Kualitas Jalan Aspal Sungai Kapas – Sungai Putih Dipertanyakan


Merangin | fokusinfo.com :
Kerinduan warga mendapatkan akses jalan aspal penghubung Desa Sungai Kapas Kecamatan Bangko dan Desa Sungai Putih Kecamatan Bangko Barat telah terwujud, namun dibalik itu terdapat persoalan soal kualitas jalan tersebut.

Pantauan media ini di lokasi, saat ini kondisi jalan sudah mulai terlihat keretakan disejumlah titik badan maupun sisi jalan. Padahal menurut informasinya jalan tersebut baru saja dibangun oleh pemerintah.

Sujamil, seorang warga yang kebetulan melintas dimintai pendapatnya mengatakan dirinya sangat berterimakasih atas pembangunan jalan tersebut. Namun disisi lain dengan kondisi yang ada saat ini, dirinya meminta ada pembenahan agar jalan tersebut bisa bertahan lebih lama.

‘’Intinya kami berterimakasih sudah ada pembangunan jalan disini, akses kami lebih mudah. Tapi kami khawatir kualitas jalan yang kurang baik, bisa saja tidak berapa lama jalan akan rusak lagi. Kasihan masyarakat yang telah lama merindukan jalan, begitu dibangun terus cepat rusak,” kata Sujamil.

Dilokasi yang sama, Hendra warga Bangko yang kebetulan melintas mengatakan seharusnya ada pengawasan yang baik saat pembangunan jalan tersebut sehingga kualitas jalan bisa optimal.

‘’Kebetulan saya sering lewat sini, dan selama perjalanan saya kerap berpapasan dengan truk pengangkut sawit. Menurut saya yang awam ini, dengan kondisi jalan seperti ini saya rasa akan cepat rusak jalannya,” kata Hendra.

Kondisi jalan tersebut juga disorot oleh Kades Sungai Putih, Yusuf. Dijumpai di ruang kerjanya Yusuf membenarkan telah terlihat sejumlah keretakan pada bagian jalan.

‘’Memang terlihat ada keretakan pada sejumlah titik di badan jalan. Kami minta kedepannya pemerintah bisa bertanggung jawab dengan cara memperbaikinya. Kami berharap jalan tersebut bisa mengakomodir akses masyarakat, maka dari itu kualitasnya haruslah kuat agar kami ini bisa memanfaatkannya lebih lama. Dengan begitu otomatis perekonomian masyarakat bisa lebih meningkat,” harap Kades.

Sementara itu hingga berita ini dipublikasikan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PUPR dalam hal ini plt Kabid Bina Marga diduga bernama Yadi maupun PPTK diduga bernama Efri. Media ini telah berupaya mendatangi kantor dan menghubungi lewat telpon namun belum ada tanggapan.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, jalan yang dibangun tersebut sepanjang 2.1 Km, dana Rp. 5 Milyar bersumber dari APBD sisa DAK tahun 2021. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com