Uang Rp.143 Juta Diduga ‘Raib’ Di Bank 9 Jambi Cab. Sarolangun.


Sarolangun | fokusinfo.com :
Lamin, Kepala Desa Danau Serdang Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun mengalami nasib apes. Dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) tahun 2020 sebesar Rp.143 Juta yang proses pencairannya di Bank 9 Jambi cabang Sarolangun, tidak diterimanya. Ironisnya pihak Bank mengatakan dana tersebut telah dicairkan dan telah pula diterima oleh Lamin.

Kepada media ini secara eksklusif Lamin menceritakan kenapa dirinya harus mengalami nasib apes itu. Yang mana kejadian awalnya pada 29 Juli 2020, kala itu dirinya dan bendahara mendatangi di Bank 9 Jambi cabang Sarolangun,untuk mengurus proses pencairan bantuan langsung tunai (BLT).

‘’Kami datang ke Bank membawa sejumlah berkas pencairan dan saat itu semua dokumen penunjang pencairan dana BLT dinyatakan lengkap, bahkan cek pencairan telah pula saya tandatangani, hanya menunggu proses pencairan dana saja lagi. Namun saat itu teller mengatakan hari itu belum bisa pencairan, tanpa memberikan informasi kapan kira-kira dana bisa dicairkan,” kata Lamin

 Walau kecewa mendengar itu, Lamin dan Bendahara akhirnya pulang. Mereka berinisiatif mencari alternatif lain agar masyarakat penerima BLT tetap bisa menerima bantuan itu. Mereka juga menganggap dana yang ada di Bank 9 Jambi cabang Sarolangun, pasti aman.

Seiring perjalanan waktu, pada akhir tahun 2020 Lamin dan bendahara kembali ke di Bank 9 Jambi cabang Sarolangun, mereka berniat mengambil dana BLT yang dulunya belum sempat mereka ambil karena kesibukan lainnya. Namun alangkah terkejutnya ketika teller mengatakan dana tersebut telah cair dan telah pula diambil oleh Lamin. Pencairan dan pengambilan dana terjadi pada 3 Agustus 2020.

‘’Saya ataupun bendahara tidak pernah merasa ambil dananya, tapi kala itu teller mengatakan bukti pencairan adalah cek yang telah ditandatangani. Saya mengaku di cek itu memang tandatangan saya, cek itu kan dulu tertinggal di berkas yang kami titipkan kepada teller beserta dokumen lainnya juga dengan maksud agar nanti cair, kami langsung bisa mengambil dana tersebut,” Terang Lamin.

Masih dikatakan Lamin, dirinya beserta bendahara meminta dipertemukan dengan pimpinan Bank. Dia meminta agar membuka rekaman cctv untuk melihat siapa sebenarnya orang yang telah mengambil dana tersebut.

‘’Bila memang benar apa yang dikatakan teller maka saya minta pimpinan Bank agar membuka rekaman cctv di kantor itu. Tapi pimpinan tidak bersedia dengan dalih rekaman telah melebihi tiga bulan,” tuturnya.

Hingga dipublikasikan, Rido pimpinan Bank 9 Jambi cabang Sarolangun, belum bisa dikonfirmasi guna klarfikasi persoalan ini. Didatangi di kantornya, security menjawab yang bersangkutan tidak berada di tempat, di hubungi melalui sambungan telpon tidak dijawab. Media ini akan memberikan ruang hak jawab yang bersangkutan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (*)

Reporter : DjarnawiKusuma

Redaktur: TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com