Animo Tanam Sawit Tinggi, Disnakbun Salurkan Bibit Bersubsidi

Fokusinfo.com | Merangin : Kabupaten Merangin telah menjadi salah satu daerah pertanian kelapa sawit. Pergerakan ekonomi masyarakat pun dewasa ini sedikit banyak tergantung dengan komoditi ini.

Animo masyarakat khususnya petani, menanam kelapa sawit antusiasnya tinggi. Selain menjanjikan peningkatan ekonomi, juga didukung dengan letak geografis dan iklim yang memungkinkan kelapa sawit tumbuh subur.

Merespon animo masyarakat yang tinggi untuk menanam kelapa sawit itu, Pemerintah Daerah Merangin melalui Disnakbun (Dinas Peternakan dan Perkebunan) menyalurkan bibit sawit bersertifikat dan memenuhi standar kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah alias disubsidi.

Kabid (Kepala Bidang) Perkebunan, Disnakbun, Marzuan Saputra kepada media ini mengatakan meskipun bibit sawit berstatus subsidi namun kualitasnya memenuhi standar bibit sawit umum.

‘’Sebelum kami menyalurkan bibit bersubsidi itu terlebih dahulu melakukan penyeleksian awal hingga akhir dengan melibatkan pihak BP2MB (Badan Pengawas Peredaran Mutu Benih). Jadi insyaallah kualitas bibit tidak kalah dengan bibit yang dijual umum,” kata Marzuan.

Menurut Marzuan, kebutuhan bibit sawit bersubsidi di Kabupaten Merangin sangat tinggi dan jauh melampaui target yang telah di tentukan oleh pemerintah daerah. ‘’Bisa dilihat dari jumlah permohonan permintaan bibit sawit bersubsidi yang mencapai 90 ribu batang. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya,” tutur Marzuan.

Masih dikatakan Marzuan, untuk mencukupi permintaan bibit, maka pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Sementara hasilnya ada penambahan sebanyak 20 ribu batang bibit.

‘’Kalau tidak ada halangan 20 ribu batang akan disalurkan kepada petani pada akhir bulan oktober ini,” Singkatnya.

Dijelaskannya, dengan adanya program subsidi bibit sawit tersebut otomatis akan membantu para petani mencukupi lahan tanam yang dipunya. Pasalnya jika diumum harga bibit sawit berkisar Rp.40 ribu perbatang maka bibit sawit dari Disnakbunhanya berkisar Rp.20 ribu perbatang.   

‘’Setidaknya petani bisa berhemat uang membeli bibit,” ungkapnya.

Kedepannya Marzuan berharap agar para petani khususnya petani sawit bisa memilih bibit yang berkualitas serta memiliki sumber asal yang jelas.

‘’Bibit sawit yang kami sediakan merupakan benih yang telah ditetapkan serta berlabel dan bersertifikat dari Pemerintah” tutupnya.(*)

Reporter : Mansurdin
Redaktur : Topan Bohemian.

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com