkan Mobil Dinas Inspektorat Merangin Kepada Hatam.Publik Merasa Geli.

 

Klarifikasi Hatam yang diterima redaksi ini melalui pesan aplikasi whatsapp berbunyi ‘’Untuk diketahui kendaraan tersebut dalam proses pelelangan maka waktu itu saya sebagai Inspektur selaku pengguna aset di lingkup inspektorat Merangin dapat menunjuk ASN di inspektorat untuk pemakaian aset termasuk kendaraan,” narasi pesan itu.

 

‘’Namun dalam perjalanan waktu sampai saat ini bagian aset belum melaksanakan lelang maka mobil tersebut ada dengan saya. Tapi kalau memang kantor membutuhkan mereka dapat menghubungi saya dan saya siap untuk mengembalikan demi kemajuan Merangin. Walaupun sudah pensiun saya masih setia dengan Merangin,” sambung pesan tersebut. (*)

 

 

Reporter : TimRedaksi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Motif Dugaan Mobnas Merangin Berada di Lampung Hingga Kecelakaan, Masih Misteri



Merangin | fokusinfo.com : Isu berkembang satu unit mobil Dinas salah satu OPD Merangin terlibat kecelakaaan di wilayah Lampung. Belakangan mobil dinas itu diduga sehari-harinya dipegang oleh salah seorang Kabid di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Merangin.

 

Baca juga : Diduga Mobnas Merangin Kecelakaan di Wilayah Lampung

 

Dalam kasus ini terindikasi adanya upaya menutup-nutupi kasus tersebut oleh sejumlah pihak. Pasalnya keberadaan mobil dinas itu hingga di wilayah Lampung disebut bukan berkaitan dengan kedinasan

 

Upaya media ini konfirmasi kepada Kabid yang dimaksud hingga saat ini belum direspon. Begitupun dengan Kadis Dikbud. Sementara itu beberapa orang staf pegawai tidak bersedia memberikan keterangan. Mereka tidak menjawab iya atau tidak soal peristiwa tersebut.

 

‘’Tanya sama beliau saja, kami tidak mau jawab.’ Ungkap seorang pegawai. (Redaksi)

 

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Terkuak, Hatam Pinjamkan Mobil Dinas Inspektorat Merangin Kepada Hatam. Publik Merasa Geli.



Merangin | fokusinfo.com : Pelayanan inspektorat Kabupaten Merangin kepada masyarakat terganggu. Pasalnya kendaraan operasional mereka saat ini masih dipegang oleh mantan inspektur inspektorat yang saat ini telah pensiun, Hatam Tafsir. Padahal kendaraan itu sangat dibutuhkan oleh pegawai bila hendak turun ke lapangan.

 

Baca juga : Mobil Operasional Dipinjam Pensiunan Inspektur, Kinerja InspektoratTerganggu

 

Ternyata penguasaan mobil itu di tangan Hatam Tafsir bukanlah tanpa dasar. Ditunjukkan oleh salah seorang staff Inspektorat kepada media ini, ada dokumen ‘SURAT KETERANGAN PINJAM PAKAI KENDARAAN DINAS’ yang dikeluarkan oleh pihak inspektorat Kabupaten Merangin. Menariknya pejabat yang menandatangani surat itu adalah Hatam Tafsir sendiri yang saat itu menjabat sebagai Inspektur.

 

Dalam surat keterangan itu terlihat menggunakan kop surat Inspektorat Kabupaten Merangin, tanpa nomor surat. Bertuliskan bahwa yang menandatangan adalah  Drs Hatam Tafsir, MM jabatan inspektur kabupaten Merangin.

 

Terbitnya surat itu berdasarkan persetujuan Bupati Merangin diatas nota Dinas Inspektorat Kabupaten Merangin nomor 700/610/Inspektorat/2022 tertanggal 7 juli 2022 perihal persetujuan lelang kendaraan dinas. Kendaraan yang dimaksud adalah satu unit mobil dengan Merk Mitsubishi Strada tahun 2009 ber-NoPol BH 8519 F.

 

Karena telah mendapatkan persetujuan Bupati Merangin untuk melakukan proses pelelangan maka dalam paragraf selanjutnya tertulis  -Sambil menunggu proses pelelangan maka kendaraan dinas tersebut diatas dipinjam pakaikan kepada Drs Hatam Tafsir, MM yang merupakan PNS Kabupaten Merangin sampai dengan selesainya proses pelelangan. Surat itu pun ditutup dengan penandatanganan oleh Drs Hatam Tafsir, MM pada 18 juli 2022.

 

Publik menilai apa yang dilakukan oleh pejabat tersebut menggelikan. Seperti diungkapkan oleh Mat, salah seorang warga Merangin yang diminta pendapatnya atas persoalan ini.

 

‘’Saya orang awam tidak paham tata pemerintahan. Yang jelas bagi saya itu menggelikan. Masak iya dia yang mengusul, dia yang tandatangan, dia pula yang mengambil manfaat dari kebijakan itu. Tapi ya siapa tahu dalam pemerintahan hal seperti itu diperbolehkan,” kata Mat. (*)

 

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diduga Mobnas Merangin Kecelakaan di Wilayah Lampung



Merangin | fokusinfo com : Isu berkembang satu unit mobil dinas salah satu OPD Merangin terlibat kecelakaan di provinsi Lampung. Kejadian diperkirakan terjadi dua pekan lalu.


''Saya dengar info itu. Jadi pertanyaan juga kenapa mobil dinas Merangin bisa sampai ke wilayah situ. Apa emang ada perjalanan dinas," kata seorang warga berdomisili di Bangko.


Informasi sementara yang media ini dapatkan dari sejumlah sumber diduga perjalanan tersebut tidak diketahui oleh Kepala Dinas. (Redaksi)


Reporter : TopanBohemian


Share:

Mobil Operasional diPinjam Pensiunan Inspektur, Kinerja Inspektorat Terganggu



Merangin | fokusinfo.com : Kinerja sejumlah pegawai inspektorat Kabupaten Merangin terganggu. Pasalnya kendaraan operasional mereka saat ini masih dipegang oleh mantan Inspektur Inspektorat yang saat ini telah pensiun, Hatam Tafsir. 


Informasi yang media ini peroleh, kendaraan operasional itu adalah Mobil Triton warna silver dengan no pol BH 8519 FZ.


Salah seorang staf ruang  Kasubag evaluasi dan pelaporan, membenarkan informasi tersebut.


''Iya mobil itu sedang dipinjam oleh Pak Hatam. Sampai sekarang mobil itu belum di kembalikan," kata pegawai itu.


''Tapi ada surat pinjamnya. Bila diperlukan bisa kami cari," tambahnya.


Kabid aset DPKAD Merangin saat di hubungi via telpon mengatakan pernah mendengar isu mobil tersebut di pinjam. ''Iya saya dengar juga informasi itu. tapi secara tertulis kami belum menerima laporan dari inspektorat," singkat Kabid Aset.


Sementara itu mantan Inspektur Inspektorat Merangin,  Hatam Tafsir dikonfirmasi membenarkan kendaraan operasional itu saat ini berada di tangan nya. 


''Iya mobil itu ada dengan saya. Ada surat pinjam nya kok. silahkan cek di inspektorat," kata Hatam. (*)


Reporter : GondoIrawab

Redaktur : TopanBohemian.

Share:

Dikelola APDESI, Program Bintek Kades Merangin diNilai Lebih Berkualitas.



Merangin | fokusinfo.com : Meskipun sempat di’hajar’ oleh para nettizen di media sosial facebook terkait program kegiatan bintek para Kades di Merangin ke salah satu desa di Bandung beberapa waktu yang lalu, namun hal itu tidak mematahkan semangat para Kades peserta bintek untuk menimba ilmu.

 

Informasi yang media ini peroleh, kegiatan Bintek tahun 2023 disebut-sebut dikelola oleh DPC APDESI Kab Merangin, tidak dipihak ketigakan. Rupanya ketika dikelola oleh APDESI, kegiatan itu dinilai lebih berkualitas dari bintek-bintek sebelumnya. Yang mana dalam proses kegiatannya begitu padat sehingga ilmu yang disampaikan oleh nara sumber dapat diserap menjadi asupan tersendiri untuk kemudian dikembangkan oleh para kades di desa mereka.

 

Baca juga : Kegiatan Bintek Para Kades Merangin di’hajar’ Nettizen. Jasa Florist Pengukuhan APDESI Tak Kunjung diBayar

 

‘’Ada perbedaan mencolok bintek saat ini dengan yang dulu. Kalau dulu itu lebih banyak waktu untuk luangnya sehingga dimanfaatkan untuk jalan-jalan cari hiburan. Jadi wajarlah bila publik menganggap bintek hanya modus para kades liburan menghambur-hamburkan uang desa. Nah kalau bintek yang baru dilaksanakan ini kegiatan begitu padat. Bisa dikatakan tidak ada waktu yang terbuang. Jadi tidak ada kesempatan untuk melakukan kegiatan hura-hura, semua fokus mengikuti tahapan yang telah diagendakan,” kata salah seorang yang mengikuti rombongan.(Redaksi)

Share:

PKDM Terintip Adopsi Event JFC, Performa Budaya Merangin Malah Tenggelam ?



Merangin | fokusinfo.com : Event Pekan Kebudayaan Daerah Merangin (PKDM) beberapa waktu lalu telah usai. Belakangan terkuak sejumlah tanya terkait konsep dan kesuksesan acara yang diselenggarakan pada 19-22 September 2023 itu.

 

Sejak awal memang telah digembar-gemborkan acara PKDM adalah barisan kolaborasi tiga event yaitu Geopark manifesto art & edutainment bersama event Sumatera Regional Pertikawan (Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan saka Wanabakti) dan event Festival ekonomi kreatif  yang berpusat di lingkungan Kantor Bupati Baru Kabupaten Merangin. Meski demikian narasi ‘Pekan Kebudayaan Daerah Merangin’ menggiring imajinasi publik bahwa apa yang akan ditonton mereka kelak adalah kebudayaan Merangin.

 

Namun ternyata dalam acara PKDM itu terselip model-model ala JFC (Jember Fashion Carnaval) yang disebut-sebut tidak berkaitan dengan kebudayaan Merangin. Konsep acara PKDM dipertanyakan kala itu.

 

‘’Saya kira karnavalnya hanya diikuti oleh orang orang Merangin dengan kostum yang berkaitan dengan budaya atupun tradisi Merangin, ternyata ada penampilan para model dari luar Merangin, mungkin mereka diundang. Menurut saya itu bagus sih, tapi tidak relevanlah dengan acara kita ini yang secara harfiah tentulah penyelenggara bermaksud ingin mengedepankan atau mengangkat kebudayaan Merangin. Sementara mereka berpose dengan mode fashion yang tidak berkaitan dengan kebudayaan Merangin,” kata Jaya, seorang warga berdomisili di Bangko.

 

‘’Saya tidak menampik masyarakat Kabupaten Merangin saat ini kondisinya multikultural. Maksud saya apakah Merangin ini tidak percaya diri dengan kebudayaannya hingga harus mendatangkan kostum luar demi mencapai kesan wah. Jangan jangan kostum itu dirental. Soalnya saya merasa pernah melihatnya di internet,” sambungnya.

 

Jaya menambahkan, dengan ditampilkannya para model ala JFC secara tidak langsung menenggelamkan model-model Merangin. ‘’Mestinya ambil eventnya saja untuk diterapkan di Merangin. Bukan malah bulat-bulat mengundang para model JFC. Hasilnya bisa dilihat masyarakat lebih antusias melihat peragaan mereka,” tutup Jaya. (*)

 

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Berhembus Isu Mantan Kadis di Merangin diPeriksa APH

 


Merangin | fokusinfo.com : Seorang mantan Kepala Dinas di Merangin dikabarkan sedang menjalani pemeriksaan oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Pemeriksaan diduga berkaitan dengan salah satu program instansi itu yang dilaksanakan pada tahun 2014.

 

‘’Iya saya dengar kabar itu dan telah menjadi perbincangan di publik. Kadisnya saat ini telah bertugas di Jambi, tidak di Merangin lagi. Pemeriksaan kalau tidak salah terkait program pengadaan alat,” kata seorang sumber informasi kepada media ini beberapa waktu yang lalu.

 

Hingga berita ini dirilis, masih dalam upaya mengkonfirmasi pihak APH yang belakangan disebut-sebut adalah Kejari Merangin. Sementara itu R, mantan Kadis ketika dihubungi guna meminta klarifikasi melalui telpon selularnya, bernada aktif namun tidak mengangkat. (TimRedaksi)

 

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kegiatan Bintek Para Kades Merangin di'hajar' Nettizen. Jasa Florist Pengukuhan APDESI Tak Kunjung diBayar


Merangin | fokusinfo.com : Topan, Owner jasa papan bunga ucapan (Pengusaha Florist) di Bangko merasa terluka. Bagaimana tidak, ditengah masa-masa menunggu pembayaran jasa papan bunga ucapan pada kegiatan pengukuhan Ketua dan pengurus APDESI yang dilaksanakan akhir Mei 2023, dia mendapatkan informasi para kades di Merangin saat ini sedang mengikuti kegiatan Bintek ke luar kota.


''Hak kami belum juga dilunasi, malah belakangan saya dapat informasi bahwa mereka sedang melaksanakan bintek ke luar daerah. Itu hak mereka, tapi saya sangat kecewa," kata Topan.


Baca juga : Jasa Belum Juga dibayar APDESI, Pengusaha Florist Kirim Surat Aduan ke DPRD Merangin.   


Pantauan media ini di platform facebook kegiatan Bintek para Kades itu malah dihajar oleh sejumlah netizen. Postingan narasi ataupun gambar yang diduga ditujukan untuk menyindir kegiatan bintek itu memenuhi beberapa group facebook. Salah satunya di group Suara Rakyat Merangin. (Redaksi)

Share:

Beredar Tiket Gratis Berenang Sikumbang WP di Sekolah. Modus Terbaca, Orang Tua Siswa Heboh



Merangin | fokusinfo.com : Objek wisata Sikumbang WaterPark (WP) Bangko mendapat gunjingan dari sejumlah masyarakat berkaitan dengan strategi marketing. Objek wisata salah satu kebanggaan masyarakat Merangin itu jorjoran promosi hingga turun ke sekolah membagikan tiket gratis berenang khusus pelajar berprestasi. Namun rupanya hampir siswa mendapatkan tiket berenang gratis tersebut.

Sejumlah orang tua siswa berpandangan aksi pembagian tiket gratis itu dinilai modus marketing Sikumbang WP untuk memancing pengunjung.  Soalnya tiket gratis hanya berlaku untuk satu siswa sementara orang tua dipastikan akan turut serta mendampingi anak mereka bila hendak berkunjung ke Sikumbang WP.

‘’Tulisannya tiket gratis berenang khusus siswa berprestasi. Sementara anak kami di sekolah tidak terlalu berprestasi, kok juga diberi. Dan lagi anak kami itu baru kelas 1, apa mungkin anak kelas 1 datang ke situ sendiri, pastilah kami akan turut mendampingi,” kata Isnah, orang tua siswa.

‘’Kami kira di sekolah kami saja, ternyata pembagian tiket gratis itu juga ada di sekolah lain,” sambung Isnah.

Orang tua siswa lainnya, Ari menuturkan tindakan pembagian tiket gratis itu secara tidak langsung dapat menimbulkan konflik di rumah tangga. Walaupun dalam narasinya tanpa paksaan namun ketika anak anak usia SD diberikan hal hal semacam itu dapat dipastikan antusiasnya tinggi.

‘’Namanya anak anak diberikan voucher atau tiket gratis semacam itu ya pastilah antusiasnya tinggi. Bukan saja anak saya, anak tetangga juga seperti itu ingin berkunjung ke Sikumbang WP sampai merengek rengek ke orang tua. Iya kalau pas ada duit, kalau pas tidak ada duit pastilah terjadi ketegangan di rumah,” kata Ari.

‘’Saya rasa tidak etis lah promosi jorjoran turun langsung ke sekolah sambil membagikan tiket-tiket gratis seperti itu. Dan lagi ini kan jauh keterkaitannya dengan pendidikan,” pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini dirilis, media ini masih terus dalam upaya mengkonfirmasi pihak managemen Sikumbang WP. Media ini akan memberikan ruang hak jawab ataupun hak koreksi terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan ini sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Reporter : TimRedaksi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Jalan Umum Kembali diblokir Warga, Publik Minta Polres Merangin Tindak Tegas.



Merangin | fokusinfo.com : Jalan penghubung Kabupaten Kerinci dan Merangin kembali diblokir warga pada kamis 14/9/2023. Pemblokiran terjadi di Kecamatan Pangkalan Jambu tepatnya di desa Perentak.


Sebelumnya pada Selasa 11/9/2023 jalan itu telah diblokir oleh warga imbas tertangkapnya sejumlah orang diduga pelaku pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang kebetulan disebut-sebut berasal dari Kecamatan itu. 


Pemblokiran jalan dilakukan warga lantaran dari beberapa orang terduga pelaku PETI yang ditangkap itu, disebut-sebut hanya beraktivitas mendulang secara tradisional. Mereka kembali melakukan pemblokiran jalan pada Kamis 14/9 diisukan lantaran para terduga pelaku yang ditangkap pihak Polres Kerinci hingga saat ini tidak dilepas. 


Informasi yang media ini peroleh dari sejumlah sumber para terduga pelaku PETI tertangkap tangan oleh pihak Polres Kerinci, sedang melakukan aktivitas pertambangan yang diklaim masuk dalam kawasan hutan adat dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Tepatnya di wilayah adat Depati Muaro Langkap Kabupaten Kerinci.


Tindakan warga memblokir jalan mendapat sorotan publik. Yang mana seharusnya fasilitas umum tidak boleh digunakan sebagai sandera demi kepentingan pribadi ataupun kelompok.


‘’Kebetulan keluarga saya dalam perjalanan menuju Bangko, terhambat perjalanannya karena ada pemblokiran tersebut,” kata Nata warga Bangko.


‘’Orang demo pun ada aturan nya tidak boleh merusak atau mengganggu aktivitas orang lain. Nah ini mereka berkehendak, tidak dikabulkan kehendak nya trus kami kok yang jadi korban. Itu tindakan yang tidak adil, Polres Merangin harus tegas,” sambung Nata.


Penelusuran media ini di network ditemukan sejumlah jejak digital dari beberapa portal media online. Rupanya aksi oknum warga memblokir jalan tidak pertama kali ini dilakukan. Mereka pernah juga memblokir jalan pada awal tahun 2018, juga dengan alasan yang sama yaitu meminta pihak kepolisian membebaskan warga mereka yang tertangkap terkait aktivitas PETI. Bahkan kala itu Sekda Sungai Penuh Pusry Amsy diinformasikan sempat dijadikan sandera oknum warga, dan berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan TNI. (*)


*Artikel dikutip dari berbagai sumber informasi

Redaktur : TopanBohemian


Share:

Konflik Agraria di Merangin Tidak Terurus Pemkab. SPI Geram Siap Turun Ke Jalan Mempertanyakan



Merangin | fokusinfo.com : Konflik agraria di Merangin sepertinya tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin. Sejumlah peristiwa konflik lahan pernah terjadi namun tidak ada solusi yang jelas, bahkan pengrusakan-pengrusakan lahan oleh pihak pihak tertentu hingga kini masih sering terdengar.

 

Secara umum permasalahan tanah tidak terlepas dari hak hidupnya masyarakat. Persoalan itu pun disikapi serius oleh Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan konflik agraria dengan cara memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan masyarakat, salah satunya di Kabupaten Merangin.

 

Untuk meraih itu tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan oleh orang-orang yang berkompeten dan berkomitmen bertindak untuk masyarakat banyak.

 

Salah satu organisasi yang berkonsentrasi terhadap persoalan itu adalah SPI (Serikat Petani Indonesia) Kabupaten Merangin. Yang mana terkait soal-soal seperti ini, SPI selalu menempatkan diri berada di garda terdepan memperjuangkan hak para petani.

 

Muhammad Zen, Ketua SPI Merangin kepada media ini mengatakan sebagai organisasi yang berpegang teguh pada konstitusi, terus akan berjuang sehingga status yang diinginkan mendapatkan kepastian hukum ataupun legalitas yang jelas.

 

‘’Mungkin publik masih ingat tragedi pada tahun 2012. Konflik lahan yang berujung pengrusakan lahan kopi, pembakaran, penangkapan petani kopi bahkan sempat pengusiran terhadap petani kopi di empat Kecamatan yaitu Muara Siau, Lembah Masurai, Jangkat dan Jangkat Timur,” Awal Zen buka percakapan.

 

‘’SPI Merangin melaporkan permasalahan ini ke Pemerintah Pusat, sejumlah instansi kami temui seperti Komnas HAM, Kementrian LHK, Kemendagri hingga ke Presiden RI Bapak Joko Widodo. kita sudah mengusulkan 30 ribu ha lahan yang berada didalam kawasan hutan untuk diselesaikan. Alhamdulillah sudah ada tim pendahuluan dari Kantor staf Presiden, KLHK, PUPR, Dinas Kehutanan Propinsi dan juga didampingi pihak Pemda Merangin meninjau langsung keberadaan masyarakat yang ada dikawasan hutan,” beber Zen.

 

‘’Saat ini sudah ada SK dari KLHK, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No:SK.903/MENLHK-PKTL/PPKH/PLA.2/2/2023,” Sambungnya.

 

Zen meneruskan, tentang Peta Indikatif Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) permasalahan konflik agraria atau konflik lahan ini harusnya tanggung Jawab pemerintah daerah yaitu Bupati.

 

‘’Kami sudah kirim surat dan menghadap langsung ke Pak Bupati, kala itu sangat baik responnya dan berjanji akan segera merapatkan kepada intansi terkait dan akan menindaklanjuti  SK dari KLHK, dari BPKH Pangkat Pinang yang sudah mensosialisasikan ke pemda terkait SK dari KLHK. Balai pemantapan kawasan hutan dan tata lingkungan wilayah XIII pangkal pinang sudah turun ke Merangin untuk melakukan sosialisasi, pada tanggal 20 maret 2023, nomor Surat : S. 291/BPKHTL.XIII.2/2023,” tutur Zen.

 

Menurut Zen, itu adalah bukti keseriusan pemerintah pusat untuk menyelesaikan konflik agraria di kabupaten Merangin. Namun dia menyayangkan Pemkab Merangin yang tidak serius menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

‘’Baru-baru ini terjadi lagi pembabatan tanaman kopi di Desa Sungai Lalang. Telah kami redam amarah masyarakat, kami ingatkan agar jangan sampai terprovokasi. Namun bila terus dibiarkan maka kasus itu akan menimbulkan konflik sosial yang lebih besar. Kalau Pemkab tidak serius mengurusi konflik agraria yang ada di Merangin maka kami akan turun ke jalan untuk menuntut Bupati Merangin serius dalam penanganan tersebut,” tegas Zen. (*)

 

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Selebgram Merangin & Tiga Pria Saling Lapor. Terkait Investasi Operasional Sawmill



Merangin | fokusinfo.com : M Iqbal Ardiansyah, Darul Kutni dan M Purkon mendatangi Polres Merangin pada selasa 5/9/2023. Didampingi penasehat hukum, Roby SH, kedatangan mereka guna melaporkan seorang selebgram Merangin, WE. 


Laporan tersebut merupakan imbas dari laporan WE terhadap mereka dalam soal kasus investasi sawmil. Yang mana dalam laporan yang dilakukan WE beberapa waktu yang lalu ke Polres Merangin, WE merasa ditipu oleh Iqbal cs sebesar Rp.200 juta. Pasalnya keuntungan yang dijanjikan oleh Iqbal cs, WE klaim tidak pernah menerima.


Informasi yang media ini peroleh, telah terjadi peristiwa MoU antara Iqbal Cs dan WE pada tahun 2022. Yang mana kala itu WE akan menanamkan investasi sebesar Rp.200 juta kepada Iqbal Cs untuk kepentingan aktivitas sawmil. Iqbal cs sebagai pihak pertama yaitu pemilik sawmil sementara WE sebagai pihak kedua yaitu pemilik modal. 


Dibincangi media ini usai melaporkan WE, M Iqbal beralasan tindakan itu mereka lakukan lantaran tidak terima dirinya beserta rekannya itu dipermalukan oleh WE. Meski demikan M Iqbal mengaku mereka memang pernah menjalin kerjasama investasi sawmil.


''Memang benar pada tahun 2022 lalu kami menjalin kerjasama bidang sawmil. Kami pemilik usaha sementara Wikhe sebagai pemilik modal," kata M Iqbal.


''Dalam kesepakatan itu kami mengajukan dana sebesar Rp.200 juta kepada Wikhe, kala itu telah terjadi kesepakatan. Namun ternyata realisasinya Wikhe tidak dapat memenuhi nominal itu. Dia hanya memberikan uang sebesar Rp. 90 juta dengan perincian ditransfer ke rekening saya Rp.80 juta dan rekening Purkon Rp.10 juta. Seiring berjalannya waktu pernah pula Wikhe meminta uang itu kembali sebesar Rp.14,8 juta," cerita Iqbal.  


Iqbal juga klaim selama proses aktivitas Sawmil belum mendapatkan keuntungan sehingga pembagian hasil kepada pihak yang bersepakat, belum bisa dilaksanakan. 


Dikutip dari pernyataan WE di salah satu media, WE membantah bila dikatakan tidak menepati janji memberikan dana yang telah disepakati. Bahkan WE klaim dana yang dibayar lebih dari Rp.200 juta.


'' Saya telah memberikan dananya kepada Iqbal Cs. Sebenarnya bukan Rp.200 juta tapi Rp.250 juta, yang Rp.50 juta itu untuk merental alat. Dan selama ini saya tidak pernah mendapatkan keuntungan seperti yang telah dijanjikan kepada saya," kutipan bantahan WE yang merupakan seorang selebgram kondang asal Merangin itu. (*)


Reporter : TimRedaksi

Redaktur : TopanBOhemian 

Share:

FKIK Unja Laksanakan Refreshing Praktek Pemantauan Status Gizi bagi Kader Posyandu di Desa Tangkit


fokusinfo.com | artikel  : Mendukung pemerintah daerah dalam penurunan Stunting melalui upaya deteksi dini Tumbuh Kembang Bayi dan Balita di Kabupaten Muaro Jambi, Tim Pengabdian masyarakat FKIK Universitas Jambi mengadakan Refreshing Praktek

Pemantauan Status Gizi bagi Kader Posyandu di Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam yang berlangsung pada minggu kedua Bulan Juli dan minggu pertama bulan Agustus dan minggu pertama bulan September 2023.


Kegiatan dilakukan secara bertahap dan sistematis dimulai dari tahapan sosialisasi dengan pemberian materi (Profil Gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Tangkit, manfaat pemantauan tumbuh kembang balita dan Fungsi kader dalam pengembangan Posyandu,). Tahap kedua adalah Praktek Pemantauan Tumbuh Kembang yang dilaksanakan di Balai Desa Tangkit Kepada 30 orang kader aktif dari 5 Posyandu.


Kepala Desa Tangkit Supadi, S.Pd berpesan agar semua kader senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam melakukan pelayanan di Posyandu masing-masing. Pentingnya peningkatan kemampuan praktik Kader dalam pemantuan tumbuh kembang akan mampu menjadi indikator ketepatan dalam menentukan status gizi bayi dan balita.


Melalui sambutannya Kepala Puskesmas Tangkit Benny Harahap, SKM mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian FKIK Universitas Jambi yang terdiri dari Sri Astusi Siregar, S.ST., M.Kes, Usi Lanita, SKM.,MPH. 'Refreshing ini akan mengingatkan kembali pengetahuan dan keterampilan yang sebelumnya pernah diperoleh sehinggap roduktifitas para Kader menjadi lebih baik', lanjut Benny.


Tahapan evaluasi pasca pelaksanaan Posyandu dilakukan untuk menilai partisipasi masyarakat melaui persentase D/S (jumlah balita yang datang penimbangan ke Posyandu). Selanjutnya bermanfaat juga untuk menyatukan persepsi dalam analisis masalah dan memberikan solusi bagi permasalahan gizi di tingkat individu maupun tingkat komunitas. Pelaksanaan Pre Test dan Post Test memperlihatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kader lebih dari 85 persen.


Ketua Tim Pengabdian Dr. Asparian, SKM.,M.Kes.,CIQaR menyatakan bahwa 'keberhasilan deteksi dini kasus gizi (Stunting, kurus, kurang gizi dan obesitas) dimulai dari ketepatan dan ketelitian hasil pemantauan di tingkat Posyandu. Peran Posyandu ke depan akan semakin strategis terutama dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. (*)


*Substansi Artikel Diluar Tanggung Jawab Redaksi

Share:

Walaupun Lahan dalam Polemik, Alpon Cs Kukuh 'Gas Pol' Bangun Perumahan di Sungai Ulak



Merangin | fokusinfo.com : Persoalan lahan yang berada di desa Sungai Ulak tepatnya di Jalur dua SMAN 6 Merangin ternyata tidak sederhana. Sejumlah pihak berlatar belakang profesi terhormat disebut-sebut berkaitan dengan kasus itu. Terakhir informasi yang media ini dapatkan oknum notaris yang berkantor di Kota Bangko juga terlibat dalam kasus tersebut.


Baca juga : Slowly, Polemik Lahan di Sungai Ulak Kian Terang. Diduga Juga Libatkan Oknum Notaris.


Meski disebut-sebut berperkara namun Alpon CS pihak pemegang sah sertipikat tanah terus melakukan aktivitasnya sebagai developer perumahan. Pantauan media ini di lokasi pada senin 4 Agustus 2023 dua alat berat tengah beroperasi membangun jalan poros di lahan perumahan itu. 


Alpon yang berada di lokasi dikonfirmasi terkait aktivitasnya itu, tetap berpendirian teguh bahwa tidak ada persoalan terkait jual beli lahan sehingga pihaknya berhak melaksanakan aktivitas pengembangan perumahan.


''Tidak ada masalah kok, tidak ada larangan kami bekerja walaupun ada laporan di Polda. Bila memang ada larangan tentulah sudah ada pemberitahuan, nah sampai sekarang tidak ada,' kata Alpon seraya mengatakan pihaknya sangat koperatif menghadapi laporan di Polda Jambi.


Sementara itu di tempat yang sama pengawas proyek mengatakan sejak dua alat berat itu mulai beroperasi, tidak ada pihak-pihak yang berupaya menghentikan pekerjaan seperti peristiwa pada 1 Agustus lalu. 


''Dulu pada awal agustus memang ada pihak yang menghentikan beroperasinya alat berat buldozer. Mungkin karena pada waktu itu Pak Alpon tidak berada di tempat. Nah sekarang kebetulan Pak Alpon sebagai pemilik tanah berada di lokasi sehingga aktivitas dua alat berat itu lancar meratakan jalan,' kata Pengawas. (*)


Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:

Sidang Kasus ITE Selebgram vs IRT, Nama Seorang Polwan Disebut-sebut



Merangin | Fokusinfo.com : Sidang kasus dugaan tindakan pelanggaran ITE yang dilakukan terdakwa seorang ibu rumah tangga (IRT) Injah Hadijah terhadap selebgram Wikhe Efrilla, dilaksanakan pada kamis 31 Agustus 2023 sekira pukul 11.00 WIB.


Sidang yang terbuka untuk umum itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi. Salah seorang saksi yang dihadirkan adalah Gazia warga kelurahan Pasar Atas Bangko. Dalam kesaksiannya, Gazia menceritakan peristiwa ketika rumahnya yang terletak di Lorong Pinang Sebatang dijadikan tempat diskusi terdakwa Injah cs. 


''Kebetulan mereka datang ke rumah saya menceritakan peristiwa yang mereka alami. Sebagai teman saya tidak bisa menolak kedatangan mereka," kata Gazia.


Menurut Gazia, dalam perbincangan tidak ada kata-kata yang terlontar dari Injah bahwa video tersebut adalah video perselingkuhan. Gazia juga klaim sebelumnya tidak pernah menonton video yang dimaksud hingga video diputar di ruang sidang. 


''Saya baru kali ini menonton videonya. Sepengetahuan saya dulu ketika kami berbincang di rumah saya, tidak ada narasi yang terucap dari Injah menyatakan itu adalah video perselingkuhan," kata Gazia. 


Pada kesempatan itu Gazia lebih menekankan pada kesaksiannya soal dugaan bagaimana video itu bisa beredar hingga sampai ke pelapor, Wikhe Efrilla. 


Kesaksian Gazia, video itu diminta oleh Elvira yang berprofesi sebagai Polwan. Permintaan itu dibarengi dengan membawa nama institusi kepolisian. 


''Setahu saya video diminta oleh Elvira melalui teman Injah. Saya baca chat dan dengar pembicaraannya yang meminta video tersebut,' bebernya.  


Informasi yang media ini peroleh, Elvira berprofesi sebagai anggota kepolisian yang kala itu bertugas di Polres Merangin bagian Sat Narkoba. Dalam kasus ini Elvira turut dijadikan saksi namun tidak hadir dengan alasan tengah bertugas kedinasan.  Ketidak hadirannya dipertegas dengan mengirimkan surat dinas, yang diperlihatkan oleh Hakim.


Hamid, Suami terdakwa Injah pasca sidang berpendapat Elvira adalah saksi kunci atas persoalan yang menimpa istrinya itu. ''Kami minta Elvira tetap harus dihadirkan sebagai saksi dalam kasus ini," singkat Hamid.


Sementara itu pelapor, Wikhe Efrilla dikonfirmasi media ini sebelum persidangan dimulai, mengharapkan kasus tersebut lekas selesai sehingga dirinya bisa mendapat keadilan atas peristiwa yang dialaminya.


''Ini sudah dua tahun loh sejak saya melapor. Baru sekarang ada progresnya, tapi tetap saja sepertinya lamban. Saya akan tetap memantau perkembangan kasus ini karena peristiwa ini menyangkut reputasi saya dimata masyarakat umum, khususnya keluarga besar saya," kata Wikhe Efrilla. (*)


Reporter | Redaktur : TopanBohemian.

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com