Aksi ‘Jorjoran’ Sejumlah Oknum Polsek Pamenang Disoal


  • Terkait Pengembangan Penyelidikan Kasus Perampokan 
Tumpukan pakaian pasca penggeledahan oleh sejumlah oknum anggota Polsek Pamenang

Fokusinfo.com | Pamenang Selatan : Aksi sejumlah oknum anggota polisi Polsek Pamenang saat pengembangan penyelidikan kasus perampokan warga Desa Tambang Emas (A1) kecamatan Pamenang Selatan yang dirampok pada Sabtu dini hari (27 Mei 2017) lalu, disoal. Pasalnya aksi yang terkesan jorjoran tersebut menumbuhkan luka bagi keluarga para warga, khususnya pemuda-pemuda yang diperiksa.

Salah seorang keluarga terperiksa mengatakan sejak anggota keluarganya dipanggil pihak Polsek berhembuslah isu yang tidak sedap ditengah masyarakat khususnya Desa Tambang Emas bahwa keluarganya itu terlibat perampokan.

‘’Hubungannya apa coba, kok adik saya itu diperiksa oleh Polisi. Dikait kaitkan dengan peristiwa perampokan. Kami keluarga besarnya jadi malu. Masalahnya warga sini yang awam sudah terlanjur vonis adik kami itu terlibat,” ungkap pria yang enggan namanya dituliskan itu kepada media ini.

Dia menjelaskan, bukan saja keluarganya yang dipanggil pihak polsek tapi ada juga sejumlah pemuda-pemuda Desa Tambang Emas yang bernasib sama, sementara dirinya meyakini tidak ada indikasi otentik ataupun relevansinya para pemuda dengan peristiwa perampokan.

‘’Apa karena para pemuda itu rata-rata anak gaul, lantas dipanggil panggil, diperiksa bahkan di BAP,” tuturnya.
Pria itu juga menyoal aksi penggeledahan rumah para terperiksa oleh sejumlah oknum Polsek. Pasalnya dalam aksi tersebut para oknum anggota polsek tidak segan-segan bertindak kasar serta mengucapkan kata-kata yang keras.

‘’Itu mereka sampai tendang pintu rumah warga hingga rusak, juga mengeluarkan kata-kata kasar kepada pemilik rumah. Bahkan acak-acak perabotan rumah,” terangnya.

Tidak hanya itu, menurutnya saat pemanggilan dan pemeriksaan tidak ada toleransi terperiksa menjalankan ibadah puasa. Jadwal pemeriksaan sesuka oknum petugas.

‘’Informasi yang saya terima ada salah seorang terperiksa yang dijemput jelang saat berbuka puasa. Juga ada yang ingin pamit sahur tidak diperbolehkan, dipaksa melayani pertanyaan-pertanyaan penyidik,” bebernya.

Yang dipertanyakan pria itu adalah saat penggeledahan para petugas yang berpakaian preman tersebut tidak pernah menunjukkan surat resmi, dan lagi tidak ada membawa pendamping dari perangkat Desa.

‘’Entahlah kalau dirumah yang lain, tapi kalau dirumah keluarga kami mereka tidak menunjukkan surat penggeledahan, juga tidak membawa perangkat Desa untuk mendampingi. Setahu saya petugas kalau mau menggeledah rumah teroris pun harus izin dengan perangkat Desa minimal Ketua RT dan dibawa ke TKP untuk mendampingi,” kesalnya. (TIM FIJ)

Editor : Topan Bohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com