‘Berbalas Pantun’ Polemik Embung, Samin Kupas Sepak Terjang Mukhtarudin

Merangin | Fokusinfo.com : Pernyataan Mukhtarudin, ketua Gapoktan Sumber Rezeki sekaligus menjabat sebagai ketua BPD Desa Pelangki Kecamatan Batang Masumai, membuat panas para tukang yang telah mengerjakan proyek embung di desa tersebut.

Bagaimana tidak, Mukhtarudin mengklaim bahwa tukanglah yang lari (kerja ditempat lain) yang berakibat dirinya mengalami kerugian baik waktu dan materil. Atas pernyataan itu Samin, Kepala Tukang mengakui namun tindakan tersebut terjadi bukanlah tanpa alasan.

Baca Juga : Upah Dibayar Kurang. Mukhtarudin Tuding Tukang Yang ‘Lari’. Klik Disini

Kepada media ini, secara eksklusif Samin membeberkan kronologis pembangunan embung yang diketahuinya. Bahkan juga mengumbar dugaan tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh Mukhtarudin mengingat proyek tersebut bersifat swakelola.

‘’ Jadi embung yang kami kerjokan sudah selesai sesuai dengan perjanjian tidak termasuk drainase. Dan upah yg sudah di sepakati Rp. 20.500 000. Selamo pengerjaan embung kami baru di kasih uang Rp 14.000.000  dengan perincian pengambilan pertama Rp 6.000.000. Pengambilan keduo Rp 8.000.000,” kata Samin

Dilanjutkannya, ‘’Setelah embung selesai kami kerjakan sisa uang kami belum di berikan, padahal gawe tu sudah selesai dak ado masaalah lagi sesuai dengan hasil orang dari dinas dan konsultan yg merikso saat itu . Bendahara bernama Mail pernah nyampaikan ado tambahan kerjo baru yaitu pembuatan drainase sepanjang 40 meter. Dan upah sudah di sepakati untuk drainase sebesar Rp 1.500.000. Drainase sudah kami kerjokan sepanjang lebih kurang 10 meter dan kami kerjokan 4 orang selamo 3 hari. Karena desakan ekonomi kami akui pada saat itu kami bilang ke Mail nak make duit Rp 1.500.000 dulu. Lalu jawabnya nanti saat pencairan tanggal 15,” ceritanya.

‘’Kami tunggu sampai tgl 15 dak do jugo. karno kami butuh kami kerjo tmpek orang lain. Mungkin itulah di katonyo kami lari. Tau tau dpek berito drainse lah di gawe orang lain. sampai kini upah kami yg kurang 6 juta blom di bayar. Yang lari tu bukan aku justru muktar itu yg ngelak kalau ketemu. Di datangi oleh salah satu anggota kami ke rumah Muktar nanyo siso duit tu, katonyo muktar nak nemui aku sampai dengan malam hampir 2 bulan blom ado Muktar nemui aku,” tuturnya

Disampaikan juga oleh Samin, ‘’Dana pembangunan embung sebesar Rp.150.000.000 aku minta 15% bae Rp 22.500.000. Kato muktar nyo mintak 20.500.000 bae alasan nyo banyak nian yg nak di bayar teken ini teken iko. Aku curiga embung ini swakelola, saat bendahara Mail pernah nyampaikan saat kami lagi kerjo klo ado orang batanyo bilang bae dibayar harian,” tutupnya.

Sementara itu, informasi yang didapat dari Dinas Pertanian Merangin, proyek pembangunan embung di desa Pelangki memang bersifat swakelola.(*)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com