Terapkan Hukum Cambuk. Ketua Lembaga Adat Mengaku Tak Tahu.


Fokusino.com | Renah Pamenang : Berdalih Atas dasar ketentuan adat, Pawitno Kepala Wilayah Dusun Karya Makmur Desa Rasau Kecamatan Renah Pamenang Kabupaten Merangin menerapkan sejumlah sanksi yang akan diberlakukan kepada warganya yang melanggar aturan.
  
Sanksi adat akan diberlakukan apabila warga melakukan Pencurian, Pesta Miras, Judi Dan Narkoba, Penubaan Meracun Ikan, Perselingkuhan, Pelecehan Seksual / Pornografi, Poliandri, Penganiayaan.

Oleh pengurus Lembaga Adat, peraturan diberlakukan mulai pada 1 November 2017. Sementara sosialisasi dan deklarasi pada sabtu 11 November 2017

Namun yang membuat warga protes adalah saat salah seorang anggota Lembaga Adat, Miftahul Fauzan membaca peraturan tersebut, ada sanksi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi warga dusun yaitu sanksi hukuman cambuk.

Baca juga : Terapkan Hukum Cambuk. Warga Dusun Karya Makmur Protes. Klik Disini

Pawitno tetap berkukuh beranggapan penerapan sanksi merupakan cara memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar peraturan.

‘’Menekan angka pelaku kejahatan salah satunya dengan cara seperti ini,” kata Pawitno.

Ironisnya, hukuman cambuk tersebut juga baru didengar oleh Ketua Lembaga Adat, Sapardi pada saat forum itu juga.
‘’Ini kok ya ada hukuman cambuk. Saya baru tahu ini,” kata Sapardi saat interupsi. Seketika itu juga terlihat wajah Pawitno memerah.

Menurut Sapardi, sanksi cambuk perlu dikaji ulang. Jika dikemudian hari ternyata memang ada warga yang melanggar peraturan desa dan dihukum cambuk, tentu perlu dimusyawarahkan siapa yang berhak menjadi algojonya.

‘’Jangan sampai satu persoalan melahirkan persoalan lainnya. Terus terang saya khawatir dengan algojo ini. Bisa jadi akan berbuah dendam. Kan jadi panjang urusannya,” kata Sapardi.

Hingga saat ini suasana di masyarakat masih sengit dan ramai membincangkan tentang hukum cambuk tersebut dan warga menganggap Kepala wilayah Dusun Karya Makmur Pawitno terlalu arogan dan gegabah dalam menyimpulkan keputusan. (*)

Reporter : Silvie | Ady Lubis
Redaktur : Topan Bohemian


Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com