Dinas Perikanan Merangin Dorong Inovasi Komunitas BSF


Merangin | fokusinfo.com :
Kepala Dinas Perikanan Merangin, M Damai SE merespon positif dan mendorong inovasi yang dicetus oleh komunitas BSF (Black Soldier Fly) dibawah bendera Merangin Eco Green’t dalam pembudidayaan maggot, sejenis larva yang diperuntukkan sebagai pakan alternatif bagi ternak khususnya ikan.

Kepada media ini, Damai mengemukakan dengan kondisi harga pakan yang akhir-akhir ini cenderung mahal maka petani bisa menggantinya dengan maggot tersebut. Selain mudah dalam proses produksinya ( budidaya : red ) maggot juga memiliki protein dan nutrisi yang tinggi.

‘’Di Merangin telah ada puluhan rumah budidaya maggot, mereka terhimpun dalam satu wadah komunitas bernama Merangin Eco Green’t. Kami dari dinas perikanan melakukan pendampingan, kami sangat respon positif atas inovasi mereka dalam proses hingga eksperimen membudidayakan maggot, bahkan kami mendorong agar mereka bisa memproduksi pelet secara mandiri sebagai salah satu komponen dari pakan maggot tersebut,” kata Damai

‘’Dengan adanya perbedaan antara harga pakan dengan maggot otomatis mampu meningkatkan perekonomian peternak hewan dan petani ikan.  Karena mereka tidak begitu banyak mengeluarkan biaya untuk pakan namun hasil panennya bisa dijual sesuai dengan harga pasaran,” tambahnya.

Damai juga menyatakan kebanggaannya terhadap komunitas tersebut yang mana lokasi budidaya maggot itu sering dikunjungi oleh sejumlah pihak luar daerah untuk belajar atau studi tiru.

‘’Baik orang umum ataupun pejabat dari luar Merangin sering berkunjung ke komunitas itu untuk mempelajari budidaya maggot,” singkat Damai

Sementara itu Dani salah seorang anggota komunitas BSF Merangin Eco Green’t menerangkan budidaya maggot juga berhasil menekan jumlah limbah organik karena maggot mampu mengurai limbah organik tersebut. Selain itu keberadaan maggot juga bisa meminimalisir aroma kotoran dari hewan atau ikan.

‘’Maggot ini tidak membawa penyakit, malah mengandung antibiotik alamiah. Keberadaannya juga tidak menimbulkan aroma yang tidak sedap seperti biasanya yang tercium di kandang hewan ternak ataupun kolam ikan,” Kata Dani. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com