Pengakuan Kepsek. Dapat Dana Bantah 2017, Diuber-uber 4 Oknum Pejabat Disdikbud. (Bagian - 2)

Merangin | fokusinfo.com : Pengakuan menggelitik dari seorang Kepala sekolah di Merangin lantaran saat menceritakan pengalamannya, suasana jadi berjenaka.  Baik itu kepsek, jurnalis fokusinfo.com serta sejumlah orang disekitar saat proses wawancara, tertawa terpingkal-pingkal.

Baca juga : Pengakuan Kepsek. Dapat Dana Bantah 2017, Diuber-uber 4 Oknum Pejabat Disdikbud. (Bagian - 1)

Sementara itu oknum2 (yang seorang lagi, red) mulanya berupaya juga meminta uang dari Kepsek tersebut. Namun karena adanya pematokan nominal uang yang diminta membuat Kepsek kukuh tidak mau memberikan. Akhirnya oknum2 tersebut meminta berupa barang.

‘’Akhirnya oknum pejabat itu minta barang, tidak jadi uang,” tutur Kepsek

Merasa sering dipinjami uang, akhirnya kepsek berinisiatif menghubungi dua orang kepala sekolah lain yang kala itu sekolahnya juga mendapatkan dana Bantah. Singkat cerita dibelikanlah barang seperti yang diminta oleh oknum2 itu.

‘’Ya karena terus didesak, dengan berat hati kami beli barang yang diminta oknum pejabat itu,” singkatnya.

Ironisnya, dikatakan Kepsek karena harga barang tidak sesuai dengan yang diimpikan oleh oknum2 maka barang yang telah dibeli itu dikembalikan kepada para kepsek untuk ditukarkan dengan barang yang berharga Rp.6 juta.
‘’Katanya harus barang yang harganya Rp.6 juta. Jadi kami gantilah dengan harga yang dimau. Setelah itu baru oknum2 itu tersenyum,” katanya.

Cerita kepsek terus berlanjut ke oknum3. Menurut kepsek walaupun oknum3 ini posisinya diatas oknum1 dan oknum2 namun tidak mendapatkan apa-apa dari kepsek tersebut. Meski begitu perjuangan oknum3 meminta sejumlah uang dari kepsek tidak bisa dipandang sebelah mata.

‘’Oknum pejabat yang ini luar biasa perjuangannya. Tapi terus terang saya merasa terganggu dengan tindakan mereka kepada saya. Akhirnya saya memutuskan melapor kepada sekda Merangin kala itu Pak Sibawaihi terkait apa yang para oknum oknum pejabat Disdikbud itu lakukan terhadap saya,” tutupnya.

Menutupi rasa penasaran, tim investigasi fij mengkonfirmasi Sibawaihi yang kala itu menjabat sebagai Sekda Merangin. Dikatakan Bawai, memang benar kepsek pernah mendatanginya namun substansi apa yang diadukan, Bawai mengaku lupa.

‘’Memang benar, pernah kepsek itu menghadap saya. Inti persoalannya saya lupa. Yang saya ingat saat itu saya langsung menelpon orang Diknas. Saya sampaikanlah kepada mereka kepsek ini jangan diganggu karena memiliki prestasi yang baik. Setelah itu saya tidak tahu lagi perkembangannya,” jawab Bawai. (*) 

Reporter : TimInvestigasi
Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com