Keluarga Korban Kasus Penikaman Siswa SMP di Sungai Tebal Kecewa Terhadap Pihak Sekolah


Merangin | fokusinfo.com :
Sukamadi, ayah dari almarhum Irfan Rifa’i seorang siswa SMP 20 Satu Atap, Sungai Tebal Desa Tuo Kecamatan Lembah Masurai yang tewas ditikam oleh siswa lainnya pada Rabu 3 Agustus 2022 lalu, merasa kecewa. Pasalnya hingga lebih dari sepuluh hari anak bungsunya itu tewas, belum ada kunjungan resmi dari pihak sekolah.

Didampingi kuasa hukumnya, Sukamadi mengungkapkan kekecewaannya itu lantaran tragedi penikaman terjadi pada jam sekolah yang menurutnya itu adalah tanggung jawab dan berada dibawah pengawasan pihak sekolah.

‘’Kejadian pada saat jam sekolah, itukan berada dibawah pengawasan sekolah. Soal kenapa senjata tajam bisa masuk ke sekolah kami bisa memahami karena tidak mungkin juga satu persatu siswa diperiksa. Lah ini kok ya tidak ada kedatangan pihak sekolah secara resmi ke kami, tambah sedih kami jadinya,” kata Sukamadi

Ayah tiga anak ini menceritakan, Irfan Rifai adalah anak bungsu dan merupakan sosok anak yang baik. Selama bersekolah Sukamadi klaim tidak pernah sekalipun dirinya dipanggil oleh pihak sekolah yang artinya Irfan Rifai tidak pernah membuat keributan.

‘’Dari SD sampai SMP anak saya itu tidak pernah berbuat hal yang tidak-tidak. Sholatnya rajin bahkan subuh sekalipun, dan di sekolah dia rangking pertama,” cerita Sukamadi

Sukamadi mengenang, satu ketika saat bersenda gurau dengan anak bungsunya itu Irfan pernah mengatakan bercita-cita menjadi seorang polisi. Kala itu Sukamadi dan istrinya langsung menyatakan dukungan dengan syart Irfan sedari dini harus mempersiapkan diri baik ilmu pendidikan hingga fisik.

‘’Anak saya itu postur tubuhnya besar, dia pernah cerita ingin jadi Polisi, saya dan istri mendukung. Tapi sekarang harapan itu sudah tidak ada lagi,” ungkap Sukamadi seraya menyeka air matanya.

Sementara itu kuasa hukumnya, Sugito SH juga menyayangkan kenapa tidak ada sikap simpati ataupun empati dari pihak sekolah secara kelembagaan yang ditunjukkan kepada keluarga korban.

‘’Klien saya ini menyesalkan karena anak yang dititipkan kepada pihak sekolah meninggal di lingkungan sekolah. Sementara rasa tanggung jawab pihak sekolah yang didalamnya ada profesi guru itu bagaimana ?, minimal datanglah atau telpon juga bisa ke keluarga korban menyampaikan belasungkawa. Dengan begitu mungkin sedikit akan menghibur keluarga almarhum Irfan Rifai ini,” kata Sugito.

Masih dikatakan Sugito, dalam kasus ini proses hukum terus  berlanjut dan diserahkan ke pihak Polres Merangin. Meski demikian pihaknya tetap akan melakukan upaya hukum apabila dalam perkembangannya ditemukan adanya kelalaian.

‘’Penegakan hukum kami serahkan ke kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Meski demikin apabila dalam perkembangan penyidikan ditemukan adanya unsur kelalaian maka kami akan melakukan upaya hukum,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Sugito juga berpesan kepada Pemkab Merangin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar bersikap evaluatif dalam kasus ini. Menurutnya secara struktural yang paling bertanggung jawab adalah kepala sekolah.

‘’Kami minta ada tindakan evaluasi dari Kepala Dinas Pendidikan atas kasus ini. Agar kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa menimpa anak-anak didik kita,” tutup Sugito.

Wawancara singkat dari artikel ini dapat ditonton di channel youtube Topan Tualang, klik disini  (*)

Reporter | Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com