Jelang HUT PGRI, Gerakan Guru Coba ‘Tumbangkan’ Kepsek Terjadi Di SMPN 10 Merangin


Merangin | fokusinfo.com :
Menjelang peringatan HUT PGRI ke-76 Tahun 2021, terhitung 28 orang guru SMPN 10 Merangin malah berupaya menolak kinerja Yusdani selaku Kepala Sekolah (Kepsek) mereka.

Penolakan ditorehkan melalui ‘Surat Pernyataan Penolakan Kepala Sekolah’ diatas lembaran kertas dengan kop sekolah, yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin. Surat penolakan tertanggal 14 November 2021 tersebut mengatas namakan Guru dan TU, dilengkapi dengan dibubuhi tandatangan para guru.

Tidak hanya itu, penolakan juga dibarengi dengan aksi mogok mengajar pada Jumat 19 November 2021 yang berakibat para siswa terlantar.

Alasan penolakan seperti yang tertera didalam surat pernyataan adalah selama menjabat, guru menganggap kepsek kerap bersikap otoriter dan arogan sehingga membuat suasana sekolah menjadi kurang kondusif dan tidak nyaman. Kepsek juga disebut kerap melakukan intimidasi dan ancaman kepada TU dan sejumlah guru dalam melaksanakan tugasnya. Terjadinya nepotisme dan tebang pilih dalam penerapan disiplin, dan Kepsek dianggap tidak tranparan dalam pengelolaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

‘’Selama dalam kepemimpinan Ibu Yusdani kondisi sekolah jadi kurang nyaman bagi kami. Sehingga kami merasa sulit optimal melaksanakan kewajiban mengajar,” kata seorang guru yang mengaku turut menanda tangani surat pernyataan tersebut. (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com