Kredibilitas Kepsek SMPN 1 Merangin Dipertanyakan


Fokusinfo.com | Merangin : Polemik tidak teraihnya Akreditasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMPN 1) Merangin yang diduga karena ketidaksiapan pihak sekolah, menuai sikap antipati. Seperti diungkapkan salah seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) di Bangko. Dengan pertimbangan kenyamanan bertugas, media ini tidak menuliskan nama Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut.

Menurut Kepsek itu, seharusnya pihak SMPN 1 tahu fungsi dan ‘keharusan’ sekolah berstatus Akreditasi. Dan ketika mengetahui maka semestinya berjuang untuk meraih Akreditasi tersebut.

‘’Kami dulu ‘pontang-panting’ mempersiapkan diri meraih Akreditasi. Ini penting sekali menyangkut harga diri sekolah dimata masyarakat, juga tertib administratif,” kata Kepsek SD itu.

Dinyatakannya, mutlak sekolah mengikuti peraturan yang berlaku apalagi jika sekolah tersebut berdiri dipusat kota sehingga otomatis menjadi acuan kualitas pendidikan dimata masyarakat.

‘’Yang rugi nanti siswanya,” singkatnya.

Masih dikatakan Kepsek itu, jika pihak Sekolah tidak bisa mempersiapkan diri untuk menerima penilaian Akreditasi dengan sejumlah alasan maka hal tersebut kembali kepada Kepala Sekolahnya. Dugaan yang timbul adalah ketidak mampuan dan atau kelalaian kepala sekolah memimpin.

‘’Jika tidak mampu memimpin ya lebih baik mundur saja, beri kesempatan kepada orang yang lebih cerdas,” pungkas kepsek itu.

Sementara salah seorang guru salah satu SMP yang telah meraih Akreditasi A mengungkapkan bukan pekara mudah bisa meraih Akreditasi karena pihak Badan Akreditasi Nasional (BAN) memiliki standar penilaian yang harus dipenuhi oleh sekolah.

‘’Kami mempersiapkan diri menyambut penilaian dari BAN bukan satu dua hari, tapi lebih dari tiga bulan. Yang kesemuanya itu bisa terlaksana atas ke-aktif-an kepala sekolah,” kata guru yang enggan ditulis nama serta asal sekolahnya itu.

Dijelaskannya, sikap aktif Kepsek meliputi penggalian informasi, pengusulan kepada Dinas Pendidikan, pembinaan kepada guru dan staf, penginformasian program kepada siswa serta wali murid dan komite sekolah, penyiapan berkas, penyiapan fasilitas fisik sekolah dan lainnya.

‘’Itu pengalaman saya sebagai guru yang mengikuti arahan kepala sekolah. Jadi intinya kepsek itu harus aktif, jangan pasif,” tutupnya. (redaksi)

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com