DAMPINGI SUKU ANAK DALAM, DOSEN FKIK UNIVERSITAS JAMBI GERAKKAN KEIKUTSERTAAN BER-KB

Citizen Journalism | fokusinfo.com : Gerak dan kerja yang tiada pernah lelah, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi selalu fokus menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, kali ini dilaksanakan pada Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temanggung Ngrip di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam KabupatenSarolangun.

Tim dalam kegiatan ini diketuai oleh Dr. Asparian., SKM., M.Kes., CIQaR dengan Anggota Sri Astuti, S.ST.,M.Kes, Lia Nurdini, S.ST.,MKM dibantu oleh lima orang mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan GEMPITA (Gerakan Merangkul Mimpi dan Cita Orang Rimba) SAD.

Suku Anak Dalam (SAD) merupakan suku primitif yang hidup dalam kelompok-kelompok kecil dengan cara mengasingkan diri di dalam hutan dengan pola hidup semi nomadik dan menggantungkan sumber hutan untuk terus bertahan hidup.

Suku ini umumnya telah dinikahkan ketika berusia 15 tahun, sebagaian besar perempuan SAD yang telah menikah memiliki lebih dari 8 – 10 orang anak selama siklus masa suburnya. Tingginya paritas pada Wanita SAD terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, pendidikan, serta tingkat ekonomi yang rendah serta terbatasnya aksesibilitas terhadap pelayanan Kesehatan.

Sistem kekeluargaan yang menganut paham patriarki merupakan faktor predisposisi perempuan ketidak berdayaan perempuan dalam proses pengambilan keputusan termasuk keputusan dalam penggunaan alat kontrasepsi. Berbagai upaya pemerintah sampai saat ini belum mampu meningkatkan capaian pemakaian alat kontrasepsi pada komunitas ini.

Untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan perempuan melalui pola pendampingan keikut sertaan ber-KB, menuju keluarga sejahtera terhindar dari 4T (melahirkan terlalu muda, terlalu banyak anak, terlalu rapat jarak kelahiran dan terlalu tua usia saat hamil).

Dalam keterangannya Dr.Asparian menyampaikan bahwa tujuan pengabdian ini adalah mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Pemberdayaan Perempuan melalui pola pendampingan Keikutsertaan ber-KB pada pasangan usia subur. Diharapkan setelah pengabdian, Wanita SAD meningkat pengetahuan dan keterampilannya untuk memahami dan memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan status kesehatannya serta meningkat pemahamannya terhadap risiko 4 Terlalu.

Dampak yang diharapkan adalah meningkatnya status Kesehatan ibu dan anak pada SAD di Bukit Suban khususnya pada kelompokTemanggung NGrip. Diakhir kegiatan Teganai Basemen sebagai tokoh adat SAD menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyentuh kebutuhan dasar Kesehatan warganya, disamping ucapanber terimakasih dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, beliau berharap kedepan keberlansungan pengabdian dari civitas akademi Universitas Jambi khususnya dari Jurusan Kesmas, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). (Citizen Journalism)

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com