Upah Dibayar Kurang. Mukhtarudin Tuding Tukang Yang ‘Lari’.


Merangin | Fokusinfo.com : Proyek pembangunan Embung di Desa Pelangki Kecamatan Batang Masumai tahun anggaran 2018 telah selesai dikerjakan. Namun ternyata masih ada persoalan dibalik pelaksanaan proyek tersebut yaitu upah tukang yang mengerjakan proyek belum sepenuhnya dibayar oleh pelaksana proyek dalam hal ini Gapoktan Sumber Rezeki yang diketuai oleh Mukhtarudin yang juga menjabat sebagai ketua BPD Desa Pelangki. Hal itu disampaikan Kasim, Salah seorang tukang yang mengerjakan proyek tersebut.

Baca Juga : Tukang Proyek Embung Desa Pelangki Klaim Upah Dibayar Kurang Klik Disini

Menanggapi pernyataan Tukang tersebut, Mukhtarudin angkat bicara. Dia menuding para tukang lah yang tidak menyelesaikan pekerjaan dan sempat lari (tidak bekerja) dari proyek untuk beberapa waktu.

‘’Sementara proyek embung itu ada batas waktunya. Ada termennya. Bila terlambat sehari saja bisa kena denda. Namun mereka (para tukang) tidak bekerja. Saya dapat informasi mereka kerja di tempat lain,” kata Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, mandeknya pekerjaan terjadi hingga satu bulan. Hal itu tentu menjadi kekhawatiran pihaknya sehingga berinisiatif mencari tukang lain guna menyelesaikan pekerjaan.

‘’Para tukang sudah berusaha kami panggil. Informasinya mereka tidak mau kerja lagi. Kalau sudah begitu tentu lah kami cari tukang lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Terus terang tindakan tukang tersebut merugikan saya,” ujarnya.

Menurut Mukhtarudin, selain rugi waktu pihaknya juga mengalami kerugian materil. Juga adanya penambahan material diluar perkiraan.

‘’Selama pekerjaan tidak dilanjutkan, beberapa material tidak bisa digunakan seperti papan mal yang melapuk, semen mengeras. Kebocoran dinding embung ditutup. Dan lagi ada penambahan pembelian semen, sirtu, papan. Itu semua dana diluar dugaan,” terangnya.

Dia juga menyayangkan keinginan para tukang meminta semua upah pekerjaan sementara progres pekerjaan belum final.

‘’Saya rasa tidak ada yang mau. Pekerjaan belum selesai malah tukang itu minta upah semuanya. Nanti siapa yang tanggung jawab bila terjadi sesuatu hal yang buruk,” katanya.

Atas persoalan ini, Mukhtarudin merasa siap bila harus berhadapan dengan hukum. Hal itu juga demi menjaga reputasi nya ditengah masyarakat.

‘’Bila tidak senang bisa kita duduk dengan lembaga adat. Atau laporkan ke kepala desa. Bila perlu silahkan lapor ke polisi. Saya punya RAB nya disitu akan terlihat bagian mana yang belum selesai dikerjakan,” ungkapnya.

‘’Desa kita ini punya aturan. Jangan sampai karena hal ini masyarakat menuding saya salah,” tambah Mukhtarudin. (*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com