Soal Dugaan ‘Fee’ Proyek di Kecamatan Tabir, Mantan Pegawai Siap Bersaksi | Tindak Tanduk Oknum Kecamatan Tabir


Tabir | fokusinfo.com :
Ketidakpuasan sejumlah masyarakat atas kinerja Camat Tabir, tertuang dalam lembar Surat Terbuka Masyarakat Tabir tertanggal 25 Oktober 2021. Surat yang sempat beredar di kalangan tertentu itu, ditujukan kepada Bupati Merangin, dengan tembusan kepada ketua DPRD Kab Merangin, Kapolres Merangin, Kajari Merangin, Inspektorat Merangin, LSM Merangin dan Aliansi Jurnalis Tabir (AJT).

Jalaludin, Camat Tabir membantah keras tudingan yang dilontarkan kepadanya oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat Tabir. Bantahan disampaikan Jalaludin sendiri di ruang kerjanya, kamis 24 Februari 2022.

Baca Juga : Camat Tabir Bantah Tudingan, Mantan Pegawai Buka Kesaksian Baru | Tindak Tanduk Camat Tabir

‘’Saya tahu oknum-oknum yang berada di balik semua tudingan kepada saya ini. Yang saya sayangkan kenapa sepertinya mereka mengarahkan kesalahan kepada saya atas apa yang mereka alami, padahal saya tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang mereka alami,” tutur Jalaludin.

Sementara itu, tersirat karena merasa dipojokkan seorang mantan pegawai kantor camat Tabir lebih vulgar membuka kesaksian yang dialaminya berkaitan dengan sejumlah uang yang mengarah kepada Camat Tabir, Jalaludin.

‘’Tolong nama saya jangan ditulis, yang jelas saya siap bersaksi didepan siapapun bahwa saya pernah diperintahkan oleh Pak Camat mengambil uang dari Pak Darmawan. Setahu saya seharusnya uang itu sebesar Rp.18 juta tapi yang baru dititipkan kepada saya hanya Rp.5 juta. Sisanya Pak Darmawan mengatakan dirinya sendiri yang akan menyerahkannya kepada Pak Jalaludin, camat Tabir,” terang mantan pegawai kantor camat itu.

Darmawan, orang yang disebut-sebut sebagai pemberi uang ketika dikonfirmasi media ini mengatakan pihaknya berterimakasih kepada camat karena telah diberikan kepercayaan mengerjakan sejumlah proyek di kecamatan Tabir itu. Namun ketika ditanyakan soal fee ataupun berapa nominalnya, Darmawan tak berkomentar, dia hanya tersenyum.

‘’Pengerjaan proyek di kelurahan Mampun saya menggunakan Pokmas (Kelompok Masyarakat), dan proyek di Kelurahan Pasar Baru saya menggunakan Ormas (Organisasi Masyarakat). Yang jelas kami berterimakasih lah kepada pihak kecamatan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengerjakan proyek-proyek itu,” kata Darmawan.(*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com