PIPJ Gelar Seminar Nasional Problematika Informatika


Fokusinfo.com | Jambi : Saat ini perkembangan dunia tekhnologi informasi tidak bisa dibendung lagi. Mau tidak mau dan atau sadar tidak sadar manusia diarahkan menikmati, memanfaatkan, menggantungkan diri pada kondisi itu.

Tujuan perkembangan tekhnologi informasi itu tentu saja untuk memanjakan manusia dalam segala hal, terutama memperoleh informasi yang cepat. Namun tidak ada jaminan informasi yang beredar di dunia tekhnologi informasi khususnya dunia maya itu akurat, utuh, perspektif ataupun konstruktif.

Memanfaatkan perkembangan tekhnologi untuk kebaikan sama kapasitasnya dengan pemanfaatan untuk keburukan. Kepiawaian mengemas informasi oleh oknum-oknum membuat tidak jarang berbagai informasi yang beredar malah menjerumuskan dan atau menyesatkan.

Hal ini jika disepelekan dikhawatirkan akan merubah paradigma umum di masyarakat. Pengawinan ideologi, paham ataupun opini pihak yang tidak bertanggung jawab yang bisa saja menimbulkan provokatif, distortif dan tentu saja berimbas pada keutuhan NKRI.

Berangkat dari itulah sebuah organisasi kepemudaan, Pergerakan Indonesia Provinsi Jambi (PIPJ) mengadakan Seminar Nasional dengan tajuk Problematika Informatika yang bertema ‘Urgensi Bangsa Terhadap Provokasi, Distorsi & Hoax Dalam Menjaga Keutuhan NKRI’.

Seminar yang dilaksanakan di gedung BPMPP Provinsi Jambi pada Sabtu, 01 April 2017 itu diikuti oleh 200 lebih peserta dari berbagai kalangan seperti OKP, Ormas dan organisasi Kemahasiswaan.

Seminar Pergerakan Indonesia ini di buka langsung oleh staf ahli Gubernur H. Tagor mulia. Turut hadir perwakilan dari Walikota, Diknasprovinsi, Komeninfoprov, KNPI, korem, Polda dan sejumlah tokoh lainnya. Sementara Pemateri Seminar diberikan kehormatan kepada Polda, Kominfo dan Korem.

Ketua Pergerakan Indonesia Provinsi Jambi, Ade sadria yang juga merupakan salah seorang putra terbaik Merangin mengajak kaula muda se provinsi Jambi untuk lebih teliti sebelum menyerap berita yang disuguhkan. Apalagi saat menyebarkan informasi tersebut ke berbagai media sosial.

‘’Jangan telan mentah-mentah informasi yang beredar di dunia maya apalagi sumbernya tidak jelas. Harus teliti terlebih ketika berniat menyebarkan informasi ke media sosial lainnya. Bisa jadi bumerang bagi kita,” kata pria hitam manis itu.

Menurut Ade, kecermatan memilih dan memilah informasi sangat penting karena dengan begitu otomatis akan menyelamatkan masyarakat umum yang gemar dengan informasi-informasi yang bombastis.

‘’Biasanya isu-isu yang sifatnya bombastis itu digemari masyarakat. Jika berulang-ulang dipublikasikan tentu pandangan orang umum isu tersebut benar,” ungkapnya.

Dicontohkan Ade, isu yang saat ini beredar adalah kasus penculikan anak. Masyarakat dirundung ketakutan, keresahan hingga akhirnya mengganggu rutinitas, berimbas juga pada perekonomian khususnya bagi keluarga yang profesinya serabutan atau swasta. Kekhawatiran yang tinggi mengakibatkan para orangtua lebih memilih menjaga anak daripada bekerja. Ujungnya perekonomian negara terganggu, keamanan negara tersentil.

‘’Intinya kita khususnya para pemuda yang telah terbiasa memanfaatkan media sosial agar lebih selektif, cermat menerima informasi apalagi sampai membagikan informasi tersebut. Kroscek dulu kebenarannya baru disampaikan. Menjaga keutuhan NKRI bisa dimulai dari hal-hal yang mungkin dianggap sepeli ini,” pungkas Ade Sadria, pemuda yang saat ini setia dengan lacak di kepala itu. (TopanBohemian)

Share:















Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com