Diduga Gara-gara Kades Ikutan Ke Batam, Pembagian BLT di Desa Koto Baru Sempat ‘Terbengkalai’

Tabir Lintas | Fokusinfo.com :  Pemerintah Desa Koto Baru Kecamatan Tabir Lintas mendapat sorotan khususnya dari para penerima BLT, dana bantuan Covid-19. Pasalnya kala itu, hingga penghujung tahun 2020 dana BLT belum juga dikucurkan oleh Pemdes kepada para penerima.

‘’Ya terus terang kami kecewa, dana BLT yang biasanya kami terima tepat waktu namun untuk empat bulan belakangan ini kami belum juga menerimanya,” kata warga yang biasa penerima BLT, seraya mengizinkan namanya diinisialkan N saja.

‘’Kami dengar kabar Pak Kades sedang berkunjung ke Kota Batam. Kemungkinan saat kembali nanti BLT akan dibagikan,” kesal N. ‘’Semestinya urus dululah kami warga ini, baru beliau bisa berangkat ke Batam,” tambahnya.

Kades Koto Baru, Ridwan dikonfirmasi melalui telpon membenarkan 4 bulan BLT tahun 2020 di desa yang dipimpinnya itu belum melaksanakan pembagian BLT. Namun menurut Ridwan hal itu bukan merupakan persoalan besar apa lagi dirinya baru pulang dari Batam.

‘’Ya betul belum dibagikan. Itu soal mudah lah. Nanti malam atau besok bisa langsung dibagikan. Kebetulan saya baru pulang ke rumah nih,” jawab Ridwan. Saat dikonfirmasi pada 30 Desember 2020 lalu.

Seiring waktu berjalan, tersiar kabar bahwa pembagian BLT telah dilaksanakan pada sabtu 2 Januari 2021. Informasi masyarakat, meskipun agak aneh mengingat BLT tersebut seharusnya dibagikan pada tahun 2020 namun awalnya para penerima merasa maklum. Tapi yang membuat para penerima lebih merasa kecewa ternyata BLT yang dibagikan hanya untuk satu bulan sebesar Rp.75 ribu. Sementara BLT yang tiga bulan lagi dikabarkan akan dibayar pada tanggal 25 Januari 2021.

‘’Kami kira BLT yang akan dibagikan seperti sebelumnya yaitu selama 4 bulan dengan total nominal Rp.300 ribu. Ternyata hanya satu bulan. Padahalkan sekarang sudah 2021. Apa jangan-jangan uangnya sudah habis untuk ke Batam, soalnya kami dengar dana untuk ke Batam itu lumayan besar juga,” celoteh salah seorang warga yang tidak ingin dituliskan namanya.

Sementara itu ketua DPC APDESI Kabupaten Merangin, Abu Bakar ketika dimintai tanggapannya terhadap persoalan ini mengatakan penyaluran BLT kepada warga tergantung kepada kekuatan dana yang ada di Desa.

‘’BLT itu tergantung kepada kekuatan dana desa. Bila memang desa memiliki dana ya diberikanlah BLT itu. Kalau tidak ada dana ya tidak dibagi,” kata Abu Bakar atau yang biasa disapa Bang Acang itu. (Redaksi)

Redaktur : TopanBohemian


Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com