Terkuak, Dugaan 1 Kavling TKD Kungkai Dijual Oknum Perangkat Desa.

Merangin | fokusinfo.com : Mungkin tidak banyak yang tahu, khususnya bagi masyarakat Desa Kungkai Kecamatan Bangko bahwa 1 Kavling TKD (Tanah Kas Desa) Desa Kungkai yang berisikan sawit terletak di Desa Rawa Jaya diduga telah dijual oleh Rauf yang menjabat sebagai Sekdes Kungkai pada tahun 2009 lalu.

Investigasi media ini mengarah kepada Yusuf, yang pada tahun 2009 adalah seorang bendahara Koperasi Bangun Setia. Diceritakan Yusuf, pada tahun 2009 Rauf datang kerumahnya di Rantau Panjang. Maksud kedatangan Rauf adalah ingin meminta bantuan dicarikan pembeli kebun sawit. Rauf ingin menjual satu kavling kebun sawit yang terletak di Desa Rawa Jaya.

‘’Siang habis Zuhur Pak Rauf datang ke rumah saya. Beliau minta tolong dicarikan orang yang mau membeli kebun sawit. Lalu saya coba telpon Pak Kurani. Terus terang saya ini orangnya apabila ada yang meminta bantuan pasti saya bantu semampunya,” kata Yusuf.

Berdasarkan keterangan Yusuf, tim investigasi bergerak menemui Kurani yang saat 2009 adalah ketua kelompok tani. Dari keterangan warga desa Bungo Antoi itu terungkap bahwa dirinya adalah perantara penjualan TKD Desa Kungkai tersebut.

‘’Saya diberi tahu oleh Bendahara Koperasi Bangun Setia yaitu Pak Yusuf  bahwa pak Rauf ingin menjual kebun sawit. Kebetulan ada yang mau beli kebun dan saya tawarkan kebun Sawit itu. Akhirnya kebun itu di beli oleh orang SPH yang bernama Pendi. Kebun itu di jual dengan harga Rp.70 juta langsung saya transfer ke Pak Rauf,” terang Kurani.

Berdasarkan keterangan Kurani, tim investigasi bergerak lagi mencari seorang bernama Pendi yang menurut Kurani sebagai pembeli TKD Kungkai itu. Namun tim hanya dapat berjumpa dengan Tukiman, orang tua Pendi.

Kepada media ini, Tukiman mengaku membeli lahan sawit dari Kurani senilai Rp.90 juta. Proses jual beli berlangsung lancar karena surat menyurat dan fisik lahan telah sesuai.

‘’Karena legalitas surat menyurat dan lahan telah sesuai maka langsung saja saya beli. Uangnya saya serahkan kepada Pak Kurani. Saya membeli lahan itu untuk anak saya yang bernama Pendi,” kata Tukiman.

‘’Saat proses jual beli Paku Kurani hanya bilang itu tanah punya Pak Rauf orang kungkai. Saya tidak diberi tahu apa pekerjaan Pak Rauf. Dan terus terang hingga saat ini saya tidak pernah jumpa sama Pak Rauf. Namun saat ini tanah tersebut telah saya jual pula ke orang SPH,” tambah Tukiman.

Tim mencoba menelpon hingga mendatangi rumah Rauf guna konfirmasi ataupun klarfikasi. Namun hingga berita ini dipublikasikan, tim belum bertemu dengan yang bersangkutan. (***)

Reporter : GondoIrawan
Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com