Kawal Kasus Dugaan Pelecehan Desa Kungkai. Warga Siap Bila Harus Demo.


Foto : ist
Pemeriksaan seorang saksi di Polres Merangin

Merangin | fokusinfo.com :
Pengaduan Masyarakat Desa Kungkai kepada Polres Merangin pada awal Januari 2020,  hingga saat ini dinilai belum ada progres yang berarti. Penilaian disampaikan oleh sejumlah tokoh pemuda Desa Kungkai kepada media ini.

Konteks Pengaduan adalah masyarakat Desa Kungkai tidak terima dengan konten komentar sebuah akun di media sosial facebook bernama Fatimah yang diduga dikuasai oleh seorang bernama Fatimah. Konten komentar diduga mengandung pelecehan suatu daerah.

Baca Juga : Progres Kasus Warga Kungkai Lapor Fatimah, Jalan Ditempat ?

Informasi yang media ini dapatkan, mayoritas individu pelapor bahkan saksi-saksi telah dipanggil ke Polres untuk dimintai keterangan. Bahkan baru-baru ini seorang lembaga adat Desa Kungkai bernama Sabujang turut dipanggil untuk dimintai keterangannya, ironisnya pemanggilan Sabujang ini tanpa adanya surat panggilan resmi dari Polres.

‘beliau menegaskan bahwa telah ditanya tentang asal-usul msyrkat desa kungkai, tupoksi lmbga adat dan perasaan dg komentar Patimah, beliau menjelaskan semuanya, dan yg terpenting beliau menekankan bahwa merasa terhina dan merasa bhw Fatimah menjustipikasi bhw masyrkat kungkai itu seolah2 buruk dalam perangai, Krn beliau menginginkan hal ini untk dpat diproses secepatnya sesuai dg hukum yg berlaku, dan beliau menambahkan tdk akan memproses secara adat sblum proses hukum belum tuntas, penyelesaian adatpun bkn perkara gampang, Krn harus persetujuan semua tokoh yg ada di desa kungkai’. Kutipan rilis tanpa edit via WA dari tokoh masyarakat Desa Kungkai kepada redaksi fokusinfo.com

Yossi Madya tokoh pemuda Desa Kungkai mengatakan masyarakat di desa nya saat ini terus memantau perkembangan kasus tersebut. Sementara bersalah atau tidaknya Fatimah diserahkan kepada penegak hukum.

‘’Untuk menuju ke arah penegakan hukum, saya rasa Fatimah harus segera dipanggil. Pelapor dan saksi sudah dipanggil semua, kenapa Fatimah belum. Menunggu apa lagi pihak Polres itu?,” tutur Yosi yang terkenal kritis.

Sementara itu tokoh pemuda Desa Kungkai lainnya, Gondo Irawan turut prihatin terhadap lambannya penanganan kasus tersebut. Bahkan terbersit di fikirannya untuk melakukan unjuk rasa di depan Polres Merangin apabila dalam bulan Februari ini belum juga ada pemanggilan terhadap terlapor, Fatimah.

‘’Apa perlu kami melakukan demonstrasi ke Polres untuk mendesak pemanggilan dan pemeriksaan Fatimah. Yang jelas hingga saat ini kami masih menunggu, tapi tentu saja ada batasnya,” tegas Gondo.(*)

Reporter : DedeRiskadinata
Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com