LSM Sapurata : Informasi Yang Dianggap Hoax Perlu Diuji


Merangin | Fokusinfo.com : Belakangan ini tentunya masyarakat sudah cukup familiar dengan istilah ‘Hoax’. Hoax sendiri diartikan sebagai pemberitaan palsu yang informasi sesungguhnya tidak benar tetapi seolah-olah benar adanya. Pada konteks ini terdapat tindakan unsur kesengajaan.

Serangan hoax lebih meluas dan ‘bebas’ berkeliaran pada media sosial. Didalam dunia maya itu terdapat jutaan manusia yang menggunakannya sehingga celah usaha untuk melakukan tindakan penipuan atau mengakali pembaca bahkan yang lebih parahnya adalah usaha menggiring ‘mindset’ atau opini publik lebih cepat menjalar.

Lantas bagaimana menilai sebuah pemberitaan adalah Hoax? Ketua LSM Sapurata Indonesia cabang Merangin, Mirza menyampaikan pendapatnya soal Hoax tersebut.

Menurut Mirza untuk menilai sebuah berita adalah Hoax atau bukan maka perlu diuji, digali. Salah satunya cara adalah klarifikasi.

‘’Kita tidak bisa serta merta menjustifikasi sebuah berita adalah Hoax. Perlu ada pengujian benar atau tidaknya,” kata Mirza.

Dijelaskannya, proses pengujian suatu berita yang dianggap hoax tidak baik jika berpegang subjektif. Jika itu terjadi tentu akan ada peran-peran yang mengesampingkan sikap objektif dalam menilai. ‘’Menguji atau menilainya haruslah objektif. Semua data dikumpul, diperbandingkan, maka akan dapatlah kesimpulannya, Hoax atau Fakta,” jelasnya.

Masih dikatakan Mirza, bagian proses pengujian suatu pemberitaan dianggap hoax adalah meminta klarifikasi dari pihak yang terkait dengan pemberitaan tersebut.

‘’Jika pemberitaan yang dianggap hoax melibatkan lebih dari satu pihak maka klarifikasipun harus ke seluruh pihak yang terkait,” ungkapnya.

Mirza juga sempat menyentil beredarnya berita-berita dianggap hoax yang terjadi di Merangin jelang Pilkada 2018 ini. Menurut Mirza liarnya berita-berita dianggap hoax tersebut karena tidak ada klarifikasi resmi dari yang bersangkutan.

‘’Saya amati media sosial banyak postingan entah itu hoax atau fakta yang menyerang calon Bupati Merangin. Sepertinya ada ketidakpuasan dari oknum akun yang posting sehingga caption postingan oknum akun akun tersebut menyudutkan calon Bupati,” cerita Mirza

‘’Makanya jika ada klarifikasi resmi dari pihak yang merasa korban berita tidak jelas itu saya rasa tidak akan ada lagi postingan yang garang-garang seperti itu,” Tutup Mirza. (*)

Reporter : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com