Dinilai Tidak Prosedural, Kadisdikbud Cabut ‘Kewenangan’ Saukani Urus PAK

Merangin | Fokusinfo.com : Gerakan Saukani, pegawai Disdikbud (Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan) Merangin yang membuka jasa proses naik pangkat bagi para PNS khususnya yang berprofesi guru dengan dalih ‘membantu’, membuat gerah pihak Disdikbud.

Kadisdikbud Merangin, H Zubir melalui Kabid Pembinaan dan Ketenagakerjaan Disdikbud Hajrul kepada media ini menginformasikan bahwa pihak Disdikbud telah melarang tindakan Saukani terkait kepengurusan PAK (Penilaian Angka Kredit).

‘’Kadis telah panggil yang bersangkutan agar tidak lagi mengurus PAK. Saya hadir saat itu. Yang bersangkutan sudah minta ampun sama Kadis dan janji tidak akan mengurus PAK lagi,” ujar Hajrul.

Hajrul membenarkan Saukani mengantongi SK sebagai tim penilai atau pengurus PAK namun SK tersebut dikeluarkan pada tahun 2018.

‘’SK itu berlakunya hanya satu tahun. Sekarang sudah 2019 yang artinya SK itu tidak berlaku lagi,” ungkapnya.

Baca Juga : Curhat, Seorang Pegawai Disdikbud Pasrah Urung Urus Naik Pangkat

Sementara itu soal pengakuan Kadisdikbud bahwa tandatangannya discan oleh Saukani, Hajrul menjelaskan perbuatan itu telah dimaafkan oleh Kadisdikbud dengan catatan tersendiri yaitu yang bersangkutan tidak boleh mengulang perbuatan seperti itu lagi terhadap siapapun.

‘’Benar itu memang terjadi. Karena Pak Zubir telah mengetahui kondisi dan kelemahan Pak Saukani akhirnya beliau memaafkan dan memilih tidak memperpanjang persoalan. Bagaimanapun juga Saukani itu bawahannya di kantor,” kata Hajrul.

Hajrul juga menginformasikan kepada sejumlah guru yang sempat tertunda kenaikan pangkatnya karena berkas yang masih kurang maka dipersilahkan mendaftar kembali ke bidang Pembinaan dan Ketenagakerjaan Disdikbud.

‘’Kalau tidak salah ada 65 orang yang sempat tertunda kenaikan pangkatnya karena ada beberapa berkas yang masih kurang. Jadi berkas itu dikumpulkan kembali dan mereka bisa mendaftar ke bidang saya. Kami telah sediakan sekretariatnya. Yang jelas kami akan bantu dan kami tidak rela para guru yang telah bersusah payah mengabdi kepada negara itu tidak jadi naik pangkat. Hanya persoalan waktu saja kok yaitu tertunda, dan kami siap bantu,” tutup Hajrul. (redaksi)

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com